Keadaan Geografis Daerah

By Ayuhaeni Achsani
Comments Off on Keadaan Geografis Daerah

Kota Balikpapan memiliki wilayah 85% berbukit-bukit serta 12% berupa daerah datar yang sempit terutama berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) dan sungai kecil serta pesisir pantai. Dengan kondisi tanah yang bersifat asam (gambut) serta dominan tanah merah yang kurang subur. Sebagaimana layaknya wilayah lain di Indonesia, kota ini juga beriklim tropis. Kota ini berada di pesisir timur Kalimantan yang langsung berbatasan dengan Selat Makassar, memiliki teluk yang dapat dimanfaatkan sebagai pelabuhan laut komersial dan pelabuhan minyak.

Batas wilayah

Peta perbatasan wilayah sebelah utara.

Letak astronomis Balikpapan berada di antara 1,0 LS – 1,5 LS dan 116,5 BT – 117,5 BT dengan luas sekitar 503,3 km² dengan batas-batas wilayah sebagai berikut:

Utara Kabupaten Kutai Kartanegara
Selatan Selat Makassar
Barat Kabupaten Penajam Paser Utara
Timur Selat Makassar

Karakteristik Lokasi dan Wilayah

Secara umum Kota Balikpapan berada pada ketinggian 0 sampai > 100 meter di atas
permukaan laut. Namun dari ketinggian tersebut, terbesar berada pada ketinggian 20-100 mdpl.

Seluas 20.090,57 ha atau 51,66% dari luas wilayah total Kota Balikpapan. Sedangkan yang
berketinggian 10-20 mdpl.; seluas 17.260 ha atau 34,17% dari luas wilayah. Sedangkan yang
berketinggian 0-10 mdpl.; seluas 6.980 Ha atau 13% dari luas wilayah. Untuk mengetahui kondisi.

Topografi Kota Balikpapan berdasarkan ketinggiannya dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Secara morfologis Kota Balikpapan terdiri dari kawasan perbukitan yang bergelombang ±85% dengan jenis tanah podsolik merah kuning. Sifat jenis tanah ini berlapisan topsoil tipis, struktur tanahnya mudah tererosi.

Sedangkan ±15% merupakan daerah dataran yang terletak di sepanjang pantai timur dan selatan wilayah Kota Balikpapan. Jenis tanah wilayah ini umumnya adalah alluvial.

Dari sisi topografis sebagian besar wilayah Kota Balikpapan merupakan kawasan perbukitan yang mempunyai kelerengan antara 15-40%, seluas 21.305,57 Ha atau 42,33% dari luas wilayah keseluruhan.

Tabel berikut ini menunjukkan rincian luas wilayah Kota Balikpapan berdasarkan kelerengan.

Iklim dan Kualitas Udara

Kota Balikpapan yang beriklim tropis memiliki musim yang hampir sama dengan wilayah Indonesia pada umumnya, yaitu : musim penghujan dan musim kemarau. Musim kemarau biasanya terjadi pada bulan Mei sampai dengan bulan Oktober, sedangkan musim penghujan terjadi pada bulan November sampai dengan bulan April. Keadaan ini terus berlangsung setiap tahun yang diselingi dengan musim peralihan (pancaroba) pada bulan-bulan tertentu.

Secara umum daerah Balikpapan beriklim panas dengan suhu udara pada tahun 2011 berkisar antara 26,4° C sampai dengan 27,7ºC. Sedangkan kelembaban udaranya berada pada kisaran kelembaban sedang-tinggi yaitu antara 82 hingga 93 persen.

Curah hujan di kota Balikpapan sangat bervariasi menurut bulan. Rata-rata curah hujan tertinggi dan terendah selama tahun 2011 yang tercatat pada Stasiun Meteorologi kota Balikpapan masing-masing sebesar 123 mm dan 355 mm.

Selama tahun 2011, kecepatan angin berkisar antara 3,5 knot sampai dengan 7,2 knot.

Rata-rata penyinaran matahari yang terjadi di Kota Balikpapan setiap bulan berkisar antara 30 – 72 persen, sedangkan untuk tekanan udara, di Kota Balikpapan mempunyai rata-rata tekanan udara sebesar 1.009,9 Mbs, dengan tekanan udara minimum sebesar 1.008,5 Mbs dan tekanan maksimum sebesar 1.011,4 Mbs.

Tutupan dan Penggunaan Lahan

Secara umum kondisi tutupan lahan di Kota Balikpapan masih didominasi oleh lahan tidak terbangun dengan luas 44.813, 21 ha (89,04%) dari luas wilayah Kota Balikpapan. Sedangkan lahan terbangun mencapai luas 5.517,36 ha (10,96.%) dari luas wilayah.

Lahan tidak terbangun di Kota Balikpapan berupa hutan dengan luas 20.295,86 ha (40,33%), semak dan belukar seluas 12.226,31 HA (24,29%), ladang/kebun seluas 5.100, 29 ha (10,13%), sawah 103,93 ha, tambak 694,59 ha, perkebunan 316,93 ha, ruang terbuka hijau berupa makam-makam, taman, lapangan seluas 393,46 ha. Lahan tidak terbangun ini pada umumnya masih mendominasi Kota Balikpapan bagian utara, barat dan timur, tepatnya di Kecamatan Balikpapan Barat, Utara dan Kecamatan Balikpapan Timur.

Sedangkan lahan terbangun pada umumnya terpusat di wilayah kota tepatnya di Kecamatan Balikpapan Selatan, Tengah dan sebagian Barat. Penggunaan lahan terbesar berupa permukiman dengan luas 3.147,32 Ha disusul kemudian penggunaan lahan untuk kegiatan industri dan pergudangan seluas 630,24 ha, perdagangan dan jasa seluas 424,12 ha, pelayanan umum dan bangunan umum mencapai luas 503,28 ha. Berikut adalah luas tiap-tiap jenis tutupan lahan di Kota Balikpapan :

Sedangkan berdasarkan status lahannya penggunaan lahan dibedakan atas kawasan budidaya dan kawasan lindung. Berdasarkan klasifikasi tersebut maka luas penggunaan lahan yang ada di Kota Balikpapan dapat dilihat pada tabel berikut ini :