APBD (Anggaran)

By Ayuhaeni Achsani
Comments Off on APBD (Anggaran)

8dgNKx9pc7

 

BALIKPAPAN – Rancangan-APBD 2014 kota Balikpapan, Kaltim direncanakan sebesar Rp2,27 triliun. Pada penjelasan RAPBD 2014, direncanakan untuk pendapatan daerah pada 2014 sebesar Rp1,85 triliun atau mengalami penurunan Rp357,7 miliar atau 16 persen dibandingkan dari APBD 2013 Rp2,21 triliun.

“Hal ini dikarenakan struktur pendapatan daerah belum dimasukkan sumber penerimaan dana alokasi khusus dan bantuan keuangan provinsi serta penerimaan daerah lainnya yang belum bisa diprediksi,” ujar Walikota Balikpapan Rizal Effendi dalam rapat paripurna DPRD Balikpapan, Selasa (17/9/2013).

Pendapatan daerah terdiri dari PAD,  dan dana perimbangan serta Lain-lain pendapatan yang sah. Pada RAPBD 2014, juga direncanakan pendapatan asli daerah Rp376 miliar sedangkan pada APBD Perubahan 2013 sebesar Rp353,74 miliar.

“Peningkatan ini bersumber dari komponen penerimaan pajak daerah, retribusi, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain-lain PAD yang sah,” jelasnya.

Sedangkan untuk dana perimbangan pada 2014 direncanakan Rp1,15 triliun. atau terjadi penurunan Rp23 miliar atau 1,98 persen karena pemkot belum mencantumkan penerimaan dana alokasi khusus (DAK). Total anggaran direncanakan sebesar Rp328, miliar atau turun 52 persen atau Rp357 miliar dari TA 2013 sebesar Rp686 miliar.

“Penurunan ini karena belum dicantumkan bantuan provinsi seperti pendapatan hibah, dana bagi hasil pajak dari provinsi, dana penyesuaian dan otonomi khusus, dan bantuan keuangan dari provinsi atau pemda lain,”tuturnya.

“Belanja pegawai diperkirakan Rp703 miliar. sedangkan pada 2013 setelah perubahan Rp654 miliar atau naik Rp48 miliar lebih. Kenaikan ini karena pemkot merencanakan kenaikan gaji PNS sebesar 6 persen,” tambah dia.

Untuk belanja hibah 2014 direncanakan Rp100 miliar sedangkan di 2013 belanja hibah sebesar RP152 miliar. untuk belanja bansos 2014 diperkirakan sebesar Rp9 miliar pada 2013 sebesar RP11,5 miliar. dan untuk belanja tak terduga sama jumlah seperti tahun 2013 ini sebesar RP10 miliar.

Pos belanja langsung, direncanakan sebesar Rp1,4 triliun  sedangkan pada 2013 Rp2,34 triliun. Untuk pembiayaan daerah, menjadi fungsi utama penerimaan pembiayaan daerah merupakan penerimaan untuk menutupi defisit anggaran. Pada 2014, pembiayaan daerah dari selisih netto antara penerimaan dan pengeluaran pembiayaan daerah ditetapkan sebesar Rp416 miliar.

“Pengeluaran pembiayaan tersebut direncanakan sebagai penyertaan modal pemkot kepada PDAM Rp13,5 miliar. sedangkan penyertaan modal untuk BPD Kaltim Rp9,5 miliar yang diperoleh dari dividen BPD,” tukasnya.

 

Sumber  : http://economy.okezone.com/read/2013/09/17/20/867224/redirect