10 Platform E-Commerce di Indonesia

February 28th, 2021

10 PLATFORM E-COMMERCE

 

Shopee

Shopee pertama kali diluncurkan di Singapura pada tahun 2015. Sejak saat itu perusahaan yang didirikan oleh Chris Feng ini memperluas jangkauannya ke negara-negara Asia Tenggara lainnya, termasuk Indonesia.

Di Indonesia sendiri, menurut situs iPrice, rata-rata pengunjung aplikasi Shopee mencapai 93 juta lebih pengguna. Hal ini sekaligus menjadikannya platform e-commerce yang paling sering dikunjungi masyarakat Indonesia.

Perusahaan induk Shopee adalah Sea Group. Sedangkan, perusahaan raksasa asal Cina, Tencent menjadi pemegang saham utama Sea Group dengan nilai 39,7%. Sementara perusahaan pendana, Blue Dolphins Venture memegang 15% kepemilikan saham Shopee.

REVIEW : Sepengalaman saya, Shopee memiliki identitas dengan warna platformnya yang berwarna jingga (orange). Shopee sendiri memiliki laman web yang cukup memudahkan konsumen untuk mencari barang apa yang mereka ingin beli di platform tersebut. Beberapa kerjasamanya dengan bank – bank terkemuka di Indonesia ditambah dengan E-Wallet yang mereka miliki yaitu Shopee Pay dapat memudahkan konsumen dalam melakukan pembayaran barang yang ingin mereka beli.

 

Bukalapak

Di urutan ketiga perusahaan e-commerce Indonesia diduduki oleh Bukalapak. Rata-rata pengunjung Bukalapak tiap bulannya adalah 35 juta pengguna.

Bukalapak memiliki tiga pemegang saham utama yaitu PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (Emtek), Ant Financial, dan GIC Singapura. Emtek melalui PT Kreatif Media Karya memiliki 36,86% saham Bukalapak.

Bos Emtek yang juga merupakan salah satu orang terkaya di Indonesia, Eddy Kusnadi Sariaatmadja memang kerap berinvestasi dalam sektor ekonomi dan keuangan digital. Selain Bukalapak, Eddy juga telah mengakuisisi sejumlah saham e-commerce lain seperti Bobobobo. Tidak hanya itu,  ia juga telah mendirikan perusahaan patungan dompet digital DANA.

REVIEW : Sepengalaman saya, saya tidak pernah menggunakan aplikasi maupun website dari platform e-commerce ini. Namun saya mengetahui bahwa Bukalapak merupakan platform e-commerce yang cukup diminati di Indonesia karena yang kita tahu bahwa Bukalapak merupakan start up buatan anak bangsa.

 

Tokopedia

E-commerce satu ini merupakan karya anak bangsa, yaitu William Tanuwijaya. Perusahaan ini menduduki posisi kedua sebagai e-commerce yang paling banyak dikungjungi dengan rata-rata 86 juta pengunjung tiap bulannya versi laman iPrice per kuartal II-2020.

Pada 2018 lalu, stuktur kepemilikan saham Tokopedia sempat bocor ke publik. Dari informasi tersebut, menyebutkan bahwa pendiri sekaligus CEO Tokopedia, William Tanuwijaya hanya menguasai sekitar 5,6% saham di perusahaannya sendiri.

Pemegang saham utama Tokopedia adalah Softbank dengan hampir nilai valuasi hampir 40%. Selain itu, kepemilikan Alibaba di perusahaan satu ini mencapai 25%. Sedangkan, Co-Founder dan Vice Chairman Tokopedia, Leontinus Alpha Edison hanya memiliki 2,3% saham.

Selain itu, pemegang saham besar lainnya ada Radiant Pioneer Limited dan Radiant Trinity Limited. Perusahaan venture capital asal India Sequoia juga diketahui memiliki bagian saham perusahaan tersebut.

REVIEW : Tokopedia merupakan platform e-commerce karya anak bangsa yang paling diminati di Indonesia. Tokopedia sendiri adalah salah satu e-commerce Indonesia yang sudah menduduki unicorn bahkan hampir menjadi decacorn. Dari desain web maupun aplikasi yang disediakan oleh Tokopedia. Menurut saya, Tokopedia cukup memudahkan konsumen untuk memilih barang yang tersedia disana. Kemudian dengan kerjasamanya dengan OVO yaitu perusahaan E-Wallet dapat memudahkan pengguna OVO yang sudah ramai digunakan di Indonesia untuk melakukan pembayaran di Tokopedia.

 

Lazada

Perusahaan e-commerce satu ini didirikan oleh Rocket Internet dan Pierre Poignant pada 2012 lalu. Rata-rata pengunjung Lazada Indonesia adalah 22 juta kali tiap bulannya.

Pada 2016 lalu, Alibaba resmi mengakusisi Lazada dengan memberikan dana segar sebesar Rp13,7 triliun dan menjadikannya pemegang saham mayoritas sebesar 67%. Dua tahun berselang, Alibaba kembali menyuntikkan dana sebesar Rp27,5 triliun kepada Lazada.

Dengan begitu, posisi CEO Lazada Max Bittner digantikan oleh salah satu dari 18 pendiri Alibaba, yakni Lucy Peng. Sebelumnya, Lucy Peng menjabat sebagai CEO di perusahaan afiliasi Alibaba, yaitu Ant Financial yang juga pernah membeli saham Bukalapak.

Investor lainnya yang pernah mendanai Lazada adalah Tesco, Temasek Holdings, Summit Partners, JPMorgan Chase, Investmen AB Kinnevik dan Rocket Internet. Sedangkan, konglomerat Indonesia Anthoni Salim melalui Grup Salim pemilik Indofood diketahui memiliki saham Rocket Internet.

REVIEW : Sepengalaman saya dalam menggunakan platform ini, hampir sama dengan beberapa platform e-commerce yang sudah pernah saya gunakan. Tetapi dengan adanya beberapa event diskon tahunan yang sering dilakukan oleh Lazada sangat menarik minat konsumen untuk menggunakan dan membeli barang lewat Lazada. Kemudian dengan adanya Lazz Mall yang merupakan kumpulan dari beberapa toko yang sudah dipercaya oleh Lazada dapat membentuk keyakinan dari konsumen untuk merasa aman dalam melakukan transaksi di Lazada sendiri.

 

Blibli

PT Global Digital Niaga atau Blibli didirikan sekitar 10 tahun lalu oleh Kusumo Martanto yang juga menjabat sebagai CEO perusahaan. Pengunjung Blbli per bulannya mencapai 18,3 juta kali. Pemilik Blibli yaitu Martin Hartono yang merupakan putra dari orang terkaya di Indonesia pemilik Djarum Group, Budi Hartono.

PT Global Digital Niaga atau Blibli merupakan anak perusahaan PT Global Digital Prima yang menjadi bagian dari salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia, Djarum Group. Diketahui bahwa Grup Djarum menganggarkan dana sebesar US$1 juta per tahun untuk mendanai perusahaan e-commerce ini.

REVIEW : Saya kurang mengetahui platform e-commerce ini karena saya tidak pernah menggunakan Blibli sama sekali. Tetapi sepengetahuan saya platform e-commerce ini lumayan diminati oleh masyarakat Indonesia.

 

JD ID

JD.ID atau JD.com adalah perusahaan e-commerce yang berbasis di Tiongkok. Perusahaan ini masuk ke Indonesia sejak Oktober 2015 lalu dengan rata-rata 9,3 juta kunjungan tiap bulannya.

Perusahaan ini didirikan oleh Liu Qiandong atau dikenal sebagai Richard Liu pada Juli 1998 sebagai toko fisik yang menjual produk optik magnet di Beijing. Ritelnya lalu berkembang dan menjual barang elektronik, telepon seluler, komputer, dan barang serupa.

Kepemilikan saham Richard Liu yang juga menjabat CEO tersebut sebesar 15,8%. Sedangkan Tencent menguasai 20% saham. Lalu diketahui, perusahaan retail raksasa asal Amerika Serikat Walfart memiliki saham sebesar 12%.

Konglomerat Indonesia Mira Miranda Ambarsari juga disebut-sebut memiliki kepemilikan saham di situs belanja ini. Selain JD.ID, pengusaha wanita ini juga sebagai pemegang saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) serta perusahaan galangan kapal milik Singapura.

REVIEW : JD.ID pertama kali dipasarkan di Indonesia dengan mengangkat slogannya yang dapat meyakinkan konsumen bahwa barang dari JDID merupakan barang original. Tetapi sampai saat ini saya belum pernah menggunakan platform e-commerce ini sama sekali

 

Zalora

Zalora merupakan toko online yang berpusat di Singapura dan telah beroperasi di Indonesia sejak tahun 2012. Rata-rata pengunjung Zalora per bulannya adalah 2,3 juta kunjungan.

Zalora merupakan anak perusahaan dari situs belanja online Zalando. Zalando merupakan proyek dari Rocket Internet. Seperti diketahui sebelumnya bahwa salah satu orang terkaya di Indonesia, Antoni Salim diketahui menguasai sebagian saham Rocket Internet.

REVIEW : Sepengalaman saya dalam menggunakan Zalora. Platform ini merupakan platform yang paling terpercaya dalam membeli barang – barang yang cukup branded dalam hal fashion. Karena barang yang dijual disini memang bukan barang – barang sembarangan dari brand yang kurang dikenal. Barang – barang disini juga sudah terjamin original.

 

Amazon.com

Amazon.com, Inc. merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang perdagangan berbasis online yang terbesar di dunia. Perusahaan yang berkantor pusat di Seattle, Washington, Amerika Serikat ini pada awalnya hanya menjual buku, namun sekarang telah bervariasi hingga merambah DVD, CD, video dan download / streaming, MP3, software, video game, elektronik, pakaian, furnitur, makanan, mainan, dan perhiasan. Pada bulan Juli 1994 Jeff Bezos mulai mengembangkan perusahaan yang kemudian berbasis perusahaan online pada tahun berikutnya dengan nama Amazon.com. Nama Amazon sendiri berasal dari nama sungai terbesar di dunia.

Usaha ini merupakan jawaban dari Jeff Bezos untuk ikut berpartisipasi dalam bisnis internet yang sedang berkembang saat itu. Usaha ini diproyeksikan  semakin berkembang secara pesat sehingga dia memutuskan untuk keluar dari pekerjaan-nya sebagai wakil presiden D.E. Shaw, sebuah perusahaan Wall Street. Setelah memperkirakan perkembangan perdagangan melalui Web akan naik hingga 2.300%, dia pun mulai mendaftar 20 produk yang bisa dipasarkan secara online. Produk tersebut antara lain compact disc (CD),  computer hardware, computer software, video, dan buku. Besarnya permintaan akan buku membuat Jeff memutuskan bahwa toko online miliknya akan fokus menjual buku.

REVIEW : Sepengetahuan saya Amazon merupakan platform e-commerce yang cukup besar dan berskala internasional. Disini banyak dijual barang – barang dari mancanegara. Namun sayangnya saya belum pernah sama sekali membuka maupun bertransaksi di platform ini.

 

Ebay

eBay adalah ajang pasar online dunia™ – tempat bagi pembeli dan penjual berhimpun dan berdagang apa saja. Diluncurkan tahun 1995, eBay diawali sebagai tempat untuk berdagang barang koleksi dan barang yang sulit ditemukan. Sejak itu, eBay telah berkembang menjadi ajang pasar tempat Anda dapat menemukan segala sesuatu, dari ponsel dan DVD hingga pakaian, barang koleksi dan mobil.

Dengan daftar barang sebanyak 103,6 juta di seluruh dunia dan penambahan daftar barang sebanyak 6,1 juta yang dilakukan setiap hari, eBay menawarkan kesempatan yang tidak terhingga bagi semua orang untuk membeli dan menjual di seluruh dunia.

REVIEW : Hampir sama dengan Amazon, Ebay juga merupakan platform e-commerce berskala internasional yang menjual beberapa produk atau barang dari mancanegara. Tetapi saya belum pernah sama sekali menggunakan platform ini.

 

OLX

OLX.co.id adalah platform jual/beli otomotif dan properti online terbesar, di Indonesia. Beroperasi sejak 2005, OLX memiliki jumlah pengguna terbesar yang menarik lebih dari setengah juta pembeli potensial setiap bulannya. OLX memberikan transaksi yang berkualitas bagi penjual, serta menyediakan pilihan otomotif dan property terlengkap bagi pembeli.

Bisnis OLX bertujuan untuk membangun ekosistem mobil dan properti terbesar dan terlengkap, di Indonesia. Secara konsisten, OLX menghadirkan pembeli potensial terbanyak dalam waktu 24 jam sejak iklan dipasang. OLX berkomitmen untuk menghadirkan transaksi yang nyaman dan mudah, dengan memberikan pilihan terlengkap dalam aksesoris mobil, suku cadang, motor, rumah, furnitur, hingga jasa mekanik dan servis lainnya.

OLX Indonesia merupakan bagian dari OLX Group, sebuah perusahaan produk dan teknologi global yang mengoperasikan jaringan platform jual/beli terkemuka, di lebih dari 40 negara. OLX Group menghadirkan produk dengan fitur yang user-centric seperti Letgo, Avito, dan Dubizzle. Sebagai situs iklan baris online terbesar di Indonesia, OLX juga menghubungkan kebutuhan pengguna untuk melakukan jual/beli di kategori lain seperti seperti gadget, elektronik, barang rumah tangga, fashion, olahraga & hobi.

REVIEW : Sedari awal sebelum bernama OLX yaitu Tokobagus, platform ini sangat dikenal dalam menjual barang – barang bekas yang masih layak digunakan dari se-Indonesia. Sepengalaman saya dalam menggunakan platform ini adalah saya dapat dengan mudah untuk bertransaksi dalam membeli barang bekas yang ditawarkan oleh orang – orang di seluruh Indonesia.