Belajar Susunan Pegas, Yuk Kenali Apa Itu Hukum Hooke Beserta Rumusnya

Comments Off on Belajar Susunan Pegas, Yuk Kenali Apa Itu Hukum Hooke Beserta Rumusnya

Setiap benda yang ada di sekitar kita, beberapa diantaranya memiliki kemampuan elastis yang membuatnya mampu kembali ke bentuknya semula setelah gaya pegas dilepaskan. Meski disebut benda elastis, ada pula benda yang tidak bisa kembali seperti bentuk semula lantaran mendapatkan gaya terlalu besar (batas elastis). Penasaran bagaimana cara kerja serta hukum Hooke lebih dalam ? Simak ulasan berikut.

Mengenal Singkat Apa Itu Gaya Pegas

Sesuai dengan namanya, kemampuan unik pada benda ini diperkenalkan oleh seorang yang cerdas bernama Robert Hooke. Hukum fisika tersebut menjelaskan adanya hubungan antar gaya, yang kemudian bekerja pada suatu benda elastis ataupun sebuah pegas agar benda tersebut dapat kembali ke bentuk semula selama tidak melampaui batas elastisitasnya sendiri. Maka dari itu, hukum fisika Hooke dan elastisitas merupakan dua istilah yang saling berhubungan.

Menurut ulasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa Hooke, mengkaji berapa jumlah gaya maksimum pada suatu benda yang memiliki sifat elastis agar tidak melewati batas elastisnya ataupun menghilangkan sifat elastis tersebut. Lalu apakah yang akan terjadi ketika gaya pegas yang diberikan terlalu besar ? Apabila jumlah pegas terlalu besar, kemungkinan besar benda akan mudah rusak dan tidak akan bisa kembali ke bentuknya semula.

hukum hooke

Jika dijelaskan secara sistematis, hukum Hooke akan dirumuskan menjadi F = – k . Δx. Agar memudahkan, kamu perlu mengetahui keterangan di setiap rumusnya. F disebut sebagai gaya luar yang diberikan (N), k mewakili konstanta pegas (N/m), serta Δx disimbolkan sebagai pertambahan panjang pegas dari posisi normal (m). Setelah mengetahui keterangan tersebut, barulan bereksperimen berapa besar gaya pegas yang diterima.

Beberapa Besaran Serta Rumus Dalam Hukum Fisika Hooke Beserta Elastisitasnya

Selain mencari gaya tarik yang tidak melampaui batasan elastis pegas, ternyata masih ada beberapa besaran dan rumus lainnya yang harus dipelajari. Besaran yang bisa dicari terdiri dari regangan, tegangan, modulus elastisitas (modulus young), serta mampatan yang masing masing memiliki rumus tersendiri. Banyaknya hitungan besaran yang harus diketahui, maka penting untuk mengetahui rumus yang tepat untuk mendapatkan hitungan akurat.

Besaran pertama pada hukum Hooke berkaitan dengan regangan, dimana hal ini terjadi lantaran adanya gaya yang diberikan pada suatu benda ataupun kawat jika dihilangkan. Ketika gaya pegas dihilangkan, maka kawat akan kembali ke bentuk semula. Pada besaran ini, regangan dianggap sebagai sebuah perbandingan antara pertambahan panjang awat pada X meter dengan panjang awal kawat dalam x meter.

Rumus hukum hooke yang tepat untuk menghitung besaran regangan adalah e = ΔL / Lo. Untuk menggunakan rumus regangan, pahami terlebih dahulu setiap simbol pada rumusnya. Simbol e pada rumus tersebut melambangkan regangan, ΔL disebut sebagai pertambahan panjang benda (m), sedangkan Lo disebut sebagai panjang awal pada benda (m).

Besaran kedua yaitu tegangan, yang umumnya terjadi ketika sebuah benda mengalami pertambahan panjang ketika diberikan besaran gaya tertentu pada salah satu ujung lainnya sedangkan ujung satunya lagi sedang ditahan. Agar lebih memudahkan, bayangkan saya jika seutas kawat dengan luas penampang X m². Kawat tersebut awalnya memiliki panjang sekitar X meter, kemudian ditarik dengan gaya besaran N pada salah satu ujungnya.

Selagi salah satu ujungnya ditarik, bagian ujung kawat lainnya akan ditahan yang membuat benda tersebut mengalami pertambahan panjang sebesar X meter. Untuk mencari tegangan yang terjadi, hukum Hooke merumuskannya menjadi σ = F / A. Pad rumus tersebut F dilambangkan sebagai gaya (N), A merupakan luas penampang (m²), sedangkan σ disebut sebagai tegangan (N / m² atau dilambangkan Pa).

Besaran yang ketiga disebut sebagai modulus elastisitas atau yang disimbolkan dengan huruf E. Yang dimaksud modulus elastisitas disini yaitu menggambarkan adanya perbandingan antara tgangan dengan regangan yang telah terjadi pada suatu benda. Menurut penjelasan tersebut, besaran satu ini sebanding dengan tegangan serta berbanding terbalik dengan besaran regangan.

Untuk mencari perbandingannya, rumus yang harus digunakan yaitu E = σ / e. Seperti yang dikatakan sebelumnya, simbol E melambangkan modulus elastisitas (N / m). Berbeda dengan simbol e yang dilambangkan regangan, sedangkan σ melambangkan tegangan ( N / m² atau Pa). Meski menggunakan huruf yang sama, simbol E dan e melambangkan hal yang berbeda. Oleh karenanya, penting untuk mengetahui perbedaannya.

Besaran yang keempat pada hukum Hooke adalah mampatan yang keadaan bendanya hampir serupa dengan regangan. Untuk membedakannya, kamu bisa melihat arah pindahan molekul pada benda yang sudah diberikan gaya. Jika terjadi regangan, maka molekul pada bendanya akan terdorong keluar ketika usai diberikan gaya. Sedangkan mampatan, molekul pada benda akan terdorong ke dalam usai diberikan gaya.

Hooke disebut sebagai hukum yang akan mengkaji besaran gaya maksimum yang bisa diberikan pada sebuah benda bersifat elastis. Apabila tertarik untuk menghitung besaran tersebut, penting mengetahui rumus tepat untuk digunakan. Jika penggunaan rumus kurang tepat, maka hasil penghitungannya tidak akan sesuai dengan apa yang dicari. Agar lebih mahir, pahami hukum fisika tersebut dan terus berlatih dengan soal soal terbaru.