Activity

  • Yuliviana Andika Lestari posted an update 1 month, 4 weeks ago

    Nama: Yuliviana Andika L
    Menurut Van de Ven, Andrew H
    Inovasi ialah usaha dalam mengembangkan dan menerapkan pemikiran-pemikiran yang baru dengan berbagai macam bentuk aktivitas serta dala sebuah organisasi atau kelompok tertentu.
    Everett M. Rogers
    Inovasi adalah ide, gagasan, objek dan praktik yang dalam pelaksanaannya dapat diterima oleh seseorang atau kelompok sebagai sesuatu hal yang dianggap baru sehingga dapat diterapkan .
    Contoh inovasi-inovasi pelayanan publik yang ada di Indonesia
    1. Pelayanan satu atap
    Adalah kegiatan perijinan maupun non perijinan yang mana pelayanan tersebut berada di suatu gedung yang di dalamnya terdapat beberapa unit-unit teknis yang tujuannya melayani masyarakat berdasarkan surat ijin yang akan diminta atau dibutuhkan.
    A. Karakteristik
    Pelayanan satu atap memiliki karakteristik sebagai berikut:
    1). Terdapat bangunan gedung khusus untuk melayani pelayanan perijinan maupun non perijinan yang mana dalam gedung tersebut terdapat unit atau instansi sesuai dengan bidang yang dilayani.
    2). Adanya koordinasi dalam mengatur intansi atau unit dalam proses pelaksanaan pelayanan yang terdapat di dalam gedung
    3). Masing-masing memiliki counter atau loket sendiri atau memiliki kantor sendiri di gedung tersebut
    4). Tidak adanya keterkaitan antara counter yang satu dengan yang lain karena petugas disediakan oleh masing-masing instansi
    5). Proses pelayanan, masyarakat cukup datang ke gedung tersebut akan tetapi di dalamnya masyarakat dapat mendatangi instansi terkait dengan berkas yang akan diurus
    6). Terdapat tanda tangan dari bupati atau sekda atau kepala unit/instansi di dalam surat ijin atau non perijinan mengenai surat yang diurus.
    Pelayanan satu atap di sini dalam artian adalah terdapatnya beberpa unit atau instansi mengenai pengurusan surat ijin atau non perijinan yang terdapat dalam satu gedung bersama. Setiap unit atau instansi memiliki memiliki loket atau counter sendiri-sendiri. Masyarakat hanya perlu datang ke loket atau counter sesuai dengan surat yang akan diurus, dan perlu diketahui bahwa antara satu loket dengan loket yang lain tidak berkesinambungan, sehingga masyarakat dituntut untuk mengikuti prosedur atau alur yang sesuai dengan loket atau counter yang dituju. Prosedur yang jelas, wkatu serta biaya yang dikeluarkan tidak selalu terjadi karena peraturan yang dibuat oleh masing-masing unit atau instansi. Dengan demikian terjadinya pungli maupun suap masih memiliki peluang yang cukup besar.
    B. Kelebihan
    Kelebihan dari pelayanan perijinan dan non perijinan satu atap adalah:
    1. Terjadinya peningkatan akses masyarakat terhadap perijinan dan non perijinan
    2. Segala urusan perijinan dan non perijinan yang dinaungi oleh pemda barada pasa satu gedung
    3. Masyarakat cukup hanya datang ke satu gedung
    C. Kekurangan
    Beberapa kekurangan yang ada pada pelayanan satu atap, adalah:
    1. Hanya lembaga non struktural yang bisa mengkoordinir tugas daripada beberapa instansi atau unit
    2. Kesulitan dalam melakukan kontrol karena SDM beberapa masih berstatus pegawai pada instansi atau dinas terkait
    3. Kemungkinan besar masih terjadi pungli dan siap dikarenakan masyarakat berhadapan langsung dengan petugas teknis
    4. Transparansi prosedur, waktu, persyaratan, dan biaya yang masih dipertanyakan
    5. Masyarakat tidak bisa langsung ke loket yang akan dituju
    6. Waktu selesainya surat atau berkas tergantung pada masing-masing unit

    2. Pelayanan Satu Pintu
    Pelayanan untuk masyarakat dalam mengurus perijinan atau non perijinan yang cukup hanya datang ke satu tempat dan pengambilannya di tempat yang sama. Pengurusan perijinan dan non perijinan terkadang juga dapat dilakukan secara pararel.
    A. Karakteristik
    Karakteristik yang dimiliki pelayanan satu pintu adalah:
    1. Masyarakat cukup datang ke satu tempat untuk mengurus berbagai macam perijinan
    2. Hanya berhubungan dengan customer service
    3. Pembayaran untuk seluruh jenis perijinan terpusat di kasir atau bank
    4. Terdapat koorsinasi dan adiministrasi
    5. Petugas teknis melakukan proses yang diikuti oleh petugas pelayanan satu pintu
    3. One Stop Service
    Pelayanan satu pintu dan satu atap atau one stop service ialah pelayanan perijinan dan non perijinan dimana masyarakat cukup datang ke satu lokasi atau satu meja. Apabila dalam mengurus surat perijinan dan non perijinan sudah selesai, maka hasil nya pun juga diambil di lokasi atau meja yang sama. One stop service dapat dikatakan sebagai pelayanan yang efisien serta efektif karena segala teknis dilakukan di lokasi yang sama serta pengurusan dapat dilakukan secara paralel.
    A. Karakteristik
    Beberapa karakteristik dalam one stop service, yakni:
    1. Dalam proses penjelasan, penerimaan persyaratan serta pemberian surat perijinan atau non perijinan berada pada satu lokasi
    2. Terdapat berbagai macam jenis perijinan yang dapat diurus dalam satu lokasi
    3. Masyarakat hanya berada pada satu meja dalam mengurus jenis perijinan atau non perijinan
    4. Pembayaran melalui bank atau kasir
    5. Seluruh perijinan ada pada satu lokasi
    6. Perekrutan tenaga teknis dari instansi dalam pelaksanaan kegiatan
    7. Penandatanganan dilakukan oleh Kepala one stop service
    4. Drive Thru
    Salah satu kemudahan dalam pelayanan publik saat ini adalah terciptanya sistem pelayanan publik menggunakan Drive Thru. Contoh inovasi drive thru saat ini sudah banyak diterapkan di berbagai kantor SAMSAT yang tersebar di Indonesia. SAMSAT drive thru memberikan kemudahan pelanggan dalam mengurus pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) maupun perpanjangan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Layanan Drive Thru terdiri dari 2 (dua) loket yaitu :
    a. Loket 1 pendaftaran dan pengesahan
    b. Loket 2 pembayaran dan penyerahan;
    Referensi
    Bahari, Firsada, Siti Rochmah dan Stefanus Pani Rengu. 2013. Penerapan Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Drive-Thru Dalam Meningkatkan Pelayanan Publik (Studi Pada Kantor Bersama Samsat Kabupaten Lamongan). Jurnal Administrasi Publik. Vol 1(4): 48-57
    Jasin, Mochammad, Aida Ratna Zulaiha dan I. Gusti Ayu Nyoman Lia Oktirani. 2006. “Memahami Untuk Melayani Pelayanan Perijinan Dan Non Perijinan Sebagai Wujud Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik Direktorat Penelitian Dan Pengembangan”. Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi