Activity

  • Mytha Okti Maulia posted an update 5 months ago

    Rosenbloom membagi pendekatan dalam pelayanan publik menjadi tiga, yaitu pendekatan manajerial, politik, dan hukum. Masing-masing pendekatan tersebut akan menentukan perbedaan nilai, prosedur dan peraturan dalam setiap pelaksanaan administrasi publik.
    1. Pendekatan manajerial
    Pendekatan ini terbagi menjadi dua yakni pendekatan manajerial tradisional dan New Public Management (NPM). Pertama, pendekatan manajerial tradisional itu menekankan nilai-nilai efektif, efisien dan ekonomis. Terdapat birokrasi untuk pencapaian nilai dan tujuannya. Pendekatan ini juga menekankan penganggaran secara rasional serta bersifat rational-comprehensive decision making. Kedua, muncul NPM sebagai bentuk kritik dan perubahan sudut pandang untuk memperbaiki kualitas sektor publik. NPM menekankan orientasi pada hasil, focus pada pelayanan publik, pemberdayaan pegawai/pelayan publik, kewirausahaan, dan tumbuhnya pengalihan bisnis.
    2. Pendekatan politik
    Pendekatan ini menekankan nilai-nilai keterwakilan, responsive dan akuntabilitas. Hal ini menjadikan organisasi publik harus memiliki keberagaman dan keterwakilan dari setiap golongan masyarakat. Pendekatan ini juga melibatkan masyarakat dalam pengambilan keputusan sehingga pejabat publik tidak bebas dalam membuat suatu kebijakan.
    3. Pendekatan hukum
    Pendekatan ini sebagai wujud penerapan dan penegakkan hukum secara konkrit yang menekankan tiga hal yang saling terkait, yaitu Hukum Administrasi, Peradilan Administrasi, dan Hukum Konstitusi. Nilai-nilai yang terkandung adalah ketaatan pada konstitusi, penegakkan hukum/prosedur berdasarkan hukum yang berlaku, hak-hak dasar, dan persamaan di depan hukum bagi seluruh masyarakat. Pendekatan ini juga bersifat inkremental dalam pengambilan keputusan.
    Kemudian, menurut Taufiqurokhman dan Evi Satispi (2016:23) juga mengklasifikasikan ada tiga level/dimensi dalam pelayanan publik, yaitu sebagai berikut.
    a) Level Kebijakan.
    Level kebijakan atau disebut juga Executive Officer merupakan Strategic Apex/Manajer Puncak di mana terdiri dari kelompok-kelompok yang relatif kecil. Pada level ini, manajer bertanggungjawab atas keseluruhan yang berkaitan dengan segala sesuatu yang terjadi dalam organisasi serta bertugas merencanakan kegiatan dan strategi secara umum dan mengarahkan jalannya suatu organisasi. Contoh level kebijakan adalah CEO (Chief Executive Officer), CIO (Chief Information Officer), dan CFO (Chief Financial Officer). Contoh lain dalam sektor publik yaitu Presiden, Bupati, Sekda, dan setingkat.
    b) Level Manajerial.
    Level manajerial adalah posisi Manajer Menengah (Middle Line) dimana membawahi beberapa tingkatan dalam suatu organisasi dan mencakup semua manajemen yang berada di antara manajer lini pertama dan manajemen puncak dan bertugas sebagai penghubung antara keduanya. Di level ini, manajer menengah membawahi dan mengarahkan kegiatan-kegiatan para manajer lainnya dan karyawan operasional. Contoh manajer menengah di antaranya kepala bagian, kepala biro, manajer pabrik, manajer divisi, general manajer, dekan.
    c) Level Operasional.
    Level operasional adalah Manajer Lini Garis Pertama (First Line) yang berada ditingkatan paling rendah yang bertugas memimpin dan mengawasi karyawan non-manajerial yang terlibat dalam proses produksi serta tidak membawahi manajer yang lain. Contohnya yaitu penyelia (supervisor), manajer shift, manajer area, manajer kantor, manajer departemen, atau mandor (foreman). Contoh lain dalam sektor publik, yaitu Ka. Sie dan Ka. UPTD.

    REFERENSI
    Kim Ara, 2016. Perspektif Administrasi Publik Berdasarkan Pendekatan Manajerial, Politik, dan Hukum (Legal) dari David H. Rosenbloom. Di akses online dari https://teorikeuangannegara.blogspot.com/2016/04/perspektif-administrasi-publik.html pada 20 Maret 2019.
    Taufiqurokhman dan Evi Satispi, 2018. Teori dan Perkembangan Manajemen Pelayanan Publik. Penerbit: UMJ PRESS 2018, Tangerang Selatan.