Activity

  • mawaddah chika dea kirana posted an update 8 months ago

    Open Akses dan Aspeknya
    A. Open akses vs Plagiarisme
    Saat ini kita telah dimudahkan dalam mendapatkan sebuah informasi tanpa perlu mengeluarkan banyak biaya dan buang-buang waktu. Dengan adanya kemajuan teknologi menjadikan informasi yang diinginkan dapat secara mudah diakses salah satunya dengan adanya Open Akses. Dengan adanya Open Akses kita dapat mengakses informasi, jurnal, laporan penelitian yang dapat menjadi acuan dan menambah wawasan bagi kita. Akan tetapi dengan adanya Open Akses apakah menguntungkan bagi para Plagiarisme ? plagiat adalah penjiplaan atau pengambilan karangan,pendapat, dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya sebuah pendapat atau karangan sendiri. Dengan adanya Open Akses akan mempermudah kita melacak sebuah plagiarisme karena dengan dibukanya akses untuk semua orang maka akan ketauan oleh banyak orang siapa yang menjiplak karya orang lain tersebut dan mengakui sebagai karya sendiri.
    Plagiarisme telah merajalela diberbagai Negara maju maupun Negara berkembang saat ini tetapi itu semua dapat di minimalisir dengan adanya Open Akses tersebut. Dengan adanya Open Akses juga memiliki peran sebagai penyebar luasan karya-karya dari mahasiswa,dosen, dan civitas akademika lainnya dimaksudkan dengan adanya Open akses tersebut agar karya yang telah dibuat tidak akan berhenti pada perpustakaan koleksi cetak saja tetapi dapa tersebar secara online dan dapat dinikmati oleh semua orang secara gratis. Di era informasi saat ini apabila memiliki sebuah karya tulis hanya disimpan saja dan tidak diketahui oleh orang lain maka ilmu tersebut tidak akan bermanfaat bagi orang lain. Jika takut dengan adanya plagiarisme lebih baik dilawan dari pada harus memendam sebuah ilmu.
    B. Open Akses vc Hak Cipta
    Gerakan Open Akses dapat menjawab setiap diskriminasi yang terjadi antara masyarakat luas yang ingin mendapatkan sebuah informasi secara bebas dan gratis. Maka perpustakaan harus menyediakan akses layanan informasi secara bebas dan berkualitas kepada penggunanya. Gagasan dan pemikiran yang mendorong lahirnya gerakan open access adalah :
    1. Meningkatnya komersialisasi terbitan jurnal ilmiah.
    2. Keharusan penulis menyrahkan copyright ke penerbit sebelum penerbitan
    3. Keharusan perpustakan membayar biaya yang semakin mahal untuk melanggan jurnal cetak
    4. Keharusan memperoleh lisensi untuk akses versi elektronik.
    5. Pembatalan langganan yang mengakibatkan para pengguna gagal mengakses sumber-sumber informasi yang diperlukan (Tedd and Large, 2005 :53)
    Gerakan Open access sangat beresiko dengan pelanggaran Hak Cipta atau hak kekayaan intelektual (HAKI) , ketika akses yang diberikan sangat bebas maka rawan adanya penyalahgunaan. Menurut UU No.19 Tahun 2002 Hak Cipta adalah hak eksklusif bagipencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya atau memberikan izin untuk mengumumkan atau memperbanyak dengan tidak mengurangi batasan-batasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. Jadi pengertian mengenai hak cipta adalah hak khusus yang dimiliki oleh seorang pencipta terhadap karya ciptaannya, untuk menyebarkan, memperbanyak, dan mengumumkan ciptaannya, namun tetap diatur dalam undang-undang yang sudah ditetapkan oleh Negara maka seharusnya kita menghormati hak cipta meskipun informasi yang kita dapatkan diakses secara bebas, cara dalam menghormati hak cipta yaitu dengan cara mengutipnya agar semua orang tau informasi kutipan yang kita tulis berasal dari mana pendapatnya siapa.
    Hak Kekayaan Intelektual dibagi menjadi 2 yaitu :
    1. Hak cipta (copyright)
    Hak cipta ini meliputi bidang ilmu pengetahuan, seni dan sastra yang mencakup :
    • Buku, program computer,pamphlet
    • Ceramah,kuliah,pidato
    • Alat peraga yang dibuat kepentingan pendidikan
    • Lagu atau music
    • Darama musical, tari koreografi
    • Senirupa dalam segala bentuk, seni lukis,gambar, seni ukir
    • Arsitektur
    • Peta
    • Seni batik
    • Fotografi
    • Sinematografi
    • Terjemahan, tafsir, bunga rampai
    2. Hak kekayaan industri
     Paten
     Desain industry
     Merek
     Penanggulangan praktik persaingan curang
     Desain tata letak terpadu
     Rahasia dagang

    Hak yang tercakup dalam hak cipta menurut Hozumi (2004:14) hak ini dikelompokkan dalam katagori sebagai berikut :
     Hak perbanyakan
    Perbanyakan dalam bentuk kongkret melalui cetakan,fotografi,suara, rekaman visual dan sebagainya.
     Hak mempertunjukkan
    Untuk mempertunjukkan dimuka umum sebuah sandiwara berdasarkan tulisan sendiri atau music ciptaan sendiri.
     Hak menyajikan
    Hak memproyeksikan ciptaan sendiri pada sebuah layar atau objek lain.
     Hak menyebarkan
    Hak pencipta untuk menuturkan karya tulisannya didepan umum.
     Hak menuturkan
    Hak pencipta untuk menuturkan karya tulisannya didepan umum.
     Hak memamerkan
    Hak ini menyangkut peragaan karya seni dan foto.
     Hak distribusi
    Adalah mengalihkan hak milik dan meminjamkan.
     Hak terjemahan
    Bahwa pencipta itu berhak untuk menerjemahkan, mengaransemenmusik, mentransformasi atau mengadaptasi ciptaannya untuk membuat turunan.
    C. Penan Hak cipta pada Open access
    Didalam prinsip open access hak cipta dipindah tangankan kepada siapa saja melalui kebebasan bagi siapapun untuk mengakses dan mengambil karya ilmiah yang bersangkutan. Namun dalam sisi pandang pengarang gerakan open access sebenarnya memberikan 3 pilihan antara lain :
    1. Retain it
    Yaitu mengizinkan pengguna memperbanyak karyanya asalkan hanya untuk kepentingan pendidikan. Selain itu pengguna harus meminta izin dari pengarangnya.
    2. Share it
    Pengarang boleh memilih sebagai kemungkinan pemberian hak eksploitasi karyanya dalam bentuk lisensi
    3. Transfer it
    Pengarang menyerahkan hak eksploitasi kepada penerbit yang akan mengkomersialkan karyanya, tetapi tetap memperthankan hak sebagai pengarang orisinal yang akan mengizinkannya memperbanyak atau menerbitkan kembali tanpa persetujuan penerbit pertama.
    D. Open access di perpustakaan
    Open access diperpustakaan memiliki dua persepsi yaitu :
    1. Perpustakaan dengan open access untuk perpustakaan konvensional
    Perpustakaan yang terbuka diselenggarakan sedemikian rupa sehingga para pengunjung diberikan kebebasan untuk memilih dan mengambil sendiri buku-buku yang mereka inginkan tidak perlu dibantu oleh petugas perpustakaan.
    Khusus untuk perpustakaan perguruan tinggi diselenggarakan dengan system terbuka karena pengunjung perpustakaan terbatas pada anggota aktivitas perguruan tinggi masing-masing dan tidak melayani pengunjung umum.
    2. Perpustakaan dengan open access untuk perpustakaan digital
    Semakin berkembangnya teknologi harus mengikuti perkembangan zaman terutama kebutuhan informasi yang dibutuhkan oleh civitas akademika dan ilmuan. Perpustakaan digital menyediakan akses direktori tentang jurnal-jurnal yang dapat diakses secara gratis. Tetapi tantangan yang dihadapi oleh perpustakaan adalah adanya penyedia jasa elektronik langganan jurnal-jurnal seperti EBSCO atau Proquest dampaknya pengunjung tidak perlu datang keperpustakaan untuk memperoleh informasi.
    Tugas dari pengelola perpustakaaan digital saat ini adalah membantu menemukan berbagai sumber jurnal yang memiliki akses secara gratis yang mungkin luput dari jangkauan penyedia jasa tersebut. Tugas baru bagi pustakawan perpustakaan digital adalah memeriksa kualitas sumber-sumber informasi yang disebarluaskan secara gratis selain itu juga mengidentifikasi,mengevaluasi,memilih, dan menyediakan berbagai sumber informasi digital semua itu tentunya memerlukan pengelolan dan pengatalogan termasuk juga membuat indeks tentang informasi-informasi digital.
    E. Permasalahan pada kegiatan Open access
    Dari segala kemudahan dalam pengaksesan muncul beberapa permasalahan dalam kegiatan Open access yaitu yang pertama bagaimana peran suatu hak cipta atas ciptaan si penulis yang ditulisnya ketika para pembaca dapat dengan mudah dan gratis mengakses article maupun jurnal. Selanjutnya bagaimana pembagian royalty terhadap sipenulis. Yang kedua yaitu dengan adanya kemudahan yang ditawarkan oleh open access memunculkan sebuah permasalahan yaitu banyak munculnya plagiator-plagiator yang akhirnya merugikan para penulis atas hak penciptaannya.
    Penghalang dalam open access yang emungkinkan untuk menghambat kelancaran proses open access itu sendiri diantara lain :
    1. Penyaringan dan hambatan sensor
    2. Hambatan bahasa, sebagian besar literature online dalam bahasa inggris
    3. Hambatan akses, sebagian besar situs web belum dapat diakses untuk pengguna cacat sebagaimana mestinya
    4. Hambatan konektivitas, kesenjangan membuat seseorang mengalami suatu paradigma kesenjangan dalam pemahaman digital dan konektivitasnya.

    Daftar Pustaka
    Suwarno,Wiji (2016). Jaringan Kerjasama Perpustakaan dan Informasi. Tangerang Selatan: Universitas Terbuka