Activity

  • fauzannr posted an update 4 weeks, 1 day ago

    Peran Pemimpin Dalam Perubahan Sosial

    Pemimpin berasal dari kata “pimpin” (dalam bahasa Inggris lead) berarti bimbing dan tuntun. Dengan demikian di dalamnya ada dua pihak yang terlibat yaitu yang “dipimpin” dan yang “memimpin”. Setelah ditambah awalan “pe” menjadi “pemimpin” (dalam bahasa Inggris leader) berarti orang yang menuntun atau yang membimbing. Secara etimologi pemimpin adalah orang yang mampu mempengaruhi serta membujuk pihak lain agar melakukan tindakan pencapaian tujuan bersama. Kemudian secara terminologis banyak ditemukan definisi tentang pemimpin seperti Ralp M. Stogdil yang menghimpun banyak definisi tentang pemimpin, yakni (1) sebagai pusat kelompok; (2) sebagai kepribadian yang berakibat; (3) sebagai seni menciptakan kesepakatan; (4) sebagai kemampuan mempengaruhi; (5) sebagai tindakan perilaku; (6) sebagai suatu bentuk bujukan; (7) sebagai suatu hubungan kekuasaan; (8) sebagai sarana penciptaan tujuan; (9) sebagai hasil interaksi; (10) sebagai pemisahan peranan; (11) dan sebagai awal struktur. Para pakar manajemen biasanya mendefinisikan pemimpin menurut pandangan pribadi mereka, dan aspek-aspek fenomena dari kepentingan yang paling baik bagi mereka yang bersangkutan. Sehingga Stogdil membuat kesimpulan bahwa “there are almost as many definitions of leadership as there are persons who have attemptted to define the concept.
    Definisi kepemimpinan sesuai dan sebanyak dengan pandangan masing-masing yang mendefinisikannya. Kemudian pemimpin yang dikemukakan oleh Edwin A. Locke adalah orang yang berproses membujuk (inducing) orang lain untuk mengambil langkah-langkah menuju suatu sasaran bersama. Pengertian ini mengandung tiga elemen penting sebagai berikut :
    1. pemimpin adalah orang yang membuat suatu konsep relasi (relation concept). Disebut sebagai pemimpin bila ada relasi dengan orang lain. Jika tidak ada pengikut, maka tidak ada yang disebut pemimpin. Dengan demikian apa yang tersirat dari pengertian tersebut adalah bahwa para pemimpin yang efektif harus mengetahui bagaimana membangkitkan inspirasi dan berelasi dengan para pengikut mereka.
    2. pemimpin merupakan suatu proses. Agar bisa memimpin, pemimpin mesti melakukan sesuatu. Kepemimpinan lebih dari sekedar menduduki posisi otoritas. Kendati posisi otoritas yang diformalkan mungkin sangat mendorong proses kepemimpinan, tapi sekedar menduduki posisi itu tidak memadai untuk membuat seseorang menjadi pemimpin.
    3. pemimpin harus membujuk orang-orang untuk mengambil tindakan. Pemimpin membujuk pengikut dengan berbagai cara, seperti menggunakan otoritas yang terlegitimasi, menciptakan model (teladan), penerapan sasaran, memberi imbalan dan hukuman, restrukturisasi organisasi, dan mengkomunikasikan sebuah visi.
    Dari sekian banyak definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa pemimpin merupakan seseorang yang dapat menuntun atau membimbing suatu kelompok atau organisasi agar dapat mencapai tujuan bersama yang telah dirancang bersama juga. Dari definisi tersebut dapat dilihat bahwa peran pemimpin sangat fital didalam sebuah organisasi atau kelompok. Peran pemimpin sangat dibutuhkan di kondisi apapun, termasuk dalam masa perubahan sosial. Sebelum melanjutkan kepada pembahasan tentang peran pemimpin, ada baiknya untuk membahas tentang pengertian perubahan sosial tersebut.
    Didalam sistem sosial, masyarakat selalu mengalami perubahan. Tidak ada masyarakat yang tidak berubah, walaupun dalam taraf yang paling kecil sekalipun masyarakat akan selalu berubah. Perubahan tersebut dapat berupa perubahan yang kecil sampai pada taraf perubahan yang sangat besar yang mampu memberikan pengaruh yang besar pula bagi aktivitas atau perilaku manusia. Perubahan sosial mencakup beberapa perubahan dalam lembaga sosial. Keluarga sebagai lembaga sosial terkecil dalam sistem sosial juga menjadi salah satu lembaga yang terkena imbas perubahan sosial. Perubahan sosial meliputi berbagai aspek kehidupan, keluarga merupakan salah satu contoh dalam aspek perubahan sosial.
    Rogers et.al. mengemukakan bahwa perubahan sosial adalah suatu proses yang melahirkan perubahan-perubahan didalam struktur dan fungsi dari suatu sistem kemasyarakatan. Sedangkan Selo Soemarjan dan Soelaeman Soemardi mengemukakan bahwa perubahan sosial diartikan sebagai suati variasi dari cara-cara hidup yang telah diterima, baik karena perubahan-perubahan kondisi geografis, kebudayaan material, komposisi penduduk, idiologi, maupun karena adanya difusi atau penemuan-penemuan baru dalam masyarakat tersebut.
    Perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat maupun terjadi karena faktor-faktor yang datang dari luar. Berdasarkan hal tersebut maka diperoleh tiga kategori perubahan sosial yaitu :
    1. Immanent Change, yang merupakan suatu bentuk perubahan sosial yang berasal dari dalam sistem itu sendiri dengan sedikit atau tanpa inisiatif dari luar.
    2. Selective Contract Change, yaitu outsider secara tidak sadar dan spontan membawa ide-ide baru kepada anggota-anggota dari pada suatu sistem sosial.
    3. Directed Contract Change, yaitu apabila ide-ide baru, atau cara-cara baru tersebut dibawa dengan sengaja oleh outsider.
    Tahap-tahap tersebut diatas, sudah tentu menyangkat tanggapan atau sikap dari individu yang terlibat dalam perubahan. Kalua kita melihat secara garis besar, ada yang menerima dan ada yang menolak perubahan tersebut. Terdapat faktor-faktor yang mendorong jalannya perubahan, yaitu :
    1. Kontak dengan kebudayaan lain
    2. Sistem pendidikan formal yang maju
    3. Sikap menghargai hasil karya seseorang dan keinginan-keinginan untuk maju
    4. Toleransi terhadap perbuatan-perbuatan yang menyimpang yang bukan merupakan delik
    5. Sistem terbuka lapisan masyarakat
    6. Penduduk yang heterogen
    7. Ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu
    8. Orientasi ke masa depan
    9. Nilai bahwa manusia harus senantiasa berikhtiar untuk memperbaiki hidupnya
    Selain itu terdapat beberapa kategori dari orang atau kelompok yang terbuka untuk suatu perubahan sebagaimana disebutkan dibawah ini oleh Schoorl yaitu :
    1. Mereka yang tidak menyetujui keadaan, yaitu mereka yang selalu menolak untuk mengikuti kebiasaan tertentu walaupun itu dalam hati saja, karena pendidikan dana tau keyakinan-keyakinan tertentu
    2. Mereka yang acuh tak acuh, adalah mereka yang tidak atau belum mengikuti kebiasaan tertentu atau tidak merasa terikat olehnya
    3. Mereka yang tidak puas; adalah mereka yang meula-mula mengikuti kebiasaan tertentu, tetapi kemudian menjadi terasing mungkin karena berkenalan dengan alternatif lain
    4. Mereka yang mengandung rasa dendam; mereka ini sebenarnya setuju dengan keadaan masyarakat dari kebudayaan yang ada, tetapi mereka tidak puas dengan kedudukan mereka didalamnya.
    Dengan melihat definisi perubahan sosial diatas dan segala kondisinya, sudah sangat tentu peran pemimpin dibutuhkan dalam perubahan sosial, bahkan dibutuhkan dalam disegala kondisi. Salah satu peran pemimpin di perubahan sosial dalam konteks organisasi adalah memberikan organizational knowledge. Dengan knowledge sharing organisasi tidak perlu takut untuk kehilangan para staf kunci jika suatu saat mereka pensiun atau pindah ke tempat lain. Organisasi merasa lebih percaya diri dan tetap bisa berkompetisi jika mereka sukses membudayakan knowledge sharing di lingkungan kerja. Kemampuan dan pengetahuan individu tidak lagi disimpan dalam kepala masing-masing staf melainkan sudah menjadi pengetahuan yang disimpan dalam organisasi dan bisa digunakan bersama tanpa ada batasan waktu.
    Namun tidak bisa dipungkiri bahwa untuk mewjudukan hal diatas, peranan pemimpin sangat diperlukan terutama dalam men-support dan memotivasi keberlangsungan knowledge sharing ini, baik secara mental maupun material. Salah satu bentuk support yang bisa diberikan adalah pembentukan rasa saling percaya dan pemberian insentif. Kedua hal tersebut sangat berperan dalam terbentuknya budaya knowledge sharing dalam organisasi. Kepercayaan membuat staf semakin terbuka untuk berkomunikasi baik secara vertical maupun horizontal. Dukungan yang lain adalah pendekatan secara personal dari atasan kepada para staf dan membangun hubungan yang baik sebagai kolega.
    Daftar Pustaka
    Amin, Surahman, Ferry Muhammadsyah Siregar. 2015. Pemimpin dan Kepemimpinan dalam Al-Quran. Yogyakarta.
    Martono, Nanang. 2012. Sosiologi Perubahan Sosial : Perspektif Klasik, Modern, Posmodern, dan Poskolonial. Jakarta. Rajagrafindo Persada.
    Rosana, Ellya. 2011. Modernisasi dan Perubahan Sosial. Lampung. Jurnal TAPIs. Vol 7 No. 12
    Anna, Variant. Peran Pemimpin Dalam Menciptakan Knowledge Sharing di Organisasi. Surabaya. Universitas Airlangga.