Cara Cek Responsive atau Tidak Sebuah Website

Kebanyakan orang menilai website dari kecepatan saat diakses atau biasa disebut dengan website yang responsive. Pengertian dari desain website yang responsive adalah desain yang dapat menampilkan situs sesuai ukuran layar perangkat yang digunakan. Baik itu layar dari desktop, tablet maupun mobile. Pengguna akan terganggu dengan desain yang tidak responsive, apalagi kini banyak orang menggunakan berbagai macam perangkat.

Bayangkan berapa banyak kerugian yang akan kamu dapatkan jika website tidak responsive. Sebagai contoh, pengguna ponsel gagal belanja online karena kesulitan dalam menjelajahi website. Tombol dan teks terlalu besar, sehingga calon pelanggan harus zoom out layar, hal ini akan mempengaruhi calon pelanggan meninggalkan website. Sebelum itu terjadi, alangkah baiknya kamu harus melakukan cek responsive website terlebih dahulu.

Website Responsive

Bagian-bagian pada website berada di posisi yang tepat karena dapat menyesuaikan jenis tampilanya dengan ukuran yang sesuai. Setiap device memiliki ukuran yang berbeda terlebih tipe device dari mobile, tablet, dan desktop. Tanpa pengecekan device kemungkinan besar tampilan layout akan berantakan dan website akan sulit di jelajahi.

Berikut ini pembahasan mengenai cara cek responsive atau tidak sebuah website:

1. Responsive Design Checker

Responsivedesignchecker.com merupakan layanan website yang dapat membantu kamu dalam mengecek responsive sebuah website. Pada awalnya layanan ini milik perusahaan Media Genesis yang digunakan bagi developer mereka, dengan tujuan untuk mempermudah dalam mengecek responsive. Namun seiring dengan waktu, ternyata layanan ini dapat digunakan bagi non-developer. Cara menggunakan layanan ini cukup dengan memasukan URL saja dan akan membantu dalam memastikan setiap website dapat tampil di setiap device.

Dengan menggunakan layanan gratis dari responsivedesignchecker.com, sebuah website dapat di cek sejauh mana responsive tampilanya diberbagai ukuran layar. Termasuk saat modus landscape dan portrait. Namun layanan ini memiliki Batasan dalam permintaan, kamu tidak bisa mengirim lebih dari lima request dalam lima menit.

2. Respoinsinator

Respoinsinator

Dengan menggunakan layanan website responsinator ini, akan membantu menampilkan jika website diakses oleh perangkat Apple yang berbeda maupun dengan perangkat Android. Maka akan memudahkan dalam menentukan design responsive pada tiap halaman atau komponen website jika diakses oleh ponsel pintar. Karena tampilan output yang luas menyebabkan beberapa gambar output tampak terpotong, sehingga perlu scroll untuk melihat keseluruhan.

3. Screenfly

Screenfly

Layanan dari website quirktools.com/screenfly. Dapat membantu cek dan test tampilan responsive pada sebuah website. Menawarkan tampilan yang minimalis dan deretan fitur praktis, layanan ini membantu mengecek responsive secara elegan. Fitur yang tersedia pada website ini adalah untuk mengecek tampilan responsive dari beberapa perangkat yang memiliki layout yang berbeda.

4. Inspeksi

Inspeksi

Untuk mengecek responsive sebuah website dengan layanan ini yaitu dengan klik kanan cursor di browser maka fungsi ini akan muncul.

Lain dengan browser fungsi inspeksi juga memiliki nama yang berbeda, dichrome kamu dapat menemukannya dengan nama inspect. Sedangkan pada mozilla Firefox menyebutnya dengan Inspect Element.

5. Mobile-Friendly Test – google search console

Mobile-Friendly Test – google search console

Cara cek responsive pada website ini juga hanya perkara tampilan saja. Tetapi juga bagaimana setiap komponen pada website dapat saling berinteraksi. Layanan dari google search console ini dapat mengidentifikasi berbagai macam masalah. Cara penggunaannya juga mudah, kamu dapat mengecek responsive website online dengan memasukan code atau URL.

Kemudian jawaban akan muncul apakah websitemu responsive atau tidak.

6. Am I responsive

 Am I responsive

Jika kamu ingin segera mendapatkan gambaran websitemu di beberapa macam device, maka coba lakukan pengecekan menggunakan website Am I Responsive. Cukup dengan memasukan URL di kolom yang tersedia. Uniknya, layanan ini juga dapat mengecek tampilan website yang belum online, atau masih pada localhost. Tidak perlu memerlukan waktu yang lama untuk menampilkan hasil responsive dari layanan ini.

Am I Responsive agak berbeda dengan layanan cek responsive lainya. Layanan ini mengklaim dirinya bukan alat testing, namun hanya sebatas tools untuk menampilkan perkiraan tampilan di berbagai macam device. Dengan demikian hasil dari Am I Responsive tidak mewakili tampilan layout dan ukuran device yang real. Itulah yang membuat Am I Responsive hanya memiliki satu viewport saja.

Demikian pembahasan mengenai cara cek responsive atau tidak sebuah website, semoga bermanfaat.

5 Platform Untuk Membuat Website Gratis

Website merupakan sebuah halaman dengan sekumpulan web-web yang berisi konten (isi) tertentu. Untuk membuatnya, harus melalui sebuah platform pembuatan website. Di internet, banyak sekali platform-platform yang menyediakan pembuatan website.

Platformnya pun beragam, ada yang berbayar dan ada pula yang tidak. Dari perbedaan tersebut, tentu keputusan untuk menggunakan platform mana sudah terlihat. Platform yang tidak berbayar pun tidak kalah dengan platform-platform premium. Berikut merupakan rekomendasi 5 platform untuk membuat website gratis:

1. WordPress

WordPress

Platform pembuatan website gratis pertama merupakan WordPres. Platform ini sangat populer dan banyak digunakan oleh pembuat website di luaran sana. Memiliki dua jenis layanan utama, yaitu wordpress.com dan wordpress.org.
Di platform ini, Anda bisa mengkreasikan dan terus menginovasikan blog Anda. Selain itu, Anda juga bisa menambahkan berbagai plugin, mengganti tema, hingga pembukaan toko online.

Walaupun demikian, platform ini juga tetap menyediakan berbagai fitur-fitur premium yang biasa digunakan perusahaan-perusahaan bisnis.

2. Medium.com

Medium.com

Platform pembuatan website gratis selanjutnya yaitu medium.com, dikembangkan oleh pengembang blogger dan mantan CEO aplikasi twitter. Platform ini sudah terkenal dan banyak digunakan oleh penulis-penulis konten sejak 2012 silam. Tampilannya yang mampu menarik perhatian dan juga mudah untuk dipelajari, membuat peulis-penulis konten menerjunkan dirinya untuk mengkreasikan tulisannya melalui platform tersebut.

3. Blogger.com

Blogger.com

Platform yang satu ini tentu sudah tak asing lagi bagi Anda. Menurut penelitian, platform ini sudah ada sejak tahun 2003 lalu. Website yang terbuat dari blogger.com ini dapat diakses dengan domain blogspot.com.

Karena keamanan dan keefisienan platform ini sudah terbukti, hal tersebut menjadi nilai plus dari google. Tak hanya dari berbagai negara, akan tetapi platform ini sudah terkenal di ranah dunia.

Penggunaan pun tak membingungkan penggunanya. Untuk Anda yang baru menggunakan platform ini untuk pertama kalinya, tak usah risau, karena tools nya sangay mudah dipahami.

4. Pen.io

Pen.io

Platform selanjutnya yaitu pen.io, agak berbeda dengan platform lainnya yang memerlukan log in terlebih dahulu untuk mengaksesnya, platform ini justru sebaliknya. Tetapi, Anda harus menentukan URL dan juga password sebagai gantinya.
Selain itu, platform ini mudah dipahami dan sangat cocok untuk Anda yang ingin membuat sebuah website tidak berbayar.

5. Penzu.com

Penzu.com

Jargon yang dimiliki Penzu.com ini adalah “Your Private Online Journal”. Penzu.com ini sendiri menawarkan platform dengan berbagai journal dan tentunya dengan tingkat keamanan yang tinggi.

Penzu ini menjaga jurnal agar tetap terjaga keamanannya dengan menggunakan proteksi ganda dan enkripsi militer yang pastinya sangat kuat. Selain itu semua, Penzu juga menawarkan fleksibilitas untuk menjadi daya tarik tersendiri, seperti dengan adanya tipe-tipe blog yang ditawarkan.

6. Webs.com

Webs.com

Webs.com ini merupakan sebuah website yang mudah digunakan untuk membuat atau membangun situs yang menarik perhatian. Penggunanya hanya perlu menyesuaikan dengan keinginan untuk tampilannya.
Dalam menyesuaikan tampilan penggunanya cukup melakukan drag and drop elemen yang dibutuhkan untuk menyesuaikan halaman. Platform ini menjadi pilihan anda, jika anda yang ingin membuat suatu web professional.

7. Weebly.com

Weebly.com

Website ini adalah website yang sangat lengkap dan tentunya sangat membantu anda dalam pembuatan dan menyusun website secara cepat. Dan ini tanpa menggunakan coding ya. Anda dapat membangun sebuah website pribadi, portofolio, blog, bisnis, dan event.

Didalamnya sudah terdapat beberapa tema yang siap digunakan tanpa harus menyusunnya dari awal. Selain itu Weebly ini juga menawarkan pengembangan website dengan drag and drop.
Menggunakan drag and drop anda hanya perlu menyesuaikan tampilan tanpa harus memikirkan koding atau barisan kode lainnya.

8. Wix.com

Wix.com

Website builder ini dibilang website yang menantang website builder lainnya. Wix.com ini menawarkan pengembangan website dari mulai yang paling simple yaitu untuk pengguna baru. Hingga pengembangan untuk website yang sudah dikembangkan sebelumnya.

Wix.com sampai sekarang ini sudah mencapai angka 125 juta pengguna dari berbagai penjuru dunia. Ia menyediakan ratusan template professional yang tentunya beda dari yang lainnya. Selain itu, Wix.com ini juga menawarkan beberapa aplikasi yang dapat anda gunakan untuk menjalankan website sesuai dengan kebutuhan anda.

Nah, itu dia beberapa platform untuk membuat website gratis. Dari penjelasan di atas, kira-kira anda tertarik untuk mencoba platform yang mana?

Apa Itu Website Statis Dan Dinamis?

Apa itu website? Banyak orang yang bertanya-tanya mengenai apa itu website statis dan dinamis. Sedikit penjelasan mengenai website yaitu suatu halaman yang mempunyai domain yang dibuat dan mempunyai tujuan tertentu dan berisikan sebuah konten. Website sudah dikenal oleh banyak orang sejak beberapa tahun yang lalu. Website ini berkembang setelah internet mulai digunakan oleh banyak orang.

Simak penjelasan di bawah ini mengenai apa itu website statis dan website dinamis.

Apa itu Website Statis dan Dinamis?

Apa Itu Website Statis Dan Dinamis?

Website statis dan dinamis ini sebuah website yang penggunaanya didasarkan pada teknologi yang digunakan untuk merubah konten dan isinya. Website Statis merupakan website yang konten dan isinya tidak bisa diubah oleh penggunanya. Website ini tidak dapat diubah kecuali diubah secara manual menggunakan bahasa pemrograman website.

Website Dinamis merupakan suatu halaman website yang dibuat oleh konten dan layout dengan berbagai informasi didalamnya. Atau bisa juga website ini dinamakan website dinamis yaitu karena konten atau isinya dapat berubah. Website ini banyak digunakan untuk perusahaan yang membutuhkan update data terus menerus. Website ini juga lebih mudah digunakan karena menggunakan CMS (Content Management System).

Bahasa pemrograman yang digunakan Website statis ini hanya menggunakan HTML dan CSS saja. Sedangkan website dinamis menggunakan beberapa bahasa pemrograman lain yaitu PHP, HTML, Javascript.

Perbedaan Website Statis dan Website Dinamis

Perbedaan antara kedua website ini cukup banyak, yaitu mulai dari teknologi pembuatannya dan juga desain yang digunakan. Beberapa perbedaan antara website statis dan website dinamis sebagai berikut :

1. Perbedaan Pada Database(Basis Data)

Database ini digunakan untuk menyimpan data internet dengan mengakses server PHP MyAdmin. Website statis tidak membutuhkan banyak basis data yang ukurannya terlalu besar karena pengguna tidak menyimpan data terlalu banyak.

Berbeda halnya dengan website dinamis. Website dinamis ini lebih banyak membutuhkan dan memerlukan basis data yang digunakan untuk menyimpan data-data penting yang digunakan untuk memproses data.

2. Perbedaan Pada Konten

Website statis ini kontennya jarang sekali di update karena perubahan untuk isi atau kontennya terlalu rumit. Jika ingin merubah konten, harus dilakukan secara manual.

Sedangkan website dinamis konten yang dibuat sangat menarik karena website jenis ini dapat digunakan untuk merubah isi konten setiap saat. Oleh karena itu, banyak orang yang menggunakan website dinamis daripada website statis.

3. Perbedaan Pada Desainnya

Desain yang selalu update atau disebut up to date merupakan hal pertama dan cara yang digunakan untuk menarik pengunjung. Untuk website statis ini cenderung mempunyai desain yang sederhana dan terkesan klasik. Hal ini disebabkan karena konten tidak dapat diubah setiap saat dan jika ingin mengubah konten harus melakukan cara manual.

Sedangkan website statis ini desain yang digunakan jauh lebih kekinian dan mempunyai banyak ragam. Pada website ini pengguna dapat menambahkan berbagai animasi yang menarik untuk mempercantik tampilan halaman.

4. Perbedaan Ukuran

Perbedaan antara website dan dinamis juga terletak pada ukuran kedua website tersebut. Website statis ini mempunyai ukuran yang kecil karena system pemrogramannya simple dan tidak rumit. Hal ini lebih merupakan kelebihan website statis karena halaman website statis ini akan lebih cepat diakses oleh pengguna.

Sedangkan pada website dinamis ini ukuran yang digunakan lebih besar. Karena bahasa pemrograman dan system yang digunakan lebih banyak dan lebih kompleks. Selain itu waktu yang digunakan untuk mengakses halaman website ini sangat lama.

5. Perbedaan Interaksi

Untuk website statis ini pengunjung tidak dapat melakukan perubahan konten secara terus menerus, sehingga website ini dianggap kurang efektif untuk digunakan. Pengunjung website hanya bisa mengakses dan menikmati konten saja.

Sedangkan website dinamis ini pengunjung dapat melakukan interaksi dengan website seperti dengan melakukan login dan melakukan perubahan pada konten. Hal ini juga menjadi kelebihan dan kekurangan website dinamis. Karena data yang disimpan bisa juga diambil dan terjadi kebocoran data.

Itulah tadi pengertian website dan beberapa perbedaan website statis dan website dinamis. Jika dilihat dari perbedaan kedua website tadi, website dinamis lebih unggul dan banyak digunakan karena konten yang dibuat dapat di update secara terus menerus.