Konsep Informasi Dalam Konteks Sosial

Pengertian Informasi

Kata informasi berasal dari kata Perancis kuno informacion (tahun 1387) yang diambil dari bahasa Latin informationem yang berarti “garis besar, konsep, ide”. Informasi merupakan kata benda dari informare yang berarti aktivitas dalam “pengetahuan yang dikomunikasikan”.

Ada tiga makna dari kata informasi. Pertama adalah informasi sebagai suatu proses, yaitu merujuk pada kegiatan-kegiatan menjadi terinformasi. Kedua adalah informasi sebagai pengetahuan, disini informasi mengacu pada segala kejadian di dunia (entitas) yang tak terhingga, tak dapat disentuh, atau sesuatu yang abstrak. Ketiga adalah informasi dianggap sebagai suatu benda atau penyajian yang nyata dari pengetahuan.

Pengertian Informasi menurut Yusup (2009: 11) ditinjau dari sudut pandang dunia kepustakawan dan perpustakaan, informasi adalah suatu rekaman fenomena yang diamati, atau bisa juga berupa putusan-putusan yang dibuat seseorang. Sebuah fenomena akan menjadi informasi jika ada yang melihatnya atau menyaksikannya atau bahkan mungkin merekamnya. Hasil kesaksian atau rekaman dari orang yang melihat atau menyaksikan peristiwa atau fenomena itulah yang dimaksud informasi. Jadi dalam hal ini informasi lebih bermakna berita.

Dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, disebutkan bahwa yang dimaksud dengan informasi dapat dilihat berikut ini.
“Keterangan, pernyataan, gagasan, serta tanda-tanda yang mengandung nilai, makna, dan pesan, baik data, fakta, maupun penjelasannya yang dapat dilihat, didengar, dan dibaca yang disajikan dalam berbagai kemasan dan format sesuai dengan perkembangan teknologi informasi serta komunikasi secara elektronik ataupun nonelektronik.”

Menurut Notoatmodjo (2008) bahwa semakin banyak informasi dapat memengaruhi atau menambah pengetahuan seseorang dan dengan pengetahuan menimbulkan kesadaran yang akhirnya seseorang akan berperilaku sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya.

Jadi menurut beberapa sumber dia atas, informasi merupakan suatu sekumpulan fakta yang diorganisir secara tertentu dan dibagikan sehingga mempunyai arti serta dapat bermanfaat bagi penerima informasi tersebut.

Ciri-Ciri Informasi

  1. Amount of Information (Kuantitas Informasi): Informasi yang yang diolah harus dapat memenuhi kebutuhan kebutuhan banyaknya informasi.
  2. Quality of Information (Kualitas Informasi): Informasi yang diolah harus dapat memenuhi kebutuhan kualitas informasi.
  3. Recency of Information (Informasi Aktual): Artinya bahwa informasi harus mampu untuk memenuhi kebutuhan informasi secara aktual.
  4. Relevance of Information (Informasi yang relevan atau sesuai): Informasi diberikan harus relevan dan sesuai dengan yang dibutuhkan.
  5. Accuracy of Information (Ketepatan Informasi): Informasi harus diterima dengan tepat waktu ketika informasi diperlukan.
  6. Autehenticity of Information (Kebenaran Informasi): Segala informasi yang di hasilkan atau di butuhkan harus memiliki kebenaran.

Idealnya, ciri-ciri informasi dimiliki oleh informasi yang dibutuhkan untuk merumuskan atau membuat kebijakan tertentu, sehingga tindakan yang diambil sesuai dengan kebutuhan dan tujuan pemakaian informasi.

Karakteristik Informasi

Informasi memiliki peranan yang sangat penting di dalam komunikasi manusia. Di dalam organisasi, karakteristik informasi disesuaikan dengan jajaran manajemen untuk menyelaraskan informasi yang dibutuhkan.
Menurut Wulandari (2007), ada beberapa karakteristik informasi, yaitu :

  • Luas Informasi – Pengertian luas informasi ini adalah seberapa luas ruang lingkup informasi tersebut misalkan semakin luas ruang lingkup maka semakin luas informasi yang dibutuhkan.
  • Kepadatan Informasi – Kepadatan informasi ini dimaksudkan seberapa berisinya informasi yang diterima.
  • Frekuensi Informasi – Artinya adalah tingkat rutinitas informasi atau frekuensi informasi yang dibutuhkan.
  • Waktu Informasi – Waktu informasi adalah informasi tentang kondisi atau situasi yang dihadapi oleh organisasi di masa depan.
  • Sumber Informasi – Sumber infomasi disini merupakan sumber informasi tersebut di dapat yaitu sumber internal dan sumber internal.

Nilai Informasi

Nilai Informasi menurut Burch dan Strater (Davis, 1999: 58—59) berikut.

1. Accesibility: sifat ini menunjukkan mudah dan cepatnya diperoleh keluaran informasi.
2. Luas dan lengkapnya (comprehensiveness): sifat ini menunjukkan lengkapnya isi informasi. Hal ini tidak berarti hanya mengenai volumenya, tetapi juga mengenai output informasinya.
3. Ketelitian (accuracy): berhubungan dengan tingkat kebebasan dari kesalahan pengeluaran informasi.
4. Kecocokan (appropriateness): sifat ini menunjukkan seberapa jauh keluaran informasi berhubungan dengan permintaan para pemakai. Isi informasi harus berhubungan dengan masalah.
5. Ketepatan waktu (timeliness): berhubungan dengan waktu yang dilalui dan yang lebih pendek pada saat diperolehnya informasi.
6. Kejelasan (clarify): atribut ini menunjukkan tingkat keluaran informasi dan bebas dari istilah-istilah yang tidak dipahami.
7. Keluwesan (flexibility): sifat ini berhubungan dengan dapat disesuaikannya keluaran informasi.
8. Dapat dibuktikan (verifiability): atribut ini menunjukkan kemampuan beberapa pengguna informasi untuk menguji keluaran informasi dan sampai pada kesimpulan yang sama.
9. Tidak ada prasangka (freedom from bias): sifat ini berhubungan dengan tidak adanya keinginan untuk mengubah informasi guna mendapatkan kesimpulan yang telah dipertimbangkan sebelumnya.
10. Dapat diukur (quantifiable): sifat ini menunjukkan hakikat informasi yang dihasilkan pada sistem informasi formal (Davis, 1999: 58—59).

Jenis-Jenis Informasi

Ada bermacam-macam jenis informasi dilihat dari sudut pandang yang berbeda. Salah satunya melalui kegiatan yang dilakukan oleh manusia. Jenis informasi untuk kegiatan manusia menurut Soeatminah (1992) terdiri atas hal-hal berikut:
1. Informasi untuk kegiatan politik. Informasi ini digunakan oleh para politikus dalam melakukan kegiatan politiknya.
2. Informasi untuk kegiatan pemerintahan. Informasi ini digunakan para pejabat untuk menyusun rencana, membuat keputusan, dan kebijakankebijakan pemerintah.
3. Informasi untuk kegiatan sosial. Informasi ini digunakan oleh pemerintah untuk menyusun rencana-rencana, membuat keputusan dan kebijakan, serta menentukan program kerja, antara lain untuk program-progam kerja kesehatan, pendidikan, atau di luar kegiatan utama dari departemen yang membawahinya.
4. Informasi untuk dunia usaha. Informasi yang dibutuhkan untuk dunia usaha mencakup masalah-masalah: a) pemupukan modal usaha melalui pinjaman dari bank; b) investasi; c) lokasi pabrik; d) berbagai macam hal yang terkait dengan produksi, seperti jenis produksi, kualitas dan kuantitasnya, pemasaran hasil produksi, dan distribusi hasil produksi; e) hubungan perusahaan dengan pemerintahan; serta e) persaingan, alih teknologi, dan lain-lain.
5. Informasi untuk kegiatan militer. Informasi ini diperlukan oleh pejabat militer agar selalu mengikuti informasi kemiliteran yang meliputi perubahan sistem persenjataan, perubahan sistem logistik, perubahan sistem administrasi, perencanaan strategi, dan pembinaan pasukan.
6. Informasi untuk penelitian. Untuk melakukan penelitian, seorang peneliti perlu mengetahui berbagai macam penelitian yang pernah dilakukan oleh peneliti lain, termasuk hasilnya. Hal ini perlu dilakukan untuk menghindari duplikasi penelitian. Di samping itu, peneliti perlu mengetahui dari mana sumber-sumber informasi itu diperoleh, misalnya melalui jurnal-jurnal, baik tercetak maupun online.
7. Informasi untuk pengajar. Pengajar, baik guru maupun dosen, membutuhkan informasi untuk menambah pengetahuan mereka. Untuk memperluas cakrawala pengetahuan, mereka dapat membacanya dari buku-buku, majalah, atau hasil-hasil penelitian, baik tercetak maupun elektronik.
8. Informasi untuk tenaga lapangan.
9. Informasi untuk individu adalah informasi yang dibutuhkan seseorang sesuai dengan statusnya dalam masyarakat, pendidikannya, dan kegiatannya.
10. Informasi untuk pelajar dan mahasiswa.
Dari besar dan banyaknya informasi yang ada di alam ini, hanya sebagian yang berhasil dirasakan, didengar, dilihat, dan direkam oleh manusia. Akan tetapi, informasi yang sempat direkam dalam berbagai bentuk perekaman inilah yang kelak bisa dikembangkan dalam kinerja kehidupan manusia. Informasi terekam ini banyak dicari dan dimanfaatkan oleh manusia sesuai dengan kepentingannya (Yusup, 2002: 91).

1. Jenis Informasi berdasarkan fungsi dan kegunaan

Jenis informasi ini didasarkan pada materi dan kegunaannya. Berikut jenis informasi yang berdasarkan pada fungsi dan kegunaannya:

  • Informasi yang menambah pengetahuan
  • Informasi yang mengajarkan pembaca
  • Jenis informasi yang didasarkan pada format penyajian
2. Jenis Informasi berdasarkan format penyajian

Informasi ini didasarkan pada bentuk penyajian (tulisan teks, gambar karikatur, foto atau lukisan abstrak).

3. Jenis informasi berdasarkan kejadian

Informasi ini di dasarkan pada lokasi kejadian yang sedang berlangsung baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

4. Jenis informasi berdasarkan bidang kehidupan

Informasi yang di dasarkan pada kehidupan yang ada seperti gaya hidup, pendidikan, olahraga, dll.

5. Jenis informasi berdasarkan penyampaian

Jenis informasi yang di dasarkan pada penyampaian dapat terdiri dari :

  • Informasi yang disediakan secara berkala
  • Jenis informasi yang disediakan secara tiba-tiba
  • Informasi yang di sediakan setiap saat
  • Informasi yagn dikecualikan
  • Jenis informasi berdasarkan dari permintaan.

Manfaat Informasi

Informasi itu sangat beragam, baik dalam jenis, tingkatan maupun bentuknya. Manfaat informasi bagi setiap orang berbeda-beda. Adapun manfaat dari informasi menurut Sutanta (2003: 11) adalah:
1. Menambah pengetahuan
Adanya informasi akan menambah pengetahuan bagi penerima yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan yang mendukung proses pengambilan keputusan.
2. Mengurangi ketidakpastian pemakai informasi
Informasi akan mengurangi ketidakpastian karena apa yang akan terjadi dapat diketahui sebelumnya, sehingga kemungkinan menghindari keraguan pada saat pengambilan keputusan.
3. Mengurangi resiko kegagalan
Adanya informasi akan mengurangi resiko kegagalan karena apa yang akan terjadi dapat diantisipasi dengan baik, sehingga kemungkinan terjadinya kegagalan akan dapat dikurangi dengan pengambilan keputusan yang tepat.
4. Mengurangi keanekaragaman yang tidak diperlukan
Mengurangi keanekaragaman yang tidak diperlukan akan menghasilkan keputusan yang lebih terarah.
5. Memberikan standar, aturan-aturan, ukuran-ukuran, dan keputusan untuk menentukan pencapaian, sasaran dan tujuan.

Pendapat di atas menunjukkan bahwa informasi akan memberikan standar, aturan dan keputusan yang lebih terarah untuk mencapai sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan secara lebih baik berdasarkan informasi yang diperoleh. Informasi juga dapat mengurangi ketidakpastian dan menambah pengetahuan dan wawasan.

Sedangkan Fungsi Informasi Dalam Proses Komunikasi Massa antara lain:

  1. Pengetahuan Baru

Fungsi pertama dari informasi dalam komunikasi massa yaitu untuk memberikan pengetahuan baru dalam lingkup yang luas. Cakupan komunikasi massa biasanya bersifat umum sehingga akan lebih mudah dalam memberikan pengetahuan baru secara efektif. Ini adalah fungsi dari informasi yang cukup penting.

  1. Memberikan Pengaruh Tertentu

Informasi juga bisa memberikan pengaruh tertentu dalam suatu kelompok. Kita mungkin mengenalnya dalam bentuk propaganda. Biasanya ini dilakukan untuk kepentingan suatu kelompok tertentu dalam mempengaruhi massa dalam jumlah banyak.

  1. Sosialisasi Kebijakan

Informasi bisa berupa muatan kebijakan-kebijakan tertentu mengenai peraturan baru dan lain sebagainya. Komunikasi massa memang dinilai menjadi bentuk yang paling efektif dalam memberikan sosialisasi kebijakan ini. Fungsi komunikasi massa ini bisa dipakai untuk memberikan sosialisasi terbaru.

  1. Berita

Selain peraturan dan pengaruh, informasi juga bisa menyiarkan suatu berita dalam komunikasi massa. Bentuk ini juga tidak asing pula kita temui penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Melalui penyiaran berita, orang-orang bisa mendapatkan kebutuhan akan jenis-jenis informasi dengan baik.

  1. Hiburan

Informasi juga bisa memiliki sifat sebagai hiburan. Kabar-kabar ringan atau pun pertunjukan komedi merupakan salah satu bentuk informasi yang sifatnya menghibur. Dengan adanya informasi dalam komunikasi massa, seseorang bisa mencari pula kebutuhan akan hiburan tertentu.

  1. Klarifikasi

Saat terjadi kesalahan penerimaan berita ataupun situasi lain dalam sekelompok masyarakat, maka fungsi informasi dalam komunikasi massa bisa menjadi sarana untuk klarifikasi. Informasi yang beredar akan diralat supaya tidak terjadi kericuhan lebih lanjut.

  1. Pengumuman

Informasi juga memiliki fungsi untuk mengumumkan dalam komunikasi massa. Kita bisa menemukannya dalam kehidupan sehari-hari seperti misalnya pengumuman mengenai darurat bencana dan lain sebagainya yang ada di media massa.

  1. Ajakan

Fungsi selanjutnya dari informasi yaitu sebagai ajakan. Biasanya ini ditemukan dalam bentuk komunikasi persuasif. Dengan demikian, ada kaitan yang erat antara komunikasi massa dengan komunikasi persuasif tersebut.

  1. Promosi

Promosi juga bisa menjadi fungsi dari informasi di dalam komunikasi massa. Seseorang bisa mendapatkan penawaran terbaik berkat adanya informasi ini. Tentu saja hal ini juga biasa kita temui melalui penayangan-penayangan iklan di sekitaran kita.

  1. Pendidikan

Pendidikan adalah fungsi informasi yang bisa ditemukan dalam komunikasi massa terutama dalam konteks pendidikan. Ini tidak diragukan lagi sebab kita juga biasa mendapatkannya selama berada dalam jenjang sekolah.

Pada dasarnya informasi memang penting sebagai bagian dari unsur komunikasi.

Sumber-Sumber Informasi

Sumber informasi berperan penting bagi seseorang dalam menentukan sikap atau keputusan bertindak. Sumber informasi itu ada di mana-mana, di pasar-pasar, sekolah, rumah, lembaga-lembaga suatu organisasi komersial, buku-buku, majalah, surat kabar, perpustakaan dan tempat-tempat lainnya. Intinya dimana suatu benda atau peristiwa berada, di sana bisa tercipta informasi yang kemudian direkam dan disimpan melalui media cetak ataupun media elektronik.

Menurut Yusup (2009: 31) sumber-sumber informasi banyak jenisnya. Buku, majalah, surat kabar, radio, tape recorder, CD-ROM, disket komputer, brosur, pamflet, dan media rekaman informasi lainnya merupakan tempat disimpannya informasi atau katakanlah sumber-sumber informasi, khususnya informasi terekam.

Perpustakaan merupakan tempat yang menyediakan sumber-sumber informasi mulai dari informasi tercetak, seperti buku, majalah, novel, jurnal dan lain-lain sampai informasi yang berbentuk digital seperti internet. Internet memberikan kemudahan dalam mencari informasi karena memberikan fasilitas mesin pencari (search engine) dengan akses tanpa batas. Kekayaan akan informasi yang sekarang tersedia di internet telah lebih mencapai harapan dan bahkan imajinasi dari para penemu sistem yang pertama. Dengan menggunakan internet kita dapat mengakses sumber-sumber informasi tanpa batas dan sedang berkembang secara cepat sekali.

Daftar Pustaka:

Davis, Gordon B. 1999. Kerangka Dasar Sistem Informasi Manajemen: Bagian I Pengantar. Jakarta: Pustaka Binaman Pressindo.

Notoatmodjo, Soekidjo. 2009. Pengembangan Sumber Daya Manusia. Cetakan Keempat, Edisi Revisi. Jakarta: Rineka Cipta.

Pendit, Putu Laxman. 1992. “Makna Informasi: Lanjutan dari Sebuah Perdebatan,” dalam Kepustakawanan Indonesia: Potensi dan Tantangannya, eds. Antonius Bangun dkk. Jakarta: Kesaint-Blanc.

Soeatminah. 1992. Perpustakaan Kepustakawanan dan Pustakawan. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

Edhy Sutanta. 2003.Sistem Informasi Manajemen. Graha Ilmu.Yogyakarta.

Wulandari, Ratih Florentina, dkk. 2007. Dasar-dasar Informasi. Jakarta: Universitas Terbuka.

Yusup, Pawit M. 2002. “Hubungan Komunikasi, Informasi, dan Perpustakaan: Pengenalan Studi Ilmu Informasi dan Perpustakaan,” Jurnal Komunikasi dan Informasi. Bandung: Fikom Unpad.

Yusup, Pawit M. 2009. Ilmu Informasi, Komunikasi dan Kepustakaan. Jakarta: Bumi Aksara.