Posts Tagged ‘Task’

The Leader In Me

Tuesday, September 12th, 2017

Secara teoritis definisi dari kepemimpinan menurut George R Terry adalah “sebagai aktivitas untuk mempengaruhi orang-orang agar diarahkan untuk mencapai tujuan dari organisasi”. Kepemimpinan adalah suatu proses. Pemimpin diharapkan menggunakan pengaruh tanpa paksaan untuk mengatur dan mengkordinasikan aktivitas orang lain untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Selain itu, kepemimpinan juga merupakan suatu properti unik yang dimiliki oleh seseorang yaitu satu set karakteristik dan atribut-atribut yang dimiliki oleh seseorang yang sukses dalam mempengaruhi orang lain.

Timbulnya kepemimpinan sendiri ada beberapa faktor, yaitu teori keturunan dan teor pengaruh lingkungan. Menurut teori keturunan pemimpin itu lahir karena sifat yang dibawanya sejak lahir. Ini berarti seseorang akan menjadi pemimpin karena ia telah dilahirkan dengan bakat kepemimpinan. Sedangkan, menurut teori pengaruh lingkungan pemimpin dibentuk karena lingkungan hidupnya bukan karena keturunan. Pemimpin-pemimpin itu harus disiapkan dan dibentuk (leader are made). Setiap orang bisa menjadi seorang pemimpin, melalui usaha penyiapan dan pendidikan.

Saya pribadi lebih setuju terhadap pandangan teori kedua, karena hal tersebut yang saya alami di kehidupan saya saat ini. Jika didasarkan pada teori keturunan, saya bukanlah tipe orang yang pantas disebut sebagai pemimpin, karena sifat saya yang pemalu dan tidak tegas terhadap orang lain, selain itu juga saya orang nya tidak “tega an” terhadap orang, dan terlalu terbawa perasaan sehingga tidak bisa adil dalam mengambil suatu keputusan. Maka dari itu, saya lebih setuju terhadap teori pengaruh lingkungan karena dari sini lah saya belajar mengenai kepemimpinan.

Proses kepemimpinan sudah masuk kedalam diri saya sejak saya menginjak bangku SMP, mungkin bagi sebagian orang sudah terlambat untuk belajar bagaaimana menjadi pemimpin saat itu, namun bagi saya tidak ada kata terlambat untuk menjadi lebih baik. Saat SD saya sangat pemalu, baik untuk mengutarakan pendapat maupun mengikuti berbagai macam kegiatan, dan yaa masa SD saya berjalan sangat biasa saja. Namun, saat SMP lah saya mulai mengenal dan tertarik dengan kegiatan-kegiatan. Saat itu saya memutuskan untuk mendaftar sebagai anggota OSIS dan anggota paskibraka. Kedua organisasi ini sangat membantu saya menghilangkan sifat pemalu dan introvert saya saat SD. Di OSIS, saya belajar banyak mengenai bagaimana kerja sama dengan orang lain, yang bahkan tidak saya kenal sebelumnya. Lalu belajar untuk mengatur waktu dengan baik, dan tentunya saya belajr untuk menjadi seorang pemimpin ketika saya ditunjuk sebagai ketua divisi koperasi saat itu, saya benar-benar mengerti bagaimana harus merangkul anggota divisi saya dan menerapkan peran pemimpin. Di paskibraka, saya belajar bagaimana menjadi seorang pemimpin yang tegas namun juga tidak bossy. Ketua paskibraka saya sangat inspiratif, dia bisa menjadi seorang pemimpin dan juga partner, tidak heran jika anggota paskibraka kami sangat nyaman dan kekeluargaan nya sangat erat satu sama lain hingga saat ini. Disinilah saya belajar mengenai peran seorang pemimpin dalam membangun tim, dan juga mengendalikan konflik.

Di SMA, saya tetap mengikuti kegiatan paskibraka saat itu, tetapi tidak melanjutkan OSIS. Karena kegiatan paskibraka saat itu sangatlah menyita waktu terutama jika mendekati hari kemerdekaan Indonesia. Namun, disinilah saya juga belajar dan melihat bagaimana kepemimpinan yang buruk di suatu organisasi. Kepemimpinan mereka terlalu otoriter dan tidak menerapkan unsur kekeluargaan sama sekali didalamnya. Bukan hanya saya yang merasa kepemimpinan yang diterapkan di organisasi ini buruk, namun juga beberapa teman yang lain. Kekeluargaan di organisasi ini hampir tidak terasa sehingga menyebabkan beberapa anggota nya tidak nyaman disini termasuk saya. Akhirnya saya memutuskan untuk keluar dari paskibraka saat itu. Saya sangat belajar banyak dari pengalaman ini  saya melihat seorang pemimpin yang tidak menerapkan peran nya dengan baik, pemimpin yang tidak dapat menempatkan posisi nya sebagai seorang partner, dan saya juga belajar apa akibat dari hal tersebut. Hal itulah yang memotivasi saya jika suatu saat saya dipercaya menjadi seorang pemimpin, saya harus bisa menjadi pemimpin yang bukan saja tegas namun juga bisa menjadi partner anggota nya.

Di kuliah, saya mendaftar menjadi salah satu staff di himpunan jurusan manajemen, saya mendaftar menjadi staff himpunan ini 2 periode. Disinilah saya melihat, perbedaan antara ketua divisi saya saat periode pertama dan kedua, dan sekali lagi saya belajar banyak dari mereka. Dengan menjadi salah satu staff, otomatis saya juga diberikan tanggung jawab untuk menangani beberapa tugas himpunan saat itu, disinilah saya belajar untuk menjadi seseorang yang tanggung jawab dan dapat dipercaya. Tidak lama setelah itu saya dipercaya menjadi koordinator divisi beberapa program kerja himpunan. Disini, saya sangat senang karena bisa menerapkan beberapa pelajaran yang sudah saya terima sebelumnya mengenai gaya kepemimpinan dan bagaimana menjadi seorang pemimpin yang baik.

Dengan berbagai kisah inilah, saya belajar mengenai betapa pentingnya suatu kepemimpinan di dalam hidup saya, bagaimana suatu kepemimpinan dapat merubah saya menjadi orang yang lebih baik dari sebelumnya dan juga menunjukkan kemampuan yang ada dari dalam diri yang mungkin malu untuk saya tampilkan ke orang lain.