Digital Finance di Indonesia

May 1st, 2021
  1. OVO

OVO merupakan sebuah aplikasi yang mempermudah transaksi dalam melakukan transaksi. Fintech Payment Gateway ini tumbuh sangat pesat dalam beberapa tahun belakangan hal tersebut dikarenakan memang kebutuhan dari masyarakat untuk Payment Gateway ini cukup tinggi seperti melakukan pembayaran untuk makan, belanja hingga melakukan pembayaran tagihan semua dapat dilakukan dengan mudah menggunakan fintech Payment Gateway.

2. GO-Pay

Bagi Anda pengguna transportasi online Go-jek pastinya sudah tidak asing dengan sebuah sistem pembayaran Go-pay yang ada dalam aplikasi tersebut. Ya, para pengguna Go-jek bisa melakukan deposit melalui Go-pay sehingga untuk pembayaraannya bisa dilakukan secara nontunai. Selain itu, para pelanggan pun dimanjakan dengan diskon yang cukup menggiurkan serta hadiah yang bisa ditukarkan dari point yang didapat. Rupanya kehadiran Go-pay ini masuk dalam sebuah transaksi layanan keuangan online yang paling berkembang saat ini. Cara mengisi saldo di Go-pay pun begitu mudah disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan. Dimana Anda bisa mengisinya lewat minimarket, lewat supir Go-Jek, dan juga lewat ATM. Cara mengisi saldo di Go-pay pun begitu mudah disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan. Dimana Anda bisa mengisinya lewat minimarket, lewat supir Go-Jek, dan juga lewat ATM.

3. Dana

Platform pembayaran digital yang satu ini menawarkan beberapa keunggulan salah satunya adalah layanan dan dukungan transaksi sangat lengkap. DANA dapat digunakan baik itu di gerai online maupun konvensional. Aplikasi ini mengusung konsep open platform agar bisa terhubung dengan layanan transaksi digital lain dari vendor yang telah bekerja sama seperti KFC, TIX.ID, Bukalapak, dan Samsung Pay.

4. Shopee Pay

ShopeePay merupakan fitur layanan dompet dan uang elektronik yang berfungsi sebagai metode pembayaran dan untuk menyimpan pengembalian dana dari e-commerce Shopee. Saat ini, ShopeePay tak hanya bisa digunakan untuk pembayaran di Shopee saja namun juga di sejumlah merchant yang bekerja sama.

5. T-Cash

Telkomsel selain dikenal sebagai provider terbesar di Indonesia, beberapa tahun kebelakang tepatnya di tahun 2010 mengeluarkan sebuah layanan digital yaitu T-Cash. T-Cash merupakan FinTech yang dibuat oleh telkomsel untuk kemudahan transaksi.Dari tahun ke tahun T-cash sendiri mengalami pembaharuan dimana pada tahun 2014, telkomsel memperbaharuinya dengan menambahkan sebuah teknologi Near Field Communication (NFC).

T-Cash sendiri telah mendapatkan izin dari Bank Indonesia sehingga tak perlu ragu lagi dengan legalitasnya. Hadirnya T-Cash ini bukan saja memberikan kemudahan kepada pelanggan telkomsel untuk membeli atau mendapatkan pulsa. Melainkan setiap orang bisa untuk membayar tagihan, berbelanja, membayar merchant dan juga mengirim uang. Saat ini sudah terdapat puluhan merchant yang ikut bisa melakukan transaksi lewat T-Cash, seperti Cinema XXI, Blanja.com, Gramedia, McDonald’s, Baskin Robbins, Wendy’s, The Coffe bean, dan lain-lain.

 

 

5 Jenis Cryptocurrency

May 1st, 2021

CRYPTOCURRENCY

Cryptocurrency merupakan mata uang digital yang dipakai untuk bertransaksi virtual dalam jaringan internet. Sandi-sandi rahasia yang cukup rumit berfungsi melindungi dan menjaga keamanan mata uang digital ini. Berbeda dengan mata uang konvensional yang bersifat terpusat, mata uang digital justru bersifat desentralisasi. Tidak ada pihak yang hadir dan berperan sebagai perantara dalam suatu transaksi. Pembayaran dengan mata uang digital berlangsung dari pengirim ke penerima atau peer-to-peer.

Namun, seluruh transaksi yang dilakukan tersebut tetap dicatat dan dipantau dalam sistem jaringan cryptocurrency. Penambang cryptocurrency adalah mencatat transaksi ini dan memperoleh komisi berupa uang digital yang bisa dipakai.

  1. Bitcoin (BTC)Bitcoin merupakan jenis cryptocurrency pertama yang hingga kini masih sangat populer. Jenis cryptocurrency ini pertama kali muncul pada 2009 oleh pihak yang bernama Satoshi Nakamoto. Tidak ada yang tahu apakah itu nama orang, kelompok, atau perusahaan dan dari mana mereka berasal.Keunggulan pertama dari Bitcoin ialah sifatnya sebagai mata uang kripto, dengan Hash Rate (tingkat kompleksitas algoritma kriptografi) yang semakin canggih, kepercayaan publik juga semakin terjamin untuk terhindar dari risiko seperti pemalsuan. Jika ditelisik lebih dalam, Bitcoin sifatnya spekulatif (dalam kaitan dengan nilai). Nilainya ditentukan oleh sejumlah orang atau unit bisnis yang menerima Bitcoin. Jika semakin banyak yang menggunakan, nilainya akan terus meningkat. Sebaliknya jika semakin sedikit, implikasinya harga jual akan turun.
  2. Ethereum (ETH)

 

Sangat mirip dengan Bitcoin, namun didesain khusus untuk menjadi smart contract yang terbuka. Transaksi yang dilakukan di blockchain dapat mengeksekusi suatu smart contract melalui berbagai cara. Dengan konsep yang ditawarkan, pengembang tidak perlu membuat dan mengurus blockchain mereka sendiri.Di balik kemudahan yang ditawarkan dalam proses pengembangan, terdapat beberapa hal yang justru menjadi kelemahan. ialah soal kecepatan akses, tidak sepenuhnya bisa diandalkan.

3. Ripple (XRP)

Ripple sejatinya adalah perusahaan Amerika Serikat yang bertujuan untuk menyediakan layanan yang efisien untuk pembayaran lintas batas di industri keuangan dengan cara menghilangkan perantara untuk mengurangi biaya dan waktu transaksi. Dalam jaringan tersebut, layanan pembayaran dan fasilitas lainnya menggunakan coin bernama XRP.

Keunggulan yang ditawarkan ialah proses yang mudah untuk penukaran ke mata uang lokal. Teknologi Ripple memfasilitasi penukaran XRP dengan berbagai mata uang di dunia, bahkan termasuk ke Bitcoin. Tetapi, Sebuah hasil riset yang dirilis Purdue University mengungkapkan sebuah celah dari Ripple. Celah tersebut dikarenakan adanya keterbukaan jaringan.

4. Bitcoin Cash (BCH)

BitcoinCash baru diluncurkan pada Agustus 2017, tetapi saat ini sudah menjadi lima cryptocurrency terbaik. Jenis ini diluncurkan karena adanya sekelompok pengguna Bitcoin tidak setuju dengan beberapa aturan yang berlaku. Mereka kemudian memisahkan diri dan membentuk mata uang digital sendiri yang bernama BitcoinCash. Kelompok tersebut juga melakukan beberapa improvisasi yang menurut mereka lebih baik dari cryptocurrency pertama tersebut.

Versi upgrade dari Bitcoin dengan memperbaiki beberapa prosedur yang dimiliki, salah satu keandalannya mampu membuat kenaikan nilainya lebih konsisten. Dalam hal kecepatan transaksi, Bitcoin Cash juga tergolong lebih cepat, sehingga menguntungkan pengguna. Tetapi, resiko kerusakan perangkat keras menjadi salah satu tantangan. Namun justru kelemahan yang mendasar tercipta karena adopsi yang masih belum masif.

5. Litecoin (LTC)

Litecoin merupakan jenis cryptocurrency yang juga hadir pada awal mata uang digital tersebut diluncurkan. Jenis cryptocurrency ini hadir pada 2011 sebagai mata uang digital peer-to-peer (P2P) yang menghasilkan blok baru (yang membentuk blockchain) dengan kecepatan lebih cepat. Oleh karena itu, Litecoin memungkinkan pengguna melakukan transaksi dengan lebih cepat tanpa memerlukan sistem komputasi yang powerful. Risiko Litecoin justru diprediksikan akan terjadi jika pasar tidak memiliki ketertarikan. Porses mining-nya tergolong mudah, hal ini memungkinkan adanya penumpukan stok Litecoin.