TE-WE (travel writer) bukan buku traveling biasa. Buku traveling biasanya banyak bercerita mengenai bagaimana pengalaman, suasana, hotel dan makanan di daerah atau negara tertentu yang dikunjungi. TE-WE (travel writer) tidak hanya bicara itu.

Gol A Gong, penulis buku ini, membongkar rahasia para traveler  yang bisa bertualang menjelajahi dunia dengan mendapatkan uang. Ini rahasianya: lakukan perjalanan atau petualangan dengan menuliskan pengalaman= perjalanan itu, kemudian kirimkan tulisan itu ke media.

 

Gol A Gong juga membagi pengalaman mengenai bagaimana memasarkan tulisan, serta memberi wawasan kepada kita tentang tulisan apa saja  yang bisa dibuat dari sebuah perjalanan. Mulai dari feature, laporan perjalanan, sampai novel! Dia lugas karena memang dia melakukannya langsung.

Dia tidak hanya bertoeri. Dia sudah membuktikannya. Waktu SMA (1981), dia menjelajahi Jawa – Bali. Saat kuliah, dia keliling Indonesia (1986 – 1988). Tahun 1990 – 1992, dia susuri Asia, dari Singapura, Malaysia, Thailand, Myanmar, Banglades, India, Nepal, hingga Pakistan (hal. 5).

Semua petualangan itu kemudian menghasilkan tulisan perjalanan, dimuat oleh majalah Anita Cemerlang, HAI, dan tabloid Warta Pramuka.

Tulisan-tulisan itu lalu dibukukan, Perjalanan Asia (Puspa Swara, 1992) dan The Journey (Maximalis, Grafindo, 2008). Dari pengalaman perjalanan itu, Gol A Gong juga membuat novel, Balada Si Roy (Gramedia Pustaka Utama, 1989-1994) dan Bangkok Love Story (Gramedia Pustaka Utama, 1994).

Kita dipaksa yakin oleh buku TE-WE ini, karena penulisnya akan membuktikannya lagi, Maret tahun ini. Dia akan berangkat bersama istrinya ke Mekah yang disebutnya dengan “honeymoon ala backpacker.”

 

Tentu saja perjalanan ini tidak langsung ke Mekah. Bukan petualangan jadinya kalau langsung Mekah. Dia akan mengawali perjalanan dari Singapura, naik kereta ke Kuala Lumpur, terus ke Hat Yai dan seterusnya sampai ke Mekah.

Yang membedakan buku ini dari buku traveling lain, lagi-lagi adalah gambaran produk perjalanan itu (tulisan), bagaimana proses produksinya, sekaligus memasarkannya.

 

Buku ini cocok dibaca oleh petualang yang belum menulis perjalanan petualangannya. Atau bagi yang sudah menulis, tetapi masih berserakan di buku diary. Juga pas bagi penulis yang masih betah di rumah. Apalagi bagi yang belum melakukan keduanya, “wajib” membaca buku ini. Sebab, Gol A Gong sengaja ingin “memanas-manasi” pembaca buku ini, terutama pemula.

Di setiap akhir bab, dia meneriakan kalimat provokatif, misal, “…perkenalkan: I am a traveler  writer and travel writer!”, “Itu artinya uang, kawan! Bukankah itu keren?”,  “Ayo, saatnya bertualang sambil menulis!”, dan seterusnya.

 

Kita akan dibikin menyesal oleh teriakan-teriakan itu, baik karena telah menyianyiakan perjalanan berharga yang pernah kita lakukan, dengan tidak menuliskannya, ataupun karena kita belum ke mana-mana sampai detik ini.

Sumber:http://www.antaranews.com/berita/302604/membongkar-rahasia-backpacker Editor: Jafar M Sidik