STRUKTUR ORGANISASI BAPAK ANGKAT DAN ANAK ANGKAT

2012
03.22

STRUKTUR ORGANISASI  PERTAMINA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dari Struktur Organisasi diatas dapat dijelaskan sebagai berikut:

 

a. Sekretaris membawahi: Kadiv Komunikasi, Legal Advisor, Kepala Biro Direksi, Kadiv. Hub Kelembagaan.

b. Kepala Hukum Korporat membawahi: Manajer Kontrak & Pertimbangan Hukum, Manajer Litigasi, Hukum Direktorat.

 

c. Kepala Bidang Usaha LNG membawahi: Manajer Pengembangan Pasar LNG, Manajer Penjualan LNG, Manajer Transportasi LNG, Manajer Operasi Kilang LNG.

 

d. Kepala Satuan Pengawasan Intern membawahi: Kadiv. SPI Bidang Hulu, Kadiv. SPI Bidang Pengolahan, Pemasaran & Niaga, Kadiv. SPI Bidang Korporat, Kadiv. SPI Bidang Khusus, masing-masing Kadiv membawahi manajer terkait di bidangnya, sementara untuk Manajer Pullahta dan Rensisdur bertanggung jawab langsung kepada Kepala Satuan Pengawasan Intern.

 

e. Direktur Hulu membawahi: Deputi Direktur Perencanaan dan Evaluasi, Deputi Direktur Pengembangan Usaha serta General Manajer terkait kegiatan hulu, sementara untuk Legal Consultan dan Sekretariat Direktorat Hulu bertanggung jawab langsung kepada Direktur Hulu.

 

f. Direktur Pengolahan membawahi: Kadiv Perencanaan, Kadiv Optimasi Kilang, Manajer Penelitian & Laboratorium, Manajer Pusat Rekayasa dan Deputi Direktur Operasi Pengolahan yang membawahi manajer terkait serta General Manajer Unit Pengolahan 1 s/d 7.

 

g. Direktur Pemasaran dan Niaga membawahi: Deputi Direktur Perkapalan,

Deputi Direktur Distribusi, Deputi Direktur Pemasaran, dimana masingmasing Deputi membawahi Vice President (VP) terkait, sementara untuk VP Layanan Umum, VP Perencanaan Strategis & Bangus serta Kepala Perwakilan Asia Timur bertanggungn jawab langsung kepada Direktur  Pemasaran dan Niaga. Masing-masing VP membawahi manajer terkait dan manajer region.

 

h. Direktur Umum dan SDM membawahi: Deputi Direktur Pendayagunaan Aset & Teknologi Informasi, dan Deputi Direktur Pengembangan SDM & Organisasi, masing-masing Deputi membawahi General Manajer terkait. Direktur Keuangan membawahi: Deputi Direktur Operasi Keuangan dan Deputi Direktur Pendanaan & Management Resiko, yang masing-masing Deputi membawahi Kadiv terkait, sementara untuk Manajer Program Kemitraan dan Bina Lingkungan bertanggung jawab langsung kepada Direktur Keuangan.

MENATA ORGANISASI MEMBANGUN KOMUNIKASI

Di antara hiruk-pikuk transformasi di tubuh Pertamina EP ada tiga roda yang menggelindingkan transformasi di tingkat implementasi. Ketiganya adalah Strategic Planning Cycle Team, Organization Restructuring Cycle Team, dan PCDCA & Communication Cycle Team. Dari ketiga ketua cycle team, hanya dua orang ketua saja yang bersedia meluangkan waktu untuk diwawancara Tim WePe, yaitu Dwi Martono (restrukturisasi organisasi) dan Andri T. Hidayat (PCDCA & communication). Sedangkan Bagus Setiardja (perencanaan strategis) tidak bisa diwawancara karena kesibukannya harus ke BP Migas dalam penyelesaian AFE. Tetapi Andri Hidayat menegaskan, bahwa pihaknya mengkomunikasikan semua hal penting berkaitan dengan transformasi, termasuk dari dua cycle team lain, Strategic Planning dan Organization Restructuring.
Semua informasi disebarkan baik di tingkat Kantor Pusat maupun di region-region. ?Biar kita ingat, bahwa kita punya tanggung jawab atas transformasi yang sedang berjalan. Kita punya strateis dalam Repetita I. Ini yang harus selesai. Jadi kita ingatkan terus, jelas Andri kepada Tim WePe yang mewawancarainya, Jumamt (15/9) di Ruang Rapat Lt. 7 Gedung Kwarnas.
ORGANISASI EFISIEN

Struktur organisasi Pertamina EP dibuat berdasarkan kebutuhan sebagai pengelola WK-nya Pertamina. BP Migas telah menyetujui struktur organisasi tersebut, karena telah sesuai dengan pola struktur organisasi yang dibuat BP Migas.  Sedangkan program restrukturisasi organisasi, menurut penjelasan Dwi Martono, memperlincah gerak Pertamina EP, mengefisienkan organisasi perusahaan ini, dan tentu saja lebih di-matching-kan dengan pla organisasi yang telah dibuat BP Migas.  BP Migas sebagai pemegang kewenangan manajemen Kontrak Kerjasama (KKS) — berdasarkan kajian sebelumnya — telah menetapkan struktur organisasi bagi semua pemain atau Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS).  Kita tangani bagaimana organisasi lebih detil, jangan sampai ada pekerjaan double, ada dua orang pekerjaannya sama. Kita akan menajamkan sesuatu yang ada sekarang,jelas Dwi Martono kepada Tim WePe, Senin (18/9) lalu, di ruang kerjanya, Gedung Kwarnas, Jakarta.  Namun Dwi Martono menjelaskan, timnya tidak mengubah struktur organisasi Pertamina EP yang telah disetujui BP Migas tersebut. Tetapi sekarang kita bergerak ke future, organisasi ke depan, jelasnya tegas. Agenda yang dijalankan Dwi Martono dan kawan-kawan adalah melakukan assessment kepada para pekerja di seluruh Pertamina EP baik di daerah maupun kantor pusat, apa pekerjaan mereka sekarang. Dengan metode wawancara dan mengisi daftar kuisioner, maka akan digodok untuk menghasilkan struktur organisasi yang sudah disesuaikan dan dibenahi.
Kita akan memperjelas job description, sehingga organisasi cocok sesuai karakter Pertamina EP yang ingin mendunia, jelas Dwi Martono lagi.  Tujuan restrukturisasi organisasi EP juga bertujuan menjawab isu birokratisasi di tubuh Pertamina. Dengan meminta persetujuan dari BP Migas untuk program hulu maka sesungguhnya birokrasi seharusnya tidak ada lagi

 

 

KOORDINASI DAN KOMUNIKASI YANG BAIK SERTA EFEKTIF

Transformasi Pertamina EP dalam upaya untuk memperbaiki kinerja di semua lini khususnya dari sisi pendekatan manajemen, memilih pendekatan melalui solusi Orbex (Organizing For Business Excellence ) mindset yang mana dalam pendekatan solusi ini, koordinasi merupakan aktivitas penting yang perlu penekanan dan pembobotan yang sama pentingnya dengan fase siklus kinerja kerja lain, seperti perencanaan, implementasi, pengkajian ulang, maupun tindakan atau yang kita sebut dengan Plan-Coordinate-Do-Check-Action (PCDCA). Dalam siklus kinerja kerja ini, koordinasi bukan merupakan sesuatu yang langka, namun merupakan hal yang penting untuk dilaksanakan.
Dari penjelasan panjang lebar yang disampaikan oleh Andri T. Hidayat dapat disimpulkan, bahwa transformasi Pertamina EP Repetita I yang sedang berjalan, memerlukan koordinasi dan komunikasi yang baik dan efektif, sehingga gelombang penyatuan bahasa dan hati serta gelombang penyempurnaan organisasi pada seluruh lini di Pertamina EP sebagai pelaksana transformasi dapat disatukan dan dilaksanakan.
Pada tahapan implementasi, setelah perencanaan dan sebelum pelaksanaan pekerjaan, kita mengedukasi semua lini organisasi agar melakukan koordinasi dan komunikasi terlebih dahulu baik internal fungsi serta dengan fungsi organisasi terkait lainnya, sehingga tujuan perusahaan dapat dicapai dengan lebih efektif dan terkoordinasi dengan lebih baik. Sangat sederhana namun itulah inti dari PCDCA. Banyak kasus perusahaan besar di mana koordinasi menjadi suatu barang yang mewah, ini yang kita ingin hindari, jelas Andri.
Agar koordinasi menjadi lebih baik, kita coba mengatur kembali seluruh rapat yang selama ini diselenggarakan di Pertamina EP, kita coba kelompokkan kembali seluruh rapat dalam tiga kelompok besar yaitu Working Meeting, Review Meeting dan Decision Meeting serta Celeberation jika target telah tercapai. Pengelompokkan ini kita sebut dengan Meeting Taxonomy. Selanjutnya adalah mengatur kembali jadual serta koordinasi dengan fungsi terkait serta lamanya masing-masing jenis meeting, sehingga diharapkan tidak ada lagi meeting yang berlarut-larut, tidak terkoordinir dan tidak dipersiapkan dengan baik.

 

 

STRUKTUR ORGANISASI UD. MUTIARA

              UKM binaan Pertamina yang bertempat di Jalan Sidempuan Pandan, Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Tengah membuka Usaha Kerajinan tangan yang bernama “UD MUTIARA”. Dalam struktur organisasinya UKM ini membuat sebuah bagan kepengurusan yang simpel, tidak seperti perusahaan-perusahaan besar. Bagan kepengurusan ini bertujuan untuk mempermudah karyawan dan pengurus-pengurus lain dalam mengurus segala hal. Berikut bagan kepengurusan “UD MUTIARA” :

 

Dari bagan kepengurusan di atas dapat dijelakan sebagai berikut :

  1. Pemilik sebagai atasan yang bertujuan untuk memimpim dan mengatur seluk beluk perusahaan.
  2. Asisten bertugas mengawasi bagian dalam perusahaan dan mewakili pemimpin jika pemilik berhalangan hadir.
  3. Bagian keuangan bertugas mengatur aliran uang di dalam perusahaan.
  4. Bagian pengemasan bertugas mengemas barang-barang kerajianan tangan.
  5. Bagian pengecatan bertugas mengecat barang[-barang kerajinan tangan setelah melewati proses pembentukan.
  6. Bagian SDM bertugas melatih dan membimbing karyawan agar lebih kreatif dalam membuat sebuah karya kerajinan tangan.

Strategi yang diterapkan dalam UKM ‘UD MUTIARA’ diawali oleh pemilik dalam membangun sebuah usaha yaitu keniatan dalam berusaha, dan sesegera mungkin melakukan apa saja hal yang sudah disusun sesuai rencana. “Tak perlu kepintaran khusus untuk menjadi seorang wirausaha, asal ada kemauan pasti ada jalan. Saya sama sekali tidak belajar dari orang lain tapi saya belajar sendiri dengan kemauan kuat,” bilangnya.

Your Reply

CAPTCHA Image
*