Tugas Komunikasi Bisnis – Analisis Induktif/Deduktif Sebuah Pidato

[youtube]http://www.youtube.com/watch?v=LBpX0pkWKDY[/youtube]

 

NAMA: ZELLY SIDI ZAMZMAI

NIM: 115020200111077

MAKUL: KOMUNIKASI BISNIS

Dalam komunikasi bisnis dikenal dua pendekatan dalam penyampaian pesan. Yaitu dikenal Pendekatan Langsung (Direct Approach) dan Pendekatan Tidak Langsung (Indirect Approach).

Dalam pendekatan langsung (Direct Approach) atau pendekatan deduktif (deductive approach), ide pokok muncul dan disampaikan di awal, kemudian diikuti bukti-bukti atau data pendukungnya. Penggunaan ini dilakukan bila reaksi audiens menyenangkan dan cenderung positif.
Dalam pendekatan tidak langsung (Indirect Approach) atau pendekatan induktif (inductive approach), bukti-bukti atau data pendukungnya disampaikan diawal, kemudian diikuti dengan ide pokok diakhir. Penggunaan ini dilakukan bila reaksi audiens cenderung negatif atau tidak menyenangkan.Video diatas adalah tentang seorang tukang cukur yahudi yang diperankan oleh Charlie Chaplin yang salah dikira sebagai pemimpin Diktator Nazi. Charlie kemudian memberikan pidato yang sangat inspiratif yang dikenang sepanjang masa.

Charlie memulai pidato dengan meminta maaf. Dia tidak mau menjadi seorang kaisar yang mengatur dan menguasai semua orang. dia seharusnya menolong semua orang, yahudi, islam,kristen, orang hitam, orang putih. kita seharusnya menolong satu sama lain.
seperti itulah manusia.
Kita ingin tingal bersama dengan kebahagian bukan kesengsaraan orang lain. kita tidak ingin membenci dan merendahkan satu sama lain. dalam dunia ini terdapat ruang untuk semua orang. Kita dapat memiliki Hidup yang bebas dan indah. Tapi  kita sudah tersesat di jalan yang salah. kerakusan sudah meracuni jiwa manusia dan memenuhi dunia dengan kebencian. Ilmu pengetahuan, mesin, dan teknologi  bukannya membuat kita sadar tapi justru membutakan kita. yang kita butuhkan bukanlah mesin , tapi kemanusiaan, kebaikan, dan kelembutan.   Tanpa semua itu, hidup akan menjadi kejam dan dan tidak berarti.
Jutaan manusia menjadi korban dari sistem yang memperbolehkan kita menyiksa dan mempenjarakan orang tidak bersalah.  Tapi kita tidak usah berputus asa.  kebengisan, kekejaman, dan kebencian pada manusia akan hilang dan diktator akan mati. dan kekuatan yang diambil dari rakyat akan kembali ke rakyat.
Dia kemudian memanggil tentara agar tidak memberikan diri mereka kepada orang yang brutal merendahkan, membudakkan,dan memperlakukan mereka seperti mesin,  tentara bukan lah mesin, tetapi manusia yang memiliki cinta dan kemanusiaan di dalam hatinya.  Jangan bertarung demi perbudakan , tapi bertarunglah demi kebebasan.
Kita semua memiliki kekuatan. Kekuatan untuk menciptakan kebahagiaan, membuat hidup ini indah dan bebas. Gunakan kekuatan itu untuk mencapai dunia yang adil, dimana semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk bekerja,mendapatkan umur panjang, dan keamanan. Tapi diktaktor hanya membebaskan diri mereka sendiri dan memperbudak rakyat.
kemudian dia mengajak semua orang untuk bertarung demi mencapai kebebasan tersebut. Dan atas nama demokrasi mari kita gunakan kekuatan itu untuk bersatu.
Jelas sekali pidato yang dilakukan oleh Charlie Chaplin menggunakan pendekatan induktif.  bukti, fakta, dan cerita disampaikan diawal, kemudian diikuti dengan ide pokok diakhir yaitu ajakan untuk melawan kekejaman atas nama demokrasi demi mencapai kebebasan. Charlie menggunakan pendekatan ini karena melihat reaksi orang yang menonton nya cenderung negatif dan tidak menyenangkan. karena semua orang awalnya mengira dia adalah sang diktaktor.

Leave a Reply

CAPTCHA Image
*