Pestisida

Pengertian Pestisida

a. Pestisida adalah bahan-bahan racun yang digunakan untuk membunuh jasad hidup yang mengganggu tumbuhan, ternak dan sebagainya yang diusahakan manusia untuk kesejahteraan hidupnya.Pest berarti hama, sedangkancide berarti membunuh (Tarumingkeng, 2010).

b. Pestisida adalah substansi kimia dan bahan lain serta jasad renik dan virus yang digunakan untuk mengendalikan berbagai hama. Yang dimaksud hama di sini adalah sangat luas, yaitu serangga, tungau, tumbuhan pengganggu, penyakit tanaman yang disebabkan oleh fungi (jamur), bakteria dan virus, kemudian nematoda (bentuknya seperti cacing dengan ukuran mikroskopis), siput, tikus, burung dan hewan lain yang dianggap merugikan (Anonymous b, 2010).

c. Pesticide is A chemical used to kill harmful animals or plants. Pesticides are used especially in agriculture and around areas where humans live. Some are harmful to humans, either from direct contact or as residue on food, or are harmful to the environment because of their high toxicity, such as DDT (which is now banned in many countries). Pesticides include fungicides, herbicides, insecticides, and rodenticides (Anonymous c, 2010)

Translate : Pestisida adalah bahan kimia yang digunakan untuk membunuh binatang berbahaya atau tanaman. Pestisida digunakan terutama di bidang pertanian dan sekitar kawasan di mana manusia hidup. Beberapa ada  berbahaya bagi manusia, baik dari kontak langsung atau sebagai residu pada makanan, atau berbahaya bagi lingkungan karena toksisitas tinggi, seperti DDT (yang sekarang dilarang di banyak negara). Pestisida mencakup fungisida, herbisida, insektisida, dan rodentisida

Pengertian Dosis dan Konsentrasi

Dosis adalah jumlah pestisida dalam liter atau kilogram yang digunakan untuk mengendalikan hama tiap satuan luas tertentu atau tiap tanaman yang dilakukan dalam satu kali aplikasi atau lebih. Ada pula yang mengartikan dosis adalah jumlah pestisida yang telah dicampur atau diencerkan dengan air yang digunakan untuk menyemprot hama dengan satuan luas tertentu. Dosis bahan aktif adalah jumlah bahan aktif pestisida yang dibutuhkan untuk keperluan satuan luas atau satuan volume larutan. Besarnya suatu dosis pestisida biasanya tercantum dalam label pestisida.

Konsentrasi pestisida, Ada tiga macam konsentrasi yang perlu diperhatikan dalam hal penggunaan pestisida
* Konsentrasi bahan aktif, yaitu persentase bahan aktif suatu pestisida dalam larutan yang sudah dicampur dengan air.
* Konsentrasi formulasi, yaitu banyaknya pestisida dalam cc atau gram setiap liter air.
* Konsentrasi larutan atau konsentrasi pestisida, yaitu persentase kandungan pestisida dalam suatu larutan jadi.

(Anonymous d, 2010)

Macam-macam Pestisida Berdasarkan

  1. 1. Sasarannya

Akarisida, berasal dari kata akari yang dalam bahasa Yunani berarti tungau atau kutu. Akarisida sering juga disebut sebagai mitesida. Fungsinya untuk membunuh tungau atau kutu.

Bakterisida, berasal dari kata latin bacterium atau kata Yunani bacron. Berfungsi untuk melawan bakteri/virus.
Fungisida, berasal dari kata latin fungus atau kata Yunani spongos yang berarti jamur. Berfungsi untuk membunuh jamur atau cendawan.

Herbisida, berasal dari kata latin herba yang berarti tanaman setahun. Berfungsi membunuh gulma (tumbuhan pengganggu).
Insektisida, berasal dari kata latin insectum yang berarti potongan, keratan atau segmen tubuh. Berfungsi untuk membunuh serangga.
Molluksisida, berasal dari kata Yunani molluscus yang berarti berselubung tipis lembek. Berfungsi untuk membunuh siput.
Nematisida, berasal dari kata latin nematoda atau bahasa Yunani nema yang berarti benang. Berfungsi untuk membunuh nematoda (semacam cacing yang hidup di akar).

 

Rodentisida, berasal dari kata Yunani rodera yang berarti pengerat. Berfungsi untuk membunuh binatang pengerat, seperti tikus.

(Anonymous d, 2010)

2. Cara Kerja

a.         Pestisida kontak, berarti mempunyai daya bunuh setelah tubuh jasad terkena sasaran.

b.         Pestisida fumigan, berarti mempunyai daya bunuh setelah jasad sasaran terkena uap atau gas.

c.         Pestisida sistemik, berarti dapat ditranslokasikan ke berbagai bagian tanaman melalui jaringan. Hama akan mati kalau mengisap cairan tanaman.

d.         Pestisida lambung, berarti mempunyai daya bunuh setelah jasad sasaran memakan pestisida.                                                        (Anonymous e, 2010)

Macam-macam Formulasi

1. Cairan emulsi (emulsifiable concentrates/emulsible concentrates)

Pestisida yang berformulasi cairan emulsi meliputi pestisida yang di belakang nama dagang diikuti oleb singkatan ES (emulsifiable solution), WSC (water soluble concentrate). B (emulsifiable) dan S (solution). Biasanya di muka singkatan tersebut tercantum angka yang menunjukkan besarnya persentase bahan aktif. Bila angka tersebut lebih dari 90 persen berarti pestisida tersebut tergolong murni. Komposisi pestisida cair biasanya terdiri dari tiga komponen, yaitu bahan aktif, pelarut serta bahan perata. Pestisida golongan ini disebut bentuk cairan emulsi karena berupa cairan pekat yang dapat dicampur dengan air dan akan membentuk emulsi.
2. Butiran (granulars)

Formulasi butiran biasanya hanya digunakan pada bidang pertanian sebagai insektisida sistemik. Dapat digunakan bersamaan waktu tanam untuk melindungi tanaman pada umur awal. Komposisi pestisida butiran biasanya terdiri atas bahan aktif, bahan pembawa yang terdiri atas talek dan kuarsa serta bahan perekat. Komposisi bahan aktif biasanya berkisar 2-25 persen, dengan ukuran butiran 20-80 mesh. Aplikasi pestisida butiran lebih mudah bila olubleng dengan formulasi lain. Pestisida formulasi butiran di belakang nama dagang biasanya tercantum singkatan G atau WDG (water dispersible granule).
3. Debu (dust)

Komposisi pestisida formulasi debu ini biasanya terdiri atas bahan aktif dan zat pembawa seperti talek. Dalam bidang pertanian pestisida formulasi debu ini kurang banyak digunakan, karena kurang efisien. Hanya berkisar 10-40 persen saja apabila pestisida formulasi debu ini diaplikasikan dapat mengenai sasaran (tanaman).

4. Tepung (powder)

Komposisi pestisida formulasi tepung pada umumnya terdiri atas bahan aktif dan bahan pembawa seperti tanah hat atau talek (biasanya 50-75 persen). Untuk mengenal pestisida formulasi tepung, biasanya di belakang nama dagang tercantum singkatan WP (wettable powder) atau WSP (water soluble powder).
5. Oil

Pestisida formulasi oli biasanya dapat dikenal dengan singkatan SCO (oluble concentrate in oil). Biasanya dicampur dengan larutan minyak seperti xilen, karosen atau aminoester. Dapat digunakan seperti penyemprotan ULV (ultra low volume) dengan menggunakan atomizer. Formulasi ini sering digunakan pada tanaman kapas.

6. Fumigansia (fumigant)

Pestisida ini berupa zat kimia yang dapat menghasilkan uap, gas, bau, asap yang berfungsi untuk membunuh hama. Biasanya digunakan di gudang penyimpanan.

(Anonymous d, 2010)

 

Anonymous a. 2010. Pestisida. http://www.dinkesjatengprov.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=48%3Asedikit-tentang-pestisida&catid=42%3Apl&lang=en. Diakses tanggal 7 Desember 2010.

Anonymous d.2010. Pengertian Pestisida. http://biotis.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=82:apa-itu-pastisida&catid=14:berita. Diakses tanggal 7 Desember 2010.

Anonymousb .2010. Tentang pestisida. http://prajapratama.blogspot.com/2008/05/pestisida.html. . Diakses tanggal 7 Desember 2010.

Anonymousc .2010. Definition of pesticide. http://www.thefreedictionary.com/pesticide. Diakses tanggal 7 Desember 2010.

Anonymouse.2010. http://asistenafd.wordpress.com/2009/05/27/beda-dosis-konsentrasi/. Diakses tanggal 7 Desember 2010.

Tarumingkeng, Rudi C, 2010. PESTISIDA DAN KEGUNAANNYA. Institut Pertanian Bogor.

Leave a Reply