Sedekah yang Menolongku (The Power of Giving)

The power of giving, ya  itu yang aku rasakan ketika mendapat hal yang menakjubkan dalam hidupku. Hidup itu untuk memberi, tetapi pada orang yang tepat, niat yang mantap dan tentu saja keihkhlasan yang dahsyat. Dunia ini begitu indah, dan itu yang terjadi pada hidupku dan mungkin dirimu temen-temen.

The power of giving. By the way, berapa duit yang sahabat keluarkan untuk kepentingan orang lain atau kepetingan agama sahabat? Jumlahnya per bulan masih ratusan, ribuan, puluhan ribu atau bahkan jutaan? Ya semoga saja yang jutaan, aamiin.

Hal yang menjadi tradisi bagiku ketika perbulan harus memberi, ya seminimal mungkin untuk amal jariyah di tempat ibadah jika ragu untuk memberi pada orang lain. Karena wajar ketika hidup di kota besar, sangat sulit menemui orang-orang yang dirasa benar tepat untuk diberi. Memang tak banyak aktiva yang aku keluarkan, namun semoga aja ada manfaat nantinya pada umat dan atau orang lain.

Aku sering kecelakaan dari sejak kecil sampai dewasa. Namun tidak pernah merasakan cidera atau bahkan patah tulang. Entah mengapa? Aku sering teledor dalam mengarungi kehidupan. Ketika masa SMA, sering kali kecelakaan. Hingga ayah terpaksa mengeluarkan dana jutaan demi anaknya. Namun beruntung anaknya sendiri selalu selamat dari kecelakaan. Ditindih dua motor, hampir saja ditubruk bis, terpeleset dari motor yang sedang aku kebut dengan cepat dan sebagainya.

Motorku jangan dikira motor kecil, namun cukup gede. Yamaha Vi-xion, motor kenang-kenangan dengan banyak luka di bagian kenalpot dan lampunya. Miris melihatnya akibat perbuatanku. Tetapi motor itu selalu mengingatkanku, betapa bersyukurnya diriku, selalu mendapat pertolongan Tuhan sehingga selalu bebas dari kecelakaan.

Selain itu, bila mungkin dalam beberapa kali Tuhan mengingatkan untuk memberi, kemudian aku menghindar dari peringatan Tuhan, kerap kali beberapa cobaan akan melanda. Karena juga, saya yakini sedekah adalah penolak bala, maka dari pada itu Tuhan akan mengirim balaknya.

Saat itu ada beberapa kali Tuhan mengingatkan untuk sedekah pada anak jalanan, namun aku menghindar dari peringatan Tuhan. Sehingga tak berilah anak itu uang. Alhasil ketika aku sembahyang di rumah Tuhan, kemudian kelar, tak terlihat lagi helm baruku. Hilang sudah tiga ratus ribu rupiah. Sungguh, Tuhan begitu adil bagiku.

 

Hidup itu untuk bermanfaat, dan manfaatkan dirimu untuk orang lain. Jangan terlalu takut miskin. Karena mental memberi adalah mental orang yang super, orang yang kaya, orang yang LUAR BIASA!! ^^_v