Dahsyatnya Doa ketika Mengelilingi Ka’bah

Catatan Pauji Salam surplus, sahabat. Bila sahabat belum mengenal saya, izinkan saya bercerita dulu mengenai diri saya sebelum mengelupas dahsyatnya berdoa di area Ka’bah. Nama saya adalah Zainudin Fauzi. Bila di keluarga saya dipanggil “adik”, di SMA “bang din”, di kuliah “Fauzi”. Sekarang sedang bergabung dengan Surplus Institut, lembaga training motivasi, terbaik, pemecah rekor MURI. Dimana saya bekerja sebagai agen resmi penjualan ticket, baik kelas Motivator in You, Reguler dan Eksekutif. Lebih lanjut dengan pekerjaan saya, silakan untuk melihat di blog saya:https://blog.ub.ac.id/zainudinfauzi/

Ka’bah? siapa yang tak tahu dengan bangunan kotak ini? Tempat rujukan umat islam bersembahyang, yang sebelumnya adalah masjidil Aqsa di Palestina. Di cacatan ini, saya tak mengelupas sejarah ka’bah, namun lebih menekankan pada tasawuf modern mengenai ka’bah sebagai tempat mujarab doa-doa diqabul oleh Tuhan dari segi sains.

Sahabat, tentu anda yang senang belajar ilmu sains khususnya fisika mengenal dengan medan magnet, atau gaya lorents. Atau dari sahabat mengenal ada yang mengenal elektron. 

Di dalam tubuh manusia tersusun dari sistem organ. Sistem organ terbentuk dari organ yang saling bekerja sama, kemudian terus mengerucut, bahwa organ terbentuk dari sel, hingga sel ini terbentuk dari atom-atom. Atom tentunya memiliki elektron yang mengelilingi inti atom. Elektron ini terus berputar dan tidak akan pernah jatuh pada inti atom.

Lalu apa hubungannya elektron dengan ka’bah? Yuk belajar lebih jauh. 🙂

Setiap detik, tentu ada orang yang bersembahyang untuk menyembah Tuhan. Tentu sembahyangnya adalah menghadap ke arah ka’bah. Maka elektron-elektron dari orang yang sembahyang, akan terpancar ke arah ka’bah. Bayangkan saja, berapa elektron-elektron dari manusia yang selalu berdatangan ke arah ka’bah. Bila anda tersusun dari 1 milyar elektron, sedang tiap detik ada puluhan juta manusia bersembahyang, tentu akan menimbulkan efek yang luar biasa ke arak ka’bah karena elektron yang terus berdatangan disana. Ini salah satunya yang akan berdampak orang-orang yang sedang sembahyang di sekitar ka’bah. Hawanya terasa lebih tenang dan nyaman. Silakan bertanya kepada orang-orang yang lepas nanti berhaji. “Pak Haji, apa beda rasanya sembahyang di dekat ka’bah dengan di masjid disini?” Padahal kita tahu sendiri, saudi itu hawanya panas.

Lebih lanjut, ka’bah tak pernah sepi di kelilingi oleh orang yang umroh dan haji. Dan setiap waktu selalu ada yang mengelilingi. Maka ini akan berlaku hukum lorents. Elektron-elektron yang jumlahnya begitu besarnya akan mengumpul di ka’bah, begitu disana, orang-orang yang sedang tawaf berputar-putar sesuai kaidah tangan kanan manusia. Maka akan menimbulkan gaya lorents mega dahsyat ke atas. 

Ibaratnya ketika anda membuat magnet dengan batang besi. Batang besi itu anda aliri listrik dengan memutar kaidah tangan kanan, maka akan ada gaya yang terjadi di ujung besi tersebut, begitu juga dengan atas ka’bah, akan terjadi gaya yang mega dahsyat.

Bila anda mendengar radio, tentu anda tidak tahu bagaimana radio itu bisa bunyi. Padahal cuma alat-alat elektronika saja, tetapi anda bisa mendengar meskipun dengan jarak  dalam lingkup puluhan kilometer saja. Namun berbeda dengan ka’bah, berkumpulnya elektron di ka’bah yang kemudian elektron itu terus dipaksa diputar, maka doa-doa yang dipanjatkan akan lebih mudah dan cepat datang ke atas, mungkin singgasana Tuhan. Inilah penyebab mudahnya doa-doa yang dipanjatkan di dekat ka’bah mudah diijabah Tuhan.