Berbuat Baik, Janganlah Terlalu Berharap Tuhan Memberikan yang Baik Pula

IMG_2697Salam surplus, sahabat. Hari ini tepatnya hari idul adha, 15 Oktober 2013. Hari pertama saya lebaran di Kota Malang. Pada hari ini, awal pagi saya sedikit galau karena ingin bergabung menjadi panitia qurban, namun sebelumnya tak pernah mendaftar kepanitiaan di manapun. Di rektorat ada kepanitiaan, namun sungkan untuk datang karena belum mendaftar. Sementara saya bukan anak rohis di kampus, dan hanya sebagai  panitia mentoring PKBR, rasanya sudahlah, mending saya di kamar kos.

Rasa galaupun pun muncul serasa diri ini tak tenang bila terus-terusan hanya terdiam di kamar kos. Alhamdulillah, kemudian tersuara dengan lantangnya imam mushola dekat kos menyeru akan disembelihnya hewan qurban. Maka dengan tergesa saya pun segera ke mushola. Awalnya saya hanya memfoto-foto dengan kamera DSLR pemberian kakak. Di tengah jalan, alhamdulillah tak disangka imam mushola meminta saya untuk mendokumentasikan kemudian di print suatu saat nanti. Senang rasanya, akhirnya bisa bergabung dengan kepanitiaan meski nama tidak tercatat.

Rasa-rasanya bila sekedar memfoto tak bercampur dengan daging, kurang sreg. Alhasil pun saya bahu membahu membantu proses pembagian dan pembersihan hewan qurban. Ya bercampur dengan kotoran, darah dan sebagainya. Namun baju dan celana pendek saya tidak begitu kotor.

Hanya sedikit membantu sih, tapi subhanallah efeknya besar banget. Siangnya diundang untuk makan. Hidangannya mantap, lauknya ada satai, gulai, sop, telur, tempe dll. Begitu juga dengan buah dan minumannya, gila bener. Banyak banget. Pikir saya, coba deh kalo idul adha ada tiap hari. Ni perut tak perlu beli bahan makanan. Apalagi di kos tiap hari hampir lauk dadar telur aja. hehe

Usai makan, kembali bekerja. Membersihkan darah yang sedikit menggumpal di depan mushola, kemudian mengubur darah yang telah membeku itu di tanah.

Pekerjaan selesai, ada pembagian daging. Waktu itu yang awal-awal dibagi adalah kaki kambing dan kepala kambing. Ingin sih ambil yang kepala kambing, tetapi saya sadar sungguh itu bukan hak. Akhirnya panitia pun bercakap,”kaki kambing silakan ambil bagi yang mau. Minimal 4, maksimal 4.” wah, rezeki memang tak kemana. Alhamdulillah tak ada orang yang mengambil.

Aku pun mau pulang selepas mendapat kaki kambing, namun seseorang bertanya kepadaku,”Nak, udah dapat daging?”

“Belum pak”, jawabku. “tapi saya bukan panitia pak, lagi pula saya bukan warga asli sini.”

Bapak itu pun bercakap kembali,”Sudah tunggu saja, nanti akan dapat bagian kembali.”

Aku tak berharap banyak, namun semoga aja benar.

Kemudian orang lain berkata kepada kami,”memang bukan panitia, tapi dirimu udah membantu, tunggu aja!”

Alhasil, benar saja, diberi daging sapi 1 kg. Alhamdulillah. terimakasih Tuhan.

 

Rezeki memang tak dimana. Pesan moral, jangan terlalu berharap kebaikan atas kebaikan yang kita lakukan. Ketika anda sudah berbuat baik, anda ikhlas, anda akan diberi nikmat Tuhan yang tak disangka-sangka. đŸ™‚