Rangkuman Teori Organisasi

Pemahaman mengenai pengambilan keputusan

Keputusan merupakan pemilian alternatif kelakuan tertentu dari dua atau lebih alternatif yang ada. Sedangkan  pengambilan keputusan merupakan aktivitas managemen berupa pemilihan tindakan dari sekumpulan alternatif yang telah dirumuskan sebelumnya untuk memecahkan suatu masalah atau suatu konflik dalam managemen. Pengambilan keputusan lebih bersifat fungsional artinya setiap divisi mempunyai pengambilan keputusan yang berbeda. Contonya divisi pemasaran mengambil keputusan pada bidang pemasaran, bukan pada bidang produksi. Menurut teorinya, pengambilan keputusan mengacu pada orientasi model keputusan rasional.

 

Faktor-faktor yang menyebabkan kadangkala suatu keputusan tidak bersifat rasional

– Informasi yang diterima tidak lengkap dan tidak sempurna

–  Komplesitas permasalahan yang dihadapi

– Keterbatasan kapasitas pengolaan informasi manusia

– Keterbatasan waktu yang tersedia untuk mengambil keputusan

– Politik internal organisasi yang menimbulkan berbagai konflik kepentingan

 

Sumber-sumber kekuasaan dan taktik

Sumber-sumber yang dapat mengakibatkan seseorang dapat memiliki kekuasaan antara lain adala karena adanya posisi (jabatan/otoritas), karakteristik personal, keahlian,  peluang dan control terhadap informasi dan pengetahuan. Beberapa taktik untuk memperoleh kekuasaan yang pertama ialah taktik menyalahkan versus merangkul. Kedua taktik mengurangi tingkat kepastian. Ketiga menduduki peran sentral, ke empat membuat isu-isu agenda.

 

Ukuran organisasi merupakan pembahasan mengenai besar kecilnya organisasi serta apa dan bagaimana dampaknya terhadap pengelolaan organisasi

 

Komponen ukuran organisasi

Ukuran besar kecilnya suatu organisasi bisa dilihat dari tolok ukur kuantitas anggotanya. Namun terlepas dari itu ada beberapa konsep juga yang menunjukkan besar kecilnya suatu organisasi yaitu komplektisitas, sentralisasi dan formalisasi

 

Teknologi dibedakan menjadi 3 unsur. Yaitu benda-benda atau objek – objek fisik yang meliputi bahan-bahan, peralatan, dan sarana-sarana yang diperlukan untuk melakukan produksi. Kedua yaitu aktivitas atau proses yang digunakan sebagai metode produksi, dan ketiga adalah pengetahuan yang dibutuhkan untuk mengembangkan dan mengoperasikan peralatan, sarana produksi atau metode khusus yang digunakan untuk menghasilkan sesuatu

Konteks teknologi organisasi menurut Charless Perrow: teknologi merupakan aksi atau tindakan yang diperbuat seseorang kepada suatu objek dengan atau tanpa bantuan alat atau perangkat mekanis dalam rangka membuat suatu perubahahn pada objek tersebut

 

Tipologi

-Woodward

Menurutnya organisasi mempunyai tipe teknologi (berdasarkan produksi)

1) Produksi Unit (kuantias kecil)

2) Produksi Massal (kuantitas banyak dan sama)

3) Produksi Proses ( organisasi yang mempunyai banyak proses dalam membuat suatu produk)

 

-Perrow

Menurutnya organisasi dibagi menjadi dua dimensi (berdasarkan penugasan), yaitu:

1) Apakah tugas yang dilakukasn membutuhkan banyak pengecualian atau sesuatu yang rutin

2) Apakah tugas-tugas itu mudah untuk dianalisis atau tidak

 

-Thompson (tekonolgi dan struktur)

Tipologi organisasi menurutnya:

1) Teknologi rantai panjang (kegiatannya harus urut), kompeltisitas tinggi, formalitas rendah

2) Teknologi mediasi (formalitas sedang, kompleksitas sedang)

3) Teknologi intensif (formalitas tinggi, kompleksitas rendah)

 

Struktur organisasi: Pengorganisasian adalah proses mengusahakan hubungan-hubungan yang  efektif antara orang-orang,  sehingga mereka dapat bekerjasama secara efisien dan dengan demikian memperoleh kepuasan pribadi dalam melaksanakan tugas tertentu, dalam kondisi lingkungan tertentu guna mencapai tujuan tertentu. Hasil pengorganisasian adalah struktur organisasi.

 

Konsep struktur:

-Organik (formalisasi rendah, kompleksitas rendah, sentralisasi rendah)

-Mekanik (formalisasi tinggi, kompleksitas tinggi, sentralisasi tinggi)

-Multidivisonal (formaliasi tinggi, kompleksitas tinggi, sentralisasi rendah)

 

[cari referensi sendiri mengenai Struktur sederhana, Struktur fungsional, Struktur matriks]

 

Penjelasan perubahan terencana dan tidak terencana

a. Robins S. P (1990:384) mengungkapkan bahwa perubahan terencana adalah berbagai upaya perubahan yang bersifat proaktif dan secara sengaja dilakukan oleh organisasi (proactive and purposeful change). Lalu yang menjadi pertanyaan mengapa disebut proaktif adalah karena biasanya pengelola organisasi melakukan yang selalu terencana untuk mengantisipasi tantangan yang akan dihadapi di masa mendatang.

b. Sedangkan perubahan tidak terencana dalam hal ini adalah kebalikan dari perubahan yang telah direncanakan. Organisasi harus menerima keadaan bahwa yang terjadi di lapangan tak selamanya sesuai dengan apa yang telah dipertimbangkan matang-matang.  Bagi pandangan modern, ini merupakan sebuah bencana. Namun, menurut pandangan simbolis-interpretif dan post modern akan dibahas pada bab selanjutnya

 

Penjelasan model perubahan organisasi (Lewin, Robbin dkk)

Model Perubahan yang Dapat Terjadi di Dalam Organisasi

a.  Model Lewin

Berbicara mengenai history dari model perubahan organisasi, model yang diungkap oleh Lewin adalah model yang paling awal dikemukakan. Oleh karena itu, wajar jika model perubahan ini begitu sederhana. Model perubahannya dibagi menjadi tiga tahap, yaitu:

1. Pencairan (unfreez)

Pada tahap ini, langkahnya adalah menghilangkan keseimbangan yang ada pada ekuilibrium yang menopang stabilitas organisasional. Strateginya dengan cara memanfaatkan ketertekanan (stress) atau ketidakpuasan yang terjadi di dalam system yang berlaku.

2. Perubahan (change)

Langkah yang ditempuh pada tahap ini adalah memengaruhi gerak atau perubahan yag terjadi pada system yang sedang tidak seimbang menuju arah yang akan dicapai. Strateginya dengan cara member pelatihan mindsite yang baru, mengubah hubungan pelaporan dan system imbalan, dan menerapkan gaya manajemen yang baru.

3. Pembekuan Kembali (refreeze)

Langkah yang diambil pada tahap ini adalah, ketika terjadi pola-pola perilaku dari mindsite yang sudah stabil. Strateginya dengan cara membuat kebijakan yang bersifat baru dalam merekrut, agar orang-orang yang direkrut merasa cocok dengan budaya yang baru sehingga mereka dapat bekerja dengan baik dalam strukur dan system imbalan serta gaya manajemen yang baru.

b. Model Robbins

Menurut Robbins, perubahan organisasi tidak harus secara spesifik untuk meningkatkan kinerja, melainkan untuk meningkatkan efektivitas organisasi guna mencapai berbagai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan.

Gambar di  atas merupakan model pengelolaan perubahan organisasi. Sumber:Robbins (1990: 386)

Pada gambar di atas, setelah dilakukan perubahan apa yang mau dirubah, maka rancangannya dibagi menjadi dua golongan. Yang pertama sama dengan yang dikemukakan oleh Lewin, dan yang ke dua adalah mempergunakan taktik yang digunakan untuk mencapai kesuksesan perubahan, apakah intervensinya, partisipasinya, persuasinya ataupun perintahnya.

Melalui dua aspek rancangan tersebut, maka perubahan organisasi dapat diimplementasikan. Kemudian yang terakhir dilakukan evaluasi, apakah hasil-hasil perubahan tersebut sesuai dengan tujuan yang telah direncanakan. Melalui hal tersebut, kita dapat mempertimbangkan bagaimana keadaan organisasi di awal dan pasca perubahan. Perlu diketahui juga, desain model ini dapat dipakai secara mudah oleh pengelola organisasi terutama pada saat awal proses perencanaan perubahan.

 

More About Organization’s Theory, you can visit to

http://anahuraki.lecture.ub.ac.id/