Sistem Manajemen Basis Data

Sistem Manajemen Basis Data

Data adalah  informasi fakta-fakta yang masih mentah berupa penjelasan dasar, event, aktivitas, dan transaksi yang ditangkap, direkam, disimpan, diklasifikasikan, tetapi tidak dikoordinasikan untuk tujuan spesifik. Sedangkan informasi adalah sekumpulan data yang menjadi satu dengan cara tertentu sehingga dapat tersampaikan pesan pada penerima. Kumpulan dari informasi yang sudah diproses sehingga dapat diperoleh pemahaman, pengalaman, dan pembelajaran sehingga dapat diterapkan dalam masalah disebut pengetahuan. Jadi, pengetahuan dapat diartikan sebagai informasi yang telah diolah sehinga dapat membantu penyediaan pengetahuan  dengan nilai yang tinggi bagi penerima yang berasal dari pengalaman masa lampau . Latar belakang diperlukannya manajemen data adalah karena duplikasi dan inkonsistensi pada data, terdapat kesukitan dalam mengakses data, mengisolasi data untuk standarisasi, banyaknya pengguna, terdapat masalah keuangan dan integrase, dan masalah data yang bebas.

Database dan DBMS

Database adalah suatu kumpulan data yang saling terkait sehingga dapat mempermudah aktivitas untuk memperoleh data atau informasi. Pengelolaan basis data diperlukan perangkat lunak yang umunya disebut DBMS, dimana perangkat ini adalah perangkat lunak sistem. Perangkat lunak sistem dimana pengguna dapat membuat, memelihara, mengontrol, dan mengakses basis data secara prakts dan efisien. BDMS digunakan untuk mengakomodasikan berbagai macam pengguna yang memiliki kebutuhan akses yang berbeda-beda. Fitur-fitur DBMS bermacam-macam seperti Independensi data-program, alat keamanan, alat integritas, konkurensi, sebagai pemulihan data, katalog sistem, dan perangkat produktifitas.

Keunggulan dari DBMS sebagai berikut :

  1. Mengendalikan atau mengurangi duplikasi data
  2. Enjaga konsistensi dan integritas data
  3. Memudahkan memperoleh informasi lebih banyak
  4. Peningkatan keamanan data
  5. Pemaksaan penerapan standar
  6. Menghemat biaya
  7. Menanggulangi konflik kebutuhan antar pengguna
  8. Meningkatkan respond an kemudahan akses bagi pemakai akhir.
  9. Meningkatkan produktifitas program
  10. Peningkatan peeliharaan
  11. Meningkatkan konkurensi tanpa menimbulkan masalah kehilangan informasi
  12. Meningkatkan layanan backup dan recovery.

Kelemahan dari DBMS sebagai berikut :

  1. Kompleksitas yang tinggi membuat administrator dan pengguna harus benar-benar memahami fungsi dalam DBMS agar memperoleh mnafaat yang optimal
  2. Ukuran penyimpanan yang dibutuhkan sangat besar dan memerlukan memori yang besar agar bisa berjalan dengan efisien
  3. Harga DBMS yang sangat mahal
  4. Terkadang DBMS meminta kebutuhan perangkat keras dengan spesifikasi tertentu.
  5. Biaya konversi sistem lama ke sistem baru apabila memakai DBMS sangat mahal
  6. Kinerja masih kalah dengan sistem yang berbasis berkas
  7. Dampak kegagalan menjadi lebih tinggi karena semua pengguna bergantung pada ketersediaan DBMS.

Orng yang terlibat dalam DBMS secara langsung, yaitu :

  • Database administrator : orang yang bertanggung jawab terhadap administrasi pengguna sumberdaya database. Tugasnya mengatur otorisasi data, memonitor penggunaan data, dan melayani permintaan software dan hardware
  • Database desainer : orang yang bertanggung jawab dalam perancangan basis data. Tugasnya mengidentifikasi data, dan memilih struktur dalam menyimpan data.
  • End user : orang yang pekerjaan ya memerlukan akses terhadap basis data untuk keperluan query, update, generate report. End user dibagi menjadi empat keompok sebagi berikut :
  • Casual end users, tugasnya mengakses basis data dan menggunakan bahasa query yang rumit
  • Naïve/parametric end users, tugasnya secara berkala melakukan query dan update basis data
  • Sophisticated end users, tugasnya meliputi meliputi engineers, scientist dan business analysists dengan baik, dan menyeluruh mengenai fasilitas DBMS untuk kebutuhan kompleks
  • Stand-alone users, tugasnya memelihara basis data personal dengan paket program yang dibuat dan menyedidakan menu mudah digunakan.
  • System analyst dan applicaton programmers : terdapat system analyst untuk mendefinisikan kebutuhan end user; application programmers untuk mengimplementasikan spesifikasi menjadi program

Orang yang terlibat dalam DBMS dibelakang layar, yaitu:

  • DBMS Designers and implementers, orang yang merancang dan mengimplementasi modul DBMS dan interface dala satu paket software.
  • Tool Developers, orang yang mengembangkan paket software dengan memeberikan fasilitas dalam rancangan dan pengguna sistem basis data.
  • Operators and maintenance personnel

Model basis data

Model data secara umum terdapat empat macam, sebagai berikut :

  1. Model data hierarkis

Model yang sering dijabarkan dalam bentuk pohon terbalik. Biasa disebut parent dan child berupa simpul yang dinamakan root dan hubungan berupa setiap child hanya satu parent, sedangkan sau parent bisa beberapa child.

  1. Model data jaringan

Model data jaringan menyerupai model hierarkis tetapi tidak terdapat root, sehingga setiap child bisai memiliki lebih dari satu parent.

  1. Model data relasional

Model data relasional menggunakan sekumpulan table berdimensi dua yang bersusun dari beberapa baris dan kolom. Kolom (field) sebagai satuan data terkecil dalam sebuah table, sedangkan baris (record) sekumpulan kolom yang menyatakan keterkaitan suatu data. Keterkaitan antara dua table disebut relasi. Setiap table harus memiliki primary key yang tersusun dari beberapa kolom sebagai identitas untuk baris.

 

Copyright © 2018 — Administrasi Pendidikan | Site design by Trevor Fitzgerald