ANALISIS FILM “THE JONESES”

Kali ini saya akan menganalisi cara pemasaran yang ada didalam film “The Joneses” dalam segi Segmentasi  Geografis, Psikografi, dan Demografi

  • Geografis

Dalam hal ini film ini memasarkan barangnya dengan cara membuat Tim atau Unit yang di di bentuk dalam wujud sebuah keluarga palsu yang terdiri dari seorang ibu dan ayah dan 2 anak remaja 1 laki – laki dan 1 perempuan, dalam film ini setiap anggota tim wajibmenjual barang yang telah di sediakan oleh pemasok selaku bosnya. Mereka menawarkan barang di perumahaan yang memiliki standart pendapatan yang tinggi di karena barang yang mereka jual memiliki kualitas yang bagus dan harga yang tinggi, selain itu mereka juga menawarkan barang mereka di sekolah tempat anak – anak mereka sekolah dan di salon tempat sang ibu melakukan perawatan. Dalam hal ini mereka dapat berhasil karena mereka membaur ke dalam keadaan saat mereka memasarkan barang – barang yang mereka jual, selain itu bebereapa kali mereka membuat sebuah pesta sebagaimana saran untuk memberi tahu produk – produk apa saja yang mereka jual, menurut saya dengan meetode seperti ini sangatlah efektif karena dapat mempersingkat waktu memasarkan di bandingkan mereka biasa lakukan.

  • Psikografi

Dalam hal psikografi film ini memberikan efek yang cukup baik kepada para calon pembeli, hal ini di karenakan pada tim yang telah di buat ini mereka memasarkan dengan cara langsung masuk ke dalam kondisi atau keadaan sang calon pembeli sehingga sang calon pembeli dapat langsung memberikan respon baik kepada barang mereka, selain itu dengan cara yang mereka terapkan konsumen akan memberikan image ke konsumen bahwa barang yang mereka tawarkan merupakan barang – barang yang termasuk dalam kategori yang mereka butuhkan baik di masa sekarang ataupun masa depan.

  • Demografi

Dalam hal demografi tim ini menyebarkan barang – barang mereka ke daerah yang dimana masyarakat sekitarnya memiliki standart hidup yang tinggi dan memiliki tingkat konsumsi yang tinggi salah satu penyebabnya adalah faktor gengsi sehingga apabila ada barang baru yang muncul dan itu memiliki desain yang menarik mereka kemungkinan besar akan membelinya walaupun barang yang mereka beli tidak memiliki fungsi yang maksimal bagi sang pembeli, bagi mereka yang penting adalah mendapatkan barang yang dapat mengangkat nilai mereka di mata orang lain.

 

Berikut adalah review Film The Joneses yang saya ambil dari http://movienthusiast.com/2010/08/review-the-joneses-2009/.

A perfect family, mungkin itulah yang akan terlintas dibenak setiap orang yang melihat betapa sempurnanya keluarga yang terdiri dari pasangan suami istri, Steve (David Duchovny) dan Kate Jones (Demi Moore) dan dua anak remaja mereka yang cantik dan tampan, Jenn (Amber Heard) dan Mick (Ben Hollingsworth). Sebagai pendatang baru, Keluarga Jones sudah menjadi pusat perhatian di kota kecil itu. Hidup mereka terlihat begitu bahagia dan harmonis. Gaya hidup modern dengan bertaburan barang-barang canggih dan mewah, mulai dari pakaian sampai dengan peralatan golf ternyata begitu berpengaruh banyak pada kehidupan masyarakat di kota kecil tersebut.

Sayangnya mereka tidak tahu siapa sebenarnya The Joneses dan mereka tidaklah sesempurna yang dibayangkan sebelumnya. Melihat sinopsis diatas mungkin The Joneses akan terlihat sebagai sebuah film thriller misteri bertema sebuah keluarga misterius yang siap membunuh tamu-tamunya dengan sadis, jika itu yang mungkin terlintas dalam benak anda, segera buang jauh-jauh pikiran tersebut karena film yang disutradarai dan ditulis sendiri oleh Derrick Borte ini jauh dari kesan mengerikan, bahkan sebaliknya, film ini diluar dugaan adalah film yang menyenangkan untuk ditonton. Sedikit catatan penting, sebelum menonton lebih baik hidari mencari keterangan atau melihat trailler tentang film ini, karena percayalah semakin sedikit anda tahu tentang film ini semakin menarik jadinya.

Premis yang diangkat dalam The Joneses termasuk sangat fresh dan orisinil. Saya tidak bisa terlalu detil menjelaskan tema yang diangkat dalam The Joneses karena pastinya akan menjadi spoiler yang menganggu kenikmatan anda menonton. Yang pasti film ini adalah sebuah drama komedi satir dengan sedikit unsur romance di dalamnya. Secara keseluruhan Borte bisa dibilang berhasil meyajikan sebuah tontonan drama ringan yang cukup berbobot, walaupun harus disayangkan sedikit kedodoran pada pengembangan karakternya dan terkesan terlalu terburu-buru dalam penyajiannya, sehingga hasilnya menjadi klise dan predictable, khususnya pada saat memasuki bagian klimaks hingga akhir. Sayang memang padahal The Joneses seharusnya bisa tampil lebih maksimal lagi jika Borte mau sedikit lebih sabar dalam menuturkan cerita.

25 menit pertama jelas adalah bagaian paling menarik dari film berdurasi 96 menit ini. Penonton akan diajak menebak siapa sebenarnya keluarga Jones ini, mengapa mereka tampak begitu harmonis namun terlihat ‘aneh’ secara bersamaan, serta mengapa banyak sekali produk-produk ber-merk terkenal di pamerkan disini, bukan hanya sebagai sponsor / iklan belaka seperti yang sering terjadi pada film-film kebanyakan, namun produk-produk tersebut memang menjadi bagian penting dari cerita. Mungkin hanya The Joneses yang mampu menggabungkan unsur marketing sebuah produk dengan jalan cerita tanpa terlalu terkesan ber-iklan ria.

Kombinasi senior-junior dari para pemainnya, seperti Duchovny-Moore dan Heard-Hollingsworth bekerja cukup baik walaupun tidak istimewa, namun sekali lagi kurangnya character development, khususnya pada Heard-Hollingsworth karena porsi Duchovny-Moore jauh lebih ditonjolkan membuat film ini kurang mengigit dan terkesan dangkal.

Overall, The Joneses berhasil ‘menjual’ sebuah tema yang menarik, orisinil dan menghibur. Sayang penggarapan yang terlalu terburu-buru serta klimaks dan ending yang terlalu biasa sedikit banyak mengurangi nilai film ini secara keseluruhan.