Manajemen BAB 11 halaman 320-321

  1. Suatu organisasi perkumpulan penulis Karya Ilmiah beberapa waktu yang lalu melakukan perekrutan anggota baru. Setelah beberapa orang terpilih untuk menjadi anggota baru organisasi tersebut, tahap pertama (pembentukan) mulai dirasakan oleh semua anggota baru. Mereka mulai mencoba membentuk kelompok-kelompok kecil untuk menyelesaikan tugas yang telah diberikan oleh para senior. Lalu, tahap pancaroba dirasakan ketika mereka merasa kebingungan tentang bagaimana menentukan siapa yang kan memimpin perkumpulan tersebut. Hingga pada akhirnya, segala thap yang dilalui dengan baik karena menggunakan system kerjasama yang baik.
  2. Menurut saya kebergantungan pada tim dalam berbagai organisasi sangatlah berpengaruh,sehingga para ahli teori Ilmu Manajemen akan kebingungan karena terkadang teori  tidak sama dengan kenyataan,begitu juga dengan ahli teori Ilmu Perilaku.
  3. Meskipun budaya AS begitu menghargai individualism dan usaha individu, mereka kompeten dan memiliki kemampuan teknis dan interpersonal yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan yang diinginkan . Pada intinya, tidak sama dengan  orang yang kompeten secara teknis memiliki kemampuan interpersonal yang baik untuk bisa bekerjasama sebagai anggota tim.
  4. Konflik di buat agar mendukung  tujuan kelompok kerja dan meningkatkan kinerjanya, namun konflik yang dibuat haruslah konflik yang fungsional. Konflik dapat dipicu dengan cara memberikan sebuah masalah yang harus dipecahkan dengan cara diskusi sehingga konflik tersebut bersifat positif , optimal, dan tingkat kinerja kelompok tinggi.
  5. Pragmantis yaitu bersifat mengutamakan kepraktisan dan kegunaan sehingga dapat dikatakan setiap orang haruslah menjadi seorang anggota tim karena tim merupakan suatu kesatuan yang setiap anggotanya dapat bekerjasama. Jadi dalam organisasi akan terjadi keselarasan karena dalam pengoperasian kegiatan seorang anggota akan membantu anggota lainnya.
  6. Saya setuju dengan pernyataan tersebut. Jika dalam sebuah tim terdapat pemimpin yang hebat, sudah pasti pemimpin tersebut dapat memahami pola hubungan informal antara individu dalam suatu kelompok karena hubungan social informal yang seperti ini bisa membantu efektivitas kelompok dan kesuksesan tim tersebut. Pemimpin yang hebat juga pastinya mengerti tahapan-tahapan perkembangan dalam kelompok tersebut, sehingga pemimpin tersebut dapat mengarahkan anggotanya ke perubahan yang baik dan benar. Pemimpin yang hebat dapat pula mengaplikasikan peran, norma kesesuaian sistrm status , ukuran kelompok, dan kesatuan kelompok yang dapat membantu mengsukseskan tim tersebut. Dan tentunya pemimpin yang hebat dapat memotivasi timnya untuk mengikutinya dalam situasi tersulit tersulit sekalipun dengan mengklasifikasi tujuan, menunjukkan bahwa perubahan bisa dimungkinkan dengan mengatasi kinerja, menambah rasa percaya diri anggota tim, dan membantu para anggota untuk menyadari potensi maksimal mereka. Pemimpin yang hebat biasanya berperan sebagi pelatih dan fasilitator dalam timnya.