Budaya dan Lingkungan Organisasi

Budaya dan Lingkungan Organisasi

Nama Anggota Kelompok:

  1. Much. Asyari M N
  2. Mita Nindiasari Putri
  3. Gita Febrila Cahyaningtiyas Putri
  4. Rizky Dharana Meidina
  5. Firda Maisarasita A.
  6. Veny Claudia D.
  7. Dickxie Audiyanto
  8. Faisal Yoga Restukumala
  9. Yusuf Denhas
  10. Agung

1. Jelaskan tentang budaya yang kuat dan yang lemah !

 

Budaya kuat :

  • Budaya yang menanamkan nilai-nilai utama secara kokoh dan diterima secara luas di kalangan para karyawan serta setiap orang yang bekerja di dalam suatu perusahaan atau organisasi dan memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap perilakunya.

 

Budaya lemah :

  • Budaya yang tidak menanamkan nilai-nilai utama secara kokoh dan tidak bisa diterima secara luas di kalangan para karyawan serta setiap orang yang bekerja di dalam suatu perusahaan atau organisas sehingga tidak memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap perilakunya.

 

 

 

 

 

 

 

Perbedaan :

 

Budaya Kuat Budaya Lemah
Nilai-nilai bisa diterima   secara luas Nilai-nilai hanya dianut   oleh segolongan orang saja di dalam organisasi – biasanya kalangan manajemen   puncak
Budaya memberikan pesan   yang konsisten kepada para karyawan mengenai apa yang ddipandang berharga dan   penting Budaya memberikan pesan   yang salng bertolak blakang mengenai apa yang di pandang brharga dan penting
Para karywan sangat mengidentikkan   jati diri mereka dengan budaya organisasi Para karyawan tidak begitu   peduli dengan identitas budaya organisasi merreka
Terdapat kaitan yang erat   di antara penerimaan nilai-nilai dan perilaku para anggota organisasi Tidak ada kaitan yang kuat   di antara perilaku para anggota organisasi

 

2. Bagaimana cara agar budaya organisasi tidak lemah ?

 

  • Menciptakan sebuah budaya organisasi yang kuat dengan caara menerapkan nilai-nilai budaya kepada karyawan
  • Meningkatkan nilai-nilai pokok organisasi dan komitmen yang besar kepada karyawan
  • Mempertahankan sebuah budaya organisasi yang kuat jika telah mencipatakan sebuah budaya yang kuat. Agar budaya tersebut tetap konsisten
  • Membuat para karyawan peduli dengan identitas budaya organisasi mereka
  • Membangun hubungan dengan kinerja organisasi yang baik

 

3. Berikan contoh budaya organisasi yang beretika, inovatif, berorientasi pelanggan, menghargai perbedaan

 

Budaya beretika

 

Pendiri dan CEO firma jasa keuangan SEI Invesment Company, Alferd P. West, ia menghabiskan banyak waktu untuk menegaskan visi organisasinya kepada para karyawan kemudian menciptakan buday aorganisasi yang terbukan dengan integritas rasa kepemilikan yang kuat dan tanggung jawab. Ia mengkomunikassikan visi dan strategi mereka bahkan dengan agak berlebihan pada karyawan dan senantiassa menanamkan budaya organisasi dalam diri mereka.

 

Inovatif

 

Perusahaan Apple Computer yang sangat mendukung keberanian mengambil resiko telah menjadikan perusahaan itu mampu menciptakan produk-produk inovatif seperti iPod daniPhone yang mengguncang industri, serta membawa perusahaan dalam daftar 50 perusahaan paling inovatif

 

Orientasi Pelanggan

 

Harrah’s entertainment, perusahaan permainan (gaming) terbesar di dunia, sangat fanatic akan kesempurnaan dalam melayani pelanggan. Sejumlah penelitian internal yang dilakukan oleh perusahaan itu mengungkapkan bahwa pelanggan yang meraasa puas dengan pelayanan yang mereka telah  terima di salah satu kasinonya, cenderung akan menghabiskan uang 10% lebih banyak untuk bermain dan mereka yang merasa sangat puas cenderuang akan menghabiskan uang 24% lebih banyak

 

 

Mendukung Perbedaan

 

Organisasi-organisasi masa kini dicirikan oleh perbedaan tenaga kerja, yaitu mempekerjakan orang-orang dengan dengan latar belakang yang heterogen. Contohnya, dalam suatu perusahaan mempekerjakan orang-orang dari malang, jakrta,Kediri, surabay,dll

 

 

 

 

4. Jelaskan tentang lingkungan spesifik dan lingkungan umum organisasi!

Lingkungan spesifik dan umum meliputi:

-Adanya interaksi

-Social support àadanya kesempatan, saran, dan bantuan dari orang lain di perusahaan tersebut

-Adanya ketergantungan antara pekerjaan dan worker (spesifik)

-Diperlukan interaksi antara pekerja dengan orang lain duliar organisasi teesebut (umum)

Lingkunan spesifik meliputi:

  1. Pelanggan, karena sebuah organisasi ada untuk melayani pelanggan
  2. Pemasok, karena mereka merupakan input penting bagi perusahaan
  3. Pesaing, agar para manajer selalu berpikir kreatif
  4. Preasure group, merupakan unsure lain yang mempengaruhi tindakan organisasi

Lingkungan umum meliputi:

1.  Kondisi ekonomi : Suku bangsa, inflasi, perubahan penghasilan, gejolak pasar modal dan    siklus bisnis yang merupakan factor ekonomi yang mempengaruhi praktik pengolahan

2. Kondisi politik / hukum :  Hukum daerah dan internasional dan hukum negara mempengaruhi apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh organisasi

3.  Kondisi Sosial budaya  :  Perusahaan / organisasi menyesuaikan praktek bisnis mereka dengan harapan dan selera masyarakat

4.    Kondisi Demografis  :  karakteristik kependudukan yang ada di masyarakat, jika karakteristik ini berubah dapat membatasi ruang gerak kegiatan seorang manajer.

5. kondisi Teknologi : dalam sebuah organisasi teknologi merupakan komponen yang paling banyak dan cepat mengalami perubahan

6.         Kondisi Global :hal ini merupakan tantangan untuk seorang manajer karena mereka akan bersaing secara global/internasional.

 

 

 

 

 

 

 

5. Bagaiman cara menghadapi ketidak pastian lingkungan

 

Ketidak pastian lingkungan dan perbedaan antara lingkungan satu dengan yang lainnya.

Ketidakpastian lingkuangan mempunyai 2 komponen

  1. 1.      Laju perubahan
  • Bila komponen sebuah organisasi seringkali berubah maka disebut dinamis
  • Bila hampir tidak pernah ada perubahan dalam sebuah lingkungan maka disebut stabil
  1. 2.      Kompleksitas lingkungan
  • Tingkat kompleksitas lingkungan merujuk pada banyaknya komponen dalam lingkungan sebuah organisasi dan sehingga sejauh mana organisasi memahami komponen0komponen tersebut

 

Cara menghadapi ketidakpastian lingkungan:

  • Dibutuhkan pengetahuan yang mendalam mengenai komponen-komponen
  • Memperbanyak dan menganalisis perkembangan di luar perusahaan
  • Menumbuhkan budaya beretika, inovatif, berorientasi pelanggan, dan menghargai perbedaan
  • Penggunaan teknologi industri
  • Selalu siap akan perubahan zaman