• C-Organik

    Date: 2011.05.01 | Category: Tanah | Tags:

    2.1 Pengertian C-Organik

    ©  C-Organik (Bahan Organik) merupakan presentase kesuburan dalam tanah yang terdiri dari berbagai ikatan C (karbon).

    ©  C-Organik (Bahan organik) merupakan bagian dari tanah yang merupakan suatu sistem kompleks dan dinamis, yang bersumber dari sisa tanaman dan atau binatang yang terdapat di dalam tanah yang terus menerus mengalami perubahan bentuk, karena dipengaruhi oleh faktor biologi, fisika, dan kimia.

    ©  C-Organik (Bahan Organik) merupakan bahan organik yang terkandung di dalam maupun pada permukaan tanah yang berasal dari senyawa karbon di alam.

    ©  C-Organik (Bahan organik) merupakan semua jenis senyawa organik yang terdapat di dalam tanah, termasuk serasah, fraksi bahan organik ringan, biomassa mikroorganisme, bahan organik terlarut di dalam air, dan bahan organik yang stabil atau humus.

     

    Pengertian Pengapuran

    1. Proses redeposition karbonat kalsium sekunder dari bagian lain dari profil tanah, yang jika cukup terkonsentrasi mungkin berkembang menjadi kunkar, kalsifikasi, atau cakrawala yg mengandung kapur (semua yang sama dan biasanya terdiri dari lebih dari 15 persen per berat kalsium karbonat di lebih dari 15 cm Ketebalan tanah). Kalsifikasi terbatas melibatkan gerakan ke atas dan lateral garam kalsium dalam larutan, dan gerakan ke bawah pada periode basah kurang. Ketika sesekali leaching lebih dalam, beberapa tapi tidak semua itu mungkin redissolve.
    2. Pengapuran yaitu pemberian kapur pada tanah.Klasifikasi terjadi di daerah di mana vegetasi rumput dominan. Rumput kembali bahan dasar, seperti kalsium dan magnesium ke lapisan tanah atas, dengan demikian mempertahankan non-asam, lingkungan yang kaya nutrisi.
    3. Pengapuran yaitu penetapan kebutuhan kapur pada suatu tanah.

     

    Manfaat Bahan Organik Tanah

    ©        Sebagai sumber hara bagi tanaman.

    ©        Memperbaiki karakteristik lingkungan.

    ©        Produktivitas tanah tinggi secara berkelanjutan

    ©        Memperbaiki struktur tanah, sekaligus memperbaiki konsistensi dan kemantapan agregat tanah.

    ©        Meningkatkan kualitas tanah.

    ©        Sumber energi dan sumber C bagi jasad mikro (jasad prokaryot).

    ©        Dapat mengurangi keracunan unsur hara mikro (misalnya Al pada tanah masam).

    ©        Meningkatkan kemampuan tanah menahan air tersedia bagi tanaman.

    ©        Memperbaiki tata kehidupan jasad tanah, khususnya bakteri sehingga seluruh proses mikrobiologis dalam tanah berjalan lebih sempurna.

     

    Manfaat Pengapuran

    ¨      Menaikkan pH tanah.

    ¨      Penetralan keasaman tanah.

    ¨      Penambah unsur-unsur Ca dan Mg.

    ¨      Memperbaiki kehidupan mikroorganisme dan memperbaiki pembentukan bintil-bintil akar.

    ¨      Menambah ketersediaan unsur-unsur P dan Mo.

    ¨      Mengurangi keracunan Fe, Mn, dan Al.