Mengapa Wanita Mudah Menangis?

posted by Yakhsyaa Amrullaah J
Oct 30

Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya pada ibunya. “Ibu, mengapa

Ibu menangis?”. Ibunya menjawab, “Sebab aku wanita”.

“Aku tak mengerti” kata si anak lagi. Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat

. “Nak, kamu memang tak akan pernah mengerti….”. Kemudian anak itu bertanya pada

ayahnya. “Ayah, mengapa Ibu menangis?, Ibu menangis tanpa sebab yang jelas”.

Sang ayah menjawab, “Semua wanita memang sering menangis tanpa alasan”.

Hanya itu jawaban yang bisa diberikan ayahnya.

Sampai kemudian si anak itu tumbuh menjadi remaja, ia tetap bertanya-tanya,

mengapa wanita menangis. Hingga pada suatu malam, ia bermimpi dan

bertanya kepada Tuhan, “Ya Allah, mengapa wanita mudah sekali menangis?”

Dalam mimpinya ia merasa seolah Tuhan menjawab, “Saat Kuciptakan wanita,

Aku membuatnya menjadi sangat utama. Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan

seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga bahu itu harus cukup nyaman dan

lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur. Kuberikan wanita kekuatan

untuk dapat melahirkan dan mengeluarkan bayi dari rahimnya, walau kerap

berulangkali ia menerima cerca dari anaknya itu.

Kuberikan keperkasaan yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah

saat semua orang sudah putus asa. Kepada wanita, Kuberikan kesabaran untuk

merawat keluarganya walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah.

Kuberikan wanita, perasaan peka dan kasih sayang untuk mencintai semua anaknya

dalam kondisi dan situasi apapun. Walau acapkali anak-anaknya itu melukai perasaan

dan hatinya. Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada bayi-bayi

yang mengantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan

saat didekap dengan lembut olehnya.

Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya melalui masa-masa sulit

dan menjadi pelindung baginya. Sebab bukannya tulang rusuk yang melindungi setiap

hati dan jantung agar tak terkoyak. Kuberikan kepadanya kebijaksanaan dan kemampuan

untuk memberikan pengertian dan menyadarkan bahwa suami yang baik adalah

yang tak pernah melukai istrinya.

Walau seringkali pula kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan

kepada suami agar tetap berdiri sejajar, saling melengkapi dan saling menyayangi.

Dan akhirnya Kuberikan ia air mata agar dapat mencurahkan perasaannya. Inilah yang

khusus Kuberikan kepada wanita, agar dapat digunakan kapanpun ia inginkan.

Hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya air mata ini adalah

air mata kehidupan”.

Categories: Mengapa Wanita Mudah Menangis?