I.    SAMPEL
1.     Acak (Random sampling)
Artinya, setiap anggota dari populasi memiliki kesempatan dan peluang yang sama untuk dipilih sebagai sampel. Tidak ada intervensi tertentu dari peneliti.Masing-masing jenis dari pengambilan acak (probability sampling) ini memiliki kelebihan dan kelemahan tersendiri.

  •     Pengambilan acak sederhana (Simpel random sampling)

Merupakan sistem pengambilan sampel secara acak dengan menggunakan undian atau tabel angka random. Tabel angka random merupakan tabel yang dibuat dalam komputer berisi angka-angka yang terdiri dari kolom dan baris, dan cara pemilihannya dilalukan secara bebas. Pengambilan acak secara sederhana ini dapat menggunakan prinsip pengambilan sampel dengan pengembalian ataupun pengambilan sampel tanpa pengembalian. Kelebihan dari pemngembilan acak sederhana ini adalah mengatasi bias yang muncul dalam pemilihan anggota sampel, dan kemampuan menghitung standard error. Sedangkan,kekurangannya adalah tidak adanya jaminan bahwa setiap sampel yang diambil secara acak akan merepresentasikan populasi secara tepat.

  •    Pengambilan acak secara sistematis (Systematic random sampling)

Merupakan sistem pengambilan sampel yang dilakukan dengan menggunakan selang interval tertentu secara berurutan. Misalnya, jika ingin mengambil 1000 sampel dari 5000 populasi secara acak, maka kemungkinan terpilihnya 1/5. Diambil satu angka dari interval pertama antara angka 1-5, dan dilanjutkan dengan pemilihan angka berikutnya dari interval selanjutnya. Kelebihan dari pengambilan acak secara sistematis ini adalah lebih praktis dan hemat dibanding dengan pengambilan acak sedderhana. Sedangkan, kekurangannya adalah tidak bisa digunakan pada penelitian yang heterogen karena tidak mampunya menangkap keragaman populasi heterogen.

  •     Pengambilan acak berdasar lapisan (Stratified random sampling)

Merupakan sistem pengambilan sampel yang dibagi menurut lapisan-lapisan tertentu dan masing-masing lapisan memiliki jumlah sampel yang sama. Kelebihan dari pengambilan acak berdasar lapisan ini adalah lebih tepat dalam menduga populasi karena variasi pada populasi dapat terwakili oleh sampel. Sedangkan, kekurangannya adalah harus memiliki informasi dan data yang cukup tentang variasi populasi penelitian. Selain itu, kadang-kadang ada perbedaan jumlah yang besar antar masing-masing strata.

  •    Pengambilan acak berdasar area (Cluster sampling)

Merupakan sistem pengambilan sampel yang dibagi berdasarkan areanya. Setiap area memiliki jatah terambil yang sama. Kelebihan dari pengambilan acak berdasar area ini adalah lebih tepat menduga populasi karena variasi dalam populasi dapat terwakili dalam sampel. Sedangkan, kekurangannya adalah memerlukan waktu yang lama karena harus membaginya dalam area-area tertentu.

2.    Sampel Sistematis

Sampel sistematis adalah sampel yang pemilihannya dilakukan secara sistematis dari populasinya.
• Proses pengawasan kualitas
Pemilihan sampel dilakukan dengan cara pemilihan dan menguji semua produk yang dihasilkan tiap-tiap interval satu jam.
• Proses pemilihan sampel mahasiswa yang akan diukur berat badannya.
Pemilihan sampel dilakukan dengan cara memilih mahasiswa yang nomor mahasiswanya berakhiran 5.

3.    Sampel Luas
Sampel luas atau sampel kelompok biasanya diambil dari sekelompok areal tertentu jadi prosedur pengambilannya berdasarkan lokasi geografis suatu contoh pengambilan data pada pengukuran curah hujan, sensus pertanian yang diambil secara random terhadap propinsi yang masing-masing poplasi dipilih sampel-sampel kabupaten dan seterusnya sampai tingkat desa.

4.    Sampel Bertingkat
Pengambilan sampel bertingkat dapat dilakukan apabila populasi dapat terbagi dalam tingkatan-tingkatan sehingga pengambilan sampel disesuaikan dengan jumlah tiap tingkatannya (Stratum).
Contohnya bila kita mengajukan pendapatan umum makasampel dibagi atas beberapa tingkatan umum, atau kita ingin menyelidiki pengeluaran rata-rata dari penduduk kita dapat menggolongkan pada tingkat penghasilan dan sebagainya.

5.    Sampel Kuota
Pengambilan sampel ini mendasarkan pada jumlah subyek yang sudah ditentukan, yang memenuhi persyaratan ciri-ciri populasi, tanpa menghiraukan dari mana asal subyek tersebut.

II.    TABEL STATISTIK
Ada beberapa macam tabel yang kita kenal dalam statistika ini, yang fungsinya bukan hanya mempermudah pada pengolahan data saja tetapi tabel dapat berfungsi sebagai alat bantu komunikasi dan sumber informasi bagi pembacanya. Tabel-tabel tersebut secara umum dapat dibagi dalam :
1.    Tabel referensi
2.    Tabel iktisar
3.    Tabel umum.
4.    Tabel distribusi

  •     Tabel Referensi

Tabel referensi sebenarnya memiliki karakteristik khusus yaitu tabel ini bersifat gudang seluruh data. Hal ini wajar karena tabel referensi memuat semua data-data yang terperinci dan disusun untuk kepentingan referensi. Tabel-tabel yang terdapat dalam sensus umumnya merupakan tabel referensi. Fungsi tabel seperti itu bersifat umum sekali karena data-datanya dapat digunakan sebagai input dari berbagai analisis statistik. Gambar dibawah ini merupakan contoh dari Tabel Referensi.

 

  •     Tabel Iktisar

Merupakan bentuk penyajian beberapa data hasil pengumpulan atau pengukuran sebelumnya dari kelompok jenis data tertentu sehingga seseorang dapat secara langsung dapat membandingkan antara data yang satu dengan data lainnya misalnya jenis-jenis penghantar listrik, kebudayaan jaman batu pada masa megalitikum, jumlah penduduk di masing-masin propinsi dan lain sebagainya. Gambar dibawah ini merupakan contoh dari Tabel Iktisar.

 

  •     Tabel Umum

Adalah bentuk penyajian data yang dikumpulkan dari bermacam-macam jenis data yang dituliskan dalam suatu monogram. Biasanya informasi ini dikumpulkan berdasarkan sensus sehingga setiap saat data itu akan berubah sesuai perkembangan. Gambar dibawah ini merupakan contoh dari Tabel Umum.

 

  •  Tabel Distribusi

Adalah bentuk penataan data yang dibuat oleh pengolah data berdasarkan hasil-hasil data yang dikumpulkan oleh penelitian tersebut yang bertujuan untuk memperoleh gambaran karakteristik (sifat-sifat) dari data yang akan diolah. Gambar dibawah ini merupakan contoh dari Tabel Distribusi .

 

III.    GRAFIK STATISTIK
Adalah merupakan penyajian data dalam bentuk gambar. Penyajian dalam bentuk ini walaupun kurang teliti dibandingkan dengan bentuk tabel tetapi lebih menarik dan lebih praktis bagi pembacanya. Grafik secara umum dibagi menjadi dua bentuk yaitu:
1.    Bagan (diagram)
2.    Grafik → Bentuk penyajian dalam bentuk garis

1.    Bagan (diagram) ada lima jenis yaitu:
a). Bagan (pictograf)
b). Bagan arus
c). Organigram
d). Bagan Proses
e). Peta Statistik
a). Bagan (pictograf)

Adalah bentuk penyajian data dalam bentuk simbul yang dapat mewakili jumlah atau sifat suatu benda. Contohnya dapat dilihat di bawah ini.

 

b). Bagan arus

Bagan ini biasanya dipakai untuk menjelaskan jalannya sebuah proses atau aliran suatu peristiwa yang biasanya disimbulkan dengan anak panah. Contohnya dapat dilihat di bawah ini.

 

c). Organigram

Bagian ini menggambarkan organisasi suatu badan atau usaha yang menginformasikan satu bagian dengan bagian yang lain beserta tingkat kewenangannya. Contohnya dapat dilihat di bawah ini.

 

d). Bagan Proses

Diagram ini menggambarkan tentang proses atau urutan proses atau urutan proses suatu peristiwa, yang apabila diuraikan dengan verbal akan panjang dan kadang sulit untuk dimengerti. Contohnya dapat dilihat di bawah ini.

 

e). Peta Statistik

Pada prinsipnya peta statistik ini sama dengan pictograf hanya saja simbol yang dibuat dipasang di suatu peta sehingga pembaca memperoleh gambaran bahwa disuatutempat tertentu mempunyai ciri-ciri tertentu. Contoh ini dapat dilihat pada peta-peta ilmu bumi indonesia, digambarkan makanan pokok daerah tertentu seperti :
-Madura diberi gambar jagung
-Jawa diberi gambar padi
-Ambon diberi gambar sagu, dll.

 

2.    Grafik
Pada dasarnya grafik adalah cara penyampaian informasi bagi pembacanya. Grafik-grafik yang lazim digunakan adalah :

  • Grafik Garis

Grafik ini dibuat berdasarkan jumlah-jumlah peristiwa tertentu yang dihubungkan dengan garis sehingga terbentuk suatu profil sesuai dengan data yang diperolehnya. Contohnya dapat dilihat di bawah ini.

 

  •     Grafik Batang

Grafik digunakan apabila yang diinformasikan berbeda jenis sehingga tidak bisa digambarkan dalam satu blok. Contohnya dapat dilihat di bawah ini.

 

  •   Grafik  Lingkaran

Penyajian data dalam bentuk grafik lingkaran ini menunjukkan hubungan bagian informasi yang satu dan informasi lainnya terhadap total seluruh informasi. Biasanya bagian-bagian informasi digambarkan dalam bentuk presentase dimana lingkaran dianggap menggambarkan seluruh total kejadian = 100%. Contohnya dapat dilihat di bawah ini.

 

  •     Grafik  Poligon dan Histogram

Kedua grafik ini merupakan  grafik garis dan grafik batas yang banyak berhubungan dengan penataan dan pengolahan data sehingga akan dijelaskan lebih terinci pada bab pengolahan data.  Contohnya dapat dilihat di bawah ini.

 

Sumber  :
METODE STATISTIKA
Ir. M. HIFNI
POLITEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA, 1988
Wikipedia Ensiklopedia Bebas