0

MEMBABANGUN DESA DILIHAT DARI TRANSMIGRASI DAN URBANISASI

Pembangunan pedesaan adalah pembangunan berbasis pedesaan dengan mengedepankan kearifan lokal kawasan pedesaan yang mencakup struktur demografi masyarakat, karakteristik sosial budaya, karakterisktik fisik/geografis, pola kegiatan usaha pertanian, pola keterkaitan ekonomi desa-kota, sektor kelembagaan desa, dan karakteristik kawasan pemukiman. Transmigrasi, yaitu perpindahan penduduk dari pulau yang padat penduduk ke pulau yang jarang penduduknya di dalam wilayah republik Indonesia. Sedangkan, Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dan desa ke kota atau dan kota kecil ke kota besar.

Program transmigrasi dapat membangun desa karena transmigrasi bertujuan untuk memeratakan jumlah penduduk dengan cara memindahkan penduduk di wilayah yang padat ke wilayah yang masih jarang penduduknya, namun hal ini diperlukan kontribusi penuh dari pemerintah. Pemerintah harus memberikan fasilitas-fasilitas yang mendukung untuk mengembangkan wilayh tesebut menjadi desa mandiri dan terpadu agar masyarakat tertarik untuk berpeindah ke wilayah tersebut dan persebran penduduk menjadi merata. Setelah banyak masyarakat yang berpindah ke wilayah tersebut diharapkan masyarakat tersebut dapat mengembangkan wilayah tersebut menjadi lebih mandiri sehingga pembangunan desa dapat terlaksana. Sedanngkan untuk urbanisasi, mempunyai dampak positif dan negatif untuk pembanguan desa, dampak positifnya antara lain: Meningkatnya kesejahteraan penduduk melalui kiriman uang dan hasil pekerjaan di kota, mendorong pembangunan desa karena penduduk telah mengetahui kemajuan dikota, bagi desa yang padat penduduknya, urbanisasi dapat mengurangi jumlah penduduk, mengurangi jumlah pengangguran di pedesaan. Namun dalam kenyataanya urbanisasi malah menimbulkan efek negatif karena dengan urbanisasi menyebabnya kota menjadi penuh dengan penduduk pendatang dari desa yang menyebabkan pemukiman kumuh dan lain sebagainya, dan kebanyakan orang yang berpindah ke kota, mereka akan menetap di kota dan tidak mau kembali ke desa karena mereka sudah mengetahui situasi yang membuat mereka lebih nyaman untuk tinggal dikota bukan di desa. Oleh karena itu desa makin menjadi desa yang tertinggal karena orang-orang yang semestinya bisa untuk membangun desa leih memilih untuk tinggal di kota. Jadi sebaiknya pemerintah memberikan peraturan supaya orang-ornag yang sudah sukses di kota agar kembali ke desa untuk membangun desanya dan pemerintah juga harus mendukung pembangunan desa dengan cara membangun program-program infrastuktur ekonomi, kesehatan,dan pendidikan bagi masyarakat pedesaan sehingga orang-orang di desa lebih memilih untuk tinggal dan bekerja di desa daripada berpindah ke kota.
Jadi kesimpulannya, program transmigrasi dan urbanisasi dapat membangun desa apabila program-program tersebut diatur dan dijalankan dengan baik dengan dukungan maksimal dari pemerintah.

0

BONUS DEMOGRAFI, MASALAH ATAU MANFAAT???

Indonesia saat ini merupakan negara dengan jumlah penduduk terbanyak keempat di dunia. Jumlah penduduk di Indonesia berjumlah 237.641.236 juta jiwa menurut Sensus Penduduk tahun 2010. Pada tahun 2015 melalui SUPAS 2015, jumlah penduduk Indonesia sudah berjumlah 255.182.144 juta jiwa. Sebanyak 171.030.112 atau sekitar 67% merupakan penduduk yang termasuk usia kerja dengan rentang usia antara 15-64 tahun. Berdasarkan data tersebut, Indonesia mempunyai potensi yang tidak dimiliki oleh bangsa lain yaitu bonus demografi.

Bonus Demografi berasal dari dua kata penting yaitu “Bonus” dan “Demografi”. Kata “Bonus” dalam Kamus Bahasa Indonesia Lengkap, berarti upah di luar gaji resmi (sebagai tambahan). Dalam bahasa umum berarti keuntungan tambahan. Sedangkan, kata “Demografi” berarti ilmu yang berkenaan dengan susunan, jumlah dan perkembangan penduduk. Jadi, Bonus Demografi dapat diartikan secara sederhana sebagai tambahan yang menguntungkan dalam hal kependudukan.

Bonus demografi menjadi masalah penting yang harus ditangani dengan baik karena apabila bonus demografi ditangani dengan baik maka hal itu akan berimbas pada pertumbuhan ekonomi Negara Indonesia karena denganbanyaknya tenaga kerja usia produktif hal itu akan menarik investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia karena para investor melihat peluang besar dengan banyaknya sumber daya manusia dengan tingkat usia produktif yang sangat banyak. Dan dengan adanya bonus demografi juga diharapkan bahwa sumber daya manusia usia produktif ini dapat mengelola sumber daya alam yang ada di Indonesia ini dengan sebaik mungkin sehingga Indonesia tidak selalu bergantung dengan melakukan impor dari luar negeri kaena diharapkan Indonesia dapat memproduksi bahan yang tidak hanya bahan mentah tetai dapat memproduksi bahan mentah menjadi barang jadi dan kemuadia mengekspornya ke Negara lain. Namun hal itu harus dimulai dengan perbaikan dari segi kesehatan, pendidikan yang layak agar para penduduk usia produktif dapat bersaing dengan baik di pasar kerja dan depat mengelola sumberdaya yang ada dengan sangat baik dan bijaksana dan hal itu juga harus dimulai dari perbaikanan tatanan pemerintahan yang ada. Jadi dengan ditangani dan dipersiapkan dnegan baik maka bonus demografi akan menjadi masa keemasan bagi Negara Indonesia yang memiliki penduduk dengan usia produktif yang sangat banyak.

Namun, bonusdemografi juga dapat menjadi masalah serius yang harus ditangani oleh pemerintah karena dengan banyaknya penduduk usia produktif maka pemerintah harus menyediakan banyak lapangan pekerjaan untuk menampung semua penduduk usia produktif yang ada karena apabila penduduk usia produktif yang ada tidak memperoleh lapangan pekerjaan maka akan terjadi masalah yaitu masalah pengangguran. Masalah pengangguran menyebabkan banyak masalah baru yang timbul seperti pemukiman kumuh dan kejahatan. Pemukiman kumuh di pinggiran kota terbentuk karena banyaknya masyarakat miskin yang tidak memperoleh penghsilan yang dpat mencukupi kebutuhannya sehingga mendirikan pemukiman-pemukiman kumuh di pinggiran kota. Dan kejahatan juga dimulai dari pengangguran karena dengan mengangur masyarakat tidak mempunyai penghasilan untuk mencukupi kehidupannya sehari-hari akibatnya dia melakukan kejahatan dengan mencuri, mecopet, dll agar bisa memperoleh uang untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.

Jadi dapat disimpulkan bahwa bonus demografi bisa menjadi manfaat yang sangat baik bagi Negara Indonesia dan bisa menjadi masalah yang sangat mengerikan apabila tidak ditangani dan dipersiapkan dengan baik.

0

MANAJEMEN DIRI BUKAN MANAJEMEN WAKTU

Dari project yang telah saya dan kelompok saya buat, sekarang saya jadi lebih tau bahwa yang harus dibenahi dalam diri masing-masing orang itu adalah manajemen terhadap diri sendiri bukan manajemen waktu. Manajaemen diri itu sendiri adalah pengendalian diri terhadap perbuatan, perkataan, dan pikiran yang kita lakukan sehingga akan membantu diri mengurangi hal-hal yang tidak baik dan  dapat meningkatkan perbuatan, ucapan, dll yang lebih baik dan benar. Salah satu contoh yang sering terjadi dan kita lihat bahkan kita alami sendiri adalah, ketika kita terlambat datang ke sekolah, kuliah, kerja ataupun hal yang lain bukan waktu kita yang salah karena waktu sudah berjalan sesuai dengan alurnya namun yang bersalah dalam hal ini adalah diri kita yang masih belum bisa mengatur waktu yang ada supaya kita tidak terlambat untuk datang ke sekolah, kampus, tempat kerja ataupun ke tempat yang lain. Oleh karena itu manajemen  diri sangatlah penting untuk diterapkan dalam diri kita, karena orang yang sukses adalah orang yang mampu menguasai dirinya dalam tempat dan situasi apapun.

0

TEORI PEMBANGUNAN NEO-KLASIK DAN TEORI PEMBANGUNAN KONTEMPORER

Teori Pembangunan Neo-Klasik

Teori ini berkembang pada pertengahan tahun 1950-an. Analisis pertumbuhan ekonominya didasarkan pada pandangan-pandangan ahli ekonomi klasik. Teori ini menyanggah Teori Keynesian yang menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi terletak pada tingkat pengeluaran (konsumsi) masyarakat. Menurut teori ini, pertumbuhan terletak pada penawaran (supply) faktor produksi dan tingkat produksi. Semakin tinggi tingkat sumber ekonomi dan teknologi, maka semakin tinggi pertumbuhan ekonomi. Berikut merupakan beberapa penjelasan mengenai paradigma pembangunan neo-klasik. Pendapat neo-klasik mengenai perkembangan ekonomi dapat diikhtisarkan sebagai berikut,

  1. Adanya akumulasi capital merupakan faktor penting dalam perkembangan ekonomi. Menurut neo-klasik, tingkat bunga dan tingkat pendapatan menentukan tingginya tingkat tabungan. Pada suatu tingkat tertentu, tingkat bunga menentukan tingginya tingkat investasi.
  2. Perkembangan merupakan proses yang gradual. Perkembangan merupakan proses yang bertahap dan berlangsung terus-menerus.
  3. Perkembangan merupakan proses yang harmonis dan kumulatif. Proses perkembangan meliputi semua faktor yang terlibat itu tumbuh bersama. Sebagai contoh alat-alat produksi yang tersedia akan memiliki tingkat produktivitas tinggi bila faktor sumber daya manusianya juga mendukung.
  4. Aliran neo-klasik merasa optimis terhadap perkembangan. Aliran sebelumnya (klasik) mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi terhambat karena terbatasnya sumber daya alam, sedangkan aliran neo-klasik yakin bahwa manusia mampu mengatasi keterbatasan tersebut.
  5. Adanya aspek internasioanl dalam perkembangan tersebut. Dengan adanya pasar yang luas, memungkinkan produksi sebesar-besarnya sehingga produktivitas semakin meningkat.

Buku lain, yakni Teori Pembangunan, menyebutkan bahwa penjelasan yang paling masuk akal terhadap popularitas politik teori neo-klasik ini terletak pada asumsi yang intinya :

  1. Membiarkan sistem ekonomi dunia tetap seperti apa adanya.
  2. Tidak menghendaki penyusunan kembali perekonomian domestik secara radikal.
  3. Bisa diakomodasi dengan filsafat politik yang paling konservatif.
  4. Terbukti telah menunjukkan “keberhasilan” dengan apa yang disebut sebagai “bom” ekonomi di Korea Selatan, Brasil,dan Taiwan untuk menyebut yang beberapa tahun terkahir ini memperlihatkan tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi.
  5. Keynesian sendiri telah gagal menyelesaikan depresi yang belum terjadi dan sebagai akibatnya kini sebagaian besar ekonomi barat menderita “kemerosotan ekonomi” (slumpfation).

Kaum kapitalis mengganti berharap mengadakan perombakan untuk mengganti apa yang disebutnya “pengeluaran tidak produktivitas” menjadi investasi industri. Para penganut teori neo-klasik mengatakan bahwa prinsip-prinsip teori mereka bisa diterapkan secara universal,mereka memusatkan hampir semua perhatian praktis mereka pada negara-negara tersebut. Menurut teori neo-klasik, negara merupakan unit analisis utama, penekanan ini secara implisit menyatakan cara pandang neo-klasik terhadap sejarah yang linear dan suatu asumsi bahwa negara per negara bisa maju dengan usaha sendiri serta berkembang dari keadaan belum maju atau terbelakang menjadi progresif.

Prinsip kunci pandangan neo-klasik tentang pembangunan adalah memaksimalkan keuntungan bagi konsumen dan produsen secara individual, keuntungan bersama yang bisa diperoleh dari perdaganagan nasional dan Internasional , serta pencapaian kemajuan ekonomi dan sosial dengan cara mengejar kepentingan pribadi yang senantiasa dicerahkan. Kenyataannya, keuntungan yang diharapkan jarang terpenuhi dan prinsip-prinsip itu sendiri sedikit berhubungan, atau tidak berjalan seiring dengan realitas ekonomi atau realitas sosial. Ini terjadi juga di negara-negara maju, terlebih lagi di negara-negara belum maju. Kesimpulan Ketika beberapa negara baru memperoleh kebebasannya (kemerdekaan), pembangunan di bidang ekonomi perlu dilakukan demi mewujudkan kesejahteraan rakyatnya. Berbagai cara, pendekatan, dan tindakan dilakukan dalam hal kebijakan dan prioritas pembangunan semata-mata dimaksudkan untuk menyejahterakan seluruh masyarakatnya.

Teori pembangunan neo-klasik ini mengimplikasikan bahwa pembangunan suatu negara diutamakan dari segi ekonomi yaitu tingginya tingkat sumber ekonomi akan memicu pertumbuhan ekonomi. Tolak ukur dari pembangunan ekonomi sendiri adalah Pendapatan Nasional Bruto (PNB), pendapatan nasional, kesempatan kerja, kestabilan perekonomian, dan pemerataan distribusi pendapatan, dan neraca pembayaran luar negeri. Harapan demi terwujudnya pembangunan ekonomi adalah bukan hanya peningkatan jumlah produksi (kuantitatif) tetapi juga kualitas dari barang produksi yang dihasilkan. Tuntutan bagi negara-negara berkembang pada umumnya merujuk pada pembangunan di bidang ekonomi. Hal ini mudah dipahami karena fakta menunjukkan bahwa keterbelakangan negara-negara yang sedang berkembang terlihat dalam bidang ekonomi. Masalah yang sering muncul di negara yang sedang berkembang terkait dengan tingginya laju pertumbuhan penduduk, kemiskinan, rendahnya tingkat pendidikan, kurangnya modal, sistem ekonomi tradisional yang terbatas pada kegiatan pertanian (agraris), dan kurangnya mental kewirausahaan dalam diri masyarakat. Diperlukan adanya strategi khusus demi membangun perekonomian dalam suatu negara. Merujuk pada teori pembangunan neo-klasik diatas, pertumbuhan ekonomi sendiri tidak mampu menyelesaikan masalah sosial dan politik di negara yang sedang berkembang. Naiknya pendapatan nasional tidak serta-merta menuntaskan masalah sosial dan politik yang dialami oleh negara berkembang. Teori ini menitikberatkan pada kenaikan Gross National Product (GNP), dimana apabila GNP suatu negara meningkat maka secara otomatis akan menyelesaikan permasalahan kemiskinan yang melanda negara berkembang. Akan tetapi, permasalahan yang dialami oleh negara berkembang tidak hanya soal kemiskinan, melainkan masih ada permasalahan lain yang juga membutuhkan solusi.

Penerapan konsep teori neo-klasik secara kaku akan berdampak pada campur tangan pemerintah dan negara yang semakin kecil dalam kegiatan perekonomian. Pemerintah baru turut campur bila situasi yang terjadi masyarakat sudah sulit dikendalikan. Hal lain yang dapat terjadi adalah kegiatan perekonomian dikalangan masyarakat dapat dimonopoli oleh perusahaan swasta dimana tujuan utama dari perusahaan swasta adalah mencari keuntungan, bukan menyejahterakan masyarakat. Demi menyelesaikan persoalan pembangunan di negara berkembang, diperlukan strategi-strategi khusus. Sebelum menentukan strategi apa yang harus diambil, terlebih dahulu kita harus mampu mengelompokkan negara yang bersangkutan termasuk dalam kelompok negara yang mana, apakah negara terbelakang, negara yang mulai berkembang kearah industri, atau bahkan negara industri baru. Terdapat dua bentuk strategi yang dapat ditempuh oleh negara berkembang, yakni modernisasi pertanian dan industrialisasi. Dalam Buku Administrasi Pembangunan karya Prof. Dr. Sondang P. Siagian, M.P.A, pembangunan dalam bidang ekonomi menempati skala teratas dalam penyelenggaraan pembangunan nasional. Terdapat beberapa alasan fundamental, yakni:

(a). Mengentaskan kemiskinan, berarti bahwa peningkatan mutu hidup masyarakat;

(b). Menghilangkan kesenjangan sosial, pembangunan ekonomi harus berhasil untuk menghilangkan kesenjangan antara si kaya dan si miskin;

(c). Tersedianya dana untuk pembangunan bidan-bidang lain, bila bidang ekonomi berhasil, maka semakin banyak dana yang dapat dimanfaatkan untuk membangun bidang lainnya (politik, kesehatan, dll);

(d). Terpeliharanya ketertiban umum, pembangunan ekonomi harus berhasil agar orang-orang tidak lagi menempuh jalan pintas untuk memperoleh uang.

Di indonesia, pembangunan sering diartikan sebagai usaha untuk memajukan kehidupan masyarakat di bidang ekonomi, khususnya secara materi. Hal ini tidak benar karena berbicara tenteng materi tentu menyangkut persoalan mengenai kemiskinan. Masalah yang dihadapi oleh Negara berkembang tidak semata-mata menyangkut kemiskinan absolut. Untuk mendapatkan solusi terbaik, kita juga harus mencari penyebab dari terjadinya kemiskinan agar kemiskinan di masa mendatang tidak semakin meluas, bukan hanya bagaimana kita bisa meningkatkan pendapatan perkapita. Pembangunan yang baik akan memperhatikan permasalahan di bidang lain (sosial, budaya, pendidikan, politik) selain bidang ekonomi. Pada dasarnya, suatu sistem administrasi akan berinteraksi, berinterelasi, dan berinterdependensi dengan lingkungan disekitarnya. Menurut kami, dari semua teori pembangunan yang ada bila diterapkan salah satu saja maka tidak akan berdampak baik bagi proses pembangunan ke depan. Setiap teori pembangunan memiliki kelebihan dan kekurangan. Hasil baik akan didapat jika kita mampu menyerap hal-hal positif dari teori-teori yang sudah ada, kemudian berusaha memperbaiki kekurangan teori-teori tersebut.

Teori Pembangunan Kontemporer

Dalam model neoklasik, semua perekonomian akan menuju pada pertumbuhan nol. Oleh karena itu, peningkatan GNP per kapita dianggap merupakan fenomena sementara saja, yang bersumber dari perubahan teknologi atau proses penyeimbangan jangka pendek selama perekonomian mendekati keseimbangan jangka panjangnya. Kelemahan dari teori neoklasik adalah dengan menggunakan teori neoklasik, adalah tidak mungkin untuk menganalisis penentu kemajuan teknologi karena kemajuan tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan keputusan yang dibuatoleh berbagai lembaga ekonomi. Selain itu, teori tersebut gagal dalam menjelaskan besarnya perbedaan residu yang terdapat di antara negara yang mempunyai teknologi yang serupa.

Perilaku aliran modal negara-negara berkembang yang aneh, turut memicu konsep pertumbuhan endogen/ teori pertumbuhan baru. Teori ini memberikan kerangka teoritis untuk menganalisis pertumbuhan endogen. Model ini menganggap bahwa pertumbuhan GNP merupakan konsekuensi alamiah dari keseimbangan jangka panjang. Teori ini berusaha untuk menjelaskan faktor-faktor yang menentukan besaran λ, yaitu tingkat pertumbuhan GDP yang tidak dijelaskan dalam teoripertumbuhan neoklasik Solow. Model pertumbuhan endogen membantu menjelaskkan keanehan aliran modal internasional yang memperparah ketimpangan antara negara maju dengan negara berkembang. Model ini menganggap perubahan teknologi sebagai sebuah hasil endogen dari investasi publik dan swasta dalam SDM dan industri padat pengetahuan.

  • Model Romer

Model ini mengkaji imbasan teknologi yang mungkin terdapat dalam proses industrialisasi. Model tersebut dimulai dengan mengasumsikan bahwa proses pertumbuhan berasal dari tingkat perusahaan/ industri. Hal yang menarik dalam model Romer adalh bahwa dengan imbasan investasi/ teknologi, model tersebut menghindari hasil yang semakin menurun dari investasi modal.

  • Kritik Terhadap Teori Pertumbuhan Baru

Kelemahan penting dari teori pertumbuhan baru adalah bahwa teori ini tetap tergantung pada sejumlah asumsi neoklasik yang sering tidak cocok dengan perekonomian negara berkembang. Pertumbuhan ekonomi di negara berkembang sering terhambat oleh inefisiensi yang timbul karena infrastruktur yang jelek, tidak memadainya struktur kelembagaan, serta pasar modal dan pasar barang yang tidak sempurna.

  • Keterbelakangan Sebagai Akibat Kegagalan Koordinasi

Teori komplementaritas mengemukakan bahwa beberapa hal haru berjalan dengan cukup baik pda saat yang bersamaan, agar pembangunan yang berkelanjutan dapat berlangsung. Selain itu, bahwa dalam berbagai situasi yang penting, investasi harus dilakukan oleh banyak lembaga agar hasilnya bisa menguntungkan bagi setiap lembaga individu.

Sebuah kegagalan koordinasi adalah sebuah kondisi di mana ketidakmampuan berbagai lembaga(agents) untuk mengkoordinasikan perilaku/tindakannya , akan menyebabkan hasil (ekuilibrium) yang mengakibatkan semua lembaga tersebut berada dalam kondisi yang lebih buruk daripada situasi alternatifnya yang juga merupakan sebuah ekuilibrium. Komplementaritas ini sering meliputi investasi yang hasilnya tergantung pada investasi lain yang dibuat oleh lembaga yang lain.

Contoh komplementaritas yang penting adalah keberadaan berbagai perusahaan yang menggunakan keterampilan khusus dan ketersediaan para pekerja yang menguasai keterampilan tersebut contoh lain yang umumnya menyangkut daerah pedesaan yang sedang membangun adalah komersialisasi pertanian.

  • Memulai Pembangunan Ekonomi: Model Dorongan Besar

Jika pertumbuhan dapat dipertahankan selama waktu yang cukup substansial,selama satu generasi/ lebih,maka kecil kemungkinan pembangunan ekonomi tersebut akan melenceng di kemudian hari dan akan terjadi pasang surut selama siklus bisnis.

Beberapa kegagalan pasar menyebabkan pembangunan ekonomi sulit dimulai. Kegagalan tersebut a.l. eksternalitas keuangan yang merupakan efek imbasan pada biaya/ pendapatan. Model kegagalan yang paling terkenal adalah model “dorongan besar (big push) yang dipelopori oleh Paul Rosenstein- Rodan.

Model dorongan besar adalah sebuah model yang menunjukkan bagaimana kegagalan pasar dapat menimbulkan kebutuhan akan perekonomian yang terencana dan juga kebutuhan akan berbagai upayayang dicetuskan oleh kebijakan publik, agar proses pembangunan ekonomi yang panjang dapat berjalan/ dipercepat.

Dorongan Besar: Model Grafis 

  • Asumsi

Paul Krugman menyatakan bahwa jika kita anggap pembangunan mempunyai hubungan yang signifikan dengan skala hasil yang semakin meningkat, maka kita harus mengorbankan sejumlah prinsip umum untuk dapat memahaminya. Jenis asumsi adalah faktor produksi, pembayaran faktor produksi, teknologi, permintaan domestik, penawaran dan permintaan internasional, dan struktur pasar.

  • Kondisi Terciptanya Ekuilibria Jamak

Produsen potensial dengan teknologi modern (dengan biaya tetap dan hasil yang semakin meningkat) akan mempertimbangkan keuntungan untuk memasuki pasar. Dengan upah modern yang relatif rendah, pendapatan melebihi biayanya, danperusahaan modern akan membayar biaya tetap dan memasuki pasar. Kegagalan koordinasi tidak selalu perlu terjadi, tergantung pada teknologi dan harga (termasuk upah) yang ada di dalam perekonomian.

Secara umum, tidak semua sektor perlu melakukan industrialisasi untuk mendapatkan dorongan yang cukup.yang perlu melakukannya hanyalah beberapa sektor dalam jumlah yang cukup agar dapat menghasilkan pendapatan nasional yang cukup untuk membuat industrialisasi minimal menguntungkan.

Masalah Lanjutan Ekuilibria Jamak  

  • Keunggulan Industri Lama yang Tidak Efisien

Keberadaan hasil yang semakin meningkat dalam industri modern juga dapat menciptakan jenis lain dari ekuilibrium buruk.

  • Perilaku dan Norma

Pergerakan menuju ekuilibrium yang lebih baik sangat sulit jika melibatkan banyak individu yang harus mengubah perilakunya dari mental korupsi ke mental yang jujur.

  • Keterkaitan

Strategi untuk memecahkan masalh koordinasi adalah dengan berfokus pada kebijakan pemerintah yang mendorong perkembangan pada sektor-sektor yang mempunyai keterkaitan ke belakang maupun ke depan.

Teori keterkaitan menekankan bahwa jika industri dibangun terlebih dahulu, keterkaitannya dengan sektor lain akan memicu perkembangan industri baru. Pendekatan keterkaitan menargetkan investasi dalam sebuah keterkaitan kunci sebagai awal untuk mengatasi kegagalan koordinasi dan menghasilkan umpan balik yang positif.

  • Ketimpangan, Ekuilibria Jamak, dan Pertumbuhan

Dengan tingkat ketimpangan yang tinggiorang miskin mungkin tidak aakn pernah memperoleh pinjaman karena mereka tidak mempunyai kolateral/ jaminan.

Teori Pembangunan Ekonomi Cincin-O dari Kremer  

Michael Kremer mengatakan bahwa berbagai kegiatan harus dilakukan dengan baik dan bersama-sama, agar masing-masing dapat memperoleh nilai yang tinggi.

  • Model Cincin-O

Teori Cincin-O ini menarik karena teori ini tidak hanya menjelaskan eksistensi jebakan kemuskinan,namun juga alasan mengapa negara yang terjerat dalam jebakan tersebut mempunyai pendapat yang biasa rendahnya dibanding dengan negara bependapatan tinggi. Model ini juga memberi wawasan yang bermanfaat mengenai dampak komplementaritas akan perusahaan/antar sekolah di sebuah perekonomian.

 

0

PERLUKAH INDONESIA MENJADI NEGARA MAJU???

Sebelumnya kita perlu membahas tentang Negara maju dan Negara berkembang terlebih dahulu agar dapat mengetahui perbedaan antara Negara maju dan Negara berkembang. Negara maju adalah suatu Negara yang dapat menikmati standart hidup yang tinggi melalui teknologi dan ekonomi yang merata. Karakteristik Negara maju adalah sebagai berikut:

  1. Standart kehidupan yang tinggi
  2. Angka kelahiran dan kematian yang rendah
  3. Angka usia harapan hidup yang tinggi
  4. Persebaran penduduk terpusat dikota, yang berkaitan dengan industry
  5. Angka bita huruf yang sangat rendah
  6. Kegiatan ekonomi yang bertumpu pada sector industri dan jasa

Sedangkan Negara berkembang adalah Negara –Negara yang memiliki tingkat pendapatan rendah, menengah –bawah, dan menengah – atas. Secara singkat dan sederhana kaakteristik dari setiap Negara berkembang dapat diklasifikasikan menjadi enam kategori utama sebaagi berikut:

  1. Standart hidup yang relative rendah, ditunjukkan oleh tingkat pendapatan yang rendah, ketimpangan pendapatan yang parah, kondisi kesehatan yang buruk, dan kurang memadainya sistem pendidikan.
  2. Tingkat produktivitas yang rendah.
  3. Tingkat pertumbuhan penduduk serta beban ketergantungan yang tinggi.
  4. Ketrgantungan pendapatan yang sangat besar kepada produksi sector pertanian serta ekspor produk-produk primer (bahan-bahan mentah).
  5. Pasar yang tidak sempurna dan terbatasnya informasi yang tersedia.
  6. Dominasi, ketrgantungan, dan kerapuhan yang parah pada hampir semua aspek hubungan internasional.

 

Negara Indonesia ini masih tergolong kedalam Negara berkembang karena mempunyai karakteristik sesuai dengan apa yang disebutkan tadi. Nah disini kita membahas perlukah Negara Indonesia menjadi Negara maju? Apabila dilihat dari kondisi social masyarakatnya Indonesia masih jauh untuk menjadi Negara maju karena masih banyak kesenjangan yang terdapat di masyarakat Indonesia ini, seperti masih banyak kemiskinan, ketimpangan pendapatan, masih banyak masyaralat yang belum mendapatkan pendidikan yang layak, masih banyak angka kemataian karena kurangnya fasilitas kesehatan bagi orang-orang menengah ke bawah. Tetapi, apabila dilihat dari sumberdaya alam yang terdapat di Indonesia ini sebenarnya Indonesia bisa untuk menjadi Negara maju karena sumberdaya alam yang ada di Indonesia ini lebih melimpah dari sumberdaya alam yang ada di Negara-negara maju. Menurut pendapat saya, daripada Indonesia berfokus untuk menjadi Negara maju dengan masih banyak ketrbatasan yang ada dengan tidak memikirkan apa yang terjadi di masyarakat sekitar, karena dengan berfokus untuk menjadi Negara maju yang terpikirkan hanya hal-hal besar yang perlu dibenahi yang itu bisa mendukung untuk menjadi Negara maju seperti meningkatkan sistem teknologi yang canggih agar bisa mendorong tingkat produksi. Daripada melakukan hal tersebut alangkah lebih baiknya kalau membenahi dari kesenjangan-kesenjangan yang ada di masyarakat terebih dahulu dengan perataan pendapatan, membukakan lapagan kerja, memberikan subsidi, memberikan tunjangan pendidikan dan kesehatan yang layak. Karena dengan semua hal itu setidaknya akan mengurangi sedikit demi sedikit kesenjangan yang ada di masyarakat, tetapi tidak hanya memperbaiki apa yang ada di masyaratnya saja tetapi dari sistem pemerintahan juga perlu diperbaiki. Ketika masyarakat Indonesia mendapatkan pendidikan dan kesehatan yang layak, masyarakat itu menjadi sumberdaya manusia yang akan bisa mengelola sumberdaya alam yang berlimpah yang ada di Indonesia ini daripada sumberdaya kita ini habis di eksploitais oleh Negara asing karena mereka mempunyai teknologi dan sumberdaya manusai yang bagus. Setelah ssedikit demi sedikit kesenjangn –kesenjangan yang da dimasyarakat itu sudah berkurang maka bisa untuk nengara Indonesia ini berfokus untuk menjadi Negara maju.

0

Tugas 1 Ekonomi Pembangunan

Sebelum memberikan alasan tentang apa yang diinginkan dari proses pembelajaran ekonomi pembangunan sebaiknya kita mengetahui terlebih dahulu apa itu ekonomi pembangunan?

Ekonomi pembangunan adalah cabang ari ilmu ekonomi yang mempelajari aspek-aspek ekonomi dalam proses pembangunan di Negara berkembang (Wikipedia). Ekonomi pembangunan juga menitikberatkan perhatiannya pada berbagai mekanisme ekonomi, social dan isntitusional yang harus diciptakan demi meningkatanya standart hidup penduduk miskin di Negara- negara  berkembang (Michael P. Thodaro dan Stephen C. Smith)

Kita sebagai warga Negara yang hidup di Negara berkembang seperti Negara Indonesia, memanglah sangat perlu untuk mempelajari tentang ekonomi pembangunan karena ekonomi pembangunan mengajarkan tentang aspek- aspek yang perlu diterapkan untuk  pembangunan Negara dalam masalah ekonomi ke arah perekonomian yang lebih baik. Karena di Negara- Negara berkembang hususnya di Negara kita ini masih banyak masalah tentang perekonomian yang harus diperbaiki. Masih banyak daerah-daerah di wilayah Indonesia yang masih belum mendapatkan perhatian dari pemerintah sehingga daerah-daerah tersebut masih memliki perekonomian yang belum layak, masih banyak warga miskin karena tidak meratanya pendapatan, kesehatan yang masih kurang, banyak anak-anak yang tidak sekolah dan masih banyaknya pengangguran.

Sehingga saya sebagai mahasiswa yang sedang menempuh pembelajaran ekonomi pembangunan mengharapkan bahwa setelah saya mendapatkan pembelajaran tentang ekonomi pembangunan ini akan bisa menganalisis dan memahami masalah-masalah tentang perekonomian yang ada disekitar lingkungan sekitar kita dan dapat memberikan sosusi dari permasalahan- permasalahan tersebut dari apa yang sudah saya pelajari dari proses pembelajran ekonomi pembangunan, walaupun kita hanya menerapkannya di sekitar kita setidaknya hal tersebut dapat membantu untuk mengurangi angka permasalahan ekonomi yang terjadi di Negara kita ini.