Blog Archives

Cara Membuat Pancake

Comments Off on Cara Membuat Pancake

  1. Campur rata dan aduk tepung terigu, garam, kuning telur dan susu dengan ballon whisk sampai rata atau bisa menggunakan mixer dengan kecepatan yang paling rendah (kalau tidak punya ballon whisk dan mixer, bisa juga menggunakan spatula kayu)
  2. Kocok putih telur sampai kaku. Bisa menggunakan garpu maupun ballon whisk.
  3. Kemudian masukkan adonan tepung ke dalam adonan putih telur, aduk rata. Nah dalam mencampur adonan tepung dengan putih telur, bisa juga menggunakan tehnik pancing. Dengan cara mengambil sedikit putih telur dan campurkan ke dalam terigu, aduk rata. tambah sedikit demi sedikit. Kemudian baru masukkan adonan terigu ke dalam putih telur. Langkah ini untuk menghindari putih telur yang bergerindil.
  4. Panaskan teflon diameter paling kecil (yang untuk bikin telor ceplok), oles dengan margarin, kecilkan api. Bisa juga menggunakan teflon ukuran standar.
  5. Tuang adonan sekitar 2,5 sendok sayur, tutup sebentar
  6. Balik jika adonan sudah ada sedikit berpori dan sedikit mengeras pinggirnya

– See more at: http://caramembuat123.blogspot.com/2013/04/cara-membuat-pancake.html#sthash.9CiIwKkZ.dpuf

Home

Comments Off on Home

Another summer day
Has come and gone away
In Paris and Rome
But I wanna go home
Mmmmmmmm

May be surrounded by
A million people I
Still feel all alone
I just wanna go home
Oh, I miss you, you know

And I’ve been keeping all the letters that I wrote to you
Each one a line or two
“I’m fine baby, how are you?”
Well I would send them but I know that it’s just not enough
My words were cold and flat
And you deserve more than that

Another aeroplane
Another sunny place
I’m lucky, I know
But I wanna go home
Mmmm, I’ve got to go home

Let me go home
I’m just too far from where you are
I wanna come home

And I feel just like I’m living someone else’s life
It’s like I just stepped outside
When everything was going right
And I know just why you could not
Come along with me
This was not your dream
But you always believed in me

Another winter day has come
And gone away
In either Paris or Rome
And I wanna go home
Let me go home

And I’m surrounded by
A million people I
Still feel alone
And let me go home
Oh, I miss you, you know

Let me go home
I’ve had my run
Baby, I’m done
I gotta go home
Let me go home
It’ll all be all right
I’ll be home tonight
I’m coming back home

http://www.youtube.com/watch?v=lbSOLBMUvIE

Category: entertainment, Lagu, puisi

Laboratory Mnagement

Comments Off on Laboratory Mnagement

by Wira Eka Putra and Assoc. Prof. Dr. Akira Kikuchi

lab man

BIOSTATISTIKA DAN TANAMAN OBAT

Comments Off on BIOSTATISTIKA DAN TANAMAN OBAT

This is the matterials for medicinal plant and biostatistics
keep your spirit guys 🙂
Senyawa Fitokimia sebagai Bahan Obat
UTP BIOSTAT

Laporan Praktikum

Comments Off on Laporan Praktikum

as scientist you must happy with this matter !!!
it is important

wira experiment reportnote

Protein

Comments Off on Protein

This is All material about protein This is All material about protein

prot degradation nov 2010

hope can help you to understand about protein

 

Comments Off on Kisah pernikahan Ali dan Fatimah – Motivasi jiwa bagi perindu cinta sejati

Ada rahasia terdalam di dalam hati ‘Ali yang tak dikisahkannya pada siapapun (bisa dikatakan Cinta Dalam Hati). Fathimah, karib kecilnya, puteri tersayang dari Sang Nabi yang juga adalah sepupunya itu, sungguh memesonanya. Kesantunannya, ibadahnya, kecekatan kerjanya, parasnya. Lihatlah gadis itu pada suatu hari ketika ayahnya pulang dengan luka memercik darah dan kepala yang dilumur isi perut unta. Ia bersihkan hati-hati, ia seka dengan penuh cinta. Ia bakar perca, ia tempelkan ke luka untuk menghentikan darah ayahnya.

Semuanya dilakukan dengan mata gerimis dan hati menangis. Muhammad ibn ‘Abdullah Sang Terpercaya tak layak diperlakukan demikian oleh kaumnya! Maka gadis cilik itu bangkit. Gagah berani ia berjalan menuju Ka’bah. Di sana, para pemuka Quraisy yang semula saling tertawa membanggakan tindakannya pada Sang Nabi tiba-tiba dicekam diam. Fathimah menghardik mereka dan seolah waktu berhenti, tak memberi mulut-mulut jalang itu kesempatan untuk menimpali. Mengagumkan!

‘Ali tak tahu apakah rasa itu bisa disebut cinta. Tapi, ia memang tersentak ketika suatu hari mendengar kabar yang mengejutkan. Fathimah dilamar seorang lelaki yang paling akrab dan paling dekat kedudukannya dengan Sang Nabi. Lelaki yang membela Islam dengan harta dan jiwa sejak awal-awal risalah. Lelaki yang iman dan akhlaknya tak diragukan; Abu Bakr Ash Shiddiq, Radhiyallahu ‘Anhu. “Allah mengujiku rupanya“, begitu batin ‘Ali.

Ia merasa diuji karena merasa apalah ia dibanding Abu Bakr. Kedudukan di sisi Nabi? Abu Bakr lebih utama, mungkin justru karena ia bukan kerabat dekat Nabi seperti ‘Ali, namun keimanan dan pembelaannya pada Allah dan Rasul-Nya tidak tertandingi. Lihatlah bagaimana Abu Bakr menjadi kawan perjalanan Nabi dalam hijrah sementara ‘Ali bertugas menggantikan beliau untuk menanti maut di ranjangnya.

Lihatlah juga bagaimana Abu Bakr berdakwah. Lihatlah berapa banyak tokoh bangsawan dan saudagar Mekkah yang masuk islam karena sentuhan Abu Bakr, ‘Utsman, ‘Abdurahman ibn ‘Auf, Thalhah, Zubair, Sa’d ibn Abi Waqqash, Mush’ab.. Ini yang tak mungkin dilakukan anak-anak kurang pergaulan seperti ‘Ali.

Lihatlah berapa banyak budak muslim yang dibebaskan dan para faqir yang dibela Abu Bakr, Bilal, Khabbab, keluarga Yassir, ‘Abdullah ibn Mas’ud.. Dan siapa budak yang dibebaskan ‘Ali? Dari sisi finansial, Abu Bakr sang saudagar, insya Allah lebih bisa membahagiakan Fathimah.

‘Ali hanya pemuda miskin dari keluarga miskin. ‘’Inilah perasaudaraan dan cinta’’, gumam ‘Ali.

“Aku mengutamakan Abu Bakr atas diriku, aku mengutamakan kebahagiaan Fathimah atas cintaku.”

Cinta tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan atau mempersilakan. Ia adalah keberanian, atau pengorbanan.
Beberapa waktu berlalu, ternyata Allah menumbuhkan kembali tunas harap di hatinya yang sempat layu.

Lamaran Abu Bakr ditolak. Dan ‘Ali terus menjaga semangatnya untuk mempersiapkan diri. Ah, ujian itu rupanya belum berakhir. Setelah Abu Bakr mundur, datanglah melamar seorang lelaki lain yang gagah dan perkasa, seorang lelaki yang sejak masuk islamnya membuat kaum muslimin berani tegak mengangkat muka, seorang laki-laki yang mampu membuat syaithan berlari takut dan musuh-musuh Allah bertekuk lutut.

‘Umar ibn Al Khaththab. Ya, Al Faruq, sang pemisah kebenaran dan kebatilan itu juga datang melamar Fathimah. ‘Umar memang masuk islam belakangan, sekitar 3 tahun setelah ‘Ali dan Abu Bakr. Tapi siapa yang menyangsikan ketulusannya? Siapa yang menyangsikan kecerdasannya untuk mengejar pemahaman? Siapa yang menyangsikan semua pembelaan dahsyat yang hanya ‘Umar dan Hamzah yang mampu memberikannya pada kaum muslimin? Dan lebih dari itu, ‘Ali mendengar sendiri betapa seringnya Nabi berkata.“Aku datang bersama Abu Bakr dan ‘Umar, aku keluar bersama Abu Bakr dan ‘Umar..“

Betapa tinggi kedudukannya di sisi Rasul, di sisi ayah Fathimah. Lalu coba bandingkan bagaimana dia berhijrah dan bagaimana ‘Umar melakukannya. ‘Ali menyusul sang Nabi dengan sembunyi-sembunyi, dalam kejaran musuh yang frustrasi karena tak menemukan beliau Shallallaahu ‘Alaihi wa Sallam. Maka ia hanya berani berjalan di kelam malam. Selebihnya, di siang hari dia mencari bayang-bayang gundukan bukit pasir. Menanti dan bersembunyi.

‘Umar telah berangat sebelumnya. Ia thawaf tujuh kali, lalu naik ke atas Ka’bah, “Wahai Quraisy“, katanya. “Hari ini putera Al Khaththab akan berhijrah. Barangsiapa yang ingin istrinya menjanda, anaknya menjadi yatim, atau ibunya berkabung tanpa henti, silakan hadang ‘Umar di balik bukit ini!“. ‘Umar adalah lelaki pemberani. ‘Ali, sekali lagi sadar. Dinilai dari semua segi dalam pandangan orang banyak, dia pemuda yang belum siap menikah. Apalagi menikahi Fathimah binti Rasulullah! Tidak. ‘Umar jauh lebih layak. Dan ‘Ali ridha.

Cinta tak pernah meminta untuk menanti.
Ia mengambil kesempatan.
Itulah keberanian.
Atau mempersilakan.
Yang ini pengorbanan.

Maka ‘Ali bngung ketika kabar itu meruyak. Lamaran ‘Umar juga ditolak.

Menantu macam apa kiranya yang dikehendaki Nabi? Yang seperti ‘Utsman sang miiarder kah yang telah menikahi Ruqayyah binti Rasulullah? Yang seperti Abdul ‘Ash ibn Rabi’kah, saudagar Quraisy itu, suami Zainab binti Rasulullah? Ah, dua menantu Rasulullah itu sungguh membuatnya hilang kepercayaan diri.

Di antara Muhajirin hanya ‘Abdurrahman ibn ‘Auf yang setara dengan mereka. Atau justru Nabi ingin mengambil menantu dari Anshar untuk mengeratkan kekerabatan dengan mereka? Sa’d ibn Mu’adzkah, sang pemimpin Aus yang tampan dan elegan itu? Atau Sa’d ibn ‘Ubaidah, pemimpin Khazraj yang lincah penuh semangat itu?

“Mengapa bukan engkau yang mencoba kawan?“, kalimat teman-teman Ansharnya itu membangunkan lamunannya. “Mengapa engka tak mencoba melamar Fathimah? Aku punya firasat, engkaulah yang ditunggu-tunggu Baginda Nabi..“

“Aku?“, tanya ‘Ali tak yakin.

“Ya. Engkau wahai saudaraku !“

“Aku hanya pemuda miskin. Apa yang bisa kuandalkan?“

“Kami di belakangmu, kawan! Semoga Allah menolongmu. “

‘Ali pun menghadap Sang Nabi. Maka dengan memberanikan diri, disampaikannya keinginannya untuk menikahi Fathimah. Ya, menikahi. Ia tahu, secara ekonomi tak ada yang menjanjikan pada dirinya. Hanya ada satu set baju besi di sana ditambah persediaan tepung kasar untuk makannya. Tapi meminta waktu dua atau tiga tahun untuk bersiap-siap? Itu memalukan! Meminta Fathimah menantikannya di batas waktu hingga ia siap? Itu sangat kekanakan! Usianya telah berkepala dua sekarang.

“Engkau pemuda sejati wahai ‘Ali!“, begitu nuraninya mengingatkan. Pemuda yang siap bertanggungjawab atas cintanya. Pemuda yang siap memikul resiko atas pilihan-pilihannya. Pemuda yang yakin bahwa Allah Maha Kaya. Lamarannya berjawab, “Ahlan wa sahlan!“. Kata itu meluncur tenang bersama senyum Sang Nabi.

Dan ia pun bingung. Apa maksudnya? Ucapan selamat datang itu sulit untuk bisa dikatakan sebagai isyarat penerimaan atau penolakan. Ah, mungkin Nabi pun bingung untuk menjawab. Mungkin tidak sekarang. Tapi ia siap ditolak. Itu resiko. Dan kejelasan jauh lebih ringan daripada menanggung beban tanya yang tak kunjung berjawab. Apalagi menyimpannya dalam hati sebagai bahtera tanpa pelabuhan. Ah, itu menyakitkan.

“Bagaimana jawab Nabi kawan? Bagaimana lamaranmu?“

“Entahlah.. “

“Apa maksudmu?“

“Menurut kalian apakah ‘Ahlan wa Sahlan’ berarti sebuah jawaban?“

“Dasar tolol! Tolol!“, kata mereka, “Eh, maaf kawan. Maksud kami satu saja sudah cukup dan kau mendapatkan dua! Ahlan saja sudah berarti ya. Sahlan juga. Dan kau mendapatkan Ahlan wa Sahlan kawan! Dua-duanya berarti ya!“

Dan ‘Ali pun menikahi fathimah. Dengan menggadaikan baju besinya. Dengan rumah yang semula ingin disumbangkan ke kawan-kawannya tapi Nabi berkeras agar ia membayar cicilannya. Itu hutang.

Dengan keberanian untuk mengorbankan cintanya bagi Abu Bakr, ‘Umar, dan Fathimah. Dengan keberanian untuk menikah. Sekarang. Bukan janji-janji dan nanti-nanti.

‘Ali adalah gentleman sejati. Tidak heran kalau pemuda Arab memiliki yel, “Laa fatan illa ‘Aliyyan! Tak ada pemuda kecuali ‘Ali!“. Inilah jalan cinta para pejuang, Jalan yang mempertemukan cinta dan semua perasaan dengan tanggung jawab. Dan di sini, cinta tak pernah meminta untuk menati. Seperti ‘Ali. Ia mempersilakan. Atau mengambil kesempatan. Yang pertama adalah pengorbanan. Yang kedua adalah keberanian.

Dan ternyata tak kurang juga yang dilakukan oleh Putri Sang Nabi, dalam suatu riwayat dikisahkan bahwa suatu hari (setelah mereka menikah), Fathimah berkata kepada ‘Ali, “Maafkan aku, karena sebelum menikah denganmu, aku pernah satu kali jatuh cinta pada seorang pemuda“.

‘Ali terkejut dan berkata, “Kalau begitu mengapa engkau mau menikah denganku? Dan siapakah pemuda itu?“
Sambil tersenyum Fathimah berkata, “Ya, karena pemuda itu adalah dirimu!“.

. . .

Kemudian Rasulullah SAW mendoakan keduanya:
“Semoga Allah mengumpulkan kesempurnaan kalian berdua, membahagiakan kesungguhan kalian berdua, memberkahi kalian berdua, dan mengeluarkan dari kalian berdua kebajikan yang banyak“.

[Kitab Ar-Riyadh An-Nadhrah 2:183, bab 4]

———————-

“Dan nikahkanlah orang-orang yang masih sendirian di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui“. (Q.S. An Nuur, 24: 32)

BUNDA

Comments Off on BUNDA

Ana uhibbuki fillah ya ummi
Ana uhibbuka fillah ya abi

Seseorang datang kepada Rasulullah SAW dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi menjawab, ‘Ibumu!’ Orang itu bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut masih juga bertanya, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi menjawab, ‘Kemudian ayahmu.'”

Kubuka album biru
Penuh debu dan usang
Ku pandangi semua gambar diri
Kecil bersih belum ternoda

Pikirkupun melayang
Dahulu penuh kasih
Teringat semua cerita orang
Tentang riwayatku

Kata mereka diriku slalu dimanja
Kata mereka diriku slalu dtimang

Nada nada yang indah
Slalu terurai darinya
Tangisan nakal dari bibirku
Takkan jadi deritanya

Tangan halus dan suci

Tlah mengangkat diri ini
Jiwa raga dan seluruh hidup
Rela dia berikan

Category: entertainment, Lagu

BIOKIMIA

Comments Off on BIOKIMIA

aul_metab_protein_2012 aul_protein_metabolism aul_protein_metabolism1 biochemistry a molecullar of life karbohidrat proteins [Biokimia] Spektrofotometri energi_dan_metabolisme i-karbohidrat karbohidrat LipidaI2007 Lipids Nucleotides and Nucleic Acids soalbiokimia

Cinta dalam Ketidaksempurnaan

Comments Off on Cinta dalam Ketidaksempurnaan

 

Kamu mungkin pernah mengalami sebuah tragedi cinta dimana kecantikan dan ketampanan menjadi sebuah pilihan, bukan agamanya yang menjadi sebuah acuan untuk kehidupan. Sehingga suatu saat kamu merasa kecewa dengan perubahan atau kamu menemukan ketidaksesuaian dengan yang kamu inginkan, karena pada dasarnya kamu hanya melihat lewat fisik bukan dengan cinta.

Cinta itu sangat mengagumkan dan juga membingungkan, kamu pasti menyadari hal itu. Bahkan ketika cinta merubah semua perilakumu menjadi sebuah keindahan, karena cinta dari hati menjadi kata lalu menjadi perilaku. Bila kata saja yang terucap tanpa ada perilaku, maka yakinlah cinta itu hanyalah kepalsuan dan nafsu.

Ketidaksempurnaan inilah yang membuat banyak manusia tertipu cinta, mereka hanya melihat cinta dari fisik. Yang diluar fisik mereka anggap tidak meyakinkan, tidak mungkin bisa dicintai atau justru karena dia tidak mempesona. Maka Fisik adalah ukuran pertama dari para manusia ini. Apakah kamu termasuk dalam manusia yang seperti ini ??

Justru ketika kamu menemukan ketidaksempurnaan dalam diri orang yang kamu cintai, itu karna dia juga tahu bahwa kamu pun tak sempurna. Dia mampu bertahan untuk orang yang dia cintai dengan ketidaksempurnaannya, lantas kenapa dirimu tak mampu untuk memberi hal yang sama yakni mencintainya dalam ketidaksempurnaannya. Tentu cinta dalam ketidaksempurnaan ini lah yang jauh lebih sempurna.

Ketidaksempurnaan ini lah yang nantinya membuahkan sebuah proses saling melengkapi sehingga ada sikap saling mengerti, saling memperbaiki, dan saling mengingatkan. Coba bayangkan jika kamu dan dia terlalu sempurna, saya yakin cinta kalian akan monoton tanpa ada sentuhan saling mengingatkan. Lalu dimana letak pembelajaran tentang cinta ??

Terlebih bila orang yang melakukan aktivitas pacaran, mereka hanya akan memperlihatkan kesempurnaannya saja. Semua kejelekan, ditutupi serapat mungkin seakan ketidaksempurnaan itu adalah sebuah kehinaan. Namun berbeda jika mereka berada dalam sebuah bahtera rumah tangga, mereka akan saling membahu untuk mencapai kesempurnaan dengan ketidaksempurnaan mereka sehingga mereka dapat mencapai JannahNya.

Aku ingin mencintai ketidaksempurnaanmu..

Jika ku tahu engkau sangat sempurna, maka ku tak pantas untuk mencintaimu karna aku tak sempurna..
Aku ingin mencintai ketidaksempurnaanmu..
Andai kau tahu aku tidak sempurna, maka engkau tak akan meninggalkanku sendiri karena ku tahu kau pun mencintai ketidaksempurnaanku..
Cintaiku dalam ketidaksempurnaanku..

 

Category: entertainment, Lagu