Laporan Perkembangan Sel Hematopoietik

1

Perkembangan Sel Hematopoietik

oleh :
Nama            :  Wira Eka Putra
NIM                :  115090100111033

Laboratorium Fisiologi Hewan Jurusan Biologi
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Brawijaya
2012

Perkembangan Sel Hematopoietik

Hematopoiesis merupakan proses pembentukan komponen sel darah, dimana terjadi proliferasi, maturasi dan diferensiasi sel yang terjadi secara serentak. Proliferasi sel menyebabkan peningkatan atau pelipatgandaan jumlah sel, dari satu sel hematopoietik pluripotent menghasilkan sejumlah sel darah. Maturasi merupakan proses pematangan sel darah, sedangkan diferensiasi menyebabkan beberapa sel darah yang terbentuk memiliki sifat khusus yang berbeda-beda (Dian, 2010).

Sel darah merah, sel darah putih, dan platelet di bentuk di hati dan limpa pada janin, dan di dalam sumsum tulang setelah lahir. Proses pementukan sel darah disebuthematopoiesis. Hematopoiesis mulai terjadi di sumsum tulang dengan sel induk pluripotensial (bermakna “banyak kemungkinan/potensi”). Sel induk adalah sumber semua sel darah. Sel-sel ini secara kontinu memperbarui dirinya dan berdiferensiasi sepanjanghidup merupakan cadangan yang tidak ada habisnya dan disebut abadi. Setelah beberapa tahap diferensiasi, sel induk mulai bekerja membentuk hanya satu jenis sel darah (Postlethwait, 2005) . Sel ini, yang disebut sel progenitor, tetap berada didalam sumsum tulang dan, kemudian di pengaruhi factor pertumbuhan spesifik, berdiferensiasi menjadi sel darahmerah, sel darah putih, atau platelet. Perkembangan sel darah yang berasal dari selinduk pluripotensial menjadi sel-sel differensiasi (Pettit, 2005).
Pengendalian Perkembangan Sel Progenitor

Sel progenitor distimulasi untuk berproliferasi dan berdefesiensi oleh berbagai hormon dan agen produk lokal yang secara kolektif disebut faktor pertumbuhan hematopoietik. Masing-masing sel progenitor berespons hanya pada beberapa factorpertumbuhan ini, tetapi banyak factor pertumbuhan mungkin bekerja secara tidak spesifik pada beberapa sel progenitor. Berbagai factor pertumbuhan hematopoietic adalah sitokin. Sitokin dilepaskan dari sel-sel imun dan inflamasi, mengirimkan pesankepada sel progenitor perlunya sel-sel tambahan untuk melawan infeksi ataumembantu penyembuhan tubuh. Factor pertumbuhan hematopoietic yang spesifik untuk sel-sel yang merekastimulasi disebut faktor penstimulasi koloni (colony stimulating factor). Sebagai contoh, faktor penstimulasi koloni granulosit menstimulasi produk sel darah putih yang dikenal dengan granulosit, sebaliknya faktor penstimulasi koloni makrofag-monosit meningkatkan proliferasi monosit dan makrofag. Salah satu contoh penting faktor penstimulasi koloni untuk sel darah merah adalah hormone eritropoietin, yang diproduksi ginjal dalam merespons konsentrasi oksigen yang rendah dalam darah. Sitokin nonspesifik lainnya dapat bekerja pada sel-sel yang kurang berdiferensiasi dibandingkan sel progenitor, penstimulasi produksi berbagai sel darah (Pettit, 2005).

Gambar 1. Proliferasi (Dian, 2010)

Hematopoiesis pada manusia terdiri atas beberapa periode (Dian, 2010):

1. Mesoblastik
Dari embrio umur 2 – 10 minggu. Terjadi di dalam yolk sac. Yang dihasilkan adalah HbG1, HbG2, dan Hb Portland (Dian, 2010).
2. Hepatik
Dimulai sejak embrio umur 6 minggu terjadi di hati Sedangkan pada limpa terjadi pada umur 12 minggu dengan produksi yang lebih sedikit dari hati. Disini menghasilkan Hb (Dian, 2010).
3. Mieloid
Dimulai pada usia kehamilan 20 minggu terjadi di dalam sumsum tulang, kelenjar limfonodi, dan timus. Di sumsum tulang, hematopoiesis berlangsung seumur hidup terutama menghasilkan HbA, granulosit, dan trombosit. Pada kelenjar limfonodi terutama sel-sel limfosit, sedangkan pada timus yaitu limfosit, terutama limfosit T (Dian, 2010).
Faktor pertumbuhan hematopoietik :
•    Adalah hormon glikoprotein yang mengatur proliferasi dan diferensiasi sel-sel progenitor dan fungsi sel-sel matur.
•    Efek biologik diperantarai melalui reseptor spesifik pada sel target.
•    Terdapat macam-macam faktor pertumbuhan yang memiliki karakteristik yang umum.
•    Bekerja pada berbagai stadium hematopoiesis
•    Biasanya dihasilkan oleh beberapa jenis sel
•    Biasanya mempengaruhi lebih dari satu jalur sel
•    Biasanya menunjukkan interaksi yang sinergis maupun aditif dengan faktor pertumbuhan lain
•    Seringkali bekerja dengan sel neoplastik yang setara dengan suatu sel normal
•    Kerja multipel :proliferasi,diferensiasi,maturasi,aktivasi fungsional, menghambat apoptosis
Beberapa faktor yang mempengaruhi proses pembentukan sel darah di antaranya adalah asam amino, vitamin, mineral, hormone, ketersediaan oksigen, transfusi darah, dan faktor- faktor perangsang hematopoietik (Dian, 2010).

Gambar 2. Tempat terjadinya hematopoitietik (Pettit, 2005)

Macam-macam Faktor Pertumbuhan Hematopoietik :
•    Bekerja pada sel stroma :
o   IL-1
o   TNF (Tumour Necrosis Factor)
•    Bekerja pada sel induk pluripoten
o   Faktor sel induk (stem cell factor)
o   Ligan Flt (Flt-L)
•    Bekerja pada sel progenitor multipotensial (progenitor mieloid campuran)
o   IL-3
o   GM-CSF (Granulocyte-Macrophage Colony Stimulating  Factor)
o   IL-6
o   G-CSF (Granulocyte Colony Stimulating  Factor)
o   Trombopietin
•    Bekerja pada sel progenitor terikat (progenitor eritroid,megakariosit,dll)
o   G-CSF (Granulocyte Colony Stimulating  Factor)
o   M-CSF (Macrophage Colony Stimulating  Factor)
o   IL-5 (eosinophil-CSF)
o   Eritropoietin
o   Trombopoietin
Daftar Pustaka :
Postlethwait dan Janet. 2005.Modern Biology.Holt,Rinehart and Winston: USA.
Dian, dr. 2010. Hematopoiesis, Pembentukan Sel Darah. http://drdjebrut.wordpress.com/ 2010/06/22/hematopoiesis-pembentukan-sel-darah/. Diakses tanggal 24/11/2012.
Pettit, J.E, dkk. 2005. Kapita Selekta Hematologi Edisi 4. Jakarta. EGC.

Category: Ilmu Pengetahuan