Rss

HARI SIALKU

Waktu itu aku bersama teman-temanku (ika, tia, theda dan septian )diundang ke perayaan ulang tahun atau sweet seventeennya wahyu (temen sekelasku) dan saat itu emank suasana lagi musim hujan. Acara di mulai pukul 7 malem. Kami berlima berangkat setelah sholat magrhib. Sebelum berangkat…

“win..windy.. jangan lupa bawa jas ujan, langinya mendung… ntar ujan loo…” terdengar suara mamaku dari arah dapur.

“ he’eeh ma” jawabku singkat.

“kayaknya udah ada di sepeda motor” tambahku.

“ ya wes, tapi periksa dulu jas ujannya be’e dibawa ma mbakmu” kata mama.

Segera aku periksa jok sepeda motor, dan sesuai dugaanku ternyata masih ada.

“ada ma.” Teriakku dari luar.

Aku hanya melihat bungkusan warna abu-abu di jok sepeda motor. Aku ijin berangkat dan langsung capcus menyusul ke rumah Theda.

Sampailah aku disana, dan memang tempat janjian untuk berangkat bareng bersama temen-temenku. Tiba-tiba terdengar suara keributan dari dalam rumah.

“selamat sore. Ttheeedddaaaa.” Teriakku bersamaan dengan temen-temenku. Pintu terbuka namun disambut dengan muka kusut.

“ ada apa the??” Tanya ika.

“ hemmmm…. Kayaknya aku gak dibolehin keluar ma mamaku reek..” suara mangkel tak lupa dengan logat medok.

“loala iyo a the??” balas tia.

Kita berempat masuk ke dalem rumah dengan rasa was-was. Udah masuk, eeaaa kita ternyata di ceramahin ma mamanya. Ternyata si theda gak dibolehin keluar rumah. Waaahh berabe nieh jadinya. Satu jam berlalu, dan akhirnya berakhir juga sesi grojokan rohani. Hahahaha… :D . Kami semua  pamit dan dengan persetujuan yang alot akhirnya theda dibolehin ikut. Byasa lah anak baru gede maunya pengen party terruuss.

“windy udah bawa jas ujan?? Kalo ndak bawa, nie tante pinjemin” kata mamanya theda dengan menunjukkan jas ujan dengan corak blonteng wuueelleek soro. Wadduhh parah nieh jas ujan, niat minjemin ato ndak ini.

“ndak tante, saya udah bawa jas ujan kug.” Kataku secepat mungkin dan sangat meyakinkan.

Akhirnyo berangkat juga, kami berempat berangkat  dengan santainya meskipun kami tahu kalau suasana mau hujan deras.

Tiba-tiba JJEEEDDDEEERRRR!!! Petir menyambar dan semua pada mati lampu. Semuanya pada gelap dan hujan lebat langsung mengguyur semua yang dilaluinya. Kita berlima menepi ke tempat teduh, dan sepertinya bekas warung. Dengan sangat pede dan yakin aku mengeluarkan jas ujanku dari jok sepeda motor. Semuanya pada proses memakai jas hujan. Diriku mencoba memakai jas hujan yang aku bawa, tapi aku sendiri merasa ada keganjalan yang tidak wajar. Nie kenapa tudung kepalanya berkaret biasanya kan ndak. Heemmmb, maybe jas ujan model baru kali ea. Tanpa ragu aku pakai tudungnya diatas kepalaku.

Truus, ku coba memasangkan salah satu lenganku. Tapi ternyata… JJEEDIIERR. Lo kug buntu. Tanganku gak bisa masuk. Dan kulihat kebawah dan sekitar tubuhku. TERNYATA ITU BUKAN JAS HUJAN. Yang aku bawa ternyata PENUTUP SEPEDA MOTOR dan yang aku kira itu lengan jas ujan itu adalah tempat untuk bagian spion.

“wkwkwkwkwkwkwkwkwkwk…” semua tertawa terbahak-bahak, terjungkel-jungkel. Dan bodohnya aku juga ikut tertawa dengan wajah puuoollooss pooolll… Udah mati lampu, hujan deras, salah bawa jas hujan lagie, hemmmbb, mantap dah. Ya mau gimana lagie perjalanan harus terus berlanjut. Dan dengan ide gila kalau penutup sepeda motor yang aku kira jas hujan itu malah aku jadi’in kemben. Ckckckck, gak masuk akal kan?? Tetep aja kena ujan. Hujan gak berhenti dan kami masih tetap melanjutkan perjalanan. Theda dengan semangatnya memainkan penutup sepeda motor dan diangin-anginkan sambil tertawa terbahak-bahak dibelakangku. Keadaan kami berdua basah kuyup.

Empat puluh llima menit kemudian, kami sampai ke rumah wahyu. Keadaan masih gelap tanpa ada penerangan dan hujan sudah tidak lagi mengguyur kami. Alhamdulillah.. aku masuk ke rumah wahyu dengan keadaan yang basah kuyup dan air hujan menetes semua dari bajuku. Okeyy, gak masalah yang penting acara tetap berlanjut, aassseeeekk. Semuanya pada makan dan saling bercanda, sementara diriku kedinginan gak jelas. Huffft.

Puncak acara dimulai, si wahyu mulai di ajak temen-temen ke halaman rumah, dan semua pada siap-siap membawa telur, tepung dan juga air peceren untuk disiramkan ke tubuh wahyu. Ya biasa lah kalo gak ada siraman khusus gak sah namanya.semua pada mendekati wahyu dan BYYUURRR, CEPLOOK, SYUURR. Keadaan berubah 360 derajat, dan semua pada diam. Ternyata yang terkena siraman itu aku bukan wahyu. Seeemmuaaa pada ngetawain aku sampai ada yang gak bisa berhenti ketawa. Sialnya, si wahyu udah tahu triknya rencana temen-temen. Dia berhasil lolos dan kabur. Sedangkan aku terpaku berdiam diri di tengah kerumunan anak-anak yang sedang menertawaiku.

Ya ampunn,.. ya Allah, aku malu banget waktu itu, rasanya pengen nangis tau gak. Kenapa aku yang kena. Tak berlangsung lama bau menyengat dari telur dan air peceren keluar lewat tubuhku. Ya Allah emank hari ini hari sialku. Udah salah bawa jas ujan, sekarang malah jadi sasaran. Seperti kata pepatah “sudah jatuh, tertimpa tangga pula”. Haaudduuhhh… lengkap sudah, perfecto. Pulang ke rumah langsung mandi, keramas dan sebagainya. Kalau bisa luluran, haha. Hemmbb, gak apa-apa lah yang penting bisa have fun, biarpun tadi maaallluuu banget kalau ingat lagi kejadian itu. Dan peristiwa ini gak akan bisa aku lupakan sampai tua nanti.

 

Like This Post? Share It

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*