0

MALANG – TEXAS

Hai!! Kali ini aku akan bercerita mengenai salah satu memori ketika aku masih dibangku sekolah yang terbilang bangkunya sangat membosankan karena hanya ada DIA disampingku selama 3 tahun. Bisa bayanglkan setiap pagi hari hingga sore DIA duduk disampingku, Sore hingga malam DIA belajar bimbingan bersamaku. Di malam hari pun kami mengerjakan kewajiban kami sebagai siswa bersama. Jangan ditanya “Kalau weekend apakah kalian bersama ?”. Pertanyaan itu tak perlu dijawab yaa.. 😀

Swasti, rekan satu meja dikala SMA, rekan jamming musik bersama, rekan makan, olah raga, tidur, mandi, eehh.. Kami tak tahu sudah berapa moment berharga kami bersama sampai tak terhitung, karena waktuku bisa dibilang banyak bersamanya jika dibandingkan bersama pacar. Oh, aku lupa.. Aku Jomblowati semasa SMA, jadi hanya Swasti yang selalu ada disetiap hariku layaknya pacar.. wkwk Akan kuceritakan terlebih dahulu siapa itu Swasti.. Dia bukan makhluk luar angkasa layaknya CJ7, dan bukan robot diabad ke 22 layaknya Doraemon.. Dia gadis menyenangkan dengan mata sipit, pipi lebar dan hidung yang tamoaknya tertutup pipi. Aku mengenal Swasti sejak hari pertamaku pendidikan di SMA. Banyak kesamaan antara kami. Dari hobi, tempat favorit, mimpi, kecuali makanan.. Karena dia adalah seorang herbivora sedangkan aku omnivora wkwk.. Just Kidd yaa.. Dimulai dari hobi.. Kami memiliki hobi yang sama antara lain, makan, tidur dan melamun hehe. Namun pada pola tidur, dia memiliki pola tidur yang sangat amat teratur, kalian pasti tau ya maksudnya. Dia bisa tidur dimana saja, kapan pun dan dalam kondisi apapun. Sehingga aku sulit membedakan dia sedang tidur atau terjaga karena matanya yang berada diujung pandang hahaha..

Kemudian tempat favorit. Tempat favorit kami adalah studio musik, kamar tidur, dan tempat nongkrong yang tidak terlalu ramai dan terkesan vintage. Karena kami sangat suka dengan hal yang  berbau entertain, jadi kami sering membayangkan hal yang luar biasa dengan imajinasi kami. Seperti mengadakan konser, tampil bersama diatas panggung, duet di konser tunggalku, sampai kadang imajinasi kami terbawa mimpi. Tapi kami meyakini satu hal bahwa semua berawal dari mimpi dan imajinasi. Swasti mengajarkan banyak hal kepadaku. Mengajarkan kesabaran, keikhlasan, kekonyolan, kegilaan, percaya diri, tak tau malu wkwk Swasti mengajarkan bagaimana kita memanfaatkan hidup ini sebaik mungkin karena hidup ini hanya sekali. Sosok ya tegar namun juga tak jarang dia menangis dihadapanku. Dan dikala dia menangis itulah aku menampilkan sisi kebijaksanaanku dan kekonyolanku untuk menghiburnya. Begitu sebaliknya..

Sekarang sangat berbeda siatuasinya semenjak kita berbeda arah mata angin, hari, waktu, pulau, negara, dan benua. Dia memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya di Huston, Texas, Amerika Serikat. Dia memberiku kabar keberangkatannya 1 bulan sebelum dia meninggalkan Indonesia. Kalian tau bagaimana yang kami rasakan ? Berbagai cara aku lakukan untuk membuat 1 bulan itu bermanfaat untuk bekal kenangannya disana. 3 tahun kami bersama hampir setiap hari, dan 5 taun kami akan berpisah. Entah apa yang terjadi bila kami bertemu dan keadaan seperti apa ketika kami bertemu. Itu teka-teki. Saat ini sudah hampir satu tahun keberadaannya di Texas. Kami pun tak menghilangkan kebiasaan kami untuk saling mengucapkan “Aku kangen koe lek”, “Kowe lagi ngopo?”, “Kowe wes mangan durung?” atau kalimat yang romantis seperti “Aku sayang koe, koe sukses terus yoo, ojo berubah”.

Huft… seperti film atau ftv lebih tepatnya. Dan tugasku saat ini hanya menjaga komunikasi dengannya dan memperhatikan keadaan Ibunya di Indonesia sampai dia kembali ke Tanah Air atau mungkin aku yang akan mengunjunginya kesana..

Hai Swasti.. Belajar sungguh-sungguh yaa, reach your dream and make it come true. Samapi bertemu lagii

0

mengenal Sempol dan Bakso Malang

Setelah kedatanganku ke Malang aku mengenal banyak hal yang baru yang belum pernah aku temui sebelumnya apalagi di kota kecil asalku Klaten. Betapa penasarannya sepulang aku survei lokasi ujian SPMV aku melihat penjual makanan Sempol. Ternyata itu adalah makanan Malang yang sangat populer di semua kalangan apalagi mahasiswa. tak mau ketinggalan aku pun mencobanya. Kesan pertama yang diberikan sempol itu sungguh luar biasa. Nagiiiihhhhh!!!!!

Aku merasa makanan di Malang sangat murah jika dibandingkan dengan Klaten. Baru kali ini aku menemukan bakso pinggir jalan tepatnya masih dalam area Pendidikan Vokasi dengan porsi yang mengenyangkan hanya dibandrol dengan harga Rp 9.000,00. Pada saat itu aku berfikir jika aku diterima studi disini mungkin aku akan tambah gendut wkwkwk 😀

0

Pengalaman test SPMV di Malang

Pada kesempatan ini aku akan bercerita mengenai pengalamanku mengikuti tes SPMV Universitas Brawijaya di Malang. YA! Ini pengalaman pertamaku datang ke Malang.. aku berangkat dari Klaten pukul 08.00 WIB dari stasiun Klaten, stasuiun kebanggaan Klaten hehehe… Hari Rabu, 4 Agustus 2016 saya berangkat bersama ibu dengan perasaan yang sejujurnya biasa saja, tidak ada yang spesial. Sepanjang jalan didalam kereta api yaqng membosankan karena aku adalah tipe orang yang tidak suka proses perjalanan menuju suatu temoat. Karena setiap di perjalanan saya selalu mengalami keluhan-keluhan wkwk. pusing lah, mual lah, ada-ada aja deh pokoknya. Aku tiba di Malang pada pukul 16.30 dengan perasaan yang tadinya biasa saja menjadi sedikit excited. Bagaimana kelanjutan pengalaman selama saya di Malang ? Next posting yaa..

0

Kenalan Yuuukkk

Jaman putih abu-abu

Jaman putih abu-abu

Halo perkenalkan saya Winda Syamsu (panggil aja begitu) siswa Sekretaris Pendidikan Vokasi Brawijaya. Saya lahir di Cilacap tapi besar di Klaten. Ini pertama kali saya mengunjungi kota apel, kota lalapan, kota nan dingin, Malang. Excited !!!