CONTOH PROMOSI PENJUALAN

NAMA                        : Winda Anggraini

NIM                 : 105020205111003

KELAS          : BA

 

CONTOH PROMOSI PENJUALAN

Promosi Penjualan: Voucher Rp 20.000 Salon FM Malang 

IMG-20130402-04215

Promosi Penjualan: Voucher Free 1 Jam Karaoke Vivace Malang

IMG-20130412-04261

 

Bagi kebanyakan pemasar, promosi penjualan adalah merupakan elemen yang menyedot dana terbesar dalam bauran promosi. Pengeluaran terutama dilakukan untuk memberi potongan harga, undian, refund, dan sampel. Tujuan utama promosi penjualan adalah untuk menarik sebanyak mungkin pelanggan dalam waktu relative singkat. Bentuk aktivitas promosi penjualan yang umum dilakukan perusahaan jasa berupa kupon/voucher, seperti foto-foto diatas.

Kupon adalah voucher atau sertifikat yang membuat konsumen dapat membeli produk perusahaan dengan harga yang lebih murah dalam jangka waktu tertentu. Tujuannya adalah mendorong masyarakat untuk mencoba produk baru dan mempertahankan kestabilan penjualan. Voucher dari Salon FM dan Karaoke Vivace dalam pendistribusiannya termasuk Package direct distribution, yaitu Kupon disisipkan/diberikan dalam produk/jasa yang akan dijual, dengan tujuan meminimalisir biaya distribusi. Setelah pemakaian 1 kali jasa pelanggan akan mendapatkan voucher untuk pemakaian selanjutnya ditempat yang sama dengan harga jauh lebih murah dari harga regular.

Menurut saya promosi penjualan seperti ini cukup efektif karena  ini salah satu cara untuk menjaga pelanggan untuk datang kembali. Namun perusahaan perlu untuk memantau penjualan dan pendapatan. Tentu saja, ketika perusahaan menawarkan promosi, pastikan bahwa perusahaan mendapatkan lebih dari kerugian. Penjualan harus meningkat. Aktivitas seperti ini merupakan bagian dari promosi bisnis dan iklan, yang ditawarkan untuk waktu yang terbatas. Potongan harga dengan kupon tidak menjamin konsumen untuk menjadi loyal seterusnya terhadap merek produk perusahaan. Cara seperti ini hanya akan berhasil dipergunakan untuk menjaring penjualan dalam waktu singkat. Perusahaan tidak akan kehabisan pelanggan jika promosi seperti ini dimanfaatkan dengan benar, terencana dan dipikirkan dengan baik untuk bisnis perusahaan.

 

File Doc:  Tugas 6 Contoh Promosi Penjualan

File PDF: Contoh Promosi Penjualan

Dosen : Nanang Suryadi, SE, MM (web lecture),learn about Marcom in here

IKLAN YANG MEMANFAATKAN RASA HUMOR DAN RASA BERSALAH DI DALAM TELEVISI, KORAN, DAN RADIO

NAMA             : Winda Anggraini

NIM                 : 105020205111003

KELAS           : BA

 

IKLAN YANG MEMANFAATKAN RASA HUMOR DAN RASA BERSALAH DI DALAM TELEVISI, KORAN, DAN RADIO

IKLAN RASA HUMOR:

Para politisi, aktor dan aktris, penyuluh masyarakat, professor, dan bahkan kita semua pernah pada suatu saat menggunakan humor untuk menciptakan reaksi yang diiginkan. Para pengiklan juga beralih menggunakan humor dengan harapan akan bisa mencapai berbagai tujuan komunikasi, untuk memperoleh perhatian, membimbing pemahaman konsumen tentang pernyataan-pernyataan yang diiklankan, dan akhirnya menciptakan tindakan pembelian oleh pelanggan.

Apakah humor efektif, dan jenis humor apa yang paling berhasil, merupakan soal perdebatan di kalangan para praktisi dan mahasiswa periklanan. Suatu survei menunjukkan bahwa para eksekutif di biro-biro periklanan menganggap pemakaian humor sangat efektif untuk membuat orang-orang memperhatikan iklan dan menciptakan kesadaran merek. Hasil penelitian yang mendalam dari pengaruh humor menghasilkan beberapa kesimpulan sementara:

1. Humor merupakan metode yang efektif untuk menarik perhatian pada iklan
2. Humor menambah kesenangan (liking) pada iklan dan merek yang diiklankan.
3. Humor tidak merusak pemahaman ( komprehension) tentang produk.
4. Humor tidak menawarkan suatu keuntungan yang lebih dari sekedar bujukan.
5. Humor tidak menambah kredibiltas suber.
6. Sifat produk mempengaruhi penggunaan humor.

Khususnya, humor akan lebih berhasil digunakan pada produk yang sudah mapan daripada pada produk baru. Humor juga lebih layak untuk produk-produk yang lebih berorientasi pada perasaaan, atau pengalaman, dan pada produk-produk yang tidak sangat membutuhkan keterlibatan konsumen (seperti berang-barang kemasan konsumen (consumer packaged gods) yang harganya murah).
Bila dilakukan dengan benar dan pada keadaan yang tepat, humor dapat merupakan teknik periklanan yang sangat efektif. Meskipun humor relatif jarang digunakan daam perikanan majalah ( dibanding dengan TV dan radio), Pemakaian humor dalam periklanan menunjukkan bahwa daya tarik yang berisifat humor tidak semuanya sama efektif. Dengan menggunakan data mengenai pola pembaca majalah dari database pembaca majalah, para peneliti menemukan bahwa pria mempunyai skor perhatian yang lebih tinggi dari pada wanita terhadap iklan yang berisifat humor, dan bahwa majalah yang mayoritas pembacanya orang kulit putih mempunyai skor perhatian yang lebih tinggi untuk iklan yang bersifat humor daripada mereka yag meiliki dominasi pembaca orang-orang Afrika-Amerika. Hasil temuan ini jangan diinterprestasikan bahwa orang kulit hitam dan wanita tidak memiliki selera humor, tetapi, cenderung direfleksikan, sebagai bias di dalam periklanan yang lebih melayani keinginan pria kulit putih daripada wanita atau khalayak minoritas.
Selain perbedaan demografis dalam daya respons terhadap humor, bukti riset juga menunjukkanbahwa iklan yang bersifat humor hanya bila evaluasi konsumen terhadap merek yang diiklankan sudah positif. Bila evaluasi terdahulu adalah negatrif terhadap merek yang diiklankan, iklan yang bersifat humor akan kurang efektif dibandingkan iklan nonhumor. Hasil temuan ini mempunyai pengimbang di dalam hubungan antarpribadi: Bila kita menyukai seseorang, Anda akan cenderung untuk menganggap humornya lucu, daripada bila Anda tidak menyukai orang tersebut.
Secara menyeluruh, humor di dalam periklanan dapat merupakan cara yang sangat efektif untuk mencapai berbagai tujuan komunikasi pemasaran. Meskipun demikian, para pemasang iklan harus bertindak hati-hati ketika merenungkan pemakaian humor. Pertama, pengaruh humor dapat berbeda sesuai perbedaan karakteristik khalayak apa yang oleh sebagian orang dianggap lucu, belum tentu lucu bagi yang lainnya. Kedua, pengertian lucu di suatu negara atau daerah suatu negara belum tentu sama dengan di tempat lain. Akhirnya, suatu pesan yang bersifat humor dapat demikian menjijikkan bagi khalayak sehingga para penerima menolak pesan tersebut. Dengan demikian para pengiklan harus meneliti segmen pasar yang mereka tuju dengan hati-hati sebelum menggunakan iklan yang bersifat humor.

 

IKLAN RASA BERSALAH

Pemakaian Rasa Bersalah sebagai Pemikat dalam Periklanan

Para pengiklan menyajikan rasa bersalah dalam iklannya untuk mencoba membujuk para calon pelanggan dan menegaskan bahwa rasa bersalah dapat dihapus dengan menggunakan produk yang diiklankan. Pada umumnya daya tarik rasa bersalah difokuskan pada pelanggaran dan kegagalan di masa lalu/masa mendatang atau kegagalan dalam memperhatikan orang lain.

Untuk mempromosikan produknya pengiklan terkadang tidak memilih appeal yang positif, namun justru memakai appeal negatif. Pemasar dalam iklan-iklannya mengeksploitasi rasa takut, rasa bersalah, dan rasa malu konsumen agar mau melakukan sesuatu (menggosok gigi, memakai deodoran, melakukan pemeriksaan kesehatan) atau berhenti melakukan sesuatu (merokok, penyalahgunaan akohol,  makan berlebihan).

Umumnya, appeal terhadap rasa takut bisa efektif kalau pesannya dibuat tidak terlalu kuat. Temuan riset komunikasi pemasaran mendapati bahwa baik appeal rasa takut yang sangat kuat maupun yang sangat lemah tidak akan berdampak seefektif appeal yang sedang-sedang saja. Selain itu, appeal terhadap rasa takut akan berdampak kalau sumber punya kredibilitas cukup tinggi. Komunikator juga harus meyakinkan konsumen bahwa produk mereka bisa menghapuskan ketakutan di atas dengan cara yang efisien dan dapat dipercaya

 

IKLAN DI TELEVISI

CONTOH IKLAN HUMOR

Iklan Axis Versi Kembalian Rp 500

[youtube]http://youtu.be/Zh5CTnI7pLw[/youtube]

Operator Axis sering sekali mengeluarkan iklannya yang bertema humor. Baru-baru ini Axis menayangkan iklan terbarunya, diceritakan seorang berbelanja sebanyak Rp. 9.500 di mini market Square K. Ia kemudian membayar dengan uang Rp. 10.000 Petugas kasir sepertinya enggan memberi kembalian Rp.500. Hingga melakukan segala cara hingga tidak perlu memberi kembalian. Mulai dari memberi permen, menawarkan jasa pijat, sampai jadi topeng monyet. Namun si pembeli tetap ingin kembalian dalam bentuk uang Rp.500. Menurut saya iklan seperti ini cukup efektif, iklan bertema humor seperti ini tentunya dapat menarik perhatian penonton, karena menjadi daya pikat tersendiri bagi pelanggan mereka, pemasar menyampaikan pesannya secara kreatif dalam iklan agar program terbaru dari produk dapat tersampaikan dan diterima dengan baik.

 

CONTOH IKLAN RASA BERSALAH

Produk Pembersih Bagian Dalam Kewanitaan “Lactacyd” 

[youtube]http://youtu.be/eN3nlhfrLUY[/youtube]

Pemakaian rasa bersalah dalam iklan sebagai pemikat iklan.

Pada umumnya iklan daya tarik rasa bersalah difokuskan pada pelanggaran dan kegagalan di masa lalu/masa mendatang atau kegagalan dalam memperhatikan orang lain. Misal dalam iklan Lactacyd sebagai cara pencegahan kanker serviks yang menyuguhkan antisipasi terhadap rasa bersalah para membaca iklan dengan membiarkan anggota keluarganya tidak menjaga kesehatan pada daerah kewanitaan dapat beresiko tinggi terkena kanker serviks.

Dalam iklan ini menggunakan selebritis ternama (Ruth Sahanaya-Diva) sebagai pendukung iklan meyakinkan konsumen bahwa produk mereka bisa menghapus kekhawatiran dengan cara yang efisien dan dapat dipercaya. Iklan dan cara komunikasi pemasaran tersebut dibuat untuk bisa mendongkrak kepanikan dan kekhawatiran konsumen, sehingga mereka sukarela membelanjakan uang untuk memelihara kesehatan dan membeli produk mereka.

 

IKLAN DI RADIO

Iklan Humor: Sari Jahe Keraton

Pria: Jahe diperas..

Wanita: Itu Jahe Keraton,

Pedasnya wenak.., asli dari jahe. bisa untuk wedang jahe atau es jahe. Wenak..

Pria: Tinggal Currr..itik itik itik…

Iklan radio ini bertema humor, dengan slogannya bernada “Tinggal Currr..itik itik itik” ini menjadi ciri khas yang menarik perhatian pendengar dan telah banyak dikenal luas. Di radio Malang Iklan ini sering diputar pada waktu siang dan sore hari. Segmentasi iklan ini ditujukan untuk pendengar radio diseluruh Malang Raya, tertuju pada kalangan menengah kebawah yang notabene penikmat jamu seperti ini dan produk ini bukanlah produk yang mahal dan sangat ternama.

Iklan Rasa Bersalah: Larangan Menelpon Sambil Mengemudi

http://iklanradioindonesia.blogspot.com/2010/09/dijemput.html#links

Saat ini semakin banyaknya kecelakaan dari pengguna jalan lalu lintas disebabkan karena kesalahan si pengemudi, salah satu penyebabnya yaitu menelpon saat mengemudi, hal ini sangat beresiko bagi keselamatan pengguna jalan. Iklan ini menggunakan rasa bersalah dalam iklan sebagai pemikat iklan bertujuan memberitahukan pada pengguna jalan untuk selalu berhati-hati dalam mengemudi.

 

IKLAN DI MAJALAH/KORAN

Iklan Humor: Parfum Pucelle

Segmenting iklan ini ditujukan untuk kalangan remaja, dengan memperlihatkan seorang gadis cantik yang dikelilingi oleh para lelaki tampan, hal ini menunjukkan targeting dari iklan ini adalah kaum remaja perempuan yang sedang menikmati masa-masa pubertas mereka. Penyampaian pesan oleh pemasar cukup kreatif sehingga menarik dan pesan dapat mudah diterima. Iklan ini tergolong bertema humoris.

images (3)

 

Iklan Rasa Bersalah: Susu diet WRP 

wrp

 

Rasa bersalah bebas makan? Sering anda mengatakan tidak apa-apa untuk memakan makanan berkalori tinggi karena alasan yang masuk akal untuk dapat bertahan hidup dari kelaparan. Tetapi hal ini terkadang membawa penyesalan bagi sebagian wanita bertubuh gemuk, badan yang gemuk membuat sebagian wanita kurang percaya diri dan terlihat tidak menarik. Iklan ini memanfaatkan rasa bersalah dari para pembacanya, untuk berhati-hati mengkonsumsi kalori yang tidak bermanfaat, bahwa penting bagi wanita untuk menjaga bentuk tubuh tetap ideal.

 

File Doc:  tugas 5 IKLAN YANG MEMANFAATKAN RASA HUMOR DAN RASA BERSALAH DI DALAM TELEVISI, KORAN, DAN RADIO

File PDF: IKLAN YANG MEMANFAATKAN RASA HUMOR DAN RASA BERSALAH DI DALAM TELEVISI, KORAN, DAN RADIO

 

Dosen : Nanang Suryadi, SE, MM (web lecture),learn about Marcom in here

EVALUASI KEMASAN PRODUK “KEJU KRAFT” DENGAN MENGGUNAKAN MODEL VIEW DAN CONTOH GAMBAR IKLAN POIN-PEMBELIAN (P-O-P)

Nama  : Winda Anggraini

NIM     : 105020205111009

Kelas  : BA

 

Evaluasi Kemasan: Model VIEW

 

Visibilitas. Visibilitas terkait dengan kemampuan suatu kemasan untuk menarik perhatian pada poin-pembelian. Tujuannya adalah untuk memiliki suatu kemasan yang menonjol/lain dari yang lain di atas rak, hingga ia memotong citra merek. Kemasan-kemasan berwarna cerah, khususnya efektif untuk memperoleh perhatian konsumen.

Informasi. Informasi berhubungan dengan instruksi pemanfaatan produk, berbagai keuntungan yang disebut, slogan-slogan, serta informasi tambahan yang dihadirkan pada atau di dalam kemasan. Tujuannya adalah menyediakan tipe dan kuantitas informsi yang tepat tanpa menjejali kemasan dengan informasi yang berlebihan hingga mengganggu informasi yang utama atau justru mempermurah tampilan kemasan.

Daya Tarik Emosional. Daya tarik emosional diperhatikan dengan kemampuan kemasan untuk menimbulkan perasaan ingin atau suasana hati mendukung. Kemasan untuk beberapa merek tanpa kandungan emosional secara nyata, serta memberi penekanan selain informasi tentang isi, sementara kemasan merek-merek lainnya menekankan kandungan emosional serta berisi informasi yang sangat sedikit.

            Daya/kemampuan untuk Dikerjakan (Workability).Workability merujuk fungsi dari suatu kemasan lebih dari sekedar cara berkomunikasi. Workability, tentu saja, adalah masalah yang relatif. Tujuannya adalah mendesain suatu kemasan yang sebisa mungkin workable bagi sisi ekonomis pengecer maupun konsumen. Daya tarik emosional mendominasi untuk beberapa produk, informasi adalah hal terpenting untuk produk lainnya, sementara visibilitas dan workability umumnya penting bagi seluruh produk.

 

Evaluasi Kemasan KEJU KRAFT CHEDDAR dengan Model VIEW

Seperti resep masakan pada kemasan Keju Kraft. Informasi dalam kemasan berguna untuk: (1) menstimulasi pembelian uji-coba, (2) mendorong perilaku membeli ulang, dan (3) menyediakan berbagai instruksi penggunaan produk.

Gambar diatas menghadirkan ilustrasi informasi pada kemasan merek keju Kraft Cheddar yang mencakup sisi depan dan samping kemasan, beserta data-data nutrisi. Di bagian belakang terdapat contoh resep masakan dari Keju Kraft Cheddar itu sendiri yang diperjelas pada bagian dibalik kemasan. Tak heran produk ini banyak diminati konsumen selain Visibilitas terkait kemasan yang menarik perhatian maupun kegunaan dari produk tersebut.keju kraft kemasan

 

Workability dari kemasan ini pun sudah cukup bagus. Didalam kemasan karton, sebelumnya keju telah dibungkus oleh kertas aluminium foil yang membantu melindungi isi produk, kemasan ini juga memberikan kemudahan penyimpanan produk bagi konsumen maupun pengecer, kemasan yang tidak rumit memudahkan konsumen menggunakan produk serta kemasan karton ini merupakan kemasan ramah lingkungan yang dapat didaur ulang kembali. Sehingga sangat jelas kemasan Keju Kraft ini telah memenuhi komponen View.

 

Mendesain Kemasan. 

Tahap 1: Menentukan Tujuan Pemosisian Merk

Tahap pertama proses desain kemasan ini mengharuskan tim manajemen merk menspesifikasi positionimg merk tersebut dalam benak konsumen dan dalam persaingan dengan berbagai merk kompetitif.

Tahap 2 : Melakukan  Analisis Kategori Produk

Penting bagi manajer untuk mempelajari kategori produk serta berbagai kategori lainnya yang berhubungan guna menentukan trend yang relevan atau mengantisipasi peristiwa yang akan mempengaruhi keputusan pengemasan.

Tahap 3: Melakukan Analisis Kompetitif

Dengan dibekali pengatahuan tentang penggunaan warna, bentuk, fitur tampilan, serta material kemasan milik competitor., desainer kemasan akan disiapkan untuk menciptakan kemasan yang mengangkat citra yang diinginkan namun juga cukup unik dan berbaeda hingga mampu menangkap perhatian konsumen.

Tahap 4 : Mmengidentifikasi Atribut/Manfaat Merk yang Menonjol

Aturan umum yang menyebutkan aturan manfaat kemasan adalah,”makin sedikit makin baik”.

Tahap 5 : Menentukan Prioritas Komunikasi

Tahap ini secara sederhana mendorong desainer kemasan untuk menentukan prioritas verbal dan visual bagi kemasan.

 

PROMOSI POIN-PEMBELIAN (P-O-P)

            Poin-pembelian atau lingkungan toko, memeberikan peluang akhir bagi para pemasar untuk mempengaruhi perilaku konsumen. Poin-pembelian adalah waktu yang ideal untuk berkomunikasi dengan para konsumen karena inilah saatnya berbagai keputusan pemilihan produk dan merek dibuat.

 

SPEKTRUM MATERIAL P-O-P

Material di poin-pembelian mencakup beragam tipe tanda, penunjuk bergerak, spanduk, gantungan di rak-rak dengan tulisan, boneka/manekin mekanis, lampu-lampu, cermin, repro produk dari plastik, unit pengecekan, pedagang yang berjajar, poster-poster dinding, beserta item-item lainnya. Jawatan industri mengklasifikasi material P-O-P tersebut ke dalam tiga kategori:

 

  • P-O-P Permanen,

Material P-O-P permanent mencakup display dan tanda tanda yang sengaja digunakan untuk jangka waktu enam bulan atau lebih.

temporer

 

revlon - myer bourke st - stock-wall display copy

 

 

 

  • P-O-P Temporer,

Material P-O-P temporer mencakup display dan tanda tanda yang sengaja digunakan kurang dari enam bulan.

IMG-20130318-04163

Milo-hot-Bedok-A-NTUC-29072012-4-e1347522056207-225x300

 

 

  • Media In-Store,

Media in store mencakup material iklan dan promosi seperti radio P-O-P, iklan yang tertempel di kereta belanja, tulisan di rak pajangan, serta mesin penjual kupon.

P1080031a carrefour-orhideea IMG-20130318-04159

 

 

APA YANG HENDAK DICAPAI P-O-P ?

Hasil bagi Produsen,

Bagi para produsen, P-O-P menjaga nama perusahaan dan nama merek sebelum konsumen melakukan penguatan kembali citra merek yang telah dibangun sebelumnya melalui iklan. P-O-P juga mengundang perhatian promosi penjualan dan membantu menstimulus rangsangan pembelian.

Layanan bagi para Pengecer,

P-O-P melayani pengecer dengan menarik perhatian konsumen dan meningkatkan minat konsumen dalam berbelanja hingga memperpanjang waktu yang dihabiskan di toko.

 Nilai bagi Konsumen

Para konsumen disuguhi unit-unit poin pembelian yang mengantarkan informasi bermanfaat serta mempermudah prosesberbelanja.

 

FUNGSI MATERIAL P-O-P

 Fungsi material P-O-P secara umum ada empat kategori:

  • Memberi informasi,

Pemberian informasi bagi konsumen adalah fungsi komunikasi P-O-P yang paling mendasar. Tanda-tanda poster, display, serta material P-O-P lainnya memberi sinyal pada konsumen menuju item-item spesifik dan menyediakan informasi yang mungkin bermanfaat. Display bergerak secara khusus efektif untuk tujuan ini. Display bergerak meskipun biasanya lebih mahal daripada display statis, mewakili suara investasi bisnis karena display tersebut secara signifikan menarik level-level perhatian yang lebih tinggi dari orang-orang yang berbelanja.

  • Mengingatkan,

Peran pengingat ini melengkapi tugas yang telah ditampilkan oleh iklan sebelum konsumen memasuki toko. Guna menyadari secara penuh peran pengingat yang disajikan oleh meterial poin-pembelian, adalah penting pada poin ini untuk menyampaikan kunci prinsip dari psikologi kognitif: prinsip penyandian secara khusus. Harapan pengiklan adalah agar konsumen dapat mencari ulang informasi ini pada poin-pembelian dan menggunakannya untuk menyeleksi merek pengiklan melalui penawaran kompetitif.

  • Mendorong,

Mendorong atau menyemangati konsumen untuk membeli barang atau merek tertentu adalah fungsi ketiga P-O-P. Material P-O-P cukup efektif mempengaruhi pemilihan produk serta merek pada poin-pembelian dan mendorong rangsangan pembelian.

  • Merchandising,

Fungsi merchandising disajikan saat display poin-pembelian memungkinkan pengecer unutk memanfaatkan lantai ruangan secara efektif serta memicu penjualan eceran dengan mendampingi konsumen dalam penyeleksian produk serta merek.

 

DIPLAY-DISPLAY INTERKATIF

Display interaktif adalah unit-unit terkomputerisasi dengan display kristal cair yang memungkinkan konsumen menjawab pertanyaan yang terkait dengan kategori produk kebutuhan mereka serta membantu dalam membuat pilihan produk dengan pemberian informasi yang cukup baik. Suatu display interaktif secara khusus dikembangkan untuk membantu orang yang berbelanja dalam memilih botol anggur yang “tepat.”

 

Salah Satu Hasil P-O-P: Meningkatkan Pembuatan Keputusan di dalam Toko

Media in-store, tanda jangka waktu, serta berbagai display sangat mempengaruhi keputusan pembelian konsumen. Mengklarifikasi setiap pembelian merek ke dalam salah satu dari empat tipe perilaku pembelian:

  1. Terencana secara spesifik
  2. Terencana secara umum
  3. Pembelian substitusi
  4. Pembelian tak terencana

Tampak jelas bahwa material P-O-P mewakili faktor penentu/determinan yang sangat penting terhadap perilaku pemilihan produk dan merek oleh konsumen.

 

 

 

Sumber ;

Shim,Tereance A., Penerjemah : Revyani Sjahrial S.E. dan Dyah Anikasari S.Sos, 2003, Periklanan Promosi : Aspek Tambahan Komunikasi Pemasaran Terpadu Jilid I, Erlangga, Jakarta.bab 7, bab 8.

 

 FILE DOC :  Evaluasi View dan POP-Pembelian

FILE PDF : Evaluasi View dan POP-Pembelian PDF

 

Dosen : Nanang Suryadi, SE, MM (web lecture),learn about Marcom in here

ANALISIS IKLAN BERDASARKAN SEGMENTASI, TARGETING DAN POSITIONING (STP)

NAMA             : WINDA ANGGRAINI

NIM                 : 105020205111009

KELAS           : BA

ANALISIS IKLAN BERDASARKAN

SEGMENTASI, TARGETING DAN POSITIONING (STP)

 

Strategi pemasaran STP (segmenting, targeting, position) diperlukan karena hal-hal mendasar berikut ; pasar sangat beragam, pasar sangat luas, pelanggan sangat banyak dengan tuntutan yang bermacam-macam, kemampuan perusahaan terbatas, perusahaan menginginkan profit.

1.Segmenting

Menurut Kotler, Bowen dan Makens (2002, p.254) pasar terdiri dari pembeli dan pembeli berbeda-beda dalam berbagai hal yang bisa membeli dalam keinginan, sumber daya, lokasi, sikap membeli, dan kebiasaan membeli. Karena masing-masing memiliki kebutuhan dan keinginan yang unik, masing-masing pembeli merupakan pasar potensial tersendiri. Oleh sebab itu penjual idealnya mendisain program pemasarannya tersendiri bagi masing-masing pembeli. Segmentasi yang lengkap membutuhkan biaya yang tinggi, dan kebanyakan pelanggan tidak dapat membeli produk yang benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk itu, perusahaan mencari kelas-kelas pembeli yang lebih besar dengan kebutuhan produk atau tanggapan membeli yang berbeda-beda. Segmen pasar terdiri dari kelompok pelanggan yang memiliki seperangkat keinginan yang sama (Kotler, 2005, p.307). Pembagian/pengelompokan kondisi pasar yg heterogen menjadi homogen dg berbagai karakteristik. Tingkat segmentasi ;

  • Pemasaran Segmen :
    • Segmen : Kelompok besar calon pembeli potensial dlm suatu pasar yang memiliki karakteristik yang homogen
    • Karakteristik : keinginan, daya beli, lokasi geografis, perilaku pembelian dan kebiasaan pembelian.
    • Titik tengah antara pemasaran individual – pemasaran massal
  • Pemasaran Relung
    • Relung (niche) : kelompok pembeli potensial yang lebih sempit dibandingkan dengan segmen dengan karakteristik yang lebih spesifik / khusus
    • Biasanya merupakan pasar kecil yang kebutuhannya tidak terlayani dengan baik
    • Biasanya diidentifikasi dengan cara membagi – bagi sebuah segmen menjadi sub segmen yang lebih kecil
  • Pemasaran Lokal
    • Pemasaran yang dilakukan untuk satu wilayah geografis / demografis tertentu.
    • Membidik pembeli lokal
    • Efektif menarik pembeli lokal
    • Sering dikomunikasikan dengan bahasa dan media lokal
  • Pemsaran Individual
    • Pemasaran segmen tunggal
    • Sebagai pemasaran sesuai pesanan atau pemasaran satu lawan satu
    • Secara historis merupakan salah satu praktek pemasaran yang paling kuno

Dasar segmentasi pasar konsumen :

  1. Geografis : wilayah, ukuran kota, kepadatan pemduduk, Iklim      Topografis
  2. Demografis : Aspek seseorang, keluarga,
  3. Psikografis  : Gaya hidup , Kepribadian
  4. Perilaku  : Kejadian, manfaat, stats pemakai, kesetiaan, kesiapan pembeli, dll

Kriteria untuk membidik segmen pasar secara efektif yaitu : (Shiffman,2007)

  1. Dapat diidentifikasi
  2. Mencukupi (dari sudut ukuran)
  3. Stabil atau bertumbuh
  4. Dapat dimasuki (dijangkau) dari sudut media maupun biaya

 

2.Targeting

Targeting merupakan penetapan target pasar untuk produk yang dihasilkan, yaitu satu atau beberapa segmen pasar yang menjadi fokus dari kegiatan-kegiatan pemasaran. Untuk menentukan  target pasar harus dilakukan evaluasi terhadap segmen pasar dan memilih pasar sasaran.

Mengvalusi target pasar  :

  • Menilai beragam segmen yang telah diketahui
  • Harus memperhatikan faktor :

–        Daya tarik segmen keseluruhan : Ukuran segmen,

Pertumbuhan, Profitabilitas, Skala ekonomis, Faktor resiko

–        Tujuan dan sumber daya perusahaan :Tujun jangka pendek, Tujuan jangka panjang

Menetapkan Pasar sasaran : Konsentrasi segmen tunggal, Spesialisasi selektif, Spesialisasi Produk, Spesialisasi Pasar, Cakupan Seluruh Pasar.

 

3.Positioning

Positioning adalah tindakan perusahaan untuk merancang produk dan bauran pemasaran agar dapat tercipta kesan tertentu diingatan konsumen.  Positioning adalah suatu tindakan atau langkah-langkah dari produsen untuk mendesain citra perusahaan dan penawaran nilai dimana konsumen didalam suatu segmen tertentu mengerti dan menghargai apa yang dilakukan suatu segmen tertentu, mengerti dan menghargai apa yang dilakukan suatu perusahaan, dibandingkan dengan pesaingnya  (Kotler,1997).

Tujuan untuk mempermudah proses pemahaman  konsumen dg berbagai informasi , Persaingan yang lebih bagus, Dasar mengembangkan  penyampaian pesan komersial dalam Promosi (Advertising).

  • Peran Positioning Dalam Strategi Pemasaran

Menurut Craven (1991:270) bahwa positioning memegang peran yang sangat besar dalam strategi pemasaran, setelah melakukan analisis pasar dan analisis pesaing dalam suatu analisis internal perusahaan(total situation analysis).
Alasannya dunia sekarang ini dilanda over komunikasi, terjadi ledakan barang,media, maupun iklan. Akibatnya pikiran para prospek menjadi ajang pertempuran.

 

ANALISA STP DALAM IKLAN ( NUTRILON ROYAL)

 

[youtube]http://youtu.be/xOGpFehBd8o[/youtube]

 

Segmentasi

Segmentasi dari susu Nutrilon ini sendiri menurut saya ialah mayarakat kalangan menengah keatas (balita). Sebab harga dari susu tersebut tergolong dalam harga susu termahal di antara produsen susu lainnya. Mereka berani mematok harga tinggi dikarenakan susu Nutrilon merupakan susu formula yang paling mendekati ASI. Nutrilon membagi produknya sesuai dengan umur bayi, yaitu Nutrilon 1 untuk usia 0-6 bulan, Nutrilon 2 untuk 6-12 bulan, Nutrilon 3 untuk 1-3 tahun, dan Nutrilon 4 untuk 3 tahun ke atas.

Targeting

Targeting dari susu Nutrilon sendiri, ia menempatkan target pasarnya  yaitu didaerah kota. Jarang ditemukan produk tersebut didesa-desa. Karena pertimbangan resiko yang akan dihadapi seperti biaya untuk pendistribusian kedesa-desa tidaklah sedikit. Jelas dari golongan harganya, Nutrilon merupakan susu yang tergolong ‘mewah’. Dilihat dari iklannya saja, mungkin bagi sebgaian orang produk tersebut adalah produk susu mewah, mahal karena didalam iklan menggunakan bahasa internasional. Jelas masyarakat awam belum mengerti sebaik-baiknya. Namun bukan tidak mungkin ditemukan dan dikonsumsi oleh masyarakat desa.

Positioning

Positioning Nutrilon itu sendiri dilihat dari iklan menurut saya sebagai leader. Sebab ia meyakinkan sekali dengan iklannya yang mengandung makna yang dapat menarik segmen konsumen yang di targetkan. Beranggapan bahwa Nutrilon merukan susu formula yang paling mendekati ASI, oleh sebab itu Nutrilon sendiri memili keunggulan yang sangat penting dalam meraih pasar. Sehingga pesaing-pesaing mereka tergolong challenger dalam hal ini.

Dalam iklan tersebut ada tulisan “ LIVING OF FULL LIFE ON THE OUTSIDE, STARTS ON THE INSIDE”. Disini terkandung makna yang tersirat yakni anak-anak dididik dari sejak dini bahwa mereka harus menghabiskan hidupnya di luar rumah seperti belajar,bekerja dan berusaha untuk mencapai kesuksesan dan membuat dirinya menjadi lebihbernilai. Kalimat tersebut merupakan rangkuman dari seluruh pesan/ content iklan. Produsen menyiratkan produk mereka membantu membentuk generasi muda semenjak dini sebagaimana slogan yang dikampanyekan oleh iklan susu nutrilon yaitu:

PROTECTION FROM THE INSIDE . Dimana nutrilon mampu memproteksi anak dari dalam dirinya denganmengkonsumsi produk. Sehingga dapat menjalani aktifitas dengan baik.

 

File doc :

ANALISIS IKLAN BERDASARKAN STP

File Pdf :

ANALISIS IKLAN BERDASARKAN STP

Dosen : Nanang Suryadi, SE, MM (web lecture),learn about Marcom in here

 

 

METODE BUDGETING MARKETING COMMUNICATION

NAMA             : WINDA ANGGRAINI

NIM                 : 105020205111009

KELAS           : BA

 

METODE BUDGETING MARKETING COMMUNICATION

Secara umum, ada 2 metode dalam budgeting yaitu :

Pendekatan Top Down dan Buttom-Up.

TP BOTTOM

  • Metode Top-Down terbagi 3 yaitu :

Affordable/ Residual Method

Karakteristik dari metode ini antara lain :

  • Anggaran iklan merupakan sisa dari total anggaran perusahaan setelah dikurangi biaya – biaya, atau mengikuti rumus :

Anggaran = Total Budget – Total Cost Non Iklan.

  • Fungsi advertising seolah tidak terlalu diperhatikan karena tujuan – tujuan iklan menjadi terabaikan. Dasar penentuan anggaran adalah berdasarkan kemampuan, bukan berdasarkan tujuan yang ingin dicapai.
  • Umumnya digunakan oleh perusahaan kecil atau perusahaan besar yg tidak memahami peran advertising & promosi
  • Sering tidak cukup untuk mengangkat awareness produk karena anggaran umumnya sangat minim.
  • Mirip dgn pendekatan “arbitrary” atau acak (mereka – reka).

 

Sales Percentage

Karateristik metode ini antara lain :

  • Budget ditentukan dari persentase volume penjualan.
  • Ada 2 cara, berdasarkan :

–       Persentase dari total sales. Misal : 5% dari total sales.

–       Biaya tetap per unit penjualan. Misal : untuk setiap produk, anggaran iklan adalah Rp. 50.000,-

  • Dapat ditentukan berdasarkan sales tahun sebelumnya atau estimasi sales akhir tahun nanti (proyeksi team marketing) Persentase bervariasi tiap industri (tertinggi : perusahaan mainan / boneka = 15,2%, terendah misalnya software komputer = 0,3%)

Keunggulan metode ini :

–       Aman secara finansial, karena anggaran ditetapkan dalam batas – batas yang dapat dipertanggungjawabkan.

–       Pengeluaran iklan tetap terkontrol karena disesuaikan dengan parameter tertentu (penjualan).

–       Mudah diterapkan (untuk established produk)

–       Stabil dan parameterized.

Kelemahan metode ini :

–       Memutar balikkan hubungan sebab akibat antara anggaran iklan dan sales, apakah anggaran iklan yang mempengaruhi sales atau justru dari sales-lah anggaran iklan ditetapkan.

–       Iklan dianggap sebagai biaya dibanding sebagai investasi

–       Tidak memperhitungkan strategi pesaing. Pada saat pesaing sedang gencar beriklan walaupun sales sedang menurun, langkah pesiang perlu di antisipasi agar sales tidak terus menurun karena pangsa pasar di rebut.

–       Sulit diterapkan untuk produk baru (tidak ada dasar penetapan).

–       Untuk produk yang sudah sukses dan mempunyai kekuatan, anggaran yang ditetapkan bisa melebihi yang dibutuhkan.

–       Jika sales menurun, budget menurun padahal di saat – saat sulit, budget seharusnya meningkat agar sales meningkat (domino effect)

 

Competitive Parity Method

Karakteristik dari metode ini antara lain :

  • Anggaran ditentukan dengan mengukur budget iklan dan promosi pesaing di tahun sebelumnya. Umumnya merupakan perluasan dari metode sales-percentage
  • Perusahaan menentukan budget pesaing umumnya dgn cara marketing intelligence seperti :

–       Klipping iklan dan promo pesaing

–       Menggunakan data eksternal : AC Nielsen, data industri atau laporan dari media.

–       Spionage (teman atau bekas karyawan)

Keunggulan :

–       Peka terhadap kebijakan dan trend dalam industri (collective wisdom).

–       Stabilitas membayangi pesaing dalam bentuk share of voice dan share of mind yang relatif setara, perusahaan dapat mempertahankan pangsa pasarnya agar tidak digerogoti pesaing.

–       Meminimalisir pengeluaran iklan yg dianggap tidak perlu bila melihat gelagat pesaing yg kurang agresif. Bila pesaing mengurangi aktifitas iklan karena situasi ekonomi yang sedang lesu misalnya, maka perusahaan merasa tidak perlu untuk membuat kampanye iklan yang lebih intensif pula.

Kelemahan :

–       Tidak ada jaminan pesaing akan terus menggunakan strategi yang sama. Dengan mendasarkan diri pada data kampanye iklan pesaing di tahun sebelumnya, belum tentu pesaing tersebut akan menggunakan frekwensi dan strategi kampanye yang sama di tahun berikutnya.

–       Pengeluaran iklan yang setara dengan pesaing seolah – olah menunjukkan kampanye iklan tersebut efektif, seolah mengabaikan perananan strategi kreatif, media serta promosi. Padahal dengan strategi yang lebih fokus dan terarah, dengan biaya yang lebih rendah dan lebih efisien, perusahaan dapat membuat kampanye iklan yang lebih baik.

–       Hidden cost tidak terbaca, akibat keterbatasan marketing intelligence. Tidak seluruh data pesaing dapat terbaca di pasar. Perusahaan strategi yang tiba – tiba dari pesaing ditengah –tengah kampanye, kerjasama khusus dengan pihak media (misal : kontrak iklan berjangka), biaya non-above-the line, biaya hadiah dan lain – lain umumnya membuat proyeksi anggaran pesaing sulit ditebak.

–       Seolah mengabaikan kekuatan produknya sendiri. Sebuah produk yang mempunyai keunggulan kompetitif yang kuat atau differensi yang unik, terkadang tidak membutuhkan anggaran iklan yang sama besar dengan pesaing. Bahkan sebaliknya, dengan anggaran yang jauh lebih sedikit, kekuatan produk tersebut akan berbicara dengan sendirinya.

Dari ketiga metode top-down diatas, sales percentage merupakan metode yang paling sering digunakan khususnya di Amerika, Eropa dan Kanada. Kelemahan utama dari model top-down ini adalah tidak mempertimbangkan dengan baik tujuan yang ingin dicapai dan strategi kampanye iklan perusahaan.

 

  • Sedangkan metode Buttom-Up dikenal dengan beberapa metode yaitu :

Objective & Task Method

Karakteristik dari metode ini antara lain :

Ditentukan berdasarkan objective yang ingin dicapai oleh perusahaan.

 

  • Untuk menerapkan strategi ini, perusahaan perlu mempertimbangkan kekuatan diri sendiri dan pesaing. Misalnya : USP atau diferensiasi apa yang dimiliki oleh produk sendiri dan tidak dimiliki pesaing sehingga kampanye iklan dapat lebih efektif.
  • Terperinci, dialokasikan berdasarkan masing – masing program. Setiap proyek dan program mempunyai estimasi anggaran tersendiri.
  • Menggunakan pengalaman sebagai dasar estimasi biaya. Dalam menentukan rencana program beserta estimasi biayanya, misal, kampanye iklan TV, staf bagian
  • Marketing Communication akan membuat estimasi biaya kegiatan ini berdasarkan biaya pada kampanye sebelumnya atau dengan membandingkan data dari kegiatan serupa dari pihak media.

 

Langkah – langkah dalam menerapkan metode ini antara lain :

1. Menetapkan tujuan. Umumnya ada 2 tujuan yang ingin di capai perusahaan yaitu : tujuan pemasaran produk dan tujuan komunikasi.

Tujuan komunikasi dapat berupa :

–       Mencapai level of awareness. Misal : x % dari target market nasional.

–       Perubahan perilaku konsumen. Misal : x % dari responden yang sama memutuskan untuk menggunakan produk tersebut lebih sering.

–        Mengenalkan positioning baru atau memperkuat positioning yang ada

–       Meningkatkan keinginan untuk mencoba produk tersebut. Misal : x % dari non – user memutuskan untuk mencoba produk tersebut.

–       Menurunkan switching index (tingkat penggantian merek) konsumen

–       Dan lain – lain.

Agar tujuan tersebut dapat terukur, sebaiknya perusahaan mengkuantifisir tujuan – tujuan tersebut dengan angka atau target yang realistis, spesifik dan dengan batasan – batasan tertentu (waktu, anggaran dan sumber daya lainnya).

2. Menentukan kegiatan atau program kerja yang dibutuhkan. Kegiatan ini dapat berupa : iklan di media, promosi penjualan, ssampling atau kegiatan promotion-mix lainnya yang diperlukan untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

3. Memperkirakan biaya / pengeluaran untuk masing – masing program. Misal : kegiatan sampling untuk 1.000 unit produk di kawasan perkantoran di Jakarta Selatan membutuhkan biaya total Rp. 12 juta. 4. Memonitor pelaksanaan program dan biaya aktual yang dikeluarkan.

5. Mengevaluasi kembali tujuan – tujuan tersebut. Saat tujuan tertentu telah dicapai, perusahaan harus memfokuskan anggarannya pada kegiatan untuk tujuan yang lebih tinggi.

 

Keunggulan metode ini :

  • Manager dapat mengalokasikan anggaran pada kegiatan tertentu yang diperkirakan yang dapat mencapai tujuan yang diinginkan.
  • Terperinci dan dapat dipertanggungjawabkan, karena setiap pos biaya dari program dapat di evaluasi.
  • Menjadi tolak ukur dalam eksekusi kegiatan iklan dan promosi. Pada tahun anggaran tersebut, bagian marketing communication tahun kegiatan apa saja yang perlu di follow-up.

Kelemahan metode ini :

  • Sulit menentukan program apa yg perlu dilakukan untuk tujuan tertentu serta berapa biaya yg diperlukan, terutama bila belum ada pengalaman sebelumnya. Misal : kegiatan yang dibutuhkan untuk mencapai awareness 50% dari target pasar ?
  • Tidak ada tolak ukur untuk produk baru yg tidak memiliki track record
  • Estimasi program atau biaya dapat meleset karena berbagai faktor internal perusahaan maupun eksternal.

 

Payout Planning

Pada model ini, anggaran ditentukan berdasarkan berapa investasi iklan dan promosi yang akan dikeluarkan dengan memperkirakan estimasi pendapatan yang akan diperoleh, misalnya dalam 2 – 3 tahun kedepan.

 

Quantitative Model

Metode ini umumnya menggunakan simulasi komputer dengan mengolah data – data statistik untuk memperkirakan kontribusi iklan terhadap volume penjualan. Metode ini masih sulit untuk diterapkan.

 

TARIF IKLAN DI TELEVISI

TV merupakan salah satu media komunikasi massa yang dekat dengan khayalak. Tidak heran jika beriklan melalui TV menjadi pilihan banyak perusahaan untuk pasang iklan di TV. Iklan TV lebih efektif karena dapat dengan mudah sampai kepada khayalak sasaran, kelemahannya tentu biaya yang dibutuhkan lebih mahal.

Tarif pasang iklan di stasiun TV tergantung pada beberapa hal berikut ini:

  1. 1.    Karakteristik Stasiun Televisi

Stasiun televisi yang menyiarkan khusus berita, Olahraga, Musik, atau film akan lebih menguntungkan advertiser, karena mereka bisa memilih stasiun tv yang sesuai dengan market. Untuk stasiun yang ber-rating tinggi, maka mematok biaya iklan tv cukup besar, sekitar 10 juta hingga 15 juta rupiah per 15 hingga 30 detik penayangan. Beda lagi tarif untuk tv lokal, biaya iklan tv hanya berkisar 50 ribu hingga 300 ribu rupiah per spot atau sekali tayang dengan durasi sekitar 30 detik.

  1. 2.    Durasi

Biaya iklan TV juga tergantung pada lamanya durasi iklan Anda ditayangkan. Karena hitungan yang digunakan per 30 detik, maka semakin panjang durasi iklan Anda maka akan semakin biaya yang harus Anda keluarkan.

  1. 3.    Rating Program Acara

Semakin tinggi sebuah rating acara, maka semakin mahal biaya yang dibandrol untuk iklan tv, contohnya acara Termehek-mehek di Trans TV mematok harga iklan Rp 5,5 juta per slot durasi 30 detik

  1. 4.    Jenis Penyiaran Acara

Untuk acara yang disiarkan secara tunda atau langsung juga terdapat perbedaan dalam biaya iklan tv yang dipasang. Untuk siaran langsung, harga yang dipatok lebih mahal dibandingkan siaran tunda

  1. 5.    Jam Penayangan

Pada trafik penonton yang ramai akan dipasang biaya iklan tv yang lebih mahal dibandingkan jam tayang yang diperkirakan tidak ramai penonton. Seputar Indonesia Pagi RCTI mematok Rp 8 juta, untuk Petang Rp 16 juta, sementara malam hanya Rp 5 juta.

  1. 6.    Peletakan Iklan

Letak antara iklan dan program acara juga mempengaruhi harga. Iklan yang diputar setelah program acara berlangsung akan dianggap sebagai posisi pasang iklan yang paling strategis sehingga dipasang harga lebih mahal dibandingkan iklan yang dipasang di antara iklan lain. Hal ini berkaitan dengan penonton yang suka mengganti chanel siaran ketika iklan berlangsung.

Apabila dikalkulasikan, maka rata-rata tarif iklan tv terbagi dalam dua jenis, tarif murah berkisar 50 ribu hingga 350 ribu rupiah per spot (durasi 15-30 detik) dan tarif mahal berkisar 6 juta hingga 16 juta rupiah per spot (durasi 15-30 detik).

Berikut tentang biaya rata-rata beriklan di TV saat ini, berdasarkan kapan iklan ditayangkan

  • Jam 00.00-05.00, biayanya sekitar Rp5.000.000,00 – Rp7.000.000,00 per 30 detik.
  • Jam 05.00-08.00, biayanya sekitar Rp7.000.000,00 – Rp9.500.000,00 per 30 detik.
  • Jam 08.00-12.00, biayanya sekitar Rp6.000.000,00 – Rp8.000.000,00 per 30 detik.
  • Jam 12.00-13.00, biayanya sekitar Rp7.000.000,00 – Rp9.500.000,00 per 30 detik.
  • Jam 13.00-17.00, biayanya sekitar Rp6.000.000,00 – Rp8.000.000,00 per 30 detik.
  • Jam 17.00-21.00, biayanya sekitar Rp12.000.000,00 – Rp14.000.000,00 per 30 detik.
  • Jam 21.00-00.00, biayanya sekitar Rp7.000.000,00 – Rp9.500.000,00 per 30 detik.

 

 

 

 

 

 

BIAYA IKLAN DI RADIO

SPOT / ADLIBS

Januari s/d Juni 2008

  Durasi (60 sec) Harga
Prime Time 05.00 – 10.00 WIB Rp. 1.000.000,-
  16.00 – 20.00 WIB  
Regular I 10.00 – 16.00 WIB Rp. 900.000,-
  20.00 – 24.00 WIB  
Regular II 00.00 – 05.00 WIB Rp. 500.000,-
TALK SHOW

Durasi (60 min) Harga Fasilitas
09.00 – 10.00 WIB Rp. 15.000.000,- 2 Spot di Program
    Promo Program
21.00 – 22.00 WIB Rp. 12.500.000,- H & H-1 @ 2 kali

LIVE REPORT

Durasi (30 min) Harga
3 Menit Rp. 4.000.000,-

TIME SIGNAL

  Harga
4 Time Signal / hari / bulan Rp. 30.000.000,-

INSERT

  Harga
3 Menit Rp. 3.000.000,-
QUIZ

  Harga
5 Menit Rp. 6.000.000,-
TIPS

  Harga
60 Detik Rp. 1.000.000,-
30 Detik Rp. 750.000,-
  untuk TIPS, biaya produksi Rp. 2.000.000,-
 
KETERANGAN :

Tarif belum termasuk PPn 10%
Pemasangan Spot / Adlibs harus dengan format 2 Prime Time, 1 Regular Time
Pembatalan order iklan :
1. Satu minggu hingga dua hari sebelum penayangan dikenakan biaya 25%
2. Satu hari sebelum penayangan dikenakan biaya 100%
Waktu penyerahan materi iklan adalah dua hari sebelum penayangan
Pembayaran dilakukan Dimuka untuk pemasangan baru, baik Biro Iklan maupun Perusahaan

 

 

BIAYA IKLAN DI KORAN

Berita Kota Rp.13.200 3 baris 10 baris 35 krktr
Bisnis Indonesia Rp.20.900 3 baris 10 baris 38 krktr
Harian Indonesia Rp.16.500 3 baris 10 baris 19 krktr
Harian Terbit Rp.8.800 3 baris 10 baris 35 krktr
Indopos Rp.16.500 2 baris 10 baris 35 krkt
Jakarta Post Rp.38.500 3 baris 7 baris 35 krktr
Kompas Nusantara Rp.60.500 3 baris 12 baris 27 krktr
Kompas Batavia Rp.49.500 3 baris 12 baris 27 krktr
Kompas Backgrd Warna Batavia Rp.78.100 3 baris 12 baris 27 krktr
Kompas Backgrd Warna Nusantara Rp.86.900 3 baris 12 baris 27 krktr
Kompas Mini Biru Batavia Rp.67.100 3 baris 12 baris 27 krktr
Kompas Mini Biru Nusantara Rp.75.900 3 baris 12 baris 27 krktr
Koran Tempo Rp.30.250 3 baris 10 baris 33 krktr
Kontan Rp.13.200 3 baris 8 baris 30 krktr
Lampu Hijau Rp.16.500 3 baris 10 baris 38 krktr
Media Indonesia Rp.25.575 3 baris 10 baris 36 krktr
Poskota Rp.12.000 4 baris 10 baris 34 krktr
Poskota Khusus Mobil Rp.14.000 4 baris 10 baris 34 krktr
Poskota Khusus Motor Rp. 13.000 4 baris 10 baris 34 krktr
Poskota No. Cantik Rp.15.400 4 baris 10 baris 39 krktr
Poskota Mini Kotak Rp.88.000 – – 125 krktr
Pikiran Rakyat Sabtu Rp.33.000 3 Brs 7 Brs 26 Krktr
Pikiran Rakyat Hari Biasa Rp.24.750 3 Brs 7 Brs 26 Krktr
Pikiran Rakyat Warna SabtuRp.38.500 3 Brs 7 Brs 26 Krktrr
Pikiran Rakyat Warna Hari Biasa Rp.30.250 3 Brs 7 Brs 26 Krktrr
Rakyat Merdeka Rp.19.800 3 baris 5 baris 40 krktr
Republika Rp.22.000 3 baris 8 baris 30 krktr
Seputar Indonesia Nusantara Rp.42.900 3 baris 10 baris 37 krktr
Seputar Indonesia Batavia Rp.36.300 3 baris 10 baris 37 krktr
Suara Pembaruan Rp.28.050 3 baris 10 baris 39 krktr
Wartakota Rp.18.000 3 baris 10 baris 39 krktr

Top Skor Rp.44.000,- 2 Baris 10 Baris 36 Karakter
Nova Rp.33.000,- 2 Baris 10 Baris 45 Karakter
Nova Warna Rp.46.200,- 2 Baris 10 Baris 45 Karakter
Otomotif Rp.37.675,- 2 Baris 10 Baris 45 Karakter
Motor Plus Rp.27.500,- 3 Baris 10 Baris 45 Karakter

 

SUMBER:

http://kamerabaru.blogspot.com/2012/09/harga-iklan-di-televisi-tv.html

http://bisnisdankeuangan.com/manajemen-perusahaan/tarif-iklan-di-tv/

http://www.elshinta.com/v2003a/tarif_radio.htm

http://www.emasindotronik.com/2011/08/tarif-iklan-baris-koran-2011.html

File doc :

METODE BUDGETING MARKETING COMMUNICATION

File Pdf :

METODE BUDGETING MARKETING COMMUNICATION

Dosen : Nanang Suryadi, SE, MM (web lecture),learn about Marcom in here

 

 

 

 

 

DATA DEMOGRAFI JAWA TIMUR DAN SEGMENTASI PSIKOGRAFIS

NAMA             : WINDA ANGGRAINI

NIM                 : 105020205111009

KELAS           : BA

 

DATA DEMOGRAFI JAWA TIMUR

Data jumlah penduduk dari hasil proyeksi yaitu sebesar 37.687.622 jiwa pada tahun 2011. Kota Surabaya mempunyai jumlah penduduk yang paling besar, yaitu 2.781.047 jiwa, diikuti Kabupaten Malang 2.459.982 jiwa dan Kabupaten Jember 2.345.851 jiwa.

Kepadatan penduduk Jawa Timur tahun 2011 adalah 786 jiwa setiap 1 km2. Kepadatan penduduk di kota, umumnya lebih tinggi dibanding dengan kepadatan penduduk di kabupaten. Kota Surabaya mempunyai kepadatan penduduk tertinggi yaitu 8.400 jiwa/km2.

( http://jatim.bps.go.id/e-pub/2012/jtda2012/ )

 

A.    Data BPS

Data Demografis di Jawa Timur

Jumlah Penduduk  : 37.476.757 jiwa

 

Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin

1. Laki-laki                : 18.532.256 jiwa

2. Perempuan          : 18.944.501 jiwa

 

Jumlah Penduduk Berdasarkan Tingkat Usia

1. Balita                      : 1.873.837 jiwa

2. Anak                       : 5.621.514 jiwa

3. Remaja                   : 5.246.746 jiwa

4. Dewasa awal        : 6.371.048 jiwa

 

Jumlah Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan

1. SD                             : 10.493.492 jiwa

2. SMP                         : 6.371.048 jiwa

3. SMA                        : 5.996.281 jiwa

4. PT                            : 1.873.838 jiwa

 

Berdasarkan Tingkat Pendapatan

Pendapatan Rata-rata per Kapita Selama 1 bulan     : Rp 1.730.833

 

Berdasarkan Tingkat Pengeluaran

Pengeluaran Rata-rata per Kapita Selama 1 bulan    : Rp 486.426

  1. Dewasa                  : 12.742.097 jiwa
  2. Manula                   : 5.621.365 jiwa

 

SEGMENTASI PSIKOGRAFIS

Segmentasi Psikografis

Segmentasi Psikografi yaitu membagi-bagi konsumen ke dalam kelompok-kelompok yang didasarkan menurut status sosial, gaya hidup dan kepribadian. Penentuan gaya hidup itu sendiri didasarkan pada kegiatan analisis kegiatan, minat dan opini (activities, interest, opinion AIO). Pada dasarnya kepribadian yang konsisten akan melahirkan sebuah gaya hidup.

Contoh segmentasi psikografis :

  • Rokok Marlboro mengambil segmentasi psikografis rokok seorang laki-laki, berpetualang, dan penuh tantangan.
  • Produk handphone Nokia 8880 membidik sasaran eksklusif dalam produknya dan bentuknya.
  • Misal produsen mobil yang mendesain mobil berdasarkan pada faktor gaya hidup dan kepribadian konsumen. Produsen mendesain mobil sport untuk konsumen bergaya sportif, mobil sedan lux untuk yang menginginkan kesan ekslusif dan mengutamakan kenyamanan.  Demikian juga untuk produk rokok, produsen mengembangkan merek-merek rokok bagi perokok berat, perokok biasa, dan perokok yang berhati-hati/ringan. Selain memperhatikan karakteristik konsumen, pasar juga dapat disegmentasikan berdasarkan tangapan konsumen (segmentasi keprilakuan). Sehingga pembeli dipilah-pilah ke dalam variabel kesempatan penggunaan, manfaat yang dicari, status pemakai, tingkat pemakaian, dan sikap konsumen.
  • Contoh dari segmentasi perilaku antara lain produsen pasta gigi yang memperhatikan variabel manfaat yang dicari dalam mensegmentasikan pasarnya.  Misal, pasta gigi Crest yang menawarkan manfaat perlindungan terhadap gigi berlubang sebagai daya tarik penjualan yang. Demikian juga pasta gigi aquafresh yang menawarkan 3 manfaat yaitu perlindungan terhadap gigi berlubang, nafas lebih segar, dan gigi lebih putih.

 

File doc :   PENDUDUK JAWA TIMUR dan SEGMENTASI PSIKOGRAFIS

file Pdf : PENDUDUK JAWA TIMUR dan SEGMENTASI PSIKOGRAFIS

Dosen : Nanang Suryadi, SE, MM (web lecture),learn about Marcom in here

 

IKLAN YANG TIDAK BERETIKA

NAMA             : WINDA ANGGRAINI

NIM                 : 105020205111009

KELAS           : BA

 

IKLAN YANG TIDAK BERETIKA

Iklan merupakan salah satu bentuk komunikasi antara produsen atau penjual dengan konsumen atau pemakai dengan tujuan untuk membujuk konsumen untuk menggunakan produk dari produsen. Iklan menjadi sesuatu yang penting mengingat makin tingginya tingkat persaingan, dan hal itulah yang menyebabkan banyak produsen lupa atau pura-pura lupa bahwa iklan itu harus beretika.

Iklan sebagai pemberi informasi tentang produk yang ditawarkan di pasar yang bertujuan untuk mendekatkan barang yang hendak dijual kepada konsumen. Pengertian iklan sendiri adalah suatu bentuk komunikasi tidak langsung yang didasari pada informasi tentang keunggulan suatu produk sehingga mengubah pikiran konsumen untuk melakukan pembelian.

Dalam  bisnis yang beretika dimensi  iklan harus sangat diperhatikan dan harus sesuai dengan prinsip-prinsip etis dalam periklanan. Perusahaan harus membuat iklan yang etis sesuai dengan nilai moral sebab iklan dilihat oleh khalayak banyak masyarakat.

Sebelum membahas lebih jauh mengenai iklan yang tidak etis perlu kita ketahui dahulu jenis-jenis iklan, sejauh ini iklan dibagi atas tiga jenis, yaitu :

1.      Comercial Advertising (Iklan Komersial)

Iklan komersial adalah iklan yang bertujuan untuk mendukung kampanye pemasaran suatu produk atau jasa. Iklan komersial sendiri terbagi atas beberapa macam (Lwin & Aitchison. 2005), yaitu :

  • Iklan Strategis

Digunakan untuk membangun merek. Hal itu dilakukan dengan mengkomunikasikan nilai merek danmanfaat produk. Perhatian utama dalam jangka panjang adalah memposisikan merek serta membangun pangsapikiran dan pangsa pasar. Iklan ini mengundang konsumen untuk menikmati hubungan dengan merek serta meyakinkan bahwa merek ini ada bagi para pengguna.

  • Iklan Taktis

Memiliki tujuan yang mendesak. Iklan ini dirancang untuk mendorong konsumen agar segera melakukan kontak dengan merek tertentu. Pada umumnya iklan ini memberikan penawaran khusus jangka pendekyang memacu konsumen memberikan respon pada hari yang sama

2.      Corporate Advertising

Corporate Advertising :

Iklan yang bertujuan membangun citra suatu perusahaan yang pada akhirnya diharapkan juga membangun citra positif produk-produkatau jasa yang diproduksi oleh perusahaan tersebut. Iklan Corporate akan efektif bila didukung oleh fakta yangkuat dan relevan dengan masyarakat, mempunyai nilaiberita dan biasanya selalu dikaitkan dengan kegiatanyang berorientasi pada kepentingan masyarakat. Iklan Corporate merupakan bentuk lain dari iklan strategis ketika sebuah perusahaan melakukan kampanye untuk mengkomunikasikan nilai-nilai korporatnya kepada Public.

3.      Public Service Advertising (Iklan Layanan Masyarakat)

Public Service Advertising  (Iklan Layanan Masyarakat )merupakan bagian dari kampanye social marketing yangbertujuan menjual gagasan atau ide untuk kepentingan atau pelayanan masyarakat.

Biasanya pesan Iklan Layanan Masyarakat berupaajakan, pernyataan atau himbauan kepada masyarakatuntuk melakukan atau tidak melakukan suatu tindakandemi kepentingan umum atau merubah perilaku yang“tidak baik” supaya menjadi lebih baik, misalnya masalahkebersihan lingkungan, mendorong penghargaanterhadap perbedaan pendapat, keluarga berencana, dan sebagainya.

Setelah mengerti berbagai macam iklan, perlu kita ketahui dalam melakukan segala sesuatu, apalagi terkait dengan masyarakat banyak perlu diperhatikan adanya etika dan norma yang harus ditaati, apalagi di negara Indonesia, yang penuh dengan norma yang mengikat dan segala aturannya. Berikut adalah beberapa aturan periklanan atau biasa disebut Etika Pariwara (Iklan) Indonesia atau EPI dimana EPI adalah produk dari Dewan Periklanan Indonesia (DPI) yangmerupakan penyempurnaan atas Tata Krama dan Tata CaraPeriklanan Indonesia (TKTCPI) yang pertama kali diikrarkan pada tgl. 17 September 1981.

Etika Pariwara (Iklan)Indonesia

Landasan etika yang digunakan:

  • Swakrama sebagai sikap dasar industri periklanan yang dianutsecara universal.

Prinsip swakramawi (self-regulation) adalah prinsip yang dipakai secara universal dalam industri periklanan. Secara sederhana,      swakramawi dalam industri periklanan mendasarkan dirinya pada keyakinan bahwa: “suatu etika periklanan akan lebih efektif justru kalau ia disusun, disepakati, dan ditegakkan oleh para pelakunya sendiri.”

Dalam kitab Etika Pariwara Indonesia, disebutkan 4 (empat) alasan utama penerapan asas swakramawi tersebut:

(i) Swakrama menyiratkan kepercayaan yang amat besar dari industri periklanan kepada para pelakunya. Kepercayaan ini selanjutnya diyakini akan memberi mereka dorongan naluriah yang luar biasa untuk senantiasa berperilaku yang sesuai dengan lingkungan sosial-budaya mereka.
(ii) Sebagai bagian dari masyarakat, penerapan swakrama pada komunitas periklanan akan sangat membantu dalam menegakkan sendi-sendi peradaban dalam kehidupan bermasyarakat.
(iii) Swakrama dapat meniadakan – setidaknya meminimalkan – campur tangan dari mereka yang kurang memahami periklanan, termasuk pamong (government) atau para penegak hukum, yang justru dapat menghambat perkembangan industri periklanan.
(iv) Dari aspek hak asasi dan demokrasi, ia juga merupakan wujud dari kebebasan berpendapat dari komunitas periklanankepada pihak-pihak lain.
  • Menempatkan etika dalam struktur nilai moral yang saling dukung dengan ketentuan perundang-undangan sebagai struktur nilai hukum.
  •  Membantu khalayak memperoleh informasi sebanyak dan sebaikmungkin, dengan mendorong digencarkannya iklan-iklanpersaingan, meskipun dengan syarat-syarat tertentu.
  • Mengukuhkan paham kesetaraan jender, bukan sekadar persamaan hak, perlindungan, ataupun pemberdayaan terhadap perempuan.
  • Perlindungan terhadap hak-hak dasar anak.
  • Menutup ruang gerak bagi eksploitasi dan pemanfaatan pornografidalam periklanan.
  • Membuka diri bagi kemungkinan terus berkembangnya isi, ragam,pemeran, dan wahana periklanan.
  • Dukungan bagi segala upaya yang sah dan wajar untuk dapatmeningkatkan belanja per kapita periklanan nasional, dengan membuka peluang bagi beberapa institusi tertentu untuk beriklan.

Setelah mengetahui peraturan dari EPI, ada pula peraturan UU RI NO. 32/2002 mengenai penyiaran, isinya adalah :

ASAS, TUJUAN, FUNGSI, DAN ARAH

Pasal 2

Penyiaran diselenggarakan berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik IndonesiaTahun 1945 dengan asas manfaat, adil dan merata, kepastian hukum, keamanan, keberagaman,kemitraan, etika, kemandirian, kebebasan, dan tanggung jawab.

Pasal 3

Penyiaran diselenggarakan dengan tujuan untuk memperkukuh integrasi nasional, terbinanya watak dan jati diri bangsa yang beriman dan bertakwa, mencerdaskan kehidupan bangsa, memajukan kesejahteraan umum, dalam rangka membangun masyarakat yang mandiri, demokratis, adil dan sejahtera, serta menumbuhkan industri penyiaran Indonesia.

Pasal 4

(1) Penyiaran sebagai kegiatan komunikasi massa mempunyai fungsi sebagai media informasi, pendidikan,hiburan yang sehat, kontrol dan perekat sosial.(2) Dalam menjalankan fungsi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), penyiaran juga mempunyai fungsi ekonomi dan kebudayaan.

Pasal 5

Penyiaran diarahkan untuk :

  1. menjunjung tinggi pelaksanaan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun1945
  2. menjaga dan meningkatkan moralitas dan nilai-nilai agama serta jati diri bangsa
  3. meningkatkan kualitas sumber daya manusia
  4. menjaga dan mempererat persatuan dan kesatuan bangsa
  5. meningkatkan kesadaran ketaatan hukum dan disiplin nasional
  6. menyalurkan pendapat umum serta mendorong peran aktif masyarakat dalam pembangunan nasional dan daerah serta melestarikan lingkungan hidup
  7. mencegah monopoli kepemilikan dan mendukung persaingan yang sehat di bidang penyiaran
  8. mendorong peningkatan kemampuan perekonomian rakyat, mewujudkan pemerataan, dan memperkuatdaya saing bangsa dalam era globalisasi
  9. memberikan informasi yang benar, seimbang, dan bertanggung jawab
  10. memajukan kebudayaan nasional

Berdasarkan beberapa aturan di atas maka perlu para pembuat iklan maupun produsen menyadari segala peraturan yang terkesan mengikat, namun sangat penting diperhatikan untuk kemajuan bangsa.

Media iklan di televisi dipilih karena merupakan salah satu media iklan yang paling efektif dalam menyampaikan pesan kepada konsumen potensial. Namun sayangnya, saat ini tidak semua iklan di televisi dapat dikatakan baik. Ada beberapa tayangan iklan ditelevisi yang kurang baik, sebab iklan tersebut kurang memikirkan unsur etika dalam tayangan iklannya. Contohnya adalah saat ini banyak sekali iklan yang secara terang- terang menghina atau menyindir para pesaing. Perang tarif telepon seluler misalnya. Ada juga iklan yang memaanfatkan agama untuk mengkomersilkan barang dagangannya. Atau ada pula iklan nakal yang menggunakan kemolekan tubuh wanita untuk menarik perhatian para penonton tv sehingga iklannya dapat disaksikan dan menarik perhatian.

Berikut ini saya akan membahas mengenai iklan yang dianggap kurang etis untuk di publish di masyarakat.

Contoh kasus Iklan Kopi Susu Ya!

Masih ingatkah Anda dengan iklan ini? Wanita cantik dan seksi masih diyakini mampu meningkatkan penjualan produk yang ditawarkan. Misalnya saja seperti iklan yang dianggap  fulgar Kopi Susu Ya! yang ditayangkan di televisi pada tahun 2008-2009.

ya!kopi susu-dewi sansan

[youtube]http://youtu.be/Aa5qal9KdAs[/youtube]

 

Julia Perez – Iklan Kopi Susu Ya..!

[youtube]http://youtu.be/QRiyQyo3FeE[/youtube]

Analisis:

Menurut saya Iklan ini sangat tidak beretika karena terlalu fulgar dan menunjukan Eksploitasi tubuh wanita secara besar-besaran dapat dilihat dalam iklan ini. Selain itu pula produk yang diunggulkan tidak seberapa fokus tetapi malah bintang iklannya yang berpakaian seksi dan menggoda. Iklan ini dibuat agar dapat menarik pembeli dari bintang iklan yang ditampilkan. Iklan tersebut harus segera ditarik dari perputarannya di media televisi karena selain tidak mendidik dan menjurus ke arah porno aksi , juga tidak mencerminkan sebagai iklan yang seharusnya memberikan informasi yang berguna dan positif bagi masyarakat luas mengenai produk tersebut. Sebagaimana mestinya sebuah iklan haruslah mempresentasikan sebuah produk sebagai suatu konsumsi masyarakat yang informatif dan mendidik.

 

File doc : IKLAN YANG TIDAK BERETIKA

File Pdf : IKLAN YANG TIDAK BERETIKA

Dosen : Nanang Suryadi, SE, MM (web lecture),learn about Marcom in here

 

 

 

BAGAIMANA MENGUKUR EFEKTIVITAS MARKETING COMMUNICATION

NAMA             : WINDA ANGGRAINI

NIM                 : 105020205111009

KELAS           : BA

 

BAGAIMANA CARA MENGUKUR EFEKTIVITAS MARKETING COMMUNICATION

            Komunikasi pemasaran merupakan satu aspek penting dalam kegiatan pemasaran. Hal ini bisa dilihat melalui beberapa pengertian mengenai komunikasi pemasaran oleh beberapa ahli.

Komunikasi Pemasaran menurut Terence A. Shimp

“Komunikasi Pemasaran mempresentasikan gabungan semua unsur dalam bauran pemasaran merek yang memfasilitasi terjadinya pertukaran dengan menciptakan suatu arti yang disebarluaskan kepada suatu pelanggan atau kliennya.”

Menurut Stanton yang dikutip oleh Djaslim Saladin dan Yevis Marti Oesman (1991; 194)

Komunikasi Pemasaran adalah kombinasi dari penjualan tata muka, periklanan, promosi penjualan, publisitas dan hubungan masyarakat yang membantu pencapaian tujuan perusahaan.

Djasmin Saladin (2001; 123)

Komunikasi Pemasaran adalah aktivitas yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi dan membujuk atau mengingatkan pasan sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan.

Sofyan Assauri (1996:243)

Kombinasi strategi yang paling baik dari unsurunsur promosi tersebut, maka untuk dapat efektifnya promosi dilakukan oleh suatu perusahaan, perlu ditentukan terlebih dahulu peralatan atau unsur promosi apa saja yang sebaiknya digunakan dan bagaimana pengkombinasian unsur-unsur tersebut agar hasilnya dapat optimal.

William G. Nickels dalam bukunya Marketing Communication and Promotion (1984) mendefinisikan :

Komunikasi pemasaran sebagai berikut: proses pertukaran informasi yang dilakukan secara persuasif sehingga proses pemasaran dapat berjalan secara efektif dan efisien (Purba, dkk, 2006: 126).

 

Dalam mempelajari marketing communication hal yang paling penting adalah sebuah merek atau brand. Ketika kita ingin mengkomunikasikan produk yang kita miliki produk tersebut harus memiliki Brand. Sebuah merek produk akan dikenal oleh masyarakat luas, tentunya di latar belakangi dengan pemasaran yang baik. Dalam hal ini sangat dibutuhkan marketing communication yang matang dan strategi yang efektif serta efisien dalam prakteknya. Agar dapat mengetahui efektifitas komunikasi pemasaran, tujuan komunikasi harus dirumuskan secara spesifik dan terukur dalam suatu kerangka waktu tertentu.

Beberapa perusahaan memiliki metode dan batasan-batasan yang berbeda dalam melakukan pengukuran. Efektivitas.perbedaan pada batasan batasan ini sangat dittentukan oleh ukuran perusahaan. Untuk mengukur efektivitas komunikasi pemasaran dapat dilakukan dengan dua pendekatan, yaitu :

  • Business outcomes (Penjualan)
  • Communication outcomes (Di luar Penjualan)

Proses pengukuran yang paling sederhana adalah melalui business outcomes, yaitu dengan melihat tren penjualan dari perusahaan itu sendiri, di sana dapat dilihat peningkatan atau penurunan pembelian yang terjadi selama periode waktu tertentu saat program komunikasi pemsaran dijalankan. Namun, kita biasanya tidak dapat mengukur efektivitas komunikasi pemasaran dari penjualan saja. Sebab keseluruhan bauran pemasaran, memiliki pengaruh terhadap penjualan.

Secara kuantitatif, pengukuran yang dapat dilakukan dalam menilai efektivitas komunikasi pemasaran:

  • Efisiensi : Menghitung total biaya promosi dibagi seluruh unit yang terjual selama periode promosi
  • Waktu eksekusi : Menghitung total waktu yang diperlukan mulai dari perencanaan program promosi sampai waktu eksekusi program tersebut.
  • Expense : Menghitung semua biaya yang diperlukan untuk kegiatan promosi.
  • Efektivitas : Menghitung jumlah unit yang terjual selama periode promosi berlangsung.

Selain itu ukuran lain yang digunakan adalah ukuran  ukuran communication outcomes atau secara nonsales. Suatu ukuran komunikasi akan memperlihatkan target di luar penjualan. Artinya sasaran yang dituju adalah sebuah brand awareness, apakah pesan tersebut tersampaikan, sikap terhadap merek serta keinginan membeli adalah ukuran-ukuran komunikasi pemasaran pada umumnya. Artinya, objek yang dinilai di sini adalah apakah pemasar berhasil mengkomunikasikan pesan tertentu secara keseluruhan.

Pengukuran sederhana yang lain dapat dilakukan dengan mengembangkan komunikasi pemasaran two ways yang memberikan kesempatan kepada konsumen memberikan tanggapan dan sebaliknya memberikan kita kesempatan sebagai pemasar menerima tanggapan sehingga kita dapat mengukur efektivitas dari komunikasi kita.

Indikasi efektif tidaknya Marketing communication yang kita jalankan tentu dengan ditandainya calon pembeli, membeli produk dan atau jasa layanan kita, dan bukan saja membeli satu atau satu kali namun beberapa atau berulang kali. Namun tidak serta merta demikian tentunya, ada proses yang lazim sampai tiba di keputusan dan sikap membeli,awareness, knowledge, preference, conviction, sampai purchase behavior.

Dalam proses komunikasi komunikator atau perusahaan sangat rentan menerima gangguan pada saat melakukan pengiriman pesan kepada penerima atau konsumen. Butuh komunikasi pemasaran yang benar-benar efektif untuk ini. Sebuah proses komunikasi pemasaran yang efektif sebaiknya melalui tahap-tahap sebagai berikut

Ada 8 langkah dalam mengembangkan program komunikasi dan promosi total yang efektif. Komunikator pemasaran harus:

  1. Mengidentifikasikan pemirsa atau konsumen sasaran : menganalisa pembeli potensial produk perusahaan dan menetapkan target konsumen.
  2. Menentukan tujuan komunikasi : kebutuhan kategori, kesadaran merek, sikap merek, maksud pembelian merek.
  3. Merancang komunikasi : strategi pesan, strategi kreatif, sumber pesan, adaptasi global.
  4. Memilih saluran komunikasi.
  5. Menetapkan total anggaran komunikasi pemasaran : metode terjangkau, metode persentase penjualan, metode paritas kompetitif, metode tujuan dan tugas.
  6. Memutuskan bauran komunikasi pemasaran (marketing mix).
  7. Mengukur hasil komunikasi : mengukur dampak pesan yang dikomunikasikan terhadap konsumen sasaran dan umpan balik yang diterima.
  8. Mengelola proses komunikasi pemasaran terintegrasi : mengkoordinasikan media, mengimplementasikan IMC (Integrated Marketing Communication) atau komunikasi pemasaran terpadu.

Penjelasan:

1. Mengidentifikasi audiens yang dituju

Audiens dapat diartikan sebagai calon pembeli produk perusahaan, pemakai saat ini, penentu keputusan, atau pihak yang mempengaruhi. Audiens itu dapat terdiri dari individu, kelompok, masyarakat tertentu atau masyarakat umum.
2. Menentukan tujuan komunikasi tersebut
Setelah pasar sasaran dan karakteristiknya di identifikasi, komunikator pemasaran harus memutuskan tanggapan yang diharapkan dari audiens. Tanggapan terakhir yang diharapkan dari audiens adalah pembelian, kepuasan yang tinggi dan cerita dari mulut ke mulut yang baik.

3. Merancang pesan
Setelah menentukan tanggapan yang diinginkan dari audiens komunikator selanjutnya mengembangkan pesan yang efektif. Idealnya, pesan itu harus menarik perhatian (attention),mempertahankan ketertarikan (interest), membangkitkan keingininan (desire), dan menggerakkan tindakan (action).

Memformulasikan pesan memerlukan pemecahan atas 4 masalah.
– Isi pesan : apa yang akan dikatakan
– Struktur pesan : bagaimana mengatakannya secara logis.
– Format pesan  : Bagaimana mengatakannya secara simbolis.
– Sumber pesan : Siapa seharusnya mengatakannya.

4. Memilih saluran komunikasi
Saluran komunikasi terdiri dari 2 jenis yaitu:

  • Saluran komunikasi personal.
    Mencakup dua orang atau lebih yang berkomunikasi secara langsung satu sama lain, antara seseorang dengan pemirsa, melalui telepon atau melalui e-mail.
  • Saluran komunikasi nonpersonal
    Menyampaikan pesan tanpa melakukan kontak atau interaksi pribadi, tetapi dilakukan melalui media, promosi penjualan, acara dan pengalaman, serta hubungan masyarakat.

5. Menentukan total anggaran promosi
Bagaimana perusahaan menentukan anggaran promosinya?
Ada 4 metode utama yang digunakan dalam menyusun anggaran promosi.

1.Metode sesuai kemampuan
2.Metode presentasi penjualan
3.Metode keseimbangan persaingan
4.Metode Tujuan dan tugas

6. Membuat keputusan atas bauran komunikasi pemasaran (Marketing Mix)
Perusahaan harus mendistribusikan total anggaran promosi untuk lima alat promosi yaitu:
Iklan, merupakan model komunikasi yang dapat menjangkau public secara luas. Iklan dapat digunakan untuk membangun image jangka panjang dan juga mempercepat quick sales. Selain itu iklan juga bersifat baku dan dapat ditayangkan berulang-ulang serta dapat memperoleh efek dramatisasi dari iklan yang telah ditayangkan tersebut. Namun iklan hanya dapat membawa pesan secara monolog (komunikasi satu arah). Promosi penjualan, alat promosi ini mempunyai 3 manfaat yaitu pertama, Komunikasi, dimana merupakan sarana untuk menarik perhatian dan memeberikan informasi yang akhirnya mengarahkan konsumen kepada produk. Hal tersebut memberikan kontribusi nilai tambah kepada konsumen dan juga dapat secara aktif mengajak konsumen membeli produk yang ditawarkan.

Public Relation dan publisitas, alat promosi ini dapat menarik perhatian khalayak ramai jika memiliki kredibilitas yang tinggi dan tidak memasukkan unsure penjualan, jadi hanya sebagai pemberi informasi. Public Relation dan publisitas juga dapat memperoleh efek dramatisasi seperti yang terjadi pada iklan.

Personal Selling, merupakan alat promosi yang paling efektif pada siklus terakhir dari proses pembelian. Hal ini terjadi karena personal selling dapat membuat hubungan interaktif secara dekat sehingga dapat mengnenal konsumen secara lebih dalam dan lebih baik sehingga dapat memberikan respon yang tepat.
Direct Marketing, alat promosi ini hanya dapat menjangkau konsumen yang spesifik. Namun pesan yang disampaikan melalui direct marketing dapat disesuaikan dengan karakter dan respon konsumen yang dituju serta dapat diperbaharui secara cepat pula.
Perusahaan selalu mencari cara untuk meperoleh efisiensi dengan mensubtitusi satu alat promosi dengan yang lainnya.
7. Mengukur hasil promosi tersebut

Setelah menerapkan rencana promosi, komunikator harus mengukur dampaknya pada audiens sasaran. Hal ini mencakup menanyakan audiens sasaran apakah mereka mengenali atau mengingat pesan yang telah disampaikan, beberapa kali mereka melihatnya, hal-hal apa saja yang mereka ingat, bagaimana perasaan mereka tentang pesan tersebut, dan sikap mereka sebelumnya dan sekarang tentang produk dan perusahaan itu.

 

8. Mengelola dan mengkoordinasikan proses komunikasi pemasaran terintegrasi.
Banyak perusahaan masih sangat mengandalkan satu atau dua alat komunikasi untuk mencapai tujuan komunikasinya. Praktik ini terus berlangsung, meski sekarang ini terjadi disintegrasi dari pasar massal ke banayak pasar kecil, masing-masing memerlukan pendekatan komunikasi tersendiri; berkembangannya berbagai jenis media baru dan semakin canggihnya konsumen. Alat komunikasi, pesan, dan audiens yang sangat lebih modern.

 

Referensi:

http://diyolineri.blogspot.com/2012/03/definisi-komunikasi-pemasaran-menurut.html

http://graphicdesignfreelance.blogspot.com/2009/08/8-langkah-mengembangkan-komunikasi.html

http://juniorsuryadilaga.wordpress.com/2013/01/09/mengukur-efektivitas-komunikasi-pemasaran/

 

File Doc : BAGAIMANA CARA MENGUKUR EFEKTIVITAS MARKETING COMMUNICATION

File Pdf : BAGAIMANA CARA MENGUKUR EFEKTIVITAS MARKETING COMMUNICATION

 

Dosen : Nanang Suryadi, SE, MM (web lecture),learn about Marcom in here

Materi Bab 4-6

Marketing Communication

Komunikasi Pemasaran Terpadu Dalam Perspektif Konsumen : Penentuan Sasaran, Pengkomunikasian, dan Upaya Membujuk Konsumen (Chapter 4-6)

Nama Anggota Kelompok 2:

 

 Winda Anggraini                   (105020205111009)

 Coniesya Mutiara Fajrina       (105020204111003)

 Ria Maharani                          ( 105020207111009)

 Rosandhi Aji W                     (105020207111084)

 Daniel Putro Wicaksono        (105020200111010)

 Yunata Kandhias Akbar        (105020207111061)

 

Universitas Brawijaya

Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Manajemen

2012

BAB IV

SARANA KOMUNIKASI PEMASARAN DEMOGRAFIS, PSIKOGRAFIS, DAN GEODEMOGRAFIS

 

Dalam bab ini, kita akan memfokuskan pembahasan pada tiga set karakteristik konsumen yang secara independen atau bersama-sama mempengaruhi konsumsi seseorang dan bagaimana mereka merespon komunikasi pemasaran, yaitu karakteristik demografi, psikografi, dan geodemografi.

Tiga topik utama mengenai demografi yang akan dibahas: (1) struktur usia populasi Amerika Serikat (contohnya: pada baby boomer dan bust); (2) perubahan yang terjadi dalam rumah tangga Amerika (sebagai contoh: meningkatnya jumlah rumah tangga yang terdiri dari orang tua tunggal (single-parent)); (3) perkembangan etnis populasi.

Aspek gaya hidup konsumen—aktivitas, ketertarikan, dan opini mereka—mempresentasikan karakteristik psikografis mereka. Pola pembelian sering kali dipengaruhi oleh gaya hidup kita dibandingkan latar belakang demografis kita. Geodemografi merupakan sebuah kombinasi dari karakteristik demografis dan gaya hidup konsumen dalam cluster geodemografis seperti kode pos area dan lingkungan rumah. Mengetahui bahwa konsumen yang mempunyai profil demografis dan psikografis yang serupa cenderung mengelompokkan diri dalam jarak geografis yang dekat, akan memberi komunikator pemasaran—terutama para pembuat surat langsung (direct mailer)—sebuah cara yang amat efektif dan efisien untuk mencapai konsumen yang paling dapat menerima pesan iklan.

 

PERUBAHAN PERTUMBUHAN STRUKTUR USIA

Bagian ini akan membahas kelompok usia utama dalam populasi Amerika dan implikasinya pada usaha komunikasi pemasaran. Pembahasan dimulai dengan generasi yang dikenal dengan nama generasi baby boomer dan juga memasukkan bahasan terpisah mengenai konsumen usia setengah baya dan mapan (mature), anak-anak dan remaja, serta kelompok Generasi X dan Generasi Y yang banyak diperbincangkan.

 

Generasi Baby-Boomer

Efek dari adanya baby boomer ini dimanifestasikan ke dalam perkembangan-perkembangan besar dalam populasi:

  1. Baby boomers yang asli melahirkan baby boomer kecil ketika mereka telah cukup umur.
  2. Disebabkan oleh tingkat kelahiran yang rendah pada pertengahan tahun 1960-an hingga 1970-an (sebelum periode di mana sebagian besar baby boomers mempunyai anak), hanya sedikit bayi yang lahir. Karenanya, sekarang jumlah orang dewasa muda juga lebih sedikit (usia 20-34 tahun) dibandingkan generasi sebelumnya.
  3. Jumlah orang berusia setengah baya telah meningkat secara dramatis. Kematangan para baby boomers ini kemungkinan merupakan perkembangan demografi yang paling signifikan yang dihadapi para pemasar.

Dilihat dari sisi positif, generasi baby-boomer memberikan potensi yang amat besar bagi banyak pemasar. Riset menunjukkan bahwa baby boomers adalah pasar yang menarik untuk produk-produk berteknologi tinggi, barang-barang tahan lama, dan bentuk-bentuk investasi seperti asuransi, real estate, dan sekuritas.

Lebih lanjut, walaupun baby boomers semakin bertambah usianya, tidak berarti mereka bertambah tua secara psikologis atau secara signifikan mengubah pola konsumsi mereka dibandingkan ketika mereka berusia lebih muda. Ada indikasi yang menunjukkan bahwa para baby boomers tetap mempertahankan banyak kebiasaan konsumsi mereka di masa muda, dan ingin banyak berubah. Sebagai contoh, adanya peningkatan dramatis dalam pembelian produk pewarna rambut oleh baby boomers, merefleksikan kecenderungan bahwa mereka ingin memperlama masa muda mereka dengan bantuan produk-produk yang dapat mendukung obsesi “tetap muda” mereka.

Sebagai kesimpulan, baby boomers adalah kelompok usia yang signifikan, dan karenanya mempresentasikan sebuah kekuatan ekonomi yang sangat kuat, namun mereka tidak dapat dianggap sebagai suatu segmen pasar yang spesifik.

Konsumen Berusia Setengah Baya dan Mapan (Mature)

Berbagai implikasi timbul dari usaha komunikasi pemasaran yang ditujukan kepada pasar kelompok berusia mapan. Dalam iklan yang ditujukan bagi kelompok ini, disarankan untuk menggambarkan mereka sebagai orang-orang yang aktif, vital, sibuk, berpandangan ke depan, dan ingin berpenampilan menarik dan romantis. Saat ini iklan pada umumnya menarik perhatian pasar kelompok berusia mapan dengan cara yang lebih menyenangkan (flattering), dengan menggunakan model usia setengah baya yang menarik untuk mempresentasikan pakaian, kosmetik, serta produk-produk lain yang selama ini diiklankan dengan dominasi model-model usia muda.

Berdasarkan survey nasional yang dilakukan Amerika Serikat dengan melayangkan surat kepada 1.000 orang berusia 55 tahun ke atas, responden diklasifikasi ke dalam empat kelompok: Healthy Hermits, Ailing Outgoers, Frail Rescluses, dan Healthy Indulgers.

Kelompok Healthy Hermits, walaupun mempunyai tingkat kesehatan yang baik, secara psikologis menarik diri dari masyarakat. Mereka mempresentasikan pasar yang sesuai untuk berbagai jasa seperti konsultan pajak dan hukum, layanan keuangan, home entertaiment, dan produk-produk yang dapat digunakan untuk bekerja sendiri (do-it-yourself products). Direct mail dan iklan di media cetak merupakan media terbaik untuk meraih kelompok ini. Ailing Outgoers merupakan kebalikan dari Healthy Hermits. Walaupun tingkat kesehatannya tidak baik, mereka aktif secara sosial, mempunyai tingkat kesadaran akan kesehatan yang tinggi, dan tertarik untuk mempelajari hal-hal baru. Perawatan kesehatan untuk di rumah, produk-produk diet, kelompok pensiunan, dan jasa-jasa hiburan adalah beberapa produk dan jasa yang amat diinginkan kelompok ini. Frail Rescluses adalah mereka yang menarik diri dari kehidupan sosial serta mempunyai tingkat kesehatan yang rendah. Berbagai produk dan jasa kesehatan serta medis, home entertaiment, layanan domestic assistance dapat dipasarkan dengan sukses kepada kelompok ini melalui iklan media massa yang menarik.

Anak-anak dan Remaja

Anak-anak usia prasekolah mempresentasikan kelompok penting yang telah tumbuh secara cepat tahun-tahun belakangan ini. Produk dan jasa yang menarik bagi keluarga dan rumah tangga telah meningkat untuk dipasarkan kepada para anak ini. Ketertarikan para orang tua anak-anak prasekolah ini tidak hanya ditujukan kepada produk-produk tersebut, namun juga kepada produk fashion.

Anak-anak usia sekolah dasar, secara langsung mempengaruhi pembelian produk dan secara tidak langsung mempengaruhi apa yang orang tua mereka beli. Anak-anak ini mempengaruhi pilihan orang tua mereka untuk baju dan mainan, dan bahkan pilihan merek dari produk-produk seperti pasta gigi. Iklan dan bentuk-bentuk lain dari komunikasi pemasaran yang ditujukan kepada anak-anak kecil, atau keluarga mereka, telah meningkat secara cepat di tahun-tahun belakangan ini.

Para remaja, memiliki earning power yang amat besar serta pengaruh yang kuat pada pembelian personal maupun rumah tangga. Kelompok ini, yang disebut konsultan pemasaran sebagai Generasi Y (berbeda dari generasi sebelumnya yang dinamakan sebagai Generasi X), adalah kelompok usia yang mempunyai pengaruh penting terhadap pembelian. Remaja dikenal sebagai konsumen yang sangat dapat menyesuaikan diri, amat memuja penampilan fisik (narcissitic), dan tidak loyal. Karakteristik ini memberikan peluang dan tantangan yang amat besar bagi komunikator pemasaran.

Generasi X    

Tidak ada kelompok usia yang begitu banyak mendapat perhatian di waktu lalu, kecuali Generasi X, kelompok dengan sebagian besar anggota terdiri dari para mahasiswa. Sedikit komentar mengenai segmen “pasar” mahasiswa dalam Generasi X yaitu diperkirakan bahwa para mahasiswa memiliki spending power sebesar US$30 miliar, yang menobatkan mereka dan teman-teman mereka sebagai target yang menarik bagi para pemasar. Media yang paling penting bagi para mahasiswa dalam menawarkan produk baru dan menyampaikan pesan-pesan mengenai merek adalah internet.

 

PERUBAHAN YANG TERUS TERJADI DALAM RUMAH TANGGA AMERIKA

Rumah tangga non keluarga—yaitu seseorang yang tinggal sendiri dengan atau tanpa orang yang tidak mempunyai ikatan dengannya—mengalami peningkatan yang amat tinggi dan berjumlah hampir sepertiga dari seluruh rumah tangga pada tahun 2003. Perubahan komposisi dari rumah tangga amerika ini mempunyai berbagai implikasi bagi para komunikator, khususnya pengiklan. Para pengiklan akan wajib merefleksikan berbagai situasi kehidupan yang ada dalam rentang yang luas. Hal ini khususnya berlaku bagi rumah tangga yang dihuni oleh para lajang (singles). Daya beli para lajang sangatlah kuat dan suatu keberuntungan besar bagi pengiklan bahwa mereka merupakan sekelompok konsumen yang mempunyai keinginan memiliki yang tinggi. Meraih para lajang mebutuhkan usaha seleksi media khusus karena mereka: (1) cenderung bukan merupakan penonton program-program televisi prime-time, melainkan lebih malam dari itu (setelah jam 11 malam); (2) amat suka menonton acara-acara dalam televisi kabel dibandingkan populasi yang lain; dan (3) merupakan pembaca majalah yang setia.

 

PERKEMBANGAN POPULASI ETNIS

            Para pemasar komunikator pemasaran perlu melakukan tugas yang lebih baik dalam mengembangkan produk, program pemasaran, dan strategi komunikasi pemasaran yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan yang unik dari tiap-tiap kelompok etnis. Etnis memainkan peran yang penting dalam mengarahkan perilaku konsumen.

Penduduk African-American

Beberapa faktor menjelaskan mengapa orang-orang African-American merupakan konsumen yang menarik perhatian banyak perusahaan. Beberapa alasan utama sebagai berikut:

  1. Populasi African-American tumbuh lebih cepat dibandingkan populasi lainnya
  2. Rata-rata usia orang-orang kulit hitam umumnya lebih muda daripada orang-orang kulit putih
  3. Orang-orang African-American secara geografis terkonsentrasi—kira-kira dua per tiga dari orang-orang kulit hitam tinggal didalam pasar yang merupakan top 15 di Amerika
  4. Orang-orang African-American cenderung membeli produk-produk bermerek dan mempunyai prestise dalam proporsi yang lebih banyak dibandingkan orang-orang kulit putih.

Kenyataan-kenyataan yang mengaggumkan ini tidak berarti, karena banyak perusahaan tidak melakukan usaha khusus untuk berkomunikasi dengan orang-orang kulit hitam ini. Hal tersebut merupakan keputusan yang bodoh, karena riset mengindikasikan bahwa orang-orang kulit hitam responsif terhadap iklan yang ditempatkan pada media-media berorientasi khusus untuk mereka, serta terhadap iklan yang membuat personal appeal dengan menggunakan model-model kulit hitam. Perusahaan-perusahaan mengembangkan program yang efektif untuk berkomunikasi dengan konsumen kulit hitam.

Walaupun semakin banyak perusahaan yang menyadari pentingnya mengarahkan usaha komunikasi pemasaran khusus kepada konsumen kulit hitam, adalah penting pula untuk memberikan penekanan bahwa pasar konsumen orang hitam tidak homogen. Para African-American menunjukan perilaku pembelian yang berbeda sesuai gaya hidup, nilai-nilai, dan faktor demografis mereka. Karenanya, perusahaan perlu menggunakan media iklan, jalur distribusi, tema iklan serta strategi harga yang berbeda—mengingat mereka memasarkan produk kepada berbagai subsegmen dari populasi African-American.

Penduduk Hispanic-American

Hipanic American berusia lebih muda, mempunyai keluarga yang lebih besar, dan cenderung memilih tinggal di daerah urban, serta menjadi semakin menyebar karena mulai keluar dari lima negara bagian di mana mereka selama ini terkonsentrasi.

Komunikator pemasaran perlu menyadari adanya beberapa faktor penting ketika berusaha meraih konsumen Hispanic:

  1. Pertama, Hipanic American dalam presentase besar hanya berbahasa Spanyol atau menguasai sedikit bahasa Inggris. Karenanya, banyak orang-orang Hispanic yang hanya dapat diraih melalui media berbahasa Spanyol.
  2. Karena presentase terbesar dari orang-orang Hispanic umumnya menggunakan media berbahasa Spanyol, adalah penting untuk menyampaikan pesan krpada beberapa kelompok orang Hispanic (tetapi tidak semua) dengan menggunakan metode ini.
  3. Kemungkinan kunci utama dalam merancang iklan yang efektif untuk orang-orang Hispanic adalah dengan menggunakan bahasa yang dominan.
  4. Pengiklan perlu amat berhati-hati dalam penggunaan bahasa Spanyol.

Penduduk Asian-American

Asian-American telah dianggap sebagai pasar etnis terbaru (hot ethnic market). Asian-American rata-rata mempunyai tingkat pendidikan yang lebih baik, penghasilan yang lebih besar, dan menempati posisi yang lebih prestisius dalam pekerjaan dibandingkan segmen-segmen lain dalam masyarakat Amerika—termasuk warga kulit putih.

Penting untuk ditekankan bahwa seperti halnya tidak ada pasa tunggal untuk warga kulit hitam atau warga Hispanic, hal yang sama berlaku bagi warga Asia. Tidak ada pasar tunggal untuk warga Asia. Terlebih lagi tidak seperti kelompok etnis lain—Hispanic misalnya—yang menggunakan bahasa yang sama, warga Asian-American berbicara dengan berbagai bahasa unik yang berbeda. Di antara berbagai warga Asia, terdapat perbedaan yang besar mengenai pilihan produk dan preferensi merek. Bahkan dalam setiap kebangsaan terdapat variasi mengenai kemampuan berbahasa Inggris dan kemampuan finansial.

 

PENETAPAN SASARAN BERDASARKAN PSIKOGRAFIS

Secara umum, data psikografis mempresentasikan sebuah kombinasi dari aktivitas (activity), ketertarikan (interest), dan opini (opinion) konsumen. Para periset pemasaran menyesuaikan ukuran dari unsur-unsur AIO ini dengan kebutuhan kategori produk dan merek tertentu perusahaan. Unsur AIO yang termasuk dalam penelitian psikografis diseleksi menurut karakteristik unik daro kategori produk.

Sebagai tambahan mengenai penelitian psikografis yang disesuaikan dengan kebutuhan tertentu dari klien, tersedia pula layanan off-the-shelf yang mengembangkan profil psikografis individu terlepas dari produk atau jasa tertentu. Mungkin, yang paling banyak dikenal dari bentuk tersebut adalah model klasifikasi values and lifestyles (VALS) yang dikembangkan oleh Stanford Research Institute (SRI). Dalam model terbaru, yang dikenal dengan VALS 2, diidentifikasi 8 kategori berdasarkan kombinasi faktor demografis dan gaya hidup, seperti usia, pendapatan, pendidikan, tingkat percaya diri, kesehatan, dan ketertarikan akan masalah-masalah yang dihadapi konsumen.

VALS 2 menyediakan 8 kategori dalam format 2 dimensi. Dimensi horisontal mempresentasikan 3 orientasi diri:

  1. Konsumen principle-oriented yang dipadu oleh pandangan mereka bagaimana seharusnya dunia berjalan
  2. Konsumen status-oeriented yang dipandu oleh segala tindakan dan opini orang lain
  3. Konsumen action-oriented yang dipandu oleh keinginan mereka akan berbagai ragam dan resiko aktivitas sosial maupun fisik.

Dimensi vertikal didasarkan pada sumber daya yang dimiliki oleh konsumen (pendapatan, pendidikan, kecerdasan, kesehatan, dan lain-lain). Kedelapan kategori VALS 2 dapat diringkas sebagai berikut:

Konsumen principle-oriented yang bertindak berdasarkan pandangan mereka mengenai bagaimana seharusnya dunia berjalan, adalah:

  1. Fulfillers adalah para profesional matang, bertangung jawab dan berpendidikan tinggi, yang well-informed mengenai berbagai perkembangan terkini. Mereka memiliki tingkat pendapatan yang tinggi namun merupakan konsumen yang praktis dan value-oriented. Fulfillers merupakan target pasar yang potensial bagi produk-produk kesehatan.
  2. Believers adalah konsumen konservatif dan mudah ditebak yang memilih merek-merek yang sudah mapan dan produk buatan Amerika. Mereka mempunyai tingkat pendapatan yang lebih rendah dari para fulfillers dan kehidupan mereka terpusat disekitar keluarga, gereja, dan negara mereka.

Konsumen status-oriented dipandu oleh tindakan dan opini orang lain:

  1. Achievers adalah orang-orang yang sukses, berdedikasi pada pekerjaan, yang meraih kepuasan terutama karena pekerjaan keluarga mereka. Achievers adalah target pasar untuk perusahaan mobil mewah, pakaian kelas atas, dan toko-toko khusus yang mahal.
  2. Strivers mempunyai karakteristik yang serupa dengan achievers namun sumber daya ekonomi, sosial, dan psikologisnya lebih sedikit. Gaya adalah faktor penting bagi mereka karena mereka terus berusaha menyamai orang-orang yang mereka kagumi.

Konsumen action-oriented yang dipandu oleh mereka akan keragaman dan resiko aktivitas sosial maupun fisik:

  1. Experiencers menunjukan tingkat energi tinggi yang digunakan untuk latihan fisik dan berbagai aktivitas sosial. Para experiencer suka mengeluarkan biaya besar untuk pakaian, makanan cepat saji, musik dan aktivitas kalangan muda lainnya. Experiencers merupakan target pasar yang menjajikan bagi restoran makanan cepat saji, perusahaan pakaian, dan klub-klub kesehatan.
  2. Makers adalah konsumen yang praktis dan self-sufficient yang memfokuskan diri kepada keluarga pekerjaan, dan rekreasi fisik. Perusahaan alat-alat olahraga dan perusahaan yang menawarkan berbagai aktivitas dan produk yang berorientasi keluarga, akan menganggap para maker ini sebagai target pasar yang menarik.

Dua kategori konsumen lain dikelompokkan berdasarkan tingkat sumber daya mereka, baik yang berada di atas maupun di bawah keenam kategori sebelumnya:

  1. Strugglers memiliki tingkat pendapatan paling rendah dan sumber daya paling minim untuk dimasukkan ke dalam kategori self-orientation consumer manapun. Merek cenderung membeli jenis produk berkisar antara produk-produk rumah tangga dan makanan.
  2. Actualizers menikmati tingkat pendapatan tertinggi, self-esteem terkuat, dan sumber daya yang berlimpah. Mereka mempresentasikan pasar yang potensial bagi perusahaan produk-produk kelas atas, seperti mobil mewah, kapal pesiar pribadi, dan perjalanan utama dengan pesawat Concorde.

 

PENETAPAN SASARAN BERDASARKAN GEODEMOGRAFIS

Kata geodemografis adalah gabungan kata dari kata geografi dan demografi, yang secara indah mendeskripsikan target dalam bentuk ini. Dalam pemikiran yang menjadi landasan geodemographic targeting adalah bahwa orang-orang yang menetap di area yang sama, misalnya bertetangga atau dalam satu zona kode area, juga memiliki persamaan dalam demografi dan gaya hidup. Karenanya, dengan mengetahui dimana orang-orang menetap dapat diperoleh informasi mengenai marketplace behavior mereka secara umum. Beberapa perusahaan mengembangkan layanan yang menghilangkan batas area geografis ke dalam common group, atau cluster, dimana terdapat orang-orang dengan karakteristik demografis serta gaya hidup yang sama perusahaan-perusahaan tersebut (secara layanan mereka) anatar lain CACI (ACORN), Donnelly Marketing (ClusterPlus), National Decision Systems (Vision) dan Claritas (PRIZM).

Banyak pemasar besar yaang menggunakan PRIZM, ClusterPlus dari Donnely, atau layanan Clustering geodemografis lainnya untuk membantu mereka dalam membuat keputusan pemasaran yang penting. Memilih daerah geografis lokal untuk iklan televisi dan mengidentifikasi kandidat untuk melakukan direct mailing merupakan dua contoh dari berbagai keputusan yang difasilitasi dengan ketersediaan dan geodemografis.

 

 

BAB V

Proses Komunikasi dan Dasar-Dasar Perilaku Konsumen

 

A.    KOMUNIKASI PEMASARAN

Pengertian Komunikasi Pemasaran

Menurut Fandi Tjiptono (2008:219) komunikasi Pemasaran adalah aktivitas pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi, membujuk dan atau mengingatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya bersedia meminta, membeli, dan loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan.

Menurut Philip Kotler Terjemaahan Benyamin Molan (2004;604) Komunikasi pemasaran adalah konsep menjadi dasar bagi perusahaan memadukan dan mengkoordinasikan semua saluran komunikasinya untuk menyampaikan pesan yang jelas, konsisten, dan berpengaruh kuat tentang organisasinya dan produk-produknya.

 

Tujuan Komunikasi

Usaha komunikasi pemasaran berupaya mencapai berbagai tujuan. Seluruh usaha komunikasi diarahkan kepada pencapaian satu atau lebih tujuan-tujuan dibawah ini:

Tujuan 1: Membangkitkan Keinginan terhadap Kategori Produk

Pada akhirnya, setiap organisasi pemasaran bertujuan untuk meraih konsumen agar memilih produknya dan bukan produk pesaingnya. Namun, konsumen harus mempunyai keinginan terhadap suatu kategori produk terlebih dahulu. Hal inilah yang dimaksud para pemasar dengan membangkitkan keinginan akan suatu produk.

Tujuan 2: Menciptakan Kesadaran akan Merek.

Setiap pemasar perlu mengarahkan usaha mereka pada penciptaan kesadaran akan merek dan mempengaruhi sikap serta niat positif atas merek.

Tujuan 3: Mendorong Sikap Positif, dan Mempengaruhi Niat Membeli

Jika komunikator sukses menciptakan kesadaran konsumen akan mereknya, konsumen dapat membentuk sikap (attitudes) positif terhadap merek tersebut dan mungkin akan muncul niat (intention) untuk membeli merek tersebut,ketika timbulkeinginan untuk membeli suatu produk dimasa yang akan datang.

 

 

Tujuan 4: Memfasilitasi Pembelian

Iklan yang efektif, display yang menarik didalam toko, serta variabel komunikasi pemasaran lainnya berfungsi untuk memfasilitasi pembelian dan memberi solusi atas persoalan yang ditimbulkan oleh variabel bauran pemasaran nonpromosi (produk, harga, dan distribusi).

 

PROSES PROMOSI

            Komunikasi merupakan proses menciptakan suatu kesamaan (bahasa Latin: communis; bahasa Inggris: common; commonness) atau suatu kesatuan pemikiran antara pengirim dengan penerima. Kunci utama dari definisi ini adalah diperlukan kesamaan pemikiran yang dikembangkan antara pengirim dan penerima jika diharapkan terjadi komunikasi. Kesamaan pemikiran ini membutuhkan adanya hubungan saling berbagi (sharing) antara pengirim (misalnya pengiklan) dengan penerima (konsumen).

Kedua pihak, yakni pengirim dan penerima harus menjadi partisipan yang aktif dalam hubungan komunikatif yang sama, agar dapat saling berbagi pemikiran. Komunikasi adalah sesuatu yang dilakukan seseorang dengan orang lain, bukan sesuatu yang dilakukan seseorang kepada orang lain.

Unsur – Unsur Proses Komunikasi

1. Sumber (source) atau pengirim (sender), yaitu orang atau kelompok orang yang memiliki pemikiran (ide rencana penjualan, dan lain-lain) untuk disampaikan kepada orang lain atau kelompok lain dalam bentuk sebuah pesan.

2. Penerjemahan (encoding), yaitu proses menterjemahkan pemikiran ke dalam bentuk-bentuk simbolik (verbal atau non verbal) menjadi sebuah pesan sehingga dapat disampaikan dengan efektif kepada khalayak sasaran.

3. Pesan (message) adalah ekspresi simbolik dari pemikiran sang pengirim. Dalam komunikasi pemasaran, pesan dapat berbentuk sebuah iklan, presentasi penjualan, disain kemasan, dan sebagainya.

4. Saluran (channel) adalah suatu saluran yang dilalui pesan dari pihak pengirim untuk disampaikan kepada pihak penerima. Perusahaan menggunakan media elektronik dan media cetak sebagai saluran untuk menyampaikan pesan iklan kepada pelanggan dan calon pelanggan. Pesan juga dapat disampaikan secara langsung melaui para wiraniaga, melalui telepon, surat penawaran langsung, display di tempat pembelian, dan secara tidak langsung melalui berita dari mulut ke mulut.

5. Penerima (receiver) adalah orang atau sekelompok orang yang menerima pesan dari pengirim. Dalam komunikasi pemasaran, penerima adalah pelanggan atau calon pelanggan suatu perusahaan.

6. Interpretasi (decoding) adalah aktivitas pihak penerima dalam menginterpretasi atau mengartikan pesan.

7. Gangguan (noise) adalah gangguan atau distorsi, yang dapat terjadi dalam tahap mana pun, misalnya sebuah pesan yang melintas dalam saluran pesan dipengaruhi oleh stimulus eksternal yang mengganggu. Atau dalam tahap encoding, pengirim mungkin belum merasa jelas akan pesan yang ingin disampaikan, sehingga pesan tidak bisa terintegrasi dengan baik. Noise juga bisa terjadi dalam saluran misal saluran televisi yang tidak baik, atau dalam tahap decoding misalnya pemirsa televisi tidak memperhatikan tayangan iklan, atau penerima tidak memiliki dasar pengetahuan yang dibutuhkan untuk memahami pesan promosi secara utuh.

8. Umpan balik (feedback) memungkinkan sumber pesan memonitor seberapa akurat pesan yang disampaikan dapat diterima. Umpan balik memungkinkan sumber untuk menentukan apakah pesan sampai pada terget secara akurat atau apakah pesan itu perlu diubah untuk memberikan gambaran yang lebih jelas di benak penerima. Maka dari itu, mekanisme umpan balik memberi kepada sumber suatu kendali ukuran dalam proses komunikasi. Pengiklan seringkali menemukan bahwa target pasar mereka tidak menginterpretasikan tema kampanye seperti yang mereka inginkan. Dengan melakukan penelitian yang menggunakan umpan balik pasar, manajemen dapat melakukan pengujian ulang dan seringkali dapat memperbaiki pesan iklan yang tidak efektif dan salah arah.

 

KOMUNIKASI PEMASARAN DAN ARTI

Hal yang mendasar dari proses komunikasi adalah konsep arti (meaning) yang dimilikinya. Para pemasar berusaha menunjukkan arti merek mereka, sedangkan konsumen memperoleh arti yang sama atau mungkin juga berbeda dengan apa yang dimaksudkan oleh komunikator pemasaran.

Sifat-sifat Tanda

Sebuah tanda merupakan unsur dasar dalam studi mengenai arti. Tanda (sign) adalah suatu bentuk fisik yang dapat dirasakan oleh panca indra yang merepresentasikan atau menunjukkan sesuatu kepada seseorang dalam suatu konteks. Misalkan sebuah truk pickup sebagai obyek konsumsi. Arti primer atau eksplisit dari truk pickup adalah kendaraan dengan bagian depan tertutup diperuntukkan para penumpang, serta bagian belakang terbuka untuk mengangkut berbagai barang. Arti sekunder dan implisit, atau arti konotatif dari truk pickup terdiri atas berbagai definisi yang berbeda. Sebuah truk pickup dapat diartikan sebagai pilihan yang bagus, tapi bagi sebagian orang bisa saja diartikan sebagai gaya hidup yang kasar dan tidak berkelas.

Komunikasi dikatakan efektif jika tanda-tanda dipahami dengan baik berdasarkan pengalaman si pengirim pesan maupun si penerima. Tanda hanyalah merupakan stimulus yang digunakan untuk menunjukkan arti yang dimaksudkan kepada orang lain. Namun kata-kata atau pun tanda non verbal sendiri sejatinya tidak memiliki arti, sebaliknya manusialah yang memberikan arti kepada tanda-tanda tersebut.

Arti dari Arti

Arti (meaning) dapat dianggap sebagai persepsi (pemikiran) dan reaksi affective (perasaan) atas stimulus yang timbul dalam diri seseorang ketika berhadapan dengan sebuah tanda, misalnya nama merek, dalam sebuah kontek tertentu. Seharusnya jelas sekarang bahwa bagi seorang individu arti adalah hal yang internal, dan bukan eksternal. Arti, dengan kata lain, adalah subyektif.

Bayangkan, misalnya, dua orang duduk di depan pesawat televisi sedang menonton iklan sebuah merek baru produk makanan kucing. Bagi salah satu konsumen, iklan tersebut merepresentasikan hewan-hewan menggemaskan yang mengkonsumsi merek tersebut sehingga si konsumen sekarang akan mempertimbangkan untuk kucingnya sendiri. Bagi konsumen yang lain, yang bukan merupakan pecinta binatang, iklan tersebut merepresentasikan gambaran yang “menjijikkan” dari binatang-binatang yang tidak menarik, yang sedang makan sebuah produk yang tidak enak. Jelaslah bahwa pesan yang sama mempunyai arti yang berbeda bagi kedua orang tersebut. 

 

B.       LANDASAN PERILAKU KONSUMEN DARI KOMUNIKASI PEMASARAN

Para komunikator pemasaran mengarahkan usaha mereka untuk mempengaruhi kepercayaan, sikap, reaksi emosional, dan pilihan-pilihan konsumen yang berhubungan dengan merek. Pada akhirnya, tujuan mereka adalah utnuk mendorong konsumen memilih produk yang mereka tawarkan bukan tawaran competitor. Untuk mencapai tujuan ini, komunikator pemasaran merancang pesan-pesan iklan, promosi, kalimat-kalimat dalam kemasan, nama merek, presentasi penjualan, dan aktivitas komunikasi lainnya.

THE CONSUMER PROCESSING MODEL (CPM)

Dari perspektif CPM perilku dilihat sebagai hal yang rasional, amat kognitif, sistematis dan beralasan.

Pemrosesan informasi oleh konsumen dalam delapan tahap yang saling berkaitan:

  1. 1.      Exposure terhadap informasi.

Exposure secara sederhana adalah konsumen berinteraksi dengan pesan dari pemasar (mereka melihat iklan majalah, mendengar iklan radio, dan lain-lain). Walaupun exposure merupakan tahap awal yang penting menuju tahap-tahap selanjutnya dari proses informasi, fakta yang ada mengexpose konsumen kepada pesan komunikator pemasaran tidak menjamin bahwa pesan akan memberikan pengaruh. Memperoleh exposure adalah suatu keharusan namun tidak cukup memperoleh keberhasilan komunikasi.

  1. 2.      Atensi yang Selektif

Atensi (attention) berarti focus kepada dan mempertimbangkan pesan yang telah diekspos kepada seseorang. Konsumen memperhatikan hanya sebagian kecil dari stimulus komunikasi pemasaran karena permintaan yang dibuat berdasarkan atensi jumlahnya besar; karenanya, atensi menjadi amat selektif. Selektivitas diperlukan karena kapasitas pemrosesan informasi terbatas dan utilisasi efektif dari kapasitas ini membutuhkan alokasi energy mental dari konsumen (kapasitas processing) kepada pesan-pesan yang relevan dan sesuai dengan current goal.

  1. 3.      Pemahaman atas Apa yang Dimaksudkan

Memahami adalah mengerti dan dapat menciptakan arti dari stimulus dan symbol – symbol yang ada. Komunikasi menjadi efektif ketika arti yang ingin disampaikan oleh komunikator pemasaran sesuai dengan apa yang benar – benar ditangkap oleh konsumen dari pesannya. Proses perceptual dalam menginterpretasi stimulus dikenal dengan istilah perceptual encoding. Proses ini terdiri dari dua tahap utama feature analysis merupakan tahap awal dimana penerima pesan melihat ciri dasar ( basic feature) dari stimulus (seperti ukuran,bentuk,warna dan angle) dan membuat klasifikasi pendahuluan.

Tahap kedua dari perceptual enccding, yaitu active synthesis, tidak hanya melakukan “pemeriksaan” terhadap ciri – ciri fisik. Konteks atau situasi di mana informasi diterima mempunyai peran penting dalam menentukan apa yang diterima dan diinterpretasikan atau denngan kata lain, dalam menentukan arti apa yang diperoleh. Interpretasi dihasilkan dari usaha yang mengkombinasikan atau synthesizing ciri – ciri stimulus dengan ekspektasi yang semestinya sesuai dengan konteks yang diinginkan.

Miscomprehension Kadangkala masyarakat salah menginterpretasikan (misinterpret) atau salah memahami (miscomprehend) pesan, sehingga mereka akan semakin konsisten dengan kepercayaan atau ekspektasi mereka sebelumnya. Hal tipikal seperti ini dilakukan tanpa sadar, namun salah persepsi dan salah pengertian atas pesan merupakan hal yang umum terjadi

  1. 4.      Menyetujui Apa Yang Dipahami

Tahap keempat dalam information-processing adalah persoalan mengenai apakah konsumen menyetujui argument pesan yang dipahaminya. Adalah penting dari perspektif komunikasi pemasaran bahwa konsumen tidak hanya memahami sebuah pesan tetapi juga memahami pesan tersebut. Pemahaman itu sendiri tidak menjamin bahwa pesan akan  mengubah sikap konsumen atau mempengaruhi perilaku mereka. Persetujuan (agreement) bergantung kepada apakah pesan tersebut dapat dipercaya, atau apakah ia mengandung informasi dan daya tarik yang sesuai dengan nilai – nilai yang dianggap penting oleh konsumen.

  1. 5.      Penyimpanan dan Pencarian / Pemanggilan Kembali Informasi Yang Tersimpan

Kedua tahap informasi ini, penyimpanan dan pencarian informasi, akan dibahas bersama karena keduanya melibatkan factor memori yang berkaitan dengan pilihan konsumen. Subjek mengenai memori merupakan topic kompleks yang telah dipelajari secara ekstensif, dan melahirkan teoritisasi yang canggih mengenai struktur dan fungsinya.

Dari perspektif komunikasi pemasaran, memori melibatkan berbagai masalah yang dapat diingat konsumen (recognize and recall) mengenai stimulus pemasaran, dan bagaimana mereka mengakses dan memanggil kembali (retrieve) informasi tersebut ketika sedang membuat pilihan untuk mengkonsumsi subjek mengenai memori tidak terpisah dari proses pembelajaran (learning)

Unsur – unsur Memori

Memori terdiri atas memori jangka panjang (long-term memory / LTM) dan memori jangka pendek (short term,or working, memory/ STM) dan satu set penyimpanan sensorik (sensory stores/SS). Informasi ditransfer dari STM ke LTM, yang menurut psikolog kognitif adalah tempat penyimpanan informasi virtual dalam jumlah tak terbatas.

Tugas praktisi pemasaran adalah menyediakan informasi bernilai positif secara kontinyu, yang akan disimpan konsumen dalam LTM serta yang akan meningkatkan kemungkinan untuk memilih mereknya disbanding merek competitor. Dengan kata lain, tugas komunikator pemasarn adalah untuk memfasilitasi pembelajaran konsumen. Pembelajaran merepresentasikan perubahan isi atau organisasi dari informasi dalam memori jangka panjang konsumen, yaitu perubahan struktur pengetahuan mereka yang berhubungan dengan suatu merek tertentu

Komunikator pemasaran secara kontinyu mencoba mengubah memori jangka panjang konsumen atau struktur pengetahuan mereka, dengan memfasilitasi pembelajaran informasi yang sesuai dengan tujuan pemasar.

Jenis – jenis pembelajaran

Dua jenis utama pembelajaran relevan dengan aktivitas komunikasi pemasaran. Jenis pertama adalah memperkuat hubungan antar konsep memori yang spesifik, misalnya antara merek pemasas dnegan beberapa cirri atau manfaat dari merek tersebut. Secara umum, hubungan diperkuat dengan repeated claims, menampilkan mereka dalam cara yang lebih nyata, dan menampilkan cirri – cirri produk dengan kreatif.

Komunikator pemasaran memfasilitasi bentuk kedua pembelajaran dengan membentu hubungan – hubungan yang sama sekali baru, pengertian pembentukan hubungan baru ini ekuivalen dengan ide peningkatan ekuitas merek yang telah dibahas sebelumnya, yaitu dengan membangun asosiasi yang kuat, favorable, dan unik antara merek dengan suatu cirri atau manfaat baru. Karenanya istilah “hubungan (linkage) dan asosiasi bergantian digunakan dalam konteks ini. Keduanya mengandung arti hubungan antara merek dengan ciri-ciri atau manfaat – manfaat merek tersebut yang disimpan salam memori konsumen

  1. 6.      Pencarian dan Pemanggilan Informasi

Informasi yang dipelajari dan disimpan dalam memori hanya berpengaruh dalam perilaku pilihan konsumen jika ia dicari dan dipanggil ulang.

Penggunaan Concretizing dan Imagery Concretizing dan imagery digunakan secara ekstensif dalam komunikasi pemasaran untuk memfasilitasi aktivitas pembelajaran konsumen maupun retrieval atas informasi mengenai merek. Concretizing didasarkan kepada ide yang langsung / terus terang yang mudah untuk diingat dan di-retrieve secara nyata dan bukannya dengan informasi yang abstrak. Klaim mengenai sebuah merek menjadi lebih konkret ketika mereks mudah dilihat atau diperhatikan,mudah dipegang atau dirasakan , riil, dan mudah dimengerti. Imagery adalah sebuah representasi dari pengalaman sensorik memori jangka pendek (working memory) – termasuk visual, auditory, dan pengalaman sensorik lainnya. Imagery dam concretizing memiliki berbagai aplikasi potensial untuk iklan, point of purchase display, personal selling, dan praktik komunikasi pemasaran lainnya. Sebagian besar dari  apa yg dirasakan dan visualisasikan secara internal adlah berdasarkan apa yang kita lihat.

  1. 7.      Menentukan Pilihan di Antara Alternatif yang ada

Enam tahap yang telah dilalui merupakan pembahasan mengenai bagaimana konsumen menerima, meng-encode, dan menyimpan informasi yang penting dalam melakukan pilihan konsumsi. Dalam memori konsumen tersimpan berbagai “paket” informasi dan berbagai alternative konsumsi. Informasi tersebut disimpan dalam bentuk potongan – potongan pengetahuan

Telah jelas diketahui bahwa konsumen sering menggunakan strategi penyederhanaan, disebut heuristics, untuk sampai pada keputusan yang setidaknya memuaskan-jika tidak dapat dikatakan sempurna. Bentuk paling sederhana dari semua keputusan heuristics adalah affect referral . dengan strategi ini individu dengan mudah dapat “memanggil” dari memorinya sikap atau pengaruh tertentu mengenai alternative yang ada dan memilih alternative yang pengaruhnya paling positif

  1. 8.      Bertindak Berdasarkan Keputusan yang telah Diambil

Perilaku konsumen dalam menentukan pilihan sepertinya terlihat sederhana dan pasti. Namun, sebenarnya tidak demikian. Alasan utama dari hal ini badalah adanya presence of events atau factor situasional yang menganggu, menghalangi, atau bahkan mencegah seseorang menuruti keinginannya. Arti semua hal tersebut bagi komunikator pemasaran adalah bahwa semua aspek pemasaran harus dikoordinasikan dan diintegrasikan untuk mengupayakan konsumen bertindak secara baik terhadap tawaran yang dilakukan pihak pemasar.

 

LANDASAN PERILAKU DALAM KOMUNIKASI PEMASARAN : DARI PERSPEKTIF HEM

Perlu ditekankan bahwa model national consumer processing (CPM) dan hedonic, experiential (HEM) dalam proses informasi dalam pengambilan keputusan konsumen tidak bersifat mutually exclusive.

Model HEM mungkin lebih baik dalam menjelaskan bagaimana konsumen memproses informasi dan mengambil keputusan ketika mereka merasa bebas, bahagia, dan dihadapkan kepada informasi yang positif. Dalam perspektif CPM konsumen dianggap memiliki tujuan “melakukan pembelian termurah” “mendapatkan yang terbaik semurah mungkin” dan “memaksimalkan utilitas” sedangkan perspektif HEM melihat orang seringkali mengkonsumsi produk semata-mata hanya untuk kesenangan, atau mengejar fantasi atau stimulasi sensorik.

Perbedaan antara perspektif HEM dan CPM memberikan implikasi yang penting bagi praktik komunikasi pemasaran. Stimulus verbal dirancang untuk mempengaruhi pengetahuan produk dan kepercayaan konsumen untuk mengkomunikasi produk yang relevan dengan perspektif CPM. Komunikasi produk yang relevan dengan perspektif HEM ditekankan pad aide non-verbal atau kata-kata yang mudah menyentuh emosi, serta dimaksudkan untuk menghasilkan citra,fantasi,dan emosi serta perasaan yang posotif.

 

Bab VI

Persuasi dalam Komunikasi Pemasaran

Didalam bab ini selalu menyinggung dua topik yang saling berkaitan , yaitu sikap dan persuasi. Untuk memahami salah satu topic diperlukan pemahaman mengenai topik yang lain. Sikap merupakan karakteristik mental dari konsumen , sedangkan persuasi adalah usaha yang dilakukan komunikator pemasaran untuk mempengaruhi sikap dan perilaku konsumen dengan cara tertentu. Sebagai langkah awal , bab ini akan mendiskripsikan konsep utama dari sikap kemudian membahas beberapa kerangka kerja yang menjelaskan bagaimana sikap dibentuk dan diubah , serta bagaimana persuasi dapat terjadi.

Ciri dan Peran dari Sikap

Pengertian Sikap – Sikap merupakan reaksi atau respon seseorang yang masih tertutup terhadap suatu stimulus atau obyek (Soekidjo N, 2003). Newcomb dalam Notoatmodjo (2003) menyatakan bahwa sikap merupakan kesiapan atau kesediaan untuk bertindak, dan bukan merupakan pelaksanan motif tertentu. Sikap belum merupakan suatu tindakan atau aktifitas, akan tetapi adalah merupakan “pre-disposisi” tindakan atau perilaku. Sikap masih merupakan reaksi tertutup, bukan merupakan reaksi terbuka. Diluar definisi diatas , ada tiga ciri penting lain dari sikap . ciri-ciri tersebut adalah : (1) dipelajari, (2) relaif bertahan lama dan (3) mempengaruhi perilaku. Komponen Sikap Ada tiga komponen yang secara bersama-sama membentuk sikap yang utuh (total attitude) yaitu : a. Kognitif (cognitive). Berisi kepercayaan seseorang mengenai apa yang berlaku atau apa yang benar bagi obyek sikap. Sekali kepercayaan itu telah terbentuk maka ia akan menjadi dasar seseorang mengenai apa yang dapat diharapkan dari obyek tertentu. b. Afektif (affective) Menyangkut masalah emosional subyektif seseorang terhadap suatu obyek sikap. Secara umum komponen ini disamakan dengan perasaan yang dimiliki obyek tertentu. c. Konatif (conative) Komponen konatif atau komponen perilaku dalam struktur sikap menunjukkan bagaimana perilaku atau kecenderungan berperilaku dengan yang ada dalam diri seseorang berkaitan dengan obyek sikap yang dihadapi (Notoatmodjo ,1997).

Persuasi dalam Komunikasi Pemasaran

Pengiklan berusaha menarik intelektualitas konsumen atau fantasi dan perasaan mereka sebagai upaya menciptakan citra yang diinginkan bagi merek mereka, agar konsumen suatu saat membelinya. Persuasi merupakan esensi dari komunikasi pemasaran. Komunikator pemasaran-sering dengan mereka yang memiliki peran berorientasi persuasi lainnya(misalnya teologis, guru, orangtua)-berupaya mengarahkan orang untuk menerima suatu kepercayaan, sikap, atau perilaku dengan menggunakan daya tarik logis serta emosional. Pengertian Persuasi – Persuasi adalah suatu bentuk pengaruh sosial. Persuasi adalah proses membimbing diri sendiri atau yang lain terhadap adopsi ide, sikap, atau tindakan dengan cara rasional dan simbolik (meskipun tidak selalu logis). Komunikasi persuasif adalah komunikasi yang bertujuan untuk mengubah atau memengaruhi kepercayaan, sikap, dan perilaku seseorang sehingga bertindak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh komunikator

Etika Persuasi

Adakalanya usaha persuasi yang dilakukan komunikator pemasaran termasuk dalam kategori yang tidak etis. Pera pelaku pemasaran yang licik menipu pembeli yang naif dan mudah percaya untuk membeli produk atau jasa yang tidak pernah terealisasi.

Memang persuasi bagi sebagian komunikator pemasaran tidak etis, tapi terkadang usaha persuatif dilakukan oleh pejabat pemerintah, guru, agamawan. Persuasi merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari dalam berbagai bentuk. Praktik persuasi dapat dilakukan secara terpuji atau tidak. Tidak ada yang salah dengan usaha persuasi itu sendiri.

Berbagai bentuk persuasi

Persuasi bukan merupakan suatu metode, praktik, atau teknik tunggal. Ada banyak metode persuasi secara teoritis, disamping persuasi yang dilakukan para praktisi. Perangkat untuk mempengaruhi : perspektif persuaderDalam berbagai aspek kehidupan, persuader secara rutin menggunakan berbagai alat yang telah mengalami evolusi selama miliaran tahun untuk mempengaruhi orang lain. Enam perangkat untuk mempengaruhi yang digunakan dalam praktik persuasi, yaitu (1)reciprocation, (2)komitmen dan konsistensi, (3)bukti sosial, (4) rasa suka, (5) otoritas, dan (6) kelangkaan

* Reciprocation

Sebagai bagian dari proses sosialisasi dalam semua klultur, masyarakat memiliki norma yang disebut norm of reciprocitry. Dengan mengetahui hal ini, komunikator pemasaran kadangkala memberikan hadiah atau contoh produk dengan harapan bahwa pelanggan akan membalas (reciprocate) dengan membeli produk mereka.

Taktik reciprocation tidak selalu berhasil. Kadangkala kita dapat melihat jelas maksud yang sebenarnya dari taktik tersebut dan menyadari bahwa kebaikan yang dilakukan tidak merupakan tindakan yang tulus, melainkan sebuah ajakan agar kita meresponnya. Taktik tersebut paling efektif dijalankan ketika pihak persuade melihat pemberi hadiah sebagai pihak yang jujur dan tulus.

* Komitmen dan konsistensi

Konsistensi merupakan karakteritisk manusia yang bernilai tinggi. Kita mengagumi orang yang konsisten dengan opini dan tindakan mereka. Komitmen dan konsistensi akan menjadi efektif dalam komunikasi pemasaran tergantung kepada ketulusan pihak persuader dalam memainkan perannya. Taktik ini tidak akan berhasil ketika ia terlihat menipu dan hanya mementingkan pemenuhan tujuan pribadi.

* Bukti sosial

Prinsip bukti sosial diberlakukan dalam situasi dimana tidak diketahui secara jelas definisi perilaku yang sesuai. Ketika tidak mengetahui dengan pasti apa yang harus dilakukan, kita sering melihat bagaimana perilaku ornag lain; perilaku mereka memberikan bukti sosial mengenai bagaimana perilaku ornag lain; perilaku mereka memberikan bukti sosial mengenai bagaimana kita seharusnya berperilaku.

* Rasa suka

Taktik mempengaruhi ini berhubungan dengan fakta bahwa kita cenderung mengadopsi sebuah sikap atau melakukan suatu tindakan ketika seseorang yang disukai mempromosikan tindakan tersebut. Ada berbagai manifestasi dari rasa suka. Dua diantara yang paling utama dalam komunikasi pemasaran adalah daya tarik dan kesamaan.

* Otoritas

Sebagian orang dididik untuk menghormati figur yang dikenal memiliki otoritas dan menunjukkan kepatuhan terhadap mereka. Karenannya, tidak mengejutkan jika komunikator pemasaran kadangkala menunjukkan usaha mereka kepada pihak otoritas. Karena pemasar tidak dapat memberlakukan jenis sanksi seperti halnya pihak otoritas yang sebenarnya, daya tarik bagi otoritas umumnya menggunakan peran pengganti dan bukan figur otoritas yang sebenarnya

* Kelangkaan

Taktik mempengaruhi ini didasarkan atas prinsip bahwa segala sesuatu akan menjadi lebih diinginkan ketika ada banyak permintaan terhadap suatu item. Namun item tersebut tidak teredia dalam jumlah yang cukup. Secara sederhana, sebuah produk yang langka atau menjadi langka akan lebih bernilai. Para penjual dan pengiklan menggunakan taktik ini untuk mendorong orang segera membeli dengan menggunakan kata-kata seperti persediaan terbatas.

 

Proses mempengaruhi : PERSPEKTIF PERSUADER

Usaha persuasif yang kontras di atas mengedepankan fakta bahwa ada banyak cara untuk menggunakan persuasi. Pembahasan berikutnya akan mengidentifikasi empat faktur yang fundamental dalam proses persuasi. Dua faktur ( argumen pesan dari sinyal periferal ) berkenan dengan alat persuasi yang berada dalam kendali komunikator pemasaran. Dua faktor lain ( Keterlibatan penerima dan posisi awal ) merupakan karakteristik dari siispersuadee.

 

Argumen Pesan

Kekuatan atau kualitas dari pesan seringkali merupakan determinan untuk terjadinya persuasi, dan sejauh apa persuasi tersebut jadi. Konsumen lebih mudah di bujuk dengan pesan-pesan yang meyakinkan dan dapat dipercaya, dibandingkan dengan argumen-argumen yang lemah.

Sinyal Periferal

Determinan utama kedua dalam persuasi adalah adanya sinyal ( cues) yang bersifat periferal ( peripheral ) bagi argumen pesan utama. Termasuk di dalamnya adalah elemen-elemen seperti musik latar, pemandang, dan grafik.

 

Keterlibatan Penerima

Relevansi personal yang dimiliki penerima komunikasi merupakan determinan penting dalam menentukan bentuk persuasi. Konsumen yang sangat terlibat  dimotivasi untuk memproses argumen pesan ketika diekspos kepada komunikasi pemasaran, di mana konsumen yang tidak terlibat cenderung memperlihatkan perhatian minimal atas argumen pesan tersebut dan mungkin hanya memproses sinyal periferal saja. Kesimpulannya adalah, konsumen yang terlibat dan tidak terlibat harus didekati dengan cara persuasi yang berbeda.

Posisi Awal Penerima

Para akademisi setuju bahwa persuasi tidak dihasilak dari komunikasi eksternal saja, melainkan dari pemikiran yang dihasilkan orang sebagai respon terhadap usaha persuasi tersebut (Self-generated thoughts ).

Dua bentuk utama dari respon kognitif adalah argumen pendukung dan argumen penolak. Respon-respon ini bersifat Subvocal dan merupakan pemikiran yang dilontarkan secara spontan sebagi respon atas iklan dan usaha persuasi lainnya. Argumen pendukung ( supportive  argumen ) terjadi ketika penerima menyetujui sebuah argumen pesan yang diterimanya.Argumen penolak         ( counter-argument ) muncul ketika penerimamenolak klaim pesan.

Model Terbaru Dari Persuasi

Persuasi tidak terjadi dengan mekanisme tunggal, melainkan terdiri atas berbagai kemungkinan.Memahami hal ini membutuhkan pemahaman mengenai konsep elaborasi.Elaborasi   ( elaboration ) berkenan dengan aktivitas mental sebagai respon atas sebuah pesan, misalnya iklan. Manusia mengelaborasi sebua pesanketika mereka berpikir mengenai apa yang dikatakan oleh pesan tersebut, mereka mengevaluasi argumen dalam pesan tersebut, dan mungkin bereaksi emosional terhadap klaim dari pesan tersebut.

 

Jalur Utama

Ketika jalur utama (Central route ) diaktifkan, penerima akan mendengar, melihat, atau membaca mengenai atribut dan manfaat sebuah merek namun tidak berarti akan menerimanya begitu saja. karena monsumen termotivasi untuk memperoleh informasi mengenai kategori produk, ia akan bereaksi terhadap argumen dengan memberikan respon konitif subvocal dan emosional.

Persuasi berdasarkan emosi

Konsumen dapat menerima sebagi argumen namun memberikan argumen penolak atas sebagian lainnya. Ia juga dapat menghilangkan rekasi emosionalnya atas argumen dengan mengatakan ” itu bohong! ” atau ” Mereka pikir saya bisa ditipu! ”

Ketika seorang konsumen amat terlibat dalam sebuah pesan komunkasi pemasran, misalnya iklan televisi, ada suatu kecenderungan untuk menghubungkan aspek-aspek dari pesan tersebut kepada situasi personal dirinya.

 

Persuasi Berdasarkan Pesan

Proses pembentukan sikap yang kedua dalam jalur utama dihasilkan dari pemrosesan argumen pesan. ketika konsumen cukup termotivasi dan mampu memproses argumen tertentu dari sebuah pesan atau suatu titik penjualan, maka respon kognitif mereka dapat membawa perubahan kepadakepercayaan mengenai merek yang diiklankan, atau perubahan dalammengevaluasi pentingnya manfaat dan atribut merek tersebut.

 

Strategi Perubahan Sikap.

Upaya-upaya berikut dalam rangka mempengaruhi kepercayaan konsumen:

1.    Banyak konsumen Amerika yang menganggap BMW sebagai mobil yang amat mahal perawatannya. Karenanya, sebuah kampanye telah diluncurkan untuk mengiklankan BMW sebagai “the car that tunes itself “.

2.    Ketika Anda berpikir mengenai rasa aman, mobil apa yang ada dalam benak Anda? jika Anda seperti halnya sebagai besar orang, maka kemungkinan mobil yang muncul dam benak Anda adalah Volvo. Berdasarkan fakta ini, perusahaan Swedia Saab melakukan sebuah kampanye iklan besar-besaran yang mensejajarkan Saab dengan Volvo dalam hal keamanan. Dalam upaya untuk meningkatkan kepercayaan konsumen mengenai keamaan saab ini, diciptakancopyline untuk iklan media cetak seperti ” Safety marries perfomance. They elope ”  “If there were elephants in Sweden, we’d have a safety test for that, too ” ” If Saab makes the safest cars in Sweden, and Sweden make the safest cars in the world…”

3.    Wilson, produsen bola golf Ultra 500, ingin agar para pemain golf percaya bahwa bola tersebut memiliki kualitas aerodinamis yang serupa dengan roket. Orang-orang mengetahui bahwa roket ditujukan untuk menempuh jarak yang jauh dengan tingkat akurasi yang amat tinggi- manfaat inilah yang diinginkan pegolf dari sebua bola golf.

Sebuah iklan untuk Neutrogena No-Stick Sunscreen mengilustrasikan lebih lanjut sebuah usaha untuk memperkenalkan hasil baru bagi sekumpulan kriteria yang dipertimbangkan konsumen dalam membuat pilihan.Semua merek dalam kategori ini dapat mengklaim bahwa mereka mencegah sinar matahari menembus kulit, iklan Neutrogena mendorong konsumen mengevaluasi merek-merek tersebut dengan sebuah pertimbangan baru apakah sunscreen tersebut tidak berminyak dan dapet menghilakan pasti yang melekat di kulit.

 

Jalur Periferal

Secara pasif, ketika konsumen tidak termotivasi untuk mengakap dan memahami argumen pesan, maka ia dapat menangkap ciri periferal dari pesan tersebut.

Seperti disebukan sebelumnya, sinyal periferal melibatkan elemen-elemen yang tidak berhubungan ( dan karenanya dinamakan peripheral ) dari sebuah pesan. Sebagai contoh, sinyal perifreal dari sebuah iklan televisi mungkin di manfaatkan musik latar, pemandangan, atau model yang menarik. Dalam persentasi penjualan, sinyal periferal dapat memanfaatkan penampilan fisik sang penjual.

 

 

Pengkondisian Klasik atas Sikap

Mungkin Anda mengetahui pengalaman ilmuwan Rusia terkenal, Ivan Pavlov,yang melatih anjing agar merasa tergiur ketika mendengar bunyi lonceng . Pavlov melatih anjing agar tergiur dengan bunyi lonceng dengan membangun hubungan contingency yang sistematis antara obyek tersebut dengan obyek yang tidak netral ( yaitu daging ) yang memang dapat membuat anjing tergiur.

 

Perubahan Sikap Temporer dan Tetap (Enduring)

Menurut teori ELM yang melandasi pembahasan berikut ini, pengalaman manusai hanya merupakan perubahan sikap yang temporersifatnya ketika dipersuasi melai jalur periferal dibandingkan dengan perubahan yang sifat tetap yang dialami dalam jalur utama. Karenanya, dalam sitasi dimana penerima berpikir menganai dan memproses argumen epasan sikap yang dibentuk akan relatif tetap dan berahan terhadap perubahan.

 

Jalur Ganda

Jalur utama dan periferal merepresentasikan titik akhir dari kontinuitas straegi persuasi dan tidak dimaksudkan untuk memberikan kesan bahwa persuasi adalah sebuah pilihan alternatif . Dengan kata lain, dalam banyak hal ada sebuah kombinasi antara proses utama dengan periferal yang beroperasi secara simultan

 

IMPLIKASI PRAKTIS:  MENINGKATKAN KEMAMPUAN KONSUMEN DALAM MEMPROSES MOTIVASI, PELUANG, DAN KEMAMPUAN DIRI

Sebagai upaya mengenali cara alternatif pembentuk sikap dan persuasi, menurut ELM bentuk persuasi bergantung kepada karakteristikpasar serta kekuatan posisi komunikator pemasaran secara relatif dibadingakan kompetitornya. Jika konsumen tertarik untuk belajar mengai produk, dan mereka perusahaan memiliki keunggulan yang jelas dibandingkan mereka kompetitor, maka taktik persuasi yang dapet dilakukan jelas konsumen akan menyetujui argumen anda, yang akan menghasilakan pembentukan sikap yang bersiaf tetap ( enduring ) serta peluang yang kuat bagi terpilihnya merek Anda di antara merek-merek lain.

Namun, realita di pasar adalah bahwa sebagian besar merek dalam suatu kategori produk adalah sama, dan karenanya, konsumen umumnya tidak merasa perlu untuk berusaha memproses pesan yang mengandung sedikit informasi. Sehingga, kominkator pemasaran, yang harus menghadapi dua informasi. Sehingga, komunikator pemasaran, yang harus menghadapi dua masalah ini harus menemukan cara untuk menimbulkan antusiasme yang cukup dari konseumen agar mereka mau mendengar dan/ atau membaca pesan sang konumikator.

 

Meningkatkan Motivasi untuk Menangkap dan Memproses Pesan

Sebagai pengiklan atau komunikator pemasaran dalam kapastias yang berbeda, tujuan kita adalah meningkatkan kecenderungan bahwa konsumen akan termotivasi untuk menangkap dan memproses informasi yang kita berikan dalam pesan kita. Diantara hasil yang kita harapkan, mengingkatnya motivasi untuk memproses telah terbukti dapat memperkuat pengaruh perilaku mereka pada kecenderungan pembelian.

Untuk meningkatkan motivasi konsumen dalam memproses inforamsi mengenai merek, komunikator pemasaran dapat menggunakan pertanyaan retorik fear appeal, dan drama untuk meningkatkan relevasi merek denganself-interest konsumen. Memulai sebuah pesan dengan ketegangan atau kejutan juga dapat meningkatkan motivasi untuk mengangkap pesan.

Cara-cara lain untuk meningkatkan motivasi adalah dengan menggunakan humor atau memberikan sedikit informasi semua teknik tersebut dapat digunakan untuk memperkuat motivasi konsumen dalam memproses informasi mengenai merek, serta mempelajari atribut, manfaat, dan potensi yang dimiliki merek untuk memenuhi kepuasan konsumen.

 

Meningkatkan Peluang untuk Menerjemahkan Informasi dan Mengurangi Waktu Pemrosesan

         Pesan pemasaran tidak dapet berfungsi efektif kecuali konsumen memahami informasi mengenai merek dan menghubungkannya dengan informasi yang terkait dengan kategori produk dalam struktur memori mereka.

Tujuan komunkator adalah agar konsumen dapat menerjemahkaninformasi secara sederhana dan secepat mungkin.Rahasia dalam usaha memfasilitasi aktivias ini adalah dengan pengulangan.Komunikator pemasaranperlu mengulang informasi mengenai merek, menggunakan kembali tema-tema kunci, serta menayangkan ulang iklan dalam berbagai acara.

Peluang juga ditingkatkan dengan mengurangi waktu yang diperlukan untuk memproses informasi. Pengguna gamar dan cerita ( Image )  dapat menciptakan sebuah bentuk total-message processing  di mana konsumen dapat segera menerjemahkan seluruh pesan, dan tidak harus memproses infromasi tersebut sedikit demi sedikit.

 

Meningkatkan Kemampuan untuk Mengakses dan Menciptakan Struktur Pengetahuan

Secara umum, manusia paling mampu memroses infroasmi baru yang terkait dengan  sesuatu yang telah mereka ketahui atau pahami sebelumnya. Tugas komunikator pemasaran adalah untuk memungkinkan konsukmenmengakses struktur pengetahuna ( knowledge structure ) yang telah ada, atau menciptakan struktur pengetahuan baru.

Untuk memfasilitasi pengaksesan struktur pengetahuan oleh konsumen, komunikator pemasaran perlu menyediakan sebuah konteks untuk teks atau gambarnya.Salah satu cara untuk mencapai hal ini adalah dengan verbal famring.Yaitu menempatkan gambar-gambar iklan dalam konteks atau dibingkai oleh kata-kata dan frase yang sesuai.

Kadangkala, komunikator pemasaran perlu menciptakan struktur pengetahuan untuk informasi yang mereka ingin konsumen ketahui mengenai merek mereka.Hal ini dicapai dengan memfasilitasi pembelajaran berdasarkan eksemplar.Sebuah eksemplar adalah spesimen atau model dari suatu konsep atau ide tertentu. Dengan menggunakan konkretisasi, demonstrasi, atau anolgi, komunikator pemasaran dapat memfasilitasi proses belajar dengan menarik perhatian kepada eksemplar ini.

DAFTAR PUSTAKA

Shrimp, Terence. 2003. Periklanan Promosi dan Aspek Tambahan Komunikasi Pemasaran Terpadu, Edisi ke 5 Jilid 1. Jakarta: Erlangga.

 

File Doc : KOMUNIKASI PEMASARAN TERPADU DALAM PERSPEKTIF KONSUMEN (markom 4-6)

File Pdf : KOMUNIKASI PEMASARAN TERPADU DALAM PERSPEKTIF KONSUMEN (markom 4-6)

Oleh : Winda Anggraini (105020205111009)

Dosen : Nanang Suryadi, SE, MM (web lecture),learn about Marcom in here

 

 

 

BENTUK-BENTUK PROMOSI

Nama : Winda Anggraini

NIM     : 105020205111009

Kelas  : BA

 

BENTUK-BENTUK PROMOSI

PROMOSI PEMASARAN MENURUT KOTLER

 

Menurut Kotler (2000), “strategi promosi dapat dilakukan melalui empat bentuk promosi yang paling dikenal, yaitu periklanan, personal selling, publisitas dan promosi penjualan”. Strategi promosi tersebut dapat dilakukan secara sendiri, tetap ipada umumnya dilakukan secara bersama-sama.

 

1) Periklanan

 

Periklanan merupakan salah satu cara yang dilakukan perusahaan untukmemperkenalkan produknya terhadap konsumen. Periklanan dilakukan melalui berbagai media periklanan yang tersedia sesuai dengan target pasar yang akan dituju perusahaan.

 

Menurut Jefkins (1996), “bahwa periklanan merupakan pesan-pesan penjualanyang paling persuasif yang diarahkan kepada calon pembeli yang paling potensial atas produk barang atau jasa tertentu dengan biaya semurah-murahnya”. Kotler(2000) memberikan definisi periklanan sebagai “setiap bentuk presentasi dan promosi ide, barang, atau jasa yang dibayar oleh sponsor yang dikenal yang bersifat tidak pribadi”. Menurut Swastha (2002), “periklanan adalah komunikasi non-individudengan sejumlah biaya, melalui berbagai media yang dilakukan oleh perusahaan, lembaga non-laba serta individu-individu”.

 

Berdasarkan ketiga pengertian periklanan di atas, dapat disimpulkan bahwa periklanan merupakan komunikasi atau pesan-pesan penjualan yang dilakukan olehperusahaan melalui sponsor atau lembaga lain di luar perusahaan dengan mengeluarkan sejumlah biaya. Iklan dapat dikatakan sebagainonpersonal selling, karena penjualan tidak dilakukan secara langsung oleh seorang penjual. Iklan atau advertensi merupakan cara penyajian cetakan, tulisan kata-kata, gambar atau menggunakan orang, produk atau jasa yang dilakukan oleh suatu lembaga(perusahaan iklan) dengan maksud untuk mempengaruhi dan meningkatkan penjualan, meningkatkan pemakaian atau memperoleh suara, dukungan atau pendapat.

Menurut Swastha (2002), tujuan periklanan adalah sebagai berikut:

1. Secara Umum, tujuan periklanan adalah meningkatkan penjualan yangmenguntungkan.

2. Secara Khusus, beberapa tujuan periklanan adalah:

  1. Mendukung program penjualan pribadi/perorangan dan kegiatan promosiyang lain.
  2. Mencapai orang-orang yang tidak dapat dicapai oleh tenaga penjualan/salesman dalam jangka waktu tertentu.
  3. Mengadakan hubungan dengan penyalur, misalnya dengan mencantumkannama dan alamatnya.
  4. Memasuki daerah pemasaran baru atau menarik pelanggan baru.
  5. Memperkenalkan produk baru.
  6. Menambah penjualan industri/menambah penjualan suatu produk.
  7. Mencegah timbulnya barang-barang tiruan.
  8. Memperluas penjualan perusahaan.
  9. Melawan prasangka atau dugaan tentang penggantian produk.
  10. Membangun nama baik (god will) perusahaan, dan
  11. Memperbaiki reputasi perusahaan dengan memberikan pelayanan umum dan menjelaskan keadaan organisasi yang menghasilkan produk tersebut.

 

Ada beberapa media yang dijadikan sebagai pengiklanan suatu perusahaan adalah sebagai berikut :

 

1. Media Cetak

Menurut Rhenald Khasali (1995;99) dalam bukunya “Manajemen Periklanan” Media cetak adalah suatu media yang statis dan mengutamakan pesan–pesan visual. Media ini terdiri dari lembaran dengan sejmlah kata, gambar, atau foto,dalam tata warna dan halaman putih. Fungsi utama media cetak adalah member informasi dan menghibur. Didalam pengertian ini, media cetak yang digunakan untuk periklanan dibatasi pada surat kabar dan majalah.

Adapun keunggulan pada kedua media cetak tersebut :

  • Surat Kabar

Market Coverage, Surat kabar dapat menjangkau daerah-daerah perkotaan sesuai dengan cakupan pasar.

  • Comparsion Shopping

Keuntungan kedua menyangkut kebiasaan konsumen membawa surat kabar sebagai referensi untuk memilih barang sewaktu belanja.

  • Positive Consumer Attitudes

Konsumen umumnya memandang surat kabar memuat hal-hal actual yang perlu segera diketahui khalayaknya pembaca.

  • Flexibility

Pengiklanan dapat bebas memilih pasar mana yang akan di prioritakan. Dengan demikian ia dapat memilih media mana yang cocok.

2. Majalah

  • Khalayak Sasaran salah satu keunggulan majalah jika dibandingkan dengan media lainnya adalah kemampuannya menjangkau segmen pasar tertentu yang terspesialisasi.
  • Penerimaan Khalayak, keunggulan adalah kekmpuan mengangkat sasaran terhadap prestise majalah yang bersangkutan.
  • Long life span, majalah adalah media yang memiliki usia edar paling panjang dari sekuruh media yang ada. Selain itu, majalah yang dimiliki oleh khalayak umumnya disimpan hingga bertahun-tahun sebgai refrensi.
  • Kualitas Visual, kualitas visual majalah sangat prima karena umumnya dicetak diatas kertsa berkualitas tinggi. Dengan demikian kebanyakan majalah dapat menyajikan tata warna, reproduksi foto, baik hitam-putih maupun berwaran dengan surat kabar.

3. Media Televisi

Televisi media yang paling baru dan berkembang paling banyak diantara media-media terpenting, dan mungkin seklai yamg paling serbagun (versatile). Himbauannya dating lewat penglihatan maupun pendengaran; produk-produk dapat didemonstrasikan dan diterangkan. Televisi sangat luwes dalam hal meliputi pasaran geografis serta mengenai waktu penyajian pesannya. Karena pesan sebagian datang lewat pendengaran, televisi dapat memanfaatkan pengaruh personal dramatis dari ucapan kata-kata pesan itu.

Adapun keunggulan yang dimiliki oleh media televisi adalah sebagai berikut :

  • Efisien biaya, banyak pengiklanan memandang televisi sebagai media yang paling efektif untuk menyampaikan pesan-pesan komersialnya. Salah satu keunggulannya adalah kemampuan menjangkau khalayak sasaran sangat luas.
  • Dampak yang kuat, keunggulan lainnya adalah kemampuannya menimbulkan dampak yang kuat terhadap konsumen, dengan tekanan pada sekaligus dua indera : penglihatan dan pendengaran. Televisi juga mampu menciptakan kelenturan bagi pekerjaan – pekerjaan kreatif dengan mengkombinasikan gerakan, kecantikan, suara, warna, drama dan humor.

4. Media Radio

Seperti majalah, radio adalah media yang memiliki jangkauan selektif terhadap segmen pasar tertentu. Dalam masyarakat agraris dengan jangkauan wilayah yang sangat luas, radio telah menjawab kebutuhan untuk meyakinkan komunikasi yang dapat memicu perubahan masyarakat.

Sebagai media, radio memiliki beberapa keunggulan sebagai berikut :

  • Menjangkau jumlah khalayak sasaran yang besar pada waktu yang bersamaan
  • Menjangkau individu atau kelompok masyarakt yang hidup terpencil dan terpencar-pencar seperti kehidupan masyarakat agraris pada umumnya
  • Cepat menyampaikan pesan sehingga dapat memberikan informasi mutakhir yang berguna
  • Mengatasi berbagai kendala geografis dan
  • Mudah dimengerti, tidak memerlukan kemampuan membaca yang memang belum banyak dimiliki rakyat banyak.

5. Media Luar Ruang

Yang dimaksud dengan media luar ruang disini adalah seperti papan reklame. Pengiklanan papan reklame merupakan media yang fleksibel dan murah. Oleh karena dapat mencapai hampir semua penduduk, cara ini cocok sekali untuk produk konsumen yang banyak dipakai, yang memerlukan keterangan singkat. Ini merupakan bentuk paengiklanan tipe mengingatkan, dan pengaruhnya terasa karena ukuran yang besar dan berwarna.

Keunggulan yang dimiliki media ini adalah sebagai berikut :

  • Fleksibilitas
  • Pengulangan papaaran yang tinggi
  • Biayanya rendah
  • Persaingannya juga rendah

6. Media Lini Bawah

Dalam hal ini yang termasuk media lini bawah yakni antara lain, promosi penjualan, sponsor, direct mail (untuk iklan dengan metode pemasaran direct respone) dan pameran- pameran. Namun sesungguhnya diluar media-media ini, masih bnayak media iklan lini bawah lainnya. Mulai dari media-media yang cukup penting seperti catalog yang menawarkan peluang-peluang pemasaran tersendiri, sampai media-media yang jarang diperhitungkan.

Keunggulan yang dimiliki media ini adalah sebagi berikut :

  • Audiens terpilih
  • Fleksibilitas
  • Tidak ada pesaing iklan dalam media yang sama
  • personalisasi

 

2) Personal Selling

 

Menurut Kotler (2000), “penjualan perorangan (personal selling), yaitupenyajian atau presentasi pribadi oleh tenaga penjual perusahaan dengan tujuanmenjual dan membina hubungan dengan pelanggan”. Menurut Tjiptono (2004)penjualan perorangan adalah “komunikasi langsung (tatap muka) antara penjual dancalon pelanggan untuk memperkenalkan suatu produk kepada calon pelanggan danmembentuk pemahaman pelanggan terhadap produk sehingga mereka kemudianmencoba membelinya”.Penjualan perorangan adalah alat paling efektif pada tahap proses penjualantertentu, terutama dalam membangun pilihan, keyakinan, dan tindakan pembeli.Dibandingkan dengan periklanan, penjualan perorangan mempunyai beberapa sifatyang unik. Metode ini memungkinkan interaksi pribadi antara dua orang atau lebih,sehingga setiap orang dapat mengamati kebutuhan dan karakteristik yang lain sertamenyesuaikan diri dengan cepat. Penjualan perorangan juga memungkinkan semuajenis hubungan muncul, mulai dari hubungan penjualan semata-mata sampai kehubungan persahabatan mendalam. Wiraniaga yang efektif memelihara rasa tertarikpelanggan untuk membina hubungan jangka panjang. Terhadap penjualanperorangan, pembeli biasanya merasa perlu untuk mendengarkan atau memberi reaksi(Kotler, 2000).

 

Menurut Kotler (2000), bahwa ciri atau sifat-sifat penjualan peroranganadalah sebagai berikut:

 

1. Personal confrontation yaitu adanya hubungan aktif, langsung dan timbal balikantara dua orang atau lebih. Sehingga dapat mengetahui secara langsung apa yangdiinginkan dan dapat segera melakukan penyesuaian dengan pembeli.

2. Cultivation yaitu sifat yang memungkinkan berkembangnya segala macamhubungan, mulai dari sekedar hubungan jual beli sampai dengan suatu hubunganyang lebih akrab.

3. Response yaitu situasi yang seolah-olah mengharuskan pelanggan untukmendengar, memperlihatkan, dan menanggapi sehingga dapat mengetahui tanggapan pembeli secara langsung agar tenaga penjual secara cepat pula dapat menyimpulkannya.

 

Selanjutnya Tjiptono (2004) menyatakan bahwa beberapa fungsi-fungsipenjualan perorangan, yaitu:

  1. Prospecting yaitu mencari pembeli dan menjalin hubungan dengan mereka.
  2. Targeting yaitu mengalokasikan kelangkaan waktu penjual demi pembeli.
  3. Communicating yaitu memberi informasi mengenai produk perusahaan kepada pelanggan.
  4. Selling yakni mendekati, mempresentasikan dan mendemonstrasikan, mengatasi perubahan serta menjual produk kepada pelanggan.
  5. Servicing yakni memberikan berbagai jasa dan pelayanan kepada pelanggan.
  6. Information gathering yakni melakukan riset dan intelijen pasar.
  7. Allocating yaitu menentukan pelanggan yang dituju.

 

3) Publisitas

 

Publisitas adalah upaya perusahaan untuk mendukung, membina citraperusahaan yang baik, dan menangani atau menangkal isu, cerita dan peristiwayang dapat merugikan perusahaan yang dilakukan melalui pembinaan hubungandengan masyarakat (public relations)” (Kotler, 2000). Publisitas adalah bentukpenyajian dan penyebaran ide, barang atau jasa secara non personal, yang manaorang atau organisasi yang diuntungkan tidak membayar untuk itu (Tjiptono,2004). Selanjutnya Swastha (2002) menyatakan “publisitas adalah sejumlahinformasi tentang seseorang, barang atau organisasi yang disebarluaskan kemasyarakat melalui media tanpa dipungut biaya atau tanpa pengawasan darisponsor”.

Publisitas merupakan pemanfaatan nilai-nilai berita yang terkandung dalam suatuproduk untuk membentuk citra produk yang bersangkutan. Dibandingkan denganiklan, publisitas mempunyai kredibilitas yang lebih baik, karena pembenaran(baik langsung maupun tidak langsung) dilakukan oleh pihak lain selain pemilikiklan. Di samping itu karena pesan publisitas dimasukkan dalam berita atauartikel koran, tabloid, majalah, radio dan televisi, maka khalayak tidakmemandangnya sebagai komunikasi promosi. Publisitas juga dapat memberiinformasi yang lebih banyak dan lebih terperinci dari pada iklan.

 

Jika dibandingkan dengan alat promosi lain seperti periklanan, publisitas mempunyai beberapa keuntungan antara lain:

 

  1. Dapat menjangkau orang-orang yang tidak mau membaca iklan. Pesan tersebutsampai kepada pembeli yang mungkin menghindari iklan dan wiraniaga karenapesan tersebut disampaikan sebagai berita bukan komunikasi yang diarahkankepenjualan.
  2. Dapat ditempatkan pada halaman depan dari sebuah surat kabar atau pada posisilain yang menyolok.
  3. lebih dapat di percaya, apa bila sebuah surat Kabar atau majalah  mempublikasikan sebuah cerita, keliatan lebih otentik sebagai berita dan berita pada umumnya  lebih di percaya dari pada iklan
  4. Jauh lebih murah karena dilakukan secara bebas, tanpa dipungut biaya.
  5. Bersifat dramatis, sebab mempunyai potensi untuk mendramatisasi perusahaanatau produk.

 

Bentuk-bentuk publikasi :

  • Berita rutin: pengumuman, pertemuan, konferensi, pameran seni, pelatihan singkat, pernyataan perusahaan mengenai akusisi, peruahan, atau pembagian personel.
  • Artikel panjang atau liputan mendalam (features): aktivitas sosial perusahaan, upaya perusahaan yang menunjukkan kepedulian terhadap permasalahan sosial. Artikel atau liputan ini biasanya berkaitan dengan wacana yang akan digulirkan oleh organisasi untuk memperoleh tanggapan publik dan mendorong pemerintah mengeluarkan kebijakan tertentu .

 

4) Sales Promotion

 

Promosi penjualan (sales promotion) adalah bentuk persuasi langsung melalui penggunaan berbagai insentif yang dapat diatur untuk merangsang pembelian produk dengan segera dan meningkatkan jumlah barang yang dibeli pelanggan. Promosi penjualan (sales promotion), yaitu insentif jangka pendek untuk mendorong pembelian atau penjualan dari suatu produk dan jasa. “Promosi penjualan termasuk berbagai jenis peralatan yang mempunyai sifat unik seperti kupon, perlombaan, pemotongan harga, hadiah dan lain-lain” (Kotler, 2000). Promosi penjualan menarik perhatian konsumen dan memberikan informasi yang mengarah pada pembelian.Semuanya memberikan insentif kuat untuk membeli dengan menyediakan dorongan atau kontribusi yang memberikan nilai tambah bagi konsumen.

 

5) Direct Marketing

 

Philip Kotler (2007:288) mengemukakan bahwa pemasaran langsung (direct marketing) adalah penggunaan saluran-saluran langsung konsumen untuk menjangkau dan menyerahkan barang dan jasa kepada pelanggan tanpa menggunakan perantara pemasaran. Pemasaran langsung adalah salah satu cara yang tumbuh paling pesat untuk melayani pelanggan. Pemasar langsung mencari tanggapan yang dapat diukur, khususnya pesanan pelanggan. Hal ini kadang-kadang disebut pemasaran pesanan langsung. Dewasa ini, banyak pemasar langsung menggunakan pemasaran langsung untuk membina jangka panjang dengan pelanggan.

 

Promosi penjualan dapat dikelompokkan berdasarkan tujuan yang ingin dicapai,sebagai berikut:

  1. Customer promotion, yaitu promosi penjualan yang bertujuan untuk merangsang/mendorong pelanggan untuk membeli.
  2. Trade promotion, yaitu promosi penjualan yang bertujuan untuk mendorong/merangsang pedagang grosir, pengecer, eksportir, dan importir untuk memperdagangkan barang/jasa dari sponsor.
  3. Sales force promotion, yaitu promosi penjualan yang bertujuan untuk memotivasi armada penjual.
  4. Business promotion, yaitu promosi penjualan yang bertujuan untuk memperoleh pelanggan baru, mempertahanan kontak hubungan dengan pelanggan memperkenalkan produk baru, menjual lebih banyak kepada pelanggan lama dan mendidik pelanggan.

 

 

PROMOSI PENJUALAN OFFLINE

 

Mungkin kita mengenal promosi secara offline atau nyata adalah dengan menggunakan cara-cara tradisional, yang masih sangat efektif. Bentuk promosi penjualan offline dapat berupa:

Brosur

Biasanya brosur tertulis dan disertai gambar menarik pada lembaran kertas. Strategi penjualan ini biasa dilakukan oleh mini market untuk menawarkan barang kepada konsumen. Biasanya mereka menyebarkan brosur dengan cara dari pintu kepintu pada wilayah sekitar toko.

Iklan Media Cetak

Koran dan majalah adalah salah satu bentuk promosi penjualan tradisional yang masih sangatefektif untuk menjangkau pasar tertentu.

Iklan Televisi

Televisi masih menjadi media promosi terbaik saat ini . Hampir setiap rumah sudah memiliki televise. Televisi dapat menjangkau seluruh nusantara bahkan bagian belahan dunia lain. Kita sering melihat promosi penjualan ditelevisi, misalnya dapatkan hadiah menarik selama persediaan masih ada atau dalam jangka waktu tertentu.

 

Iklan Luar Ruangan

Terpampang sangat besar dipinggir-pinggir jalan, tempat keramaian atau gedung-gedung bertingkat. Outdoor advertising masih menjadi bagian media promosi penjualan yang sangatmenarik untuk dilihat. Pesan singkat yang tertulis masih juga dapat menarik perhatian orang yang membacanya.

 

PROMOSI PENJUALAN ONLINE

Perkembangan teknologi semakin maju, orang lebih suka dengan hal-hal yang praktis, cukup diam dirumah, dengan menggunakan internet mereka dapat terhubung ke dunia maya, bahkan saat ini, dari mulai pekerjaan atau mencari uang, belanja, berkomunikasi, menonton video online, dapat dilakukan dirumah, tidak terkecuali dengan melakukan promosi penjualan online oleh tenaga pemasaran. Bentuk promosi penjualan online dapat berupa:

Baner

Baner merupakan cara promosi penjualan online utama yang umum digunakan. Mirip seperti brosur dengan gambar atau tulisan animasi yang bisa bergerak, biasanya dilektakkan pada bagian tertentu pada website.

Email

Hampir setiap pengguna internet pasti memiliki alamat akun email pribadi. Promosi penjualan bisa dilakukan melalui email marketing secara langsung. Pemasaran biasanya mengumpulkan email pelanggan hingga mencapai ribuan dan dengan sekali klik, promosi penjualan dapat langsung diterima dan dibaca oleh pemilik email.

Video

Pengguna internet lebih senang menonton video ketimbang membaca artikel. Promosi penjualan dapat dilakukan dengan menggunakan video yang diupload pada situs video seperti youtube, yang masih menjadi situs terbaik untuk menayangkan video.

Perusahaan yang besar biasanya dalam menjalankan kampanye promosi penjualan menggunakan kedua bentuk promosi offline maupun online agar kegiatan promosi berjalan dengan sukses. Karena dengan menggunakan kedua bentuk promosi penjualan dapat menjangkau pasar yang sangat luas dan juga dapat saling melengkapi.

 

BENTUK PROMOSI LAINNYA

Event sponsor

Event sponsorship adalah bentuk promosi merek yang mengikat suatu aktifitas seperti olahraga, hiburan, sosial, budaya, atau tipe aktifitas lain yang mempunyai minat publik yang tinggi (Terence A ship 2000:615).

PT.Djarum dalam pemasarannya memasarkan beberapa jenis produk ,diantaranya adalah Djarum Coklat, Djarum 76, Djarum Super, LA Lights, Djarum Black, Djarum Super Mezzo. Dari berbagai produk tersebut rokok LA Lights adalah rokok mild yang memiliki tingkat penjualan tertinggi diantara beberapa rokok mild PT.Dajrum lainnya. Karena rokok LA Lights memiliki kualitas dan image yang berbeda diantara beberapa rokok mild produksi PT.Djarum atau merek perusahaan lain. Rokok LA Lights adalah rokok yang menggunakan event sponsorship sebagai salah satu strategi dalam memasarkan produk.

Public Relations

Public Relations adalah suatu usaha yang sengaja dilakukan, direncanakan secara berkesinambungan untuk menciptakan saling pengertian antara sebuah lembaga/institusi dengan masyarakat. merupakan fungsi manajemen untuk mencapai target tertentu yang sebelumnya harus mempunyai program kerja yang jelas dan rinci, mencari fakta, merencanakan, mengkomunikasikan, hingga mengevaluasi hasil-hasil apa yang telah dicapainya.

 

Referensi

http://zoeldhan-informatika.blogspot.com/2012/02/bentuk-bentuk-promosi.html

http://sasyamsihd.blogspot.com/2012/05/promosi-dan-bentuk-bentuk-promosi.html

http://konsultanseojakarta.com/bentuk-promosi-penjualan.php

http://endyf.blogspot.com/2009/11/analisis-pengaruh-event-sponsorship.html

http://manajemenkomunikasi.blogspot.com/search/label/Public%20Relations

 

File Doc :

BENTUK PROMOSI

File PDF :

BENTUK PROMOSI pdf