1.    Unilever
PT Unilever Indonesia Tbk yang beroperasi di Indonesia sejak tahun 1933, telah tumbuh dan berkembang bersama masyarakat Indonesia selama 75 tahun. Sebagai perusahaan penyedia consumer products yang mempunyai peran penting di Indonesia, Unilever adalah produsen merek-merek yang sudah sangat dikenal masyarakat, , antara lain Pepsodent, Lifebuoy, Lux, Dove, Sunsilk , Clear, Rexona, Rinso, Molto, Pond’s, Citra, Blue Band, Royco, Bango,  Wall’s dan masih banyak lagi. Sebagai perusahaan yang telah ‘go public’  pada tahun 1981 dan sahamnya tercatat dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia, Unilever memiliki komitmen kuat untuk terus maju bersama Indonesia. Pada tahun 2007 PT Unilever Indonesia Tbk berhasil meraih pertumbuhan  laba besih 14% atau mencapai Rp 2 trilyun, dengan pertumbuhan penjualan 11% atau mencapai Rp 12,5 trilyun.
Sebagai perusahaan yang mempunyai tanggung jawab yang tinggi terhadap masyarakat, secara berkelanjutan Unilever menjalankan program tanggung jawab perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) tidak hanya pada program korporasi, tetapi juga pada brand-brandnya. Beberapa Program sosial masyarakat yang dilakukan Unilever adalah: Kampanye Cuci Tangan dengan  Sabun (Lifebuoy), Program Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut (Pepsodent) , Program Pelestarian Makanan Tradisional (Bango), Program memerangi kelaparan dan membantu anak Indonesia yang kekurangan gizi (Blue Band) dan masih banyak lagi. Dalam bidang korporasi, di bawah payung Yayasan Unilever Indonesia, Unilever menjalankan tanggung jawab perusahaannya  dalam bidang: program pemberdayaan masyarakat/UKM (Program Pemberdayaan Petani Kedelai Hitam), program edukasi kesehatan masyarakat (Pola Hidup Bersih dan Sehat / PHBS), Program Lingkungan (Green and Clean), dan lain-lain.
Posisi Unilever Indonesia yang kuat sebagai pemimpin pasar  telah diakui melalui berbagai penghargaan nasional dan internasional yang diterima oleh perusahaan. Tahun 2006 & 2007, Uniever Indonesia menerima penghargaan  dalam bidang CSR, yaitu: International Energy Globe Award (penghargaan lingkungan), International Green Apple Environment Award (The Green Organisation, UK), Metro TV MDGs Award (Metro TV – penghargaan lingkungan). Dan di tahun 2008, Unilever Indonesia juga menerima 57 penghargaan lokal dan regional,  antara lain:  Asia’s 200 Most Admired Companies oleh Wall Street Journal Asia, International Energy Globe Award, Asian MAKE Award 2008, Indonesia’s Best Brand Award oleh SWA, Indonesia Best Packaging Award oleh Mix Marketing Extra Magazine, nominasi  untuk MDG Award kategori pemberdayaan perempuan, oleh PBB dan Metro TV, dan lain-lain.
Kemudian disadari bahwa PT. Unilever terfokus pada consumer, costumer dan community. Hingga kemudian muncul visi dari PT. Unilever yaitu To become the first choice of consumer, costumer and community.  Misi korporasi Unilever adalah untuk meningkatkan vitalitas hidup. Hal ini menunjukkan perusahaan benar-benar memahami pelanggan abad 21 dan kehidupan merek.  Hal ini terwujud pada komitmen PT. Unilever terhadap konsumennya yaitu menyediakan produk bermerek dan pelayanan yang secara konsisten menawarkan nilai dari segi harga dan kualitas, dan yang aman bagi tujuan pemakaiannya.

UKM binaan Unilever
a.    UKM Mekar Trashion
Berawal dari lomba Green and Clean yang diadakan pemerintah kabupaten Sleman bekerjasama dengan Unilever, disun Klajuran meraih juara dalam kategori lingkungan sehat. Namun pihak unilever menginginkan ada buktinyata pengolahan limbah/ sampah kering. Salah satu warga kota tersebut mencoba membuat tempat pensil berbahan dasar bungkus isi ulang sabun cuci piring.
Mulai saat itu warga dusun Klajuran mulai memilah sampah. Di setiap ruam terdapat tiga tong untuk tiga macam samapah, sampah kertas, sampah plastik, dan sampah kaca/ logam. Limbah-limbah tersebut dikelola, dan dipilah terlebih dahulu limbah mana saja yang dapat dibuat kerajianan tangan. Karena pengrajin-pengrajin semakin banyak, maka Unilever sejak tahun 2009 menetapkan UKM Mekar Trashion sebagai UKM binaan Unilever.
Produk trashion ciptaan Mekar Trashion telah menjangkau beberapa kota seperti Jakarta, Bandung dan di pulau Kalimantan. Tak hanya di Indonesia, Produk Mekar Trashion pun sampai ke prancis.

b.    UKM Petani Perempuan Ngawi
Pembinaan UKM oleh Unilever tidak hanya dibidang jasa atau properti saja, melainkan pada bidang pangan. Industri kecil yang dihasilkan merupakan hasil kreasi kelompok perempuan Ngawi untuk menambah penghasilan keluarga. Melalui program pemberdayaan perempuan, Yayasan Unilever Peduli memberikan dana stimulan dan serangkaian pelatihan agar mereka segera memulai usaha kecil,yang merupakan salah satu upaya pembunaan Yayasan Unilever Peduli. Hasilnya, kelompok ibu sortasi di Desa Kedungdowo sukses memasarkan keripik pisang, sementara kelompok dari Desa Pohjenggel memproduksi tas anyaman plastik sebagai produk andalan. Kelompok dari Desa Katikan, Garangan dan Gelon sudah mampu mengelola uang dengan melaksanakan aktivitas simpan pinjam, meskipun sederhana, cara ini ampuh mendorong para ibu untuk menabung.
Sejak Mei 2008 program pemberdayaan perempuan dan Yayasan Unilever Peduli telah mengadakan serangkaian pelatihan  mengenai penyingnya gizi dan mengelola keuangan rumah tangga bagai para kelompok perempuan sortasi kedelai hitam Ngawi. Kelompok perempuan tersebut berasal dari Desa Kedunggowo, Pohjenggel, Ngarengan, Katikan, Gelon, Blembem, Babadan, dan Garangan. Pemberdayaan perempuan bagi ibu sortasi kedelai hitam Ngawi ini bertujuan agar para ibu mampu menyajikan berbagai makanan tradisional yang bergizi bagi keluarga sekaligus piawai mengelola keuangan
Tujuan dari mitra Unilever adalah untuk  mendorong aspek bisnis, para kelompok ibu sortasi tersebut juga didorong untuk lebih percaya diri. Misalnya dengan diskusi kelompok, presentasi sederhana, dan bagaimana mengungkapkan  pendapat.  Penambahkan kunci kesuksesan program ini adalah peran aktif para anggota, sehingga setiap orang memiliki peran yang sama. Yang tadinya tidak biasa berbicara, sekarang mulai piawai berdiskusi dan mengemukakan pendapat. Sehingga menjadikan pekerja yang semakin berkualitas nantinya pada UKM tersebut.
program tersebut tidak akan berhenti begitu saja. Unilever telah mempersiapkan rangkaian program lanjutan, agar para ibu bisa mandiri dan menjadi penggerak di lingkungan mereka . Unilever telah melaksanakan program serupa di Bantul, Yogyakarta dan berencana melaksanakan program ini ke daerah binaan kedelai hitam lainnya, seperti Trenggalek dan Nganjuk.
Sejak 2001, Yayasan Unilever Peduli mulai melaksanakan program pengembangan petani kedelai hitam. Bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada, Unilever mendampingi petani untuk membudidayakan kedelai hitam guna mencapai kualitas kedelai hitam yang optimal. Dalam proses paska panen, Unilever memberdayakan kelompok perempuan dalam proses sortasi. Kegiatan ini bermanfaat bagi para ibu untuk menambah pendapatan dan mempererat komunitas perempuan di lingkungan mereka.