• Kabupaten Malang

    Date: 2012.03.01 | Category: Uncategorized | Tags:

    Nama    : Wagiati Ningsih

    NIM       : 0910480289

    Kelas     : A minat Manajemen Sumberdaya Lahan

     

    Peta Kabupaten Malang beserta Kota Kecamatan.

    Kabupaten Malang merupakan kabupaten yang secara geografis terletak antara 112º17’,10,90” sampai dengan 122º57’ ,00,00” Bujur Timur dan 7º44’,55,11” sampai dengan 8º26’,35,45” Lintang Selatan. Dengan luas wilayah sekitar 3.347,8 km2, Kabupaten Malang merupakan kabupaten terluas nomor 2 setelah Kabupaten Banyuwangi dari 38 kabupaten/kota di Wilayah Provinsi Jawa Timur. Sebagian besar wilayah Kabupaten Malang berupa pegunungan. Bagian barat dan barat laut berupa pegunungan, dengan puncaknya Gunung Arjuno (3.339 m) dan Gunung Kawi (2.651 m). Di pegunungan ini terdapat mata air Sungai Brantas, sungai terpanjang di Jawa Timur. Bagian timur merupakan kompleks Pegunungan Bromo-Tengger-Semeru, dengan puncaknya Gunung Bromo (2.392 m) dan Gunung Semeru (3.676 m). Gunung Semeru adalah gunung tertinggi di Pulau Jawa. Kota Malang sendiri berada di cekungan antara kedua wilayah pegunungan tersebut. Bagian selatan berupa pegunungan dan dataran bergelombang. Dataran rendah di pesisir selatan cukup sempit dan sebagian besar pantainya berbukit. Dari seluruh total luas tersebut ada beberapa penggunaan lahan di wilayah Kabupaten Malang yaitu, lebih dari 50 persen merupakan lahan pertanian yang berupa sawah, tegalan dan perkebunan. Sedangkan pemanfaatan untuk pemukiman penduduk sekitar 13,68 persen.  Kabupaten Malang dikelilingi beberapa Kabupaten dan Samudra, yang juga sebagai batasan wilayah Kabupaten Malang mulai dari batas timur, barat, utara, dan selatan. Untuk batasan kabupaten Malang  sebelah utara Kabupaten Pasuruan, sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Pasuruan dan Probolinggo, Lumajang. Sebelah Selatan, berbatasan dengan Samudera Indonesia. Sebelah Barat, berbatasan dengan Kabupaten Blitar. Sebelah Barat-Utara, berbatasan dengan Kabupaten Kediri dan Mojokerto. Dari letaknya secara geoografis wilayah Kabupaten Malang  ini memiliki posisi yang cukup strategis. Hal ini ditandai dengan semakin ramainya jalur transportasi yang melalui Kabupaten Malang dari waktu ke waktu. Kabupaten Malang terdiri atas 33 kecamatan, yang dibagi lagi menjadi sejumlah desa dan kelurahan. Pusat pemerintahan Kabupaten Malng sekarang berpindah ke Kecamatan Kepanjen, yang sebelumnya berada di Kota Malang. Kota Batu dahulu bagian dari Kabupaten Malang, sejak tahun 2001 memisahkan diri setelah ditetapkan menjadi kota. Ibukota kecamatan yang cukup besar di Kabupaten Malang antara lain Lawang, Singosari, Dampit dan Kepanjen. Dafar kota kecamatan yang ada di Kabupaten Malang meliputi : Ampelgading, Bantur, Bululawang, Dampit, Dau, Donomulyo, Gedangan, Gondanglegi, Jabung, Kalipare, Karangploso, Kasembon, Kepanjen, Kromengan, Lawang, Ngajum, Ngantang, Pagak, Pagelaran, Pakis, Pakisaji, Poncokusumo, Pujon, Sumbermanjing Wetan, Singosari, Sumberpucung, Tajinan, Tirtoyudo, Tumpang, Turen, Wagir, Wajak, Wonosari

    Dalam keadaan topografinya, Kabupaten Malang terdiri dari gunung-gunung dan perbukitan. Kondisi topografi yang demikian mengindikasikan penggunaan lahan yang mempunyai potensi dengan keadaan hutan yang luas. Hutan yang merupakan sumber air yang cukup, yang mengalir sepanjang tahun melalui sungai-sungai yang ada di Kabupaten Malang srhingga mampu mengairi lahan pertanian terutama di wilayah Kabupaten Malang. Adapun beberapa gunung yang ada disekeliling wilayah Kabupaten Malang, meliputi Gunung Semeru (ketinggian 3.676 meter) yang merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa, Gunung Kelud (ketinggian 1.731 meter), Gunung Welirang (ketinggian 3.156 meter) dan Gunung Arjuno (ketinggian 3.339 meter). Dengan adanya keadaan topografi yang dikelilingi gunung dan perbukitan maka Kabupaten Malang merupakan daerah dengan udara yang sejuk dan banyak diminati sebagai tempat tinggal dan tempat peristirahatan. Kabupaten Malang memiliki ketinggian 524 meter dari permukaan laut, suhu udara rata-rata yang relatif rendah. Sedangkan tutupan lahan di Kabupaten Malang dibagi atas beberapa kawasan budidaya tanaman tahunan, budidaya tanaman semusim, dan penggunaan lahan di Kabupaten Malang sebagian adalah hutan dengan adanya pemabagian beberapa kawasan meliputi kawasan lindung terbatas, kawasan lindung lainnya, kawasan penyangga, kawasan perlindungan mata air, kawasan perlindungan sungai, kawasan perlindungan waduk dan kawasan perlindungan pantai serta kawasan rawan bencana.

    Dari keadaan gografis dan Topografinya yang  menguntungkan Kabupaten Malang tidak terlepas dari beberapa bencana. Dimana ada beberapa daerah yang dikategorikan  rawan terhadap bencana, seperti bencana  letusan gunung berapi, rawan longsor dan rawan banjir. Kawasan rawan bencana letusan gunung berapi Semeru adalah Kecamatan Poncokusumo khususnya daerah Ngadas dan Gubugklakah. Daerah yang rawan terhadap longsor di Kabupaten Malang meliputi wilayah perbukitan dan daerah aliran sungai, salah satu kecamatan yang terkena longsor akibat hujan lebat adalah Kecamatan Tirtoyudo. Daerah rawan banjir tersebar di beberapa kecamatan yaitu Kecamatan Singosari (banjir bandang/lumpur), Kecamatan Dau, Kecamatan Bantur (5 tahun sekali), Kecamatan Tirtoyudo (banjir bandang akibat penebangan hutan Desa Pujiharjo, Purwodadi), Kecamatan Kasembon (Desa Bayem), Kecamatan Sumberpucung (Desa Trenyang), Kecamatan Bantur (Desa Sumberbening), Kecamatan Donomulyo (Desa Banjarejo), Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Desa Kedungbanteng), Kecamatan Ampelgading (Desa Lebakharjo), Kecamatan Jabung (Desa Gading Kembar), Kecamatan Lawang (Desa Srigading) dan Kecamatan Wajak (Desa Patok Picis).