BDL2

2012
03.27

1.

CREATE MODULE MAHASISWA;

 

2.

ALTER MODULE MAHASISWA PUBLISH VARIABLE cursor1 CURSOR CONSTANT ( CURSOR FOR SELECT * FROM PRODUCT);

 

 

3.

CREATE PROCEDURE SOAL3 (

IN IN_DEPTNO CHARACTER (3),

IN IN_DEPTNAME VARCHAR (36),

IN IN_MNGRNO CHARACTER (6),

IN IN_ADMRDEPT CHARACTER (3),

IN IN_LOCATION CHARACTER (16)

)

DYNAMIC RESULT SETS 1

P1: BEGIN

END P1

 

ALTER MODULE MAHASISWA PUBLISH PROCEDURE SOAL3 (

IN IN_DEPTNO CHARACTER (3),

IN IN_DEPTNAME VARCHAR (36),

IN IN_MNGRNO CHARACTER (6),

IN IN_ADMRDEPT CHARACTER (3),

IN IN_LOCATION CHARACTER (16)

)

DYNAMIC RESULT SETS 1

P1: BEGIN

END P1

 

 

4.

CREATE OR REPLACE PROCEDURE SOAL3 (

IN IN_DEPTNO CHARACTER (3),

IN IN_DEPTNAME VARCHAR (36),

IN IN_MNGRNO CHARACTER (6),

IN IN_ADMRDEPT CHARACTER (3),

IN IN_LOCATION CHARACTER (16)

)

DYNAMIC RESULT SETS 1

P1: BEGIN

DECLARE cursor1 CURSOR WITH RETURN for

SELECT * FROM DEPARTMENT;

OPEN cursor1;

END P1

 

 

5.

CREATE PROCEDURE SOAL5 (

IN IN_NAME VARCHAR (128),

IN IN_CATLOG XML

)

P1: BEGIN

INSERT INTO CATALOG (NAME, CATLOG)

VALUES (IN_NAME, IN_CATLOG);

END P1

 

Desain dan Analisis Algoritma

2012
02.24

Algoritma adalah suatu prosedur yang digunakan untuk memecaskan suatu masalah yang biasanya menggunakan bantuan komputer serta menggunakan suatu bahasa pemrogaman tertentu seperti bahasa Pascal, Visual Basic, Java, dan lain-lain. Sedangkan desain dan analisis algoritma adalah suatu cabang khusus dalam ilmu komputer yang mempelajari karakteristik dan performa dari suatu algoritma dalam menyelesaikan masalah, terlepas dari implementasi algoritma tersebut.

Dalam cabang disiplin ini algoritma dipelajari secara abstrak, terlepas dari system komputer atau bahasa pemrograman yang digunakan. Algoritma yang berbeda dapat diterapkan pada suatu masalah dengan kriteria yang sama. Kompleksitas dari suatu algoritma merupakan ukuran seberapa banyak komputasi yang dibutuhkan algoritma tersebut untuk menyelesaikan masalah. Secara informal, algoritma yang dapat menyelesaikan suatu permasalahan dalam waktu yang singkat memiliki kompleksitas yang rendah, sementara algoritma yang membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikan masalahnya mempunyai kompleksitas yang tinggi.

Syarat Algotitma menurut Donald E Knuth yaitu:

  • Finiteness
  • Definiteness
  • Input
  • Output
  • Effectiveness

Jenis-jenis Algoritma terdapat beragam klasifikasi algoritma dan setiap klasifikasi mempunyai alasan tersendiri. Salah satu cara untuk melakukan klasifikasi jenis-jenis algoritma adalah dengan memperhatikan paradigma dan metode yang digunakan untuk mendesain algoritma tersebut. Beberapa paradigma yang digunakan dalam menyusun suatu algoritma antara lain:

  1. Divide and Conquer

Paradigma untuk membagi suatu permasalahan besar menjadi permasalahan-permasalahan yang lebih kecil. Pembagian masalah ini dilakukan terus menerus sampai ditemukan bagian masalah kecil yang mudah untuk dipecahkan. Singkatnya menyelesaikan keseluruhan masalah dengan membagi masalah besar dan kemudian memecahkan permasalahan-permasalahan kecil yang terbentuk

 

  1. Dynamic programming

Paradigma pemrograman dinamik akan sesuai jika digunakan pada suatu masalah yang mengandung sub-struktur yang optimal dan mengandung beberapa bagian permasalahan yang tumpang tindih. Paradigma ini sekilas terlihat mirip dengan paradigma Divide and Conquer, sama-sama mencoba untuk membagi permasalahan menjadi sub permasalahan yang lebih kecil, tapi secara intrinsik ada perbedaan dari karakter permasalahan yang dihadapi.

 

  1. Metode serakah

Sebuah algoritma serakah mirip dengan sebuah Pemrograman dinamik, bedanya jawaban dari submasalah tidak perlu diketahui dalam setiap tahap; dan menggunakan pilihan “serakah” apa yang dilihat terbaik pada saat itu.

 

Jenis-jenis algoritma yang lain yaitu:

  1. Bahasa Semu (pseudo code)

Menggunakan bahasa sehari-hari, tetapi harus jelas dan struktur.

 

  1. Diagram Alir/Alur (Flowchart)

Dengan membuat suatu penulisan atau penyajian algoritma berupa diagram yang menggambarkan susunan alur logika dari suatu permasalahan.

 

Macam Algoritma antara lain:

  • Metode Seleksi
  • Metode Sisipan
  • Metode Shell
  • Metode Bubble
  • Metode Cepat
  • Metode Radix
  • Metode Merge
  • Metode Pohon Biner
  • Metode Tournament
  • Metode Heap

 

Proses pemecahan masalah dengan algoritma tertentu hingga menjadi program dapat dibagi dalam sembilan tahap, tahap-tahap tersebut yakni:

  1. Mendefinisikan masalah

Masalah yang ingin dipecahkan harus jelas lingkupnya.

  1. Membuat model

Yang dimaksud model ini adalah model (bentuk) matematis yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah, misalnya apakah harus dilakukan pengurutan terhadap data, apakah menggunakan perhitungan kombinatorik dan sebagainya.

  1. Merancang algoritma (flowchart/pseudocode)

Apa maksudnya, bagaimana rincian prosesnya, apa keluarannya.

  1. Menulis program

Ubah algoritma menjadi program (source code) dalam bahasa pemrograman tertentu.

  1. Mengubah source code menjadi executable code melalui proses compiling.
  2. Memeriksa hasil compiling, jika salah maka kembali ke tahap empat.
  3. Menjalankan program (run) untuk diuji kebenarannya dengan menggunakan berbagai data
  4.  Memperbaiki kesalahan (debugging dan testing)

Apabila hasilnya salah, kesalahan mungkin terjadi saat konversi rancangan algoritma manjadi program, atau salah rancang algoritma, atau salah menentukan model, atau salah mendefinisikan masalah. Ulangi langkah yang sesuai.

  1. Mendokumentasi program bila sudah benar.

 

Fungsi algoritma adalah untuk mempermudah kerja atau memudahkan kita dalam membuat program atau biasa di sebut sebagai Problem Solving. Selain itu, algoritma dapat mengatasi masalah logika dan masalah matematika. Dengan algoritma, kita dapat mengatasi masalah dari yang sederhana sampai yang kompleks sekalipun. Namun, seorang user harus mampu membuat suatu program dengan menggunakan bahasa yang difahami oleh komputer. Sebelum disajikan dalam bentuk bahasa pemrogaman, sebaiknya kita membuat diagram alir (Flow Chart) dan Pseudocode. Hal ini dimaksudkan agar dapat mempermudah kerja atau mempermudah dalam membuat program. Selain itu, algoritma dapat mengatasi masalah logika dan masalah matematika dengan cara berurutan, tetapi kadang-kadang algoritma tidak selalu berurutan, hal ini dikenal dengan proses percabangan.

Kriteria program algoritma harus komplit, nyata, dan jelas. Meskipun tugas algoritma tidak menghasilkan solusi, tetapi proses harus berakhir hal ini disebut dengan semi algorithm (prosedur akan berjalan terus atau biasa disebut dengan perulangan). Intinya kita tidak boleh menambah masalah, akan tetapi kita harus mampu menyelesaikan masalah untuk mendapat hasil yang tepat.

Masalah Analisis Algoritma antara lain tantangan yang dihadapi dalam membandingkan kinerja berbagai algoritma, yang perlu diperhatikan yaitu:

  • Kasus rata-rata; running time untuk tipikal data tertentu.
  • Kasus terjelek; running time yang mungkin paling jelek pada konfigurasi masukan data tertentu
  • Program → bahasa yang dipakai
  • Program sensitif terhadap input
  • Program sulit dimengerti, dan secara matematis hasil tah tersedia/diketahui
  • Sering kali program tidak bisa membandingkan, misal untuk data tertentu sangat efisien, tetapi yang lain pada kondisi yang sangat berbeda.

 

titip

2011
10.16

DDR3

2011
10.14

 

 

 

 

 

6xxx

2011
10.11

chace

2011
10.10

 

Format Usulan dan Aturan atau Mekanisme PKM

2011
04.26

Format Usulan dan Aturan atau Mekanisme PKM

Karakteristik PKM

Karakteristik dari masing-masing PKM:

• PKM Penelitian (PKMP)
Merupakan kreativitas yang inovatif dalam menemukan hasil karya melalui penelitian pada bidang profesi masing-masing. Kreativitas penemuan gagasan, ketepatan metode Panduan Pengelolaan Program Hibah DP2M Ditjen Dikti – Edisi VII 333 penelitian dan sumbangan berupa informasi bagi kemajuan ilmu pengetahuan merupakan pertimbangan utama.

• PKM Penerapan Teknologi (PKMT)
Merupakan kreativitas yang inovatif dalam menciptakan suatu karya teknologi (prototipe, model, peralatan, proses) yang dibutuhkan oleh suatu kelompok masyarakat (kelompok tani, industri kecil, pengusaha/pedagang kecil, koperasi atau kelompok produktif lain) yang akan dijadikan mitra kerja. PKMT mewajibkan mahasiswa bertukar pikiran dengan mitra, karena produk PKMT merupakan solusi atas persoalan yang diprioritaskan mitra. Dasar teknologi yang akan diterapkan sudah tersedia, bukan dicari melalui penelitian dalam program ini. Namun demikian untuk penyesuaian bisa dilakukan kalibrasi dan uji coba seperlunya dalam rangka adaptasi.

• PKM Kewirausahaan (PKMK)
Merupakan kreativitas penciptaan ketrampilan berwirausaha dan berorientasi pada profit, umumnya didahului oleh survai pasar, karena relevansinya yang tinggi terhadap terbukanya peluang perolehan profit bagi mahasiswa. Perlu ditegaskan di sini bahwa penciptaan ketrampilan berusaha yang dimaksud adalah untuk mahasiswa pengusul PKMK, begitu juga pelaku aktivitas usaha/bisnis yang didanai dalam PKMK adalah kelompok mahasiswa pengusul PKMK. Kelompok mahasiswa pengusul sebagai wirausahawan baru bisa menjalin kerjasama dengan kelompok masyarakat produktif, namun dana PKMK tidak dimaksudkan untuk membantu peningkatan ekonomi kelompok masyarakat tertentu. Dalam PKMK sama sekali tidak diijinkan dilakukannya penelitian/percobaan untuk mencari temuan.

• PKM Pengabdian kepada Masyarakat (PKMM)
Merupakan kreativitas yang inovatif dalam melaksanakan program membantu masyarakat, yaitu program yang mampu memberikan peningkatan kecerdasan, keterampilan, dan pengetahuan masyarakat seperti penataan dan perbaikan lingkungan, pelatihan keterampilan kelompok masyarakat, pengembangan kelembagaan masyarakat, penciptaan karya seni dan olah raga, dll. PKMM menuntut ditetapkannya masyarakat sasaran strategis dan persoalannya sebelum menyusun proposal. Pengetahuan atau teknologi yang akan digunakan dalam kegiatan pengabdian dalam PKMM sudah harus dikenal dan dikuasai. Tidak boleh ada kegiatan penelitian dalam PKMM.

• PKM Penulisan Ilmiah (PKMI)
Merupakan kegiatan penulisan ilmiah dari suatu hasil karya mahasiswa dalam pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (praktek lapang, KKN, PKM, magang, dll). Usulan PKMI berupa artikel ilmiah yang siap cetak dan tulisan yang dibuat berasal dari hasil karya mahasiswa peserta yang telah selesai dilaksanakan. Penjelasan lengkap PKMI dapat dilihat dalam Panduan PKMI yang diterbitkan tersendiri.

Dalam upaya mengefisiensikan proses penilaian dan penyediaan reviewer, maka seluruh usulan akan dikelompokkan ke dalam masing-masing bidang PKM yang dituju (-P, -T, -K, -M, KT). Selanjutnya setiap usulan dalam setiap bidang PKM dikelompokkan lagi ke dalam tujuh kelompok bidang ilmu, yaitu:
• Bidang Kesehatan, yang meliputi: Farmasi, Gizi, Kebidanan, Kedokteran, Kedokteran Gigi, Keperawatan, Kesehatan Masyarakat, Psikologi.
• Bidang Pertanian, yang meliputi: Kedokteran Hewan, Kehutanan, Kelautan, Perikanan, Pertanian, Peternakan, Teknologi Pertanian.
• Bidang MIPA, yang meliputi: Astronomi, Biologi, Geografi, Fisika, Kimia, Matematika.
• Bidang Teknologi dan Rekayasa, yang meliputi: Informatika, Teknik, Teknologi Pertanian.
• Bidang Sosial Ekonomi, yang meliputi : Agribisnis (Pertanian), Ekonomi, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.
• Bidang Humaniora, yang meliputi : Agama, Bahasa, Budaya, Filsafat, Hukum, Sastra, Seni.
• Bidang Pendidikan, yang meliputi Program Studi Ilmu-Ilmu Pendidikan di bawah Fakultas Kependidikan.

Persyaratan Admisnistrasi

1) Peserta Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) adalah kelompok mahasiswa yang sedang mengikuti program pendidikan S1 atau Diploma secara aktif. Mahasiswa pengusul dapat berasal dari berbagai program studi yang berbeda atau dari satu program studi yang sama, bergantung pada bidang kegiatan dan topik yang akan dilaksanakan, namun masih dalam satu perguruan tinggi yang sama. Keanggotaan mahasiswa pengusul berasal dari minimal 2 (dua) angkatan yang berbeda.
2) Seorang mahasiswa hanya dibenarkan masuk dalam satu kelompok pengusul PKM yang disetujui untuk didanai. Hal ini didasarkan pada kewajaran alokasi waktu bagi pelaksanaan kegiatan PKM dan kegiatan belajar mahasiswa, serta pelibatan mahasiswa sebanyak mungkin.
3) Seorang dosen pendamping hanya diperkenankan mendampingi maksimum 3 (tiga) judul/kelompok pelaksana PKM.
4) Usulan PKM diberi sampul sesuai dengan Form F7.A-1.
5) Menyertakan halaman pengesahan dari institusi pengusul sesuai dengan Form F7.A-2.
6) Pengajuan usulan dilakukan secara kolektif oleh perguruan tinggi. Bagi mahasiswa yang berasal dari PTS, harus memberikan surat tembusan pada Kopertis.
7) Setiap usulan yang mencantumkan dana pendamping harus menyertakan Surat Pernyataan Pembiayaan (dengan meterai yang berlaku) dari instansi yang menyediakan dana pendamping tersebut.
8) Setiap usulan yang menyatakan kerjasama dengan suatu mitra dalam kegiatan yang akan dilaksanakan (mitra usaha dalam kewirausahaan, mitra penerima teknologi dalam penerapan teknologi, atau mitra penerima manfaat dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat) harus menyertakan Surat Pernyataan Kesediaan Bekerjasama (dengan meterai yang berlaku) dari pihak mitra yang disebutkan. Panduan Pengelolaan Program Hibah DP2M Ditjen Dikti – Edisi VII 336
9) Usulan yang dinyatakan lolos akan diumumkan di Situs Web Dikti dan melalui pengiriman surat ke setiap perguruan tinggi. Dalam surat pemberitahuan akan diberikan keterangan/saran perbaikan yang harus dilakukan bagi setiap usulan yang dinyatakan lolos. Bagi pengusul yang usulannya memerlukan perbaikan, pengusul diwajibkan untuk memperbaiki usulan sesuai saran dan mengirimkan usulan yang telah diperbaiki paling lambat 3 minggu setelah diumumkan. Usulan yang telah direvisi dijilid dengan kulit muka warna putih dengan format seperti usulan sebelumnya tapi diberi tulisan “REVISI” pada sudut kiri atas.

Aturan Penulisan Usulan

1. Usulan ditulis mengikuti sistematika penulisan sesuai kriteria yang tercantum dalam buku Pedoman ini. Perhatikan perbedaan mendasar dari masing-masing PKM. Pengusul disarankan untuk mencermati perbedaan mendasar dari masing -masing jenis PKM.
2. Bahasa Indonesia yang digunakan hendaknya baku dengan tata bahasa dan ejaan yang disempurnakan, sederhana, dan jelas.
3. Bagian kelengkapan administratif yang meliputi halaman judul, nama/daftar anggota kelompok, halaman pengesahan, diberi nomor halaman menggunakan angka Romawi kecil dan diketik di sebelah kanan bawah (i, ii, dan seterusnya).
4. Bagian utama (naskah artikel) diberi nomor halaman menggunakan angka arab yang dimulai dengan nomor halaman 1 (satu) dan diketik di sebelah kanan atas.
5. Tabel diberi judul dengan penomoran tabel sesuai dengan urutan kemunculannya dalam naskah. Judul tabel ditulis di atas tabel dengan nomor tabel menggunakan angka Arab.
6. Gambar, baik dalam bentuk grafik maupun foto diberi judul dengan penomoran gambar sesuai dengan urutan kemunculannya dalam naskah. Judul gambar ditulis di bawah gambar dengan nomor gambar menggunakan angka Arab.
7. Khusus PKMP, PKMT, dan PKM-GT, penyebutan sumber pustaka dalam naskah serta penulisan daftar pustaka hendaknya mengikuti aturan penulisan yang berlaku, yaitu mengikuti sistem HARDVARD (contoh bisa dilihat dalam bagian khusus PKM-AI), atau sistem lainnya yang berlaku universal. Khusus PKM-AI ditulis dengan VANCOUVER STYLE.

Format Kulit Muka Halaman

Format Halam Pengesahan

Struktur Usulan PKM

1. Judul Penelitian

Judul kegiatan PKM singkat dan spesifik, tetapi jelas memberi gambaran mengenai kegiatan PKM yang diusulkan. Judul juga harus menarik.

 

2. Latar Belakang (Konteks Penelitian)

Bagian ini memuat uraian tentang latar belakang penelitian, untuk maksud apa peelitian ini dilakukan, dan apa/siapa yang mengarahkan penelitian.

 

3. Rumusan Masalah (Fokus Penelitian)

Rumuskan dengan jelas permasalahan yang ingin diteliti atau diselesaikan. Uraikan pendekatan dan konsep untuk menjawab masalah yang diteliti, hipotesis yang akan diuji, dugaan yang akan dibuktikan, masalah yang akan dicari penyelesaiannya, atau peluang usaha yang akan diraih. Dalam perumusan masalah dapat dijelaskan definisi, asumsi, dan lingkup yang menjadi batasan kegiatan PKM.

Apabila digunakan istilah rumusan masalah, fokus penelitian berisi pertanyaan-pertanyaan yang akan dijawab dalam penelitian dan alasan diajukannya pertanyaan. Pertanyaan-pertanyaan ini diajukan untuk mengetahui gambaran apa yang akan diungkapkan di lapangan. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan harus didukung oleh alasan-alasan mengapa hal tersebut ditampilkan.

Alasan-alasan ini harus dikemukakan secara jelas, sesuai dengan sifat penelitian kualitatif yang holistik, induktif, dan naturalistik yang berarti dekat sekali dengan gejala yang diteliti. Pertanyaan-pertanyaan tersebut diajukan setelah diadakan studi pendahuluan di lapangan.

 

4. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian merupakan sasaran hasil yang ingin dicapai dalam penelitian ini, sesuai dengan fokus yang telah dirumuskan.

 

5. Luaran yang Diharapkan

 

6. Kegunaan Penelitian

Pada bagian ini ditunjukkan kegunaan atau pentingnya penelitian terutama bagi pengembangan ilmu atau pelaksanaan pembangunan dalam arti luas. Dengan kata lain, uraian dalam subbab kegunaan penelitian berisi alasan kelayakan atas masalah yang diteliti. Dari uraian dalam bagian ini diharapkan dapat disimpulkan bahwa penelitian terhadap masalah yang dipilih memang layak untuk dilakukan.

 

7. Tinjauan Pustaka

Gambaran Umum Rencana Usaha (ulasan mengenai hasil survai pasar atau survai kelayakan usaha untuk kegiatan kewirausahaan yang direncanakan dalam PKM-K), Gambaran Umum Masyarakat Sasaran (untuk PKM-M).Usahakan pustaka terbaru, relevan dan asli dari jurnal ilmiah. Uraikan dengan jelas kajian pustaka yang menimbulkan gagasan dan mendasari kegiatan PKM yang akan dilakukan. Tinjauan Pustaka menguraikan teori, temuan, dan bahan penelitian lain yang diperoleh dari pustaka acuan serta menjadi landasan usulan kegiatan PKM. Tinjauan Pustaka mengacu pada Daftar Pustaka.

 

8. Metode Penelitian

Bab ini memuat uraian tentang metode dan langkah-langkah penelitian secara operasional yang menyangkut pendekatan penelitian, kehadiran peneliti, lokasi penelitian, sumber data, prosedur pengumpulan data, analisis data, pengecekan keabsahan data, dan tahap-tahap penelitian.

 

a. Pendekatan dan Jenis Penelitian

Pada bagian II peneliti perlu menjelaskan bahwa pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, dan menyertakan alasan-alasan singkat mengapa pendekatan ini digunakan. Selain itu juga dikemukakan orientasi teoretik, yaitu landasan berfikir untuk memahami makna suatu gejala, misalnya fenomenologis, interaksi simbolik, kebudayaan, etnometodologis, atau kritik seni (hermeneutik). Peneliti juga perlu mengemukakan jenis penelitian yang digunakan apakah etnografis, studi kasus, grounded theory, interaktif, ekologis, partisipatoris, penelitian tindakan, atau penelitian kelas.

 

b. Kehadiran Peneliti

Dalam bagian ini perlu disebutkan bahwa peneliti bertindak sebagai instrumen sekaligus pengumpul data. Instrumen selain manusia dapat pula digunakan, tetapi fungsinya terbatas sebagai pendukung tugas peneliti sebagai instrumen. Oleh karena itu, kehadiran peneliti di lapangan untuk penelitian kualitatif mutlak diperlukan. Kehadiran peneliti ini harus dilukiskan secara eksplisit dalam laopran penelitian. Perlu dijelaskan apakah peran peneliti sebagai partisipan penuh, pengamat partisipan, atau pengamat penuh. Di samping itu perlu disebutkan apakah kehadiran peneliti diketahui statusnya sebagai peneliti oleh subjek atau informan.

 

c. Lokasi Penelitian

Uraian lokasi penelitian diisi dengan identifikasi karakteristik lokasi dan alasan memilih lokasi serta bagaimana peneliti memasuki lokasi tersebut. Lokasi hendaknya diuraikan secara jelas, misalnya letak geografis, bangunan fisik (jika perlu disertakan peta lokasi), struktur organisasi, program, dan suasana sehari-hari. Pemilihan lokasi harus didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan kemenarikan, keunikan, dan kesesuaian dengan topik yang dipilih. Dengan pemilihan lokasi ini, peneliti diharapkan menemukan hal-hal yang bermakna dan baru. Peneliti kurang tepat jika megutarakan alasan-alasan seperti dekat dengan rumah peneliti, peneliti pernah bekerja di situ, atau peneliti telah mengenal orang-orang kunci.

 

d. Sumber Data

Pada bagian ini dilaporkan jenis data, sumber data, da teknik penjaringan data dengan keterangan yang memadai. Uraian tersebut meliputi data apa saja yang dikumpulkan, bagaimana karakteristiknya, siapa yang dijadikan subjek dan informan penelitian, bagaimana ciri-ciri subjek dan informan itu, dan dengan cara bagaimana data dijaring, sehingga kredibilitasnya dapat dijamin. Misalnya data dijaring dari informan yang dipilih dengan teknik bola salju (snowball sampling).

Istilah pengambilan sampel dalam penelitian kualitatif harus digunakan dengan penuh kehati-hatian. Dalam penelitian kualitatif tujuan pengambilan sampel adalah untuk mendapatkan informasi sebanyak mungkin, bukan untuk melakukan rampatan (generalisasi). Pengambilan sampel dikenakan pada situasi, subjek, informan, dan waktu.

 

e. Prosedur Pengumpulan Data

Dalam bagian ini diuraikan teknik pengumpulan data yang digunakan, misalnya observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Terdapat dua dimensi rekaman data: fidelitas da struktur. Fidelitas mengandung arti sejauh mana bukti nyata dari lapangan disajikan (rekaman audio atau video memiliki fidelitas tinggi, sedangkan catatan lapangan memiliki fidelitas kurang). Dimensi struktur menjelaskan sejauh mana wawancara dan observasi dilakukan secara sistematis dan terstruktur. Hal-hal yang menyangkut jenis rekaman, format ringkasan rekaman data, dan prosedur perekaman diuraikan pada bagian ini. Selain itu dikemukakan cara-cara untuk memastikan keabsahan data dengan triangulasi dan waktu yang diperlukan dalam pengumpulan data.

 

f. Analisis Data

Pada bagian analisis data diuraikan proses pelacakan dan pengaturan secara sistematis transkrip-transkrip wawancara, catatan lapangan dan bahan-bahan lain agar peneliti dapat menyajikan temuannya. Analisis ini melibatkan pengerjaan, pengorganisasian, pemecahan dan sintesis data serta pencarian pola, pengungkapan hal yang penting, dan penentuan apa yang dilaporkan. Dalam penelitian kualitatif, analisis data dilakukan selama dan setelah pengumpulan data, dengan teknik-teknik misalnya analisis domain, analisis taksonomis, analisis komponensial, dan analisis tema. Dalam hal ini peneliti dapat menggunakan statistik nonparametrik, logika, etika, atau estetika. Dalam uraian tentang analisis data ini supaya diberikan contoh yang operasional, misalnya matriks dan logika.

 

g. Pengecekan Keabsahan Temuan

Bagian ini memuat uraian tentang usaha-usaha peneliti untuk memperoleh keabsahan temuannya. Agar diperoleh temuan dan interpretasi yang absah, maka perlu diteliti kredibilitasnya dengan mengunakan teknik-teknik perpanjangan kehadiran peneliti di lapangan, observasi yang diperdalam, triangulasi(menggunakan beberapa sumber, metode, peneliti, teori), pembahasan sejawat, analisis kasus negatif, pelacakan kesesuaian hasil, dan pengecekan anggota. Selanjutnya perlu dilakukan pengecekan dapat-tidaknya ditransfer ke latar lain (transferrability), ketergantungan pada konteksnya (dependability), dan dapat-tidaknya dikonfirmasikan kepada sumbernya (confirmability) .

 

h. Tahap-tahap Penelitian

Bagian ini menguraikann proses pelaksanaan penelitian mulai dari penelitian pendahuluan, pengembangan desain, penelitian sebenarnya, sampai pada penulisan laporan.

 

9. Jadwal Kegiatan

Jadwal kegiatan PKM yang meliputi rinci kegiatan persiapan, pelaksanaan dan penyusunan laporan dalam bentuk Bar-chart. Bar-chart memberikan rincian kegiatan dan jadwal pelaksanaan kegiatan tersebut. Jadwal pelaksanaan mengacu pada Metode Pelaksanaan Program. Untuk menghindari keterikatan waktu pelaksanaan dengan periode waktu tertentu, usahakan tidak menggunakan nama bulan secara eksplisit dalam penjadwalan rencana kegiatan. Sebagai contoh, untuk menggambarkan urutan waktu pelaksanaan, gunakan kata “bulan ke-1, bulan ke-2”, dan seterusnya, bukan bulan Maret, bulan April, dan seterusnya.

 

10. Rancangan Biaya

Rekapitulasi biaya terdiri atas:
1 Bahan habis pakai
2 Peralatan penunjang PKM
3 Perjalanan
4 Lain-lain
Rincian biaya harus lengkap, wajar dan jelas peruntukannya. Honorarium tidak diperkenankan bagi pihak manapun (tim pelaksana, dosen pendamping ataupun tenaga pembantu lainnya).

 

11. Daftar Rujukan atau Daftar Pustaka

Bahan pustaka yang dimasukkan dalam daftar rujukan harus sudah disebutkan dalam teks. Artinya, bahan pustaka yang hanya digunakan sebagai bahan bacaan tetapi tidak dirujuk dalam teks tidak dimasukkan dalam daftar rujukan. Sebaliknya, semua bahan pustaka yang disebutkan dalam skripsi, tesis, dan disertasi harus dicantumkan dalam daftar rujukan. Tatacara penulisan daftar rujukan.

Unsur yang ditulis secara berurutan meliputi:

1. nama penulis ditulis dengan urutan: nama akhir, nama awal, nama tengah, tanpa gelar akademik,

2. tahun penerbitan

3. judul, termasuk subjudul

4. kota tempat penerbitan, dan

5. nama penerbit.

 

12. Lampiran (bila ada)

1. Daftar Biodata Ketua dan Anggota Kelompok, serta dosen pendamping (ditandatangani)
2. Gambaran teknologi yang akan diterapkembangkan (untuk PKM-T, PKM-K, PKM-M)
3. Surat Pernyataan Kesediaan Bekerjasama dari Pengusaha Mikro/Kecil (untuk PKM-T), Koperasi atau Kelompok Tani (PKM-M)
4. Denah detil Lokasi Pengusaha Kecil atau Mitra Kerja (untuk PKM-T, PKM-M)
5. Hal-hal lain yang dianggap perlu

Format Usulan dan Aturan atau Mekanisme PKM

Karakteristik PKM

Karakteristik dari masing-masing PKM:

• PKM Penelitian (PKMP)
Merupakan kreativitas yang inovatif dalam menemukan hasil karya melalui penelitian pada bidang profesi masing-masing. Kreativitas penemuan gagasan, ketepatan metode Panduan Pengelolaan Program Hibah DP2M Ditjen Dikti – Edisi VII 333 penelitian dan sumbangan berupa informasi bagi kemajuan ilmu pengetahuan merupakan pertimbangan utama.

• PKM Penerapan Teknologi (PKMT)
Merupakan kreativitas yang inovatif dalam menciptakan suatu karya teknologi (prototipe, model, peralatan, proses) yang dibutuhkan oleh suatu kelompok masyarakat (kelompok tani, industri kecil, pengusaha/pedagang kecil, koperasi atau kelompok produktif lain) yang akan dijadikan mitra kerja. PKMT mewajibkan mahasiswa bertukar pikiran dengan mitra, karena produk PKMT merupakan solusi atas persoalan yang diprioritaskan mitra. Dasar teknologi yang akan diterapkan sudah tersedia, bukan dicari melalui penelitian dalam program ini. Namun demikian untuk penyesuaian bisa dilakukan kalibrasi dan uji coba seperlunya dalam rangka adaptasi.

• PKM Kewirausahaan (PKMK)
Merupakan kreativitas penciptaan ketrampilan berwirausaha dan berorientasi pada profit, umumnya didahului oleh survai pasar, karena relevansinya yang tinggi terhadap terbukanya peluang perolehan profit bagi mahasiswa. Perlu ditegaskan di sini bahwa penciptaan ketrampilan berusaha yang dimaksud adalah untuk mahasiswa pengusul PKMK, begitu juga pelaku aktivitas usaha/bisnis yang didanai dalam PKMK adalah kelompok mahasiswa pengusul PKMK. Kelompok mahasiswa pengusul sebagai wirausahawan baru bisa menjalin kerjasama dengan kelompok masyarakat produktif, namun dana PKMK tidak dimaksudkan untuk membantu peningkatan ekonomi kelompok masyarakat tertentu. Dalam PKMK sama sekali tidak diijinkan dilakukannya penelitian/percobaan untuk mencari temuan.

• PKM Pengabdian kepada Masyarakat (PKMM)
Merupakan kreativitas yang inovatif dalam melaksanakan program membantu masyarakat, yaitu program yang mampu memberikan peningkatan kecerdasan, keterampilan, dan pengetahuan masyarakat seperti penataan dan perbaikan lingkungan, pelatihan keterampilan kelompok masyarakat, pengembangan kelembagaan masyarakat, penciptaan karya seni dan olah raga, dll. PKMM menuntut ditetapkannya masyarakat sasaran strategis dan persoalannya sebelum menyusun proposal. Pengetahuan atau teknologi yang akan digunakan dalam kegiatan pengabdian dalam PKMM sudah harus dikenal dan dikuasai. Tidak boleh ada kegiatan penelitian dalam PKMM.

• PKM Penulisan Ilmiah (PKMI)
Merupakan kegiatan penulisan ilmiah dari suatu hasil karya mahasiswa dalam pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (praktek lapang, KKN, PKM, magang, dll). Usulan PKMI berupa artikel ilmiah yang siap cetak dan tulisan yang dibuat berasal dari hasil karya mahasiswa peserta yang telah selesai dilaksanakan. Penjelasan lengkap PKMI dapat dilihat dalam Panduan PKMI yang diterbitkan tersendiri.

Dalam upaya mengefisiensikan proses penilaian dan penyediaan reviewer, maka seluruh usulan akan dikelompokkan ke dalam masing-masing bidang PKM yang dituju (-P, -T, -K, -M, KT). Selanjutnya setiap usulan dalam setiap bidang PKM dikelompokkan lagi ke dalam tujuh kelompok bidang ilmu, yaitu:
• Bidang Kesehatan, yang meliputi: Farmasi, Gizi, Kebidanan, Kedokteran, Kedokteran Gigi, Keperawatan, Kesehatan Masyarakat, Psikologi.
• Bidang Pertanian, yang meliputi: Kedokteran Hewan, Kehutanan, Kelautan, Perikanan, Pertanian, Peternakan, Teknologi Pertanian.
• Bidang MIPA, yang meliputi: Astronomi, Biologi, Geografi, Fisika, Kimia, Matematika.
• Bidang Teknologi dan Rekayasa, yang meliputi: Informatika, Teknik, Teknologi Pertanian.
• Bidang Sosial Ekonomi, yang meliputi : Agribisnis (Pertanian), Ekonomi, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.
• Bidang Humaniora, yang meliputi : Agama, Bahasa, Budaya, Filsafat, Hukum, Sastra, Seni.
• Bidang Pendidikan, yang meliputi Program Studi Ilmu-Ilmu Pendidikan di bawah Fakultas Kependidikan.

Persyaratan Admisnistrasi

1) Peserta Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) adalah kelompok mahasiswa yang sedang mengikuti program pendidikan S1 atau Diploma secara aktif. Mahasiswa pengusul dapat berasal dari berbagai program studi yang berbeda atau dari satu program studi yang sama, bergantung pada bidang kegiatan dan topik yang akan dilaksanakan, namun masih dalam satu perguruan tinggi yang sama. Keanggotaan mahasiswa pengusul berasal dari minimal 2 (dua) angkatan yang berbeda.
2) Seorang mahasiswa hanya dibenarkan masuk dalam satu kelompok pengusul PKM yang disetujui untuk didanai. Hal ini didasarkan pada kewajaran alokasi waktu bagi pelaksanaan kegiatan PKM dan kegiatan belajar mahasiswa, serta pelibatan mahasiswa sebanyak mungkin.
3) Seorang dosen pendamping hanya diperkenankan mendampingi maksimum 3 (tiga) judul/kelompok pelaksana PKM.
4) Usulan PKM diberi sampul sesuai dengan Form F7.A-1.
5) Menyertakan halaman pengesahan dari institusi pengusul sesuai dengan Form F7.A-2.
6) Pengajuan usulan dilakukan secara kolektif oleh perguruan tinggi. Bagi mahasiswa yang berasal dari PTS, harus memberikan surat tembusan pada Kopertis.
7) Setiap usulan yang mencantumkan dana pendamping harus menyertakan Surat Pernyataan Pembiayaan (dengan meterai yang berlaku) dari instansi yang menyediakan dana pendamping tersebut.
8) Setiap usulan yang menyatakan kerjasama dengan suatu mitra dalam kegiatan yang akan dilaksanakan (mitra usaha dalam kewirausahaan, mitra penerima teknologi dalam penerapan teknologi, atau mitra penerima manfaat dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat) harus menyertakan Surat Pernyataan Kesediaan Bekerjasama (dengan meterai yang berlaku) dari pihak mitra yang disebutkan. Panduan Pengelolaan Program Hibah DP2M Ditjen Dikti – Edisi VII 336
9) Usulan yang dinyatakan lolos akan diumumkan di Situs Web Dikti dan melalui pengiriman surat ke setiap perguruan tinggi. Dalam surat pemberitahuan akan diberikan keterangan/saran perbaikan yang harus dilakukan bagi setiap usulan yang dinyatakan lolos. Bagi pengusul yang usulannya memerlukan perbaikan, pengusul diwajibkan untuk memperbaiki usulan sesuai saran dan mengirimkan usulan yang telah diperbaiki paling lambat 3 minggu setelah diumumkan. Usulan yang telah direvisi dijilid dengan kulit muka warna putih dengan format seperti usulan sebelumnya tapi diberi tulisan “REVISI” pada sudut kiri atas.

Aturan Penulisan Usulan

1. Usulan ditulis mengikuti sistematika penulisan sesuai kriteria yang tercantum dalam buku Pedoman ini. Perhatikan perbedaan mendasar dari masing-masing PKM. Pengusul disarankan untuk mencermati perbedaan mendasar dari masing -masing jenis PKM.
2. Bahasa Indonesia yang digunakan hendaknya baku dengan tata bahasa dan ejaan yang disempurnakan, sederhana, dan jelas.
3. Bagian kelengkapan administratif yang meliputi halaman judul, nama/daftar anggota kelompok, halaman pengesahan, diberi nomor halaman menggunakan angka Romawi kecil dan diketik di sebelah kanan bawah (i, ii, dan seterusnya).
4. Bagian utama (naskah artikel) diberi nomor halaman menggunakan angka arab yang dimulai dengan nomor halaman 1 (satu) dan diketik di sebelah kanan atas.
5. Tabel diberi judul dengan penomoran tabel sesuai dengan urutan kemunculannya dalam naskah. Judul tabel ditulis di atas tabel dengan nomor tabel menggunakan angka Arab.
6. Gambar, baik dalam bentuk grafik maupun foto diberi judul dengan penomoran gambar sesuai dengan urutan kemunculannya dalam naskah. Judul gambar ditulis di bawah gambar dengan nomor gambar menggunakan angka Arab.
7. Khusus PKMP, PKMT, dan PKM-GT, penyebutan sumber pustaka dalam naskah serta penulisan daftar pustaka hendaknya mengikuti aturan penulisan yang berlaku, yaitu mengikuti sistem HARDVARD (contoh bisa dilihat dalam bagian khusus PKM-AI), atau sistem lainnya yang berlaku universal. Khusus PKM-AI ditulis dengan VANCOUVER STYLE.

Format Kulit Muka Halaman

Format Halam Pengesahan

Struktur Usulan PKM

1. Judul Penelitian

Judul kegiatan PKM singkat dan spesifik, tetapi jelas memberi gambaran mengenai kegiatan PKM yang diusulkan. Judul juga harus menarik.

 

2. Latar Belakang (Konteks Penelitian)

Bagian ini memuat uraian tentang latar belakang penelitian, untuk maksud apa peelitian ini dilakukan, dan apa/siapa yang mengarahkan penelitian.

 

3. Rumusan Masalah (Fokus Penelitian)

Rumuskan dengan jelas permasalahan yang ingin diteliti atau diselesaikan. Uraikan pendekatan dan konsep untuk menjawab masalah yang diteliti, hipotesis yang akan diuji, dugaan yang akan dibuktikan, masalah yang akan dicari penyelesaiannya, atau peluang usaha yang akan diraih. Dalam perumusan masalah dapat dijelaskan definisi, asumsi, dan lingkup yang menjadi batasan kegiatan PKM.

Apabila digunakan istilah rumusan masalah, fokus penelitian berisi pertanyaan-pertanyaan yang akan dijawab dalam penelitian dan alasan diajukannya pertanyaan. Pertanyaan-pertanyaan ini diajukan untuk mengetahui gambaran apa yang akan diungkapkan di lapangan. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan harus didukung oleh alasan-alasan mengapa hal tersebut ditampilkan.

Alasan-alasan ini harus dikemukakan secara jelas, sesuai dengan sifat penelitian kualitatif yang holistik, induktif, dan naturalistik yang berarti dekat sekali dengan gejala yang diteliti. Pertanyaan-pertanyaan tersebut diajukan setelah diadakan studi pendahuluan di lapangan.

 

4. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian merupakan sasaran hasil yang ingin dicapai dalam penelitian ini, sesuai dengan fokus yang telah dirumuskan.

 

5. Luaran yang Diharapkan

 

6. Kegunaan Penelitian

Pada bagian ini ditunjukkan kegunaan atau pentingnya penelitian terutama bagi pengembangan ilmu atau pelaksanaan pembangunan dalam arti luas. Dengan kata lain, uraian dalam subbab kegunaan penelitian berisi alasan kelayakan atas masalah yang diteliti. Dari uraian dalam bagian ini diharapkan dapat disimpulkan bahwa penelitian terhadap masalah yang dipilih memang layak untuk dilakukan.

 

7. Tinjauan Pustaka

Gambaran Umum Rencana Usaha (ulasan mengenai hasil survai pasar atau survai kelayakan usaha untuk kegiatan kewirausahaan yang direncanakan dalam PKM-K), Gambaran Umum Masyarakat Sasaran (untuk PKM-M).Usahakan pustaka terbaru, relevan dan asli dari jurnal ilmiah. Uraikan dengan jelas kajian pustaka yang menimbulkan gagasan dan mendasari kegiatan PKM yang akan dilakukan. Tinjauan Pustaka menguraikan teori, temuan, dan bahan penelitian lain yang diperoleh dari pustaka acuan serta menjadi landasan usulan kegiatan PKM. Tinjauan Pustaka mengacu pada Daftar Pustaka.

 

8. Metode Penelitian

Bab ini memuat uraian tentang metode dan langkah-langkah penelitian secara operasional yang menyangkut pendekatan penelitian, kehadiran peneliti, lokasi penelitian, sumber data, prosedur pengumpulan data, analisis data, pengecekan keabsahan data, dan tahap-tahap penelitian.

 

a. Pendekatan dan Jenis Penelitian

Pada bagian II peneliti perlu menjelaskan bahwa pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, dan menyertakan alasan-alasan singkat mengapa pendekatan ini digunakan. Selain itu juga dikemukakan orientasi teoretik, yaitu landasan berfikir untuk memahami makna suatu gejala, misalnya fenomenologis, interaksi simbolik, kebudayaan, etnometodologis, atau kritik seni (hermeneutik). Peneliti juga perlu mengemukakan jenis penelitian yang digunakan apakah etnografis, studi kasus, grounded theory, interaktif, ekologis, partisipatoris, penelitian tindakan, atau penelitian kelas.

 

b. Kehadiran Peneliti

Dalam bagian ini perlu disebutkan bahwa peneliti bertindak sebagai instrumen sekaligus pengumpul data. Instrumen selain manusia dapat pula digunakan, tetapi fungsinya terbatas sebagai pendukung tugas peneliti sebagai instrumen. Oleh karena itu, kehadiran peneliti di lapangan untuk penelitian kualitatif mutlak diperlukan. Kehadiran peneliti ini harus dilukiskan secara eksplisit dalam laopran penelitian. Perlu dijelaskan apakah peran peneliti sebagai partisipan penuh, pengamat partisipan, atau pengamat penuh. Di samping itu perlu disebutkan apakah kehadiran peneliti diketahui statusnya sebagai peneliti oleh subjek atau informan.

 

c. Lokasi Penelitian

Uraian lokasi penelitian diisi dengan identifikasi karakteristik lokasi dan alasan memilih lokasi serta bagaimana peneliti memasuki lokasi tersebut. Lokasi hendaknya diuraikan secara jelas, misalnya letak geografis, bangunan fisik (jika perlu disertakan peta lokasi), struktur organisasi, program, dan suasana sehari-hari. Pemilihan lokasi harus didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan kemenarikan, keunikan, dan kesesuaian dengan topik yang dipilih. Dengan pemilihan lokasi ini, peneliti diharapkan menemukan hal-hal yang bermakna dan baru. Peneliti kurang tepat jika megutarakan alasan-alasan seperti dekat dengan rumah peneliti, peneliti pernah bekerja di situ, atau peneliti telah mengenal orang-orang kunci.

 

d. Sumber Data

Pada bagian ini dilaporkan jenis data, sumber data, da teknik penjaringan data dengan keterangan yang memadai. Uraian tersebut meliputi data apa saja yang dikumpulkan, bagaimana karakteristiknya, siapa yang dijadikan subjek dan informan penelitian, bagaimana ciri-ciri subjek dan informan itu, dan dengan cara bagaimana data dijaring, sehingga kredibilitasnya dapat dijamin. Misalnya data dijaring dari informan yang dipilih dengan teknik bola salju (snowball sampling).

Istilah pengambilan sampel dalam penelitian kualitatif harus digunakan dengan penuh kehati-hatian. Dalam penelitian kualitatif tujuan pengambilan sampel adalah untuk mendapatkan informasi sebanyak mungkin, bukan untuk melakukan rampatan (generalisasi). Pengambilan sampel dikenakan pada situasi, subjek, informan, dan waktu.

 

e. Prosedur Pengumpulan Data

Dalam bagian ini diuraikan teknik pengumpulan data yang digunakan, misalnya observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Terdapat dua dimensi rekaman data: fidelitas da struktur. Fidelitas mengandung arti sejauh mana bukti nyata dari lapangan disajikan (rekaman audio atau video memiliki fidelitas tinggi, sedangkan catatan lapangan memiliki fidelitas kurang). Dimensi struktur menjelaskan sejauh mana wawancara dan observasi dilakukan secara sistematis dan terstruktur. Hal-hal yang menyangkut jenis rekaman, format ringkasan rekaman data, dan prosedur perekaman diuraikan pada bagian ini. Selain itu dikemukakan cara-cara untuk memastikan keabsahan data dengan triangulasi dan waktu yang diperlukan dalam pengumpulan data.

 

f. Analisis Data

Pada bagian analisis data diuraikan proses pelacakan dan pengaturan secara sistematis transkrip-transkrip wawancara, catatan lapangan dan bahan-bahan lain agar peneliti dapat menyajikan temuannya. Analisis ini melibatkan pengerjaan, pengorganisasian, pemecahan dan sintesis data serta pencarian pola, pengungkapan hal yang penting, dan penentuan apa yang dilaporkan. Dalam penelitian kualitatif, analisis data dilakukan selama dan setelah pengumpulan data, dengan teknik-teknik misalnya analisis domain, analisis taksonomis, analisis komponensial, dan analisis tema. Dalam hal ini peneliti dapat menggunakan statistik nonparametrik, logika, etika, atau estetika. Dalam uraian tentang analisis data ini supaya diberikan contoh yang operasional, misalnya matriks dan logika.

 

g. Pengecekan Keabsahan Temuan

Bagian ini memuat uraian tentang usaha-usaha peneliti untuk memperoleh keabsahan temuannya. Agar diperoleh temuan dan interpretasi yang absah, maka perlu diteliti kredibilitasnya dengan mengunakan teknik-teknik perpanjangan kehadiran peneliti di lapangan, observasi yang diperdalam, triangulasi(menggunakan beberapa sumber, metode, peneliti, teori), pembahasan sejawat, analisis kasus negatif, pelacakan kesesuaian hasil, dan pengecekan anggota. Selanjutnya perlu dilakukan pengecekan dapat-tidaknya ditransfer ke latar lain (transferrability), ketergantungan pada konteksnya (dependability), dan dapat-tidaknya dikonfirmasikan kepada sumbernya (confirmability) .

 

h. Tahap-tahap Penelitian

Bagian ini menguraikann proses pelaksanaan penelitian mulai dari penelitian pendahuluan, pengembangan desain, penelitian sebenarnya, sampai pada penulisan laporan.

 

9. Jadwal Kegiatan

Jadwal kegiatan PKM yang meliputi rinci kegiatan persiapan, pelaksanaan dan penyusunan laporan dalam bentuk Bar-chart. Bar-chart memberikan rincian kegiatan dan jadwal pelaksanaan kegiatan tersebut. Jadwal pelaksanaan mengacu pada Metode Pelaksanaan Program. Untuk menghindari keterikatan waktu pelaksanaan dengan periode waktu tertentu, usahakan tidak menggunakan nama bulan secara eksplisit dalam penjadwalan rencana kegiatan. Sebagai contoh, untuk menggambarkan urutan waktu pelaksanaan, gunakan kata “bulan ke-1, bulan ke-2”, dan seterusnya, bukan bulan Maret, bulan April, dan seterusnya.

 

10. Rancangan Biaya

Rekapitulasi biaya terdiri atas:
1 Bahan habis pakai
2 Peralatan penunjang PKM
3 Perjalanan
4 Lain-lain
Rincian biaya harus lengkap, wajar dan jelas peruntukannya. Honorarium tidak diperkenankan bagi pihak manapun (tim pelaksana, dosen pendamping ataupun tenaga pembantu lainnya).

 

11. Daftar Rujukan atau Daftar Pustaka

Bahan pustaka yang dimasukkan dalam daftar rujukan harus sudah disebutkan dalam teks. Artinya, bahan pustaka yang hanya digunakan sebagai bahan bacaan tetapi tidak dirujuk dalam teks tidak dimasukkan dalam daftar rujukan. Sebaliknya, semua bahan pustaka yang disebutkan dalam skripsi, tesis, dan disertasi harus dicantumkan dalam daftar rujukan. Tatacara penulisan daftar rujukan.

Unsur yang ditulis secara berurutan meliputi:

1. nama penulis ditulis dengan urutan: nama akhir, nama awal, nama tengah, tanpa gelar akademik,

2. tahun penerbitan

3. judul, termasuk subjudul

4. kota tempat penerbitan, dan

5. nama penerbit.

 

12. Lampiran (bila ada)

1. Daftar Biodata Ketua dan Anggota Kelompok, serta dosen pendamping (ditandatangani)
2. Gambaran teknologi yang akan diterapkembangkan (untuk PKM-T, PKM-K, PKM-M)
3. Surat Pernyataan Kesediaan Bekerjasama dari Pengusaha Mikro/Kecil (untuk PKM-T), Koperasi atau Kelompok Tani (PKM-M)
4. Denah detil Lokasi Pengusaha Kecil atau Mitra Kerja (untuk PKM-T, PKM-M)
5. Hal-hal lain yang dianggap perlu

Learn About J2ME

2010
12.14

The more advanced technological developments, especially in the mobile world, leading to the popular J2ME platform. Besides easy access to both CDMA and GSM mobile phones, J2ME is also supported by many major manufacturers, like Nokia, Sony Ericsson, Motorola and many more. Why J2ME widely used? And what the heck it is J2ME?

J2ME (Java 2 Platform, Micro Edition) or now known as JME is an abbreviation of the Java Micro Edition. From the stands it was to us a single java analysis that is designed specifically for small devices such as mobile or devices that have limited capabilities. Java ME is made in order to be able to run and perform almost any task that was done on desktops requires a standard and simple way to develop applications on devices that have limitations like small screens, limited memory, slow processors and others. Java ME was designed by Sun Microsystems which is a subsidiary of Oracle Corporation. JME or J2ME is one of the three editions of Java technology, the other editions of the J2EE server addressed to the system weight and J2SE are aimed at the Desktop Standard and workstation applications. The division is done because a size of Java will not be able get into all kinds of devices.

Why choose Mobile Application Developers Java ME or J2ME? That’s because the Java ME includes flexible user interfaces, robust security, and built-in network protocols and support for network and offline applications that can be downloaded dynamically. It consists of a number of specific components, which have been set by the industry through the Java Community Process (JCP). In addition, by using this Java tool we use to support across all platforms. Java ME itself is a simple Java API developed by the developers themselves, because it is a kind of open source and is platform independent. If the programs are designed to be written in the form of Java, the program will be run anywhere but still within the scope of Platform Independent. Developers can create modular programs and code that can be used again. Additionally the user or the developer does not need to pay a heavy license annually.

After knowing what Java ME or J2ME, and what advantages-advantages we certainly interested in how I create a program application. But before making a program we need to know Java ME compiler first. To create J2ME applications do not require complicated software and large. One of them we can use the J2SE SDK / JDK. In it there is a runtime and library for Java programs in general as well as for J2ME. In addition we also need an IDE or integrated development environment for writing source code that can be downloaded at their official websites. Immediately below the Java code is easier to learn and no more complicated than in C or C + +. Type of files generated by the J2ME JAR file and the size of the application is also not great.

The steps to create a simple application using Netbeans IDE v4.1, which I quoted from http://www.scribd.com/doc/33768913/Cara-Membuat-Aplikasi-Java is as follows:

1.       Install J2SE SDK v1.4.2 (50MB)

2.       Netbean Install v4.1 (47MB)

3.       Install netbean Mobility Pack v4.1 (18MB)

4.       Run netbean v4.1, create a new project and select the category “Mobile” and the type of project
“Mobile Application”

5.       Select the location where to save the files of this project, “Set as Main Project” and “Create
Hello MIDlet “should not be changed (checked)

6.       On the page “Platform Selection” select “Device Configuration” = CLDC-1.0 and
“Device Profile” = MIDP-1.0 (the smallest version that can be used in all cellular
which support J2ME)

7.       After all finished (tempate was created), run this application by pressing
F6 key (the Run Main Project).

8.       Then this project will compile and the emulator will be out, use the mouse to operate the emulator, by pressing the keypad button pressed dalamemulator is much like regular phones.

9.       At this time, the application “Hello World” we have made and can be completed directly on the test on the actual provider.

These applications can be tested by sending them to mobile devices that support J2ME in the usual way we use to send files from your computer as usual.

Examples of programs which I have quoted is still a simple application. We can make the application better and bigger for example making games. Therefore, when we were tired of playing those games other people’s work, we can try to make our own game. But if you want to make a game of course we also have to have a high skill of the graphic. So the games that we make not only good in terms of the game’s storyline but also good at graphic appearance. Did not rule the game of our work will also be liked by others.

For making the game we can use game builder. In manufacturing we will meet with the mainmidlet. Mainmidlet consists of 3 methods. The three methods are:

1.       startApp () is called to start the game.

2.       PauseApp () is called to pause the application, the application can proceed by resumeMIDlet call ().

3.       . DestroyApp (boolean unconditional) is called when exiting the application.

If we use neatbeans (same as we use them on a simple application example) then the method is automatically generated by creating a visual MIDlet. Display can be set on gamecanvas either at the end and inside gamecanvas by SetCurrent method. With this gamecanvas we can create an image,shape, or a string. GameCanvas This can simplify the reading of a process.

Time of a game controlled by Tick. Tick this is a integer that deal with the timer, for example, long an object will appear and how long a frame will appear. While the figures in a game called Sprite. In the manufacture of each sprite sprite made must have the same height and width on each movement except the sprites that you created in the design will have a special ability to change the form itself.

For an example of source code on the J2ME game programming can be downloaded at http://www.codeproject.com/KB/java/GameProgrammingInJ2ME/FightFight0.02.zip. java files you can open with WordPad.

Try it and Good Luck 😀

Sources:

http://en.wikipedia.org/wiki/Java_Platform,_Micro_Edition

http://www.articlesbase.com/software-articles/overview-advantages-of-j2me-286725.html

http://www.gamedevid.org/forum/archive/index.php?t-5690.html

System Analyst

2010
11.24

Every business is run would not completely run smoothly or without constraints. All would still need the renewal to comply with the wishes and consumer convenience in the transaction. Moreover, doing business through electronic business or also called the E-Business. Doing business with the help of the internet such as through online sales using their own blogs or sell them online through social networking sites like Facebook and others would also have many problems or obstacles that occur when we offer our merchandise items, on during the purchase transaction even when the delivery of goods and payment process.

If you do trade business only through the help of the Internet so any buyer should be able to operate and know how to buy, order until the payment process to do. In addition, the image display to provide an overview of products that we sell should be more clear because prospective buyers can not see directly the goods we offer. It certainly gives a negative impact for people who do business, lack of trust in the seller or business owner is also the difficulty of the ordering process is also a problem for a business. Because each customer can order forms or motifs and also the color of the goods (shoes) in accordance with her wishes if we do not understand exactly what is desired by the buyer then the shoes that we make will not be sold to the buyer because the order is not in accordance with their wishes. In contrast, if we immediately set up a store and receive direct orders. We can directly reflect the will of the buyer in the form of sketch drawings. So the possibility of non skewer into smaller reservations.

Take time to overcome all these problems occur. For the moment we can do is improve the existing product display, if we give opportunity to the buyer to be able to give their ideas to each reservation, we also have to give some examples of motifs that can be modified by combining motif that we provide or by customer can transmit their images via the Internet design is intended to address the company. However, this will require a longer time, because of course every buyer has a different idea.

To overcome the problems many orders of all kinds of buyers we can work around this by way of always making the product in accordance with the existing trend. Every moment must be ready with new designs. Always create a new catalog offerings and also always update the company website or blog. However, this will require more hard work from each member company to cooperate in all respects. All persons who served as the motive and the model shoe designer to be more creative and innovative. However, if it can go well then the maintenance company will be even better because it can simultaneously compete with other similar companies.

Trust purchaser of the product must also be kept, so far the problems that we often encounter is the buyer’s fear of the goods they buy do not fit when worn. This can be overcome by including the specification of the goods we offer in detail again. In addition, the payment process should we make it simple. By using simple sequences of payments in filling the questionnaire. Buyers also must list the complete address for goods ordered can more quickly arrive.

Of all the problems that exist in addition to the need to increase the performance of the provider or traders also must have good communication and cooperation between sellers and buyers to smooth the transaction process until the delivery of goods.

E-Business, E Commerce, and Artificial Intelligence

2010
11.23

At present many businesses that use Internet services in assisting the process of interaction between seller and buyer or client. This is certainly a lot of members a positive impact both for the merchant or businessman or the buyer or the client itself. Because they do not have to deal directly in this case means that each transaction does not require them to meet directly at a place to conduct transactions. If we use the internet facilities in the sale and purchase transactions as in my previous article the buyer can order goods (shoes) with an online way we will not be separated from the term E-business and E-commerce. Then, what is the meaning of E-business and E-commerce?

E-business or electronic business is a business activity carried out by using the computer information systems with the help of the Internet to enable a company associated with the system to internal and external data processing more efficient and flexible. E-Business is used to help the relationship between clients or partners with suppliers to serve customer demand so that customers get satisfaction in their transactions. While the E-Commerce or Electronic Commerce is the buying and selling activities or sale and purchase transactions are done via internet or network computer. This means that the E-Commerce is part of E-Business itself. E-commerce is also often regarded as the sales aspect of e-business.

If we conduct business using the internet services such as serving the purchasing and ordering online through the internet then it is also included in the E-Business. Meanwhile, if there are customers who book and buy the goods we sell using online reservations via the Internet means that we have been doing E-commerce.

In respect of E-Business and E-commerce is certainly a man can not do the entire job themselves by using their intelligence in all things and at the same time. Of course every activity that occurs during a transaction can not be directly done by humans alone. Therefore, humans also need the help of objects or anything else that can help in performing his duties. Therefore, artificial intelligence is very stony, in this case. Then what is the meaning of artificial intelligence itself? Artificial intelligence is the intelligence, addressed to an artificial entity. Artificial intelligence is made to do things like human beings. Intelligence was created and put into a machine or computer so that the task should be done by humans can be done by computer automatically. But artificial intelligence was created only as a helper of man in doing his job so that the human task becomes easier.

When viewed from the notion of artificial intelligence and certainly every business in the process of interaction is assisted by artificial intelligence suppliers do not necessarily have to work very hard both in terms of serving the customer and in terms of computation because it can be done either by a device that has been created to handle it. Of course if there is a device capable of petrified all things in business that we run so we do not have to work hard, face to face directly not even need to wait for the arrival of clients or buyers in front of the store. Just waiting for a report of every transaction that occurs from the device we have designed to be able to do all that. No claim may also be the creation of artificial intelligence device that can detect or deal with any fraud committed by the client or buyer when the transaction occurs. That way, the threat of big losses also can be resolved without having to take action themselves.

http://id.wikipedia.org/wiki/E-bisnis

http://id.wikipedia.org/wiki/Kecerdasan_buatan

At present many businesses that use Internet services in assisting the process of interaction between seller and buyer or client. This is certainly a lot of members a positive impact both for the merchant or businessman or the buyer or the client itself. Because they do not have to deal directly in this case means that each transaction does not require them to meet directly at a place to conduct transactions. If we use the internet facilities in the sale and purchase transactions as in my previous article the buyer can order goods (shoes) with an online way we will not be separated from the term E-business and E-commerce. Then, what is the meaning of E-business and E-commerce?

E-business or electronic business is a business activity carried out by using the computer information systems with the help of the Internet to enable a company associated with the system to internal and external data processing more efficient and flexible. E-Business is used to help the relationship between clients or partners with suppliers to serve customer demand so that customers get satisfaction in their transactions. While the E-Commerce or Electronic Commerce is the buying and selling activities or sale and purchase transactions are done via internet or network computer. This means that the E-Commerce is part of E-Business itself. E-commerce is also often regarded as the sales aspect of e-business.

If we conduct business using the internet services such as serving the purchasing and ordering online through the internet then it is also included in the E-Business. Meanwhile, if there are customers who book and buy the goods we sell using online reservations via the Internet means that we have been doing E-commerce.

In respect of E-Business and E-commerce is certainly a man can not do the entire job themselves by using their intelligence in all things and at the same time. Of course every activity that occurs during a transaction can not be directly done by humans alone. Therefore, humans also need the help of objects or anything else that can help in performing his duties. Therefore, artificial intelligence is very stony, in this case. Then what is the meaning of artificial intelligence itself? Artificial intelligence is the intelligence, addressed to an artificial entity. Artificial intelligence is made to do things like human beings. Intelligence was created and put into a machine or computer so that the task should be done by humans can be done by computer automatically. But artificial intelligence was created only as a helper of man in doing his job so that the human task becomes easier.

When viewed from the notion of artificial intelligence and certainly every business in the process of interaction is assisted by artificial intelligence suppliers do not necessarily have to work very hard both in terms of serving the customer and in terms of computation because it can be done either by a device that has been created to handle it. Of course if there is a device capable of petrified all things in business that we run so we do not have to work hard, face to face directly not even need to wait for the arrival of clients or buyers in front of the store. Just waiting for a report of every transaction that occurs from the device we have designed to be able to do all that. No claim may also be the creation of artificial intelligence device that can detect or deal with any fraud committed by the client or buyer when the transaction occurs. That way, the threat of big losses also can be resolved without having to take action themselves.