Mencoba merancang gambaran “manajer masa depan” adalah sebuah topik yang kompleks. Karena itu, mari kita coba dekati dari bagian ke bagian. Uraian ini akan dimulai dengan mengarahkan pandangah terhadap 4 hal utama yang menggambarkan peran dan fungsi manajer, yakni: Fungsi Eksternal Manajer, Fungsi Internal Manajer, Motivasi, dan Moril Manajer.

Tantangan Manajemen Indonesia :

1. Adanya Perubahan Jaman

Melihat fakta-fakta yang ada, dapat dipastikan bahwa kita sedang berada dipersimpangan perubahan jaman. Dinegara negara Barat yang sudah maju, jelas terlihat struktur peralihan masyarakat industri menjadi masyarakat informasi. Didaerah terpencil di-Indonesia misalnya dipedalaman Irian Jaya, juga sedang berlangsung proses peralihan, yaitu dari kehidupan jaman batu menjadi masyarakat pertanian yang masih sangat primitip. Sedang didaerah-daerah yang sudah agak terbuka, berlangsung pula perubahan dari era pertanian yang bertujuan sekedar memenuhi kebutuhan sendiri menjadi era pertanian komersial, jadi hasil pertanian mulai menjadi suatu komoditi. Di-Pulau Jawa kita mengalami peralihan dari jaman industri kejaman post industri, dan bagi masyarakat ibu kota, tengah memasuki era masyarakat informasi.

2. Era Globalisasi

Meningkatnya saling ketergantungan antar negara industri, kebutuhan dari negara negara berkembang, disintegrasi pembatas aliran uang, informasi dan teknologi antarbatas negara memungkinkan globalisasi dan integrasi pasar internasional. Kondisi-kondisi ini mendorong  perusahan-perusahan global untuk memikirkan secara serius mengenai strategi yang harus diterapkan untuk mengembangkan keunggulan bersaing yang berkesinambungan. Seringkali strategi tersebut memungkinkan perusahaan untuk lebih hemat, lebih fleksibel, dan lebih terfokus dalam menyediakan barang dan jasa yang efektif kepada bermacam macam konsumen di dunia.

 Dengan demikian, persoalan ataupun tantangan yang dihadapi oleh manajer ataupun manajemen di Indonesia semakin kompleks dan meningkat. Selain menghadapi masalah  kebinikaan yang tidak mudah untuk diselesaikan, seperti halnya keragaman suku, agama, ras, adat istiadat, pengetahuan dan sebagainya,  manajer ataupun manajemen Indonesia juga menghadapi masalah globalisasi. Menghadapi persaingan dengan perusahaan-perusahaan lokal yang semakin kompetitif, manajemen ataupun para manajer Indonesia juga dituntut untuk secara langsung berhadapan   dengan perusahaan global yang beroperasi di-Indonesia. Para produsen  baru yang seringkali  memiliki sumber daya yang jauh lebih besar dan kemauan yang kuat untuk memperoleh pangsa pasar, kini tidak hanya berasal dari lokal yang tentunya  bisa  mengancam penjualan dan laba yang dimiliki oleh perusahaan Indonesia. Disamping itu, fakor kekuatan tawar menawar dari para pembeli dan pemasok lokal ataupun global, juga merupakan salah satu ancaman yang tidak bisa diabaikan. Demikian pula halnya dengan munculnya produk-produk pengganti yang bisa datang dari mana saja. Kemudian dengan munculnya teknologi informasi yang menyebabkan lahirnya perusahaan-perusahaan digital, maka tingkat persaingan antar sesama perusahaan  menjadi semakin berat dan ketat .  Sementara itu, manajer ataupun manajemen  Indonesia juga dituntut untuk tetap mempertahankan ataupun bahkan meningkatkan pendapatan riil penduduknya.

Beberapa tahun terakhir ini, perubahan keinginan pasar yang begitu cepat, produk – produk yang semakin berusia singkat merupakan tonggak penunjuk dan batu peringatan bagi seorang manajer. Manajer masa depan haruslah seorang pemimpin yang telah belajar bersama waktu untuk mengerjakan semua tugas dan tanggung jawab berdasarkan rencana yang baik dan seimbang dengan perubahan dahsyat yang sedang terjadi pada saat ini. Manajer masa depan harus mengisi pikirannya dengan fakta, bahwa manusia adalah harta terbesar dan terpenting dari organisasi perusahaan. Sebagai pemimpin wajib menunjukan kekuatan manajerialnya dalam bentuk perilaku dan hubungan kerja bersama tim besarnya di perusahaan. Manajer yang cerdas akan mampu meramalkan waktu yang menguntungkan, dan waktu untuk lebih waspada menghadapi tantangan. Manajer masa depan sebaiknya bersikap lebih hati – hati dalam menghadapi berbagai spekulasi bisnis. Kualitas kepemimpinan seorang manajer masa depan dan manajer hari ini harus terjawab dari perilaku, wawasan, pengetahuan, karakter, kekuatan positif, dan mental sukses seorang manajer pemenang yang harus ada di dalam lubuk hati terdalam. Para manajer yang berwawasan luas dan berpengetahuan positif sudah lama dan banyak melibatkan pikiran positif, berniat sukses bersama, dan kekuatan kualitas keterampilan dalam membangun struktur kerja yang lebih bersemangat dan produktif. Bangunan struktur kerja baru tersebut mengeluarkan sumber daya manusia dan menggerakkan mereka ke dalam sistem manajemen yang lebih efisien, disiplin, fleksible, produktif, berkualitas, berketerampilan tinggi, dan membangkitkan kreatifitas dalam semangat tanggung jawab sukses bersama.Oleh karena itu tidaklah mudah menjadi seorang manajer, dibutuhkan pengetahuan, keahlian, pengalaman, keuletan dan kesabaran untuk mencapai kesuksesan dalam memimpin karena tanggung jawab yang dibawa oleh manajer sangat berat. Jadi, tidak semua orang bisa menjadi manajer yang sukses.

http://kecerdasanmotivasi.wordpress.com/2009/10/07/5-tantangan-manajer/

http://rajapresentasi.com/2010/01/tantangan-manajer-masa-depan/

http://rajapresentasi.com/2010/01/tantangan-manajer-masa-depan/

http://rajapresentasi.com/2010/01/tantangan-manajer-masa-depan/

http://ppm-manajemen.ac.id/pemasaran-berkelanjutan-sustainable-marketing-realita-dan-tantangan/

M. Stewart Dorothy.1989.Ketrampilan Manajemen. Jakarta : PT. Elex Media Komputindo.

Dornan Jim & Maxwell John C.1996.Strategi Menuju Sukses.Duluth:Network TwentyOne

Rucky Achmad S,DR.2002.Seukses sebagai Manajer Profesional Tanpa Gelar MM ata MBA.Jakarta.Gramedia Pustaka Utama

Roy Goni, Membidik Pasar Mimpi, 10 – 30 Mei 2001