LAPORAN PRAKTIKUM EMBRIOLOGI

 

 

LAPORAN PRAKTIKUM

EMBRIOLOGI HEWAN

 

 

SISTEM REPRODUKSI HEWAN JANTAN DAN BETINA

(ANATOMI DAN HISTOLOGI)

 

 

 

Oleh :

 

 

 

USWATUN HASANAH

115130113111001

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PROGRAM KEDOKTERAN HEWAN

UNIVERSTITAS BRAWIJAYA

MALANG

2011

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1  Latar Belakang

Makhluk hidup mulai dari tingkat uniseluler sampai tingkat multiselular memiliki kemampuan untuk mempertahankan jenisnya. Hal itu dimaksudkan agar tetap dapat mempertahankan kelangsungan spesiesnya di muka bumi. Proses mempertahankan jenis itu dapat dikategorikan ke dalam proses reproduksi atau perkembangbiakan. Tiap jenis hewan memiliki cara reproduksi yang berbeda satu sama lain. Pada hewan avertebrata proses reproduksi masih sederhana, sedangkan pada hewan vertebrata prosesnya kompleks dan melibatkan banyak organ reproduksi. Reproduksi hewan dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu secara vegetatif dan generatif. Perkembangbiakan vegetatif terjadi tanpa peleburan sel kelamin jantan dan betina. Perkembangbiakan vegetatif biasanya terjadi pada hewan tingkat rendah atau tidak bertulang belakang (avertebrata). Perkembangbiakan generatif umumnya terjadi pada hewan tingkat tinggi atau hewan betulang belakang (vertebrata). Perkembangbiakan tersebut melibatkan alat kelamin jantan dan alat kelamin betina dan ditandai oleh adanya peristiwa pembuahan (Fertilisasi).Kebanyakan organisme mempunyai perbedaan yang nyata antara individu jantan dan individus betina. Alat reproduksi hewan pada dasarnya terdiri atas sel kelamin dan alat kelamin

 

1.2  Rumusan Masalah

1        Bagaimana struktur anatomi sistem reproduksi tikus jantan dan betina?

2        Bagaimana struktur anatomi sistem reproduksi kambing jantan dan betina?

3        Bagaimana struktur mikroskopis dari testis?

4        Bagaimana struktur mikroskopis dari ovarium?

 1.3 Tujuan

  1. Mempelajari struktur anatomi sistem reproduksi tikus jantan dan betina
  2. Bagaimana struktur anatomi sistem reproduksi kambing jantan dan betina
  3. Bagaimana struktur mikroskopis dari testis
  4. Bagaimana struktur mikroskopis dari ovarium

1.4 Manfaat

  1. Mahasiswa mampu mengamati struktur anatomi sistem reproduksi tikus jantan dan betina
  2. Mahasiswa mengetahui organ yang menyusun sistem reproduksi beserta fungsinya
  3. Mahasiswa mampu mengamati struktur anatomi sistem reproduksi kambing jantan dan betina
  4. Mahasiswa mampu mengamati struktur mikroskopis dari testis dan ovarium

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

 

2.1  Sistem reproduksi hewan jantan dan betina

Sistem reproduksi hewan jantan terdiri atas sepasang testis, pasangan-pasangan kelenjar asesori dan sistem ductus termasuk organ kopulasi. Testis berkembang didekat ginjal yaitu pada daeah krista genitalis primitif. Fungsi testis ada dua macam yaitu menghasilkan hormon sex jantan disebut androgen dan menghasilkan gamet jantan disebut sperma. Scrotum mempunyai fungsi untuk memberikan kepada testis suatu lingkungan yang memeiliki 1-80 F lebih dingin dibandingkan temperatur rongga tubuh.Yang termasuk kelenjar asesori adalah sepasang vesicula seminalis prostat dan sepasang kelenjar bulbourethra atau kelenjar cowper (Partodihardjo,1985).

Organ genitalia hewan jantan terdiri dari sepasang testis bentuk oval, terletak sebelah ventral dari lobus renis yang paling cranial. Sepasang epididydimis, kecil, terletak pada sisi dorsal testis. Berupa suatu saluran yang dilalui oleh spermatozoa dalam perjalanannya menuju ductus deferens. Sepasang ductus deferens pada hewan muda terlihat lurus pada hewan yang sudah tua kelihatan berkelok-kelok. Berjalan ke caudal menyilangi ureter, kemudian bermuara pada cloaca pada sebelah lateral. Selain itu juga ada mesorchium yang merupakan alat penggantung testis,berjumlah sepasang, merupakan lipatan dari peritoneum.Testis berjumlah sepasang terletak pada bagian atas di abdominal ke arah punggung pada bagian anterior akhir dari ginjal dan berwarna kuning terang. Pada unggas, bagian testis tidak seperti hewan lainnya yang terletak di dalam skrotum. Yang terakhir yaitu epididymis berjumlah sepasang dan terletak pada bagian sebelah dorsal testis yang berfungsi sebagai jalan cairan sperma kearah caudal menuju ductus deferens.

Sistem reproduksi hewan betina terdiri atas ovarium yang bertanggung jawab atas diferensiasi dan pelepasan oosit matang untuk fertilisasi dan perkembangbiakan dari spesies. Ovarium juga sebagai organ endokrin yang memproduksi hormon steroid yang memungkinkan berkembangnya ciri-ciri seksual betina sekunder dan mendukung kebuntingan Pada umumnya, ovarium terdapat dua buah, yaitu kanan dan kiri yang terletak di dalam rongga pelvis. Strukturnya oval, Ovarium tidak terikat dengan tuba fallopi dengan saluran telur yang terbuka ke arah fimbriae. Tuba Fallopi merupakan saluran reproduksi betina yang kecil, berliku-liku dan kenyal serta terdapat sepasang dan merupakan saluran penghubung antara ovarium dan uterus. Selain itu juga ada uterus yang memiliki dua buah tanduk (kornua uteri), satu buah tubuh (korpus uteri), dan satu buah leher rahim (servik uteri). Didalamnya juga ada vagina yang merupakan saluran kelamin betina yang berfungsi sebagai tempat penumpahan semen. Vagina juga merupakan jalur pengeluaran fetus dan plasenta pada saat partus().

 

2.2  Histologi Testis

Testis terdiri dari kelenjar-kelenjar yang berbentuk tubulus, dibungkus oleh selaput tebal yang disebut tunika albugenia. Pada sudut posterior organ ini terbungkus oleh selaput atau kapsula yang disebut mediastinum testis. Septula testis merupakan selaput tipis yang meluas mengelilingi mediastinum sampai ke tunika albugenia dan membagi testis menjadi 250-270 bagian berbentuk piramid yang disebut lobuli testis. Isi dari lobulus adalah tubulus seminiferus, yang merupakan tabung kecil panjang dan berkelok-kelok memenuhi seluruh kerucut lobulus. Muara tubulus seminiferus terdapat pada ujung medial dari kerucut. Pada ujung apikal dari tiap-tiap lobulus akan terjadi penyempitan lumen dan akan membentuk segmen pendek pertama dari sistem saluran kelamin yang selanjutnya akan masuk ke rete testis (Frandson,1993).

Dinding tubulus seminiferus terdiri dari tiga lapisan dari luar ke dalam yaitu tunika propria, lamina basalis dan lapisan epitelium. Tunika propria terdiri atas beberapa lapisan fibroblas, yang berfungsi sebagai alat transportasi sel spermatozoa dari tubulus seminiferus ke epididimis dengan jalan kontraksi. Lapisan epitel pada tubulus seminiferus terdiri dari dua jenis sel yaitu sel-sel penyokong yang disebut sebagai sel sertoli dan sel-sel spermatogonium. Sel-sel spermatogonium merupakan sel benih sejati, karena sel-sel inilah dihasilkan spermatozoa melalui pembelahan sel. Sel-sel spermatogonium tersusun dalam 4-8 lapisan yang menempati ruang antara membrana basalis dan lumen tubulus.

 

2.3  Histologi Ovarium

Ternak betina tidak hanya menghasilkan sel kelamin (ovum) yang penting peranannya dalam membentuk individu baru, tetapi juga menyediakan tempat beserta lingkungannya untuk perkembangan individu baru, mulai dari pembuahan dan pemeliharaan selama awal kehidupan sampai melahirkan. Organ reproduksi ternak betina terbentuk sebelum dilahirkan sesuadah dilahirkan organ tersebut berkembang tahap demi tahap sampai hewan mencapai dewasa kelamin dan mampu untuk mengandung dan melahirkan anak. Ovarium terbentuk dari sel sel lembaga didalam ovarium. Berat ovum didalam ovarium pada waktu lahir, tetapi hanya beberapa bagian kecil saja folikel yang menyelubungi ovum dapat menjadi dewasa dan melepaskan ovum untuk dibuahi sperma. Folikel ini menjadi dewasa dengan terbentuknya lapisan lapisan sel granulosa yang mengelilingi ovum. Pendewasaan folikel disertai dengan penimbungan cairan yang menyebabkan ovum terdesak kesalah satu posisi folikel itu dan berada didalam benjolan massal sel yang bergranulosa. Didalam folikel yang menjadi dewasa, ovum yang berdegenerasi, sehingga folikelnya ikut berdegenerasi.Setiap ovarium ditutupi oleh epitel kuboid sederhana, epitel germinal, dan diatasnya terdapat  lapisan kapsul jaringan padat ikat, tunika albuginea yang bertanggung jawab untuk warna keputihan ovarium. Bagian yang paling internal dari ovarium adalah medula, yang berisi jaringan ikat longgar dan pembuluh darah.

Folikel adalah struktur berisi cairan yang merupakan tempat pertumbuhan sel-telur (oocyte). Bagian penutup dari folikel mengandung sel-sel yang memproduksi hormon betina (estrogen) dinamakan Estradiol 17 beta. Setelah melepaskan sel telur (ovulasi), sel-sel produsen hormon ini ganti membuat hormon penunjang implantasi dinamakan Progesteron. Struktur ini warnanya kuning dan dinamakan Corpus Luteum.
Folikel berasal dari epitel lembaga karena proses invaginasi. Dimana secara bertahap folikel akan berpisah dari epitel lembaga dan terpancang di bawah tunica albuginea di dalam lapisan parenchyma. Di sini folikel akan mengalami perubahan-perubahan untuk menjadi dewasa, ovulasi dan pembentukan corpus luteum. Folikel pada semua periode perkembangan dapat ditemukan pada kedua ovarium dewasa normal belum menopause. Folikel terletak di korteks ovarium dan dibagi menjadi dua berdasarkan tipe fungsinya, yaitu primordial (nongrowing) dan follikel yang tumbuh (growing). Folikel yang tumbuh dibagi menjadi 5 tingkatan yaitu primer, skunder, tertier, matur (de Graaf) dan atretik. Tiga tingkatan pertama  dari pertumbuhan folikel tersebut tidak dipengaruhi oleh hipofisis, tetapi diatur dalam mekanisme intraovarium. Tetapi setelah melewati tingkatan ketiga, pertumbuhan folikel tersebut dipengaruhi oleh hormon gonadotropin.  Perkembangan folikel diawali dengan pertumbuhan oleh bertambahnya jumlah sel-sel pipih yang mengelilingi oocyt, sel-sel pipih ini lambat laun berubah menyerupai kubus lalu berjajar dan disebut folikel primer yaitu folikel sel dengan ovum berlapis sel tunggal. Pada sapi mempunyai diameter 0,131-0,148 mm tanpa zona, sedangkan dengan zona adalah 0,013-0,020 mm. Pada kambing atau domba tanpa zona 0,125-0,167 mm, dan untuk tebalnya 0,009-0,012 mm (Kumar,2002).

 

BAB III

METODOLOGI

 

3.1  Waktu dan Tempat

Praktikum ini dilaksanakan pada hari Jum’at, 2 Desember 2011. Bertempat di Laboratorium Histologi Program Kedokteran Hewan  Universitas Brawijaya Malang.

3.2  Alat dan Bahan

3.2.1        Sistem Reproduksi Hewan Jantan dan Betina

  1. Seperangkat alat bedah
  2. Papan seksi
  3. Penyungkup
  4. Jarum pentul
  5. Kapas
  6. Kloroform
  7. Tikus (Ratus movergicus)
  8. Saluran reproduksi kambing jantan dan betina

3.2.2        Histologi Testis dan Ovarium

  1. Mikroskop cahaya
  2. Preparat awetan ovarium dan testis

 

3.3  Cara Kerja

3.3.1        Sistem Reproduksi Hewan Jantan dan Betina

3.3.1.1  Pengamatan sistem reproduksi tikus

Dimasukkan kedalam penyungkup

Dibius dengan kloroform

Dilakukan pembedahan tikus jantan dan betina diatas papan seksi

Diamati bentuk dan posisi organ penyusun system reproduksinya

Digambar sistem reproduksinya dari testis sampai menuju luar tubuh

Diamati struktur anatomi dan posisi organ kopulatoris

Diamati bentuk dan posisi oragan penyusun sistem reproduksi betina

Digambar sistem reproduksinya dari ovarium sampai menuju luar tubuh

 

Hasil

Tikus jantan dan betina

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3.3.1.2  Pengamatan sistem reproduksi kambing

Kambing jantan dan betina

Digambar sistem reproduksi kambing jantan dari testis dan saluran reproduksinya

Digambar sistem reproduksi kambing betina dari ovarium dan saluran reproduksinya

Hasil

 

 

 

3.3.2        Histologi Testis dan Ovarium

Preparat testis dan ovarium

Diamati menggunakan makrometer atau micrometer okuler untuk memfokuskan gambar

Dilarang menggerakkan meja mikroskop

Dibandingkan gambar mikroskop dengan gambar 3 dan 4 pada literatur

Hasil

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Frandson, R.D. 1993. Anatomi dan Fisiologi Ternak. Yogyakarta:Gadjah Mada University Press

 

Junqueire, L.C. 1980. Basic Histology. California: Lange Medical Publ.Inc

 

Kumar, Robin.2002. Ovarium dalam Buku Ajar Patologi II Edisi 4. Jakarta: EGC: 390-393

 

Partodihardjo, S. 1985. Ilmu Produksi Hewan. Produksi Mutiara, Jakarta:Binarupa Aksara

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

231 thoughts on “LAPORAN PRAKTIKUM EMBRIOLOGI

  1. Pingback: Orlando dui

  2. Pingback: Click

  3. Pingback: drone strikes

  4. Pingback: Click here

  5. Pingback: cheap supplements

  6. Pingback: movie monsters

  7. Pingback: abc pest control orlando fl

  8. Pingback: home improvement

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>