Hubungan Internasional adalah sebuah studi mengenai interaksi antar negara di dunia. Atau bisa diistilahkan sebagai sistem perpolitikan taraf global. Dalam kerangka besar HI terdapat satu main stream mengenai perkembangan interaksi antar actor-aktor internasional baik negara, MNC, NGOs, organisasi internasional, maupun jaringan transnasional yang semakin universal dan kosmopolit. Istilah ini yang dikenal sebagai globalisasi yaitu proses meningkatkan integrasi dunia dalam bidang ekonomi, politik, komunikasi, interaksi sosial, dan budaya. Dalam perkembangannya globalisasi menciptakan suatu tatanan global yang tidak terikat oleh batasan-batasan jarak atau wilayah. Aktor-aktor internasional melakukan interaksi tanpa adanya hambatan yang berarti. Seperti dengan diadakannya pasar bebas yang tidak hanya meliputi perdagangan  komoditi riil melainkan juga pendistribusian teknologi informasi. Dalam bidang perdagangan, yang terjadi adalah mutual interaction atau semua negara dapat memasarkan dan mempromosikan produk ke luar negaranya tanpa ada yang mendominasi. Tetapi dalam bidang teknologi informasi yang menjadi stakeholder atau pemegang peran yang utama adalah negara negara maju. Penyaluran informasi ini bersifat searah. Yang artinya hanya terjadi dari negara maju kepada negara negara berkembang.

Pentransferan teknologi informasi ini akan sangat memepengaruhi perkembangan teknologi informasi atau IT yang dimiliki negara negara berkembang yang meliputi beberapa sektor, di antaranya bidang pendidikan, perbankan dan ekonomi, maupun pemerintahan. Pemanfaatan IT yang berteknologi canggih akan menjadi evolusi dan pergeseran dalam bidang pendidikan dari pola tatap muka konvensional menuju kearah pendidikan yang lebih terbuka dan dua arah, beragam, multidisipliner, serta terkait pada produktivitas kerja saat itu juga serta kompetitif. Tidak hanya memberikan kemudahan dan keuntungan tetapi juga memberi peluang bagi terciptanya sharing resource bersama antar lembaga pendidikan / latihan dalam sebuah jaringan. Memberikan layanan layanan ekademik  kepada peserta didik secara cepat dan mudah melalui proses online, dsb. Sedangkan untuk menunjang keberhasilan operasional sebuah lembaga keuangan/perbankan seperti bank, sudah pasti diperlukan sistem informasi yang handal yang dapat diakses dengan mudah oleh nasabahnya. Pengembangan teknologi dan infrastruktur telematika akan sangat membantu pengembangan industri di sektor keuangan ini, seperti perluasan cakupan usaha dengan membuka cabang-cabang di daerah, serta pertukaran informasi antara sesama perusahaan asuransi, broker, industri perbankan, serta lembaga pembiayaan dan ekonomi lainnya. Dan yang terakhir adalah peningkatan tata kelola pemerintahan yang ditunjang dengan IT akan sangat membantu pemerintah dalam memberikan pelayanan servis yang lebih baik kepada masyarakat melalui proses jaringan networking atau online. Informasi dapat disediakan 24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu, tanpa harus menunggu dibukanya kantor. Informasi dapat dicari dari kantor, rumah, tanpa harus secara fisik datang ke kantor pemerintahan. Sehingga pelaksanaan pemerintahan akan lebih efisien dan bersifat lebih transparan.