Self-Fulfilling Prophecy

December 30th, 2020

Blog Psikologi #1: Self Fulfilling Prophecy

Oleh Putri Dwi Rahmadhani (205120301111044)

 

Temen-temen pernah gini gak sih? Suatu ketika, saat bertemu dengan orang baru, kita meramalkan bahwa orang ini akan canggung untuk berdialog. Atas ramalan atau perkiraan awal tersebut, kita bertindak seolah-olah orang tersebut akan merasa canggung. Kemudian orang ini menunjukan reaksi kecanggungan seperti “salah tingkah” yang memperkuat keyakinan kita bahwa hawa kecanggungan telah benar-benar mengisi ruang bicara saat itu.

Berarti ramalan kita benar, dong? Kenapa bisa begitu sih?

Ternyata dalam psikologi, fenomena ini disebut Self Fulfilling Prophecy atau ramalan yang dipenuhi diri sendiri. Self-fulfilling prophecy terjadi apabila seseorang membuat ramalan atau merumuskan keyakinan yang menjadi kenyataan adalah karena seseorang tersebut bertindak seakan-akan ramalan itu benar. Hal ini terjadi karena perilaku kita ditentukan dari sesuatu yang akan terjadi sesuai apa yang kita yaniki. Oleh karena itu, pada kasus “orang asing” tadi, kita jadi semakin yakin bahwa ia canggung sama seperti perkiraan awal kita.

Lantas apakah fenomena ini akan berpengaruh pada keseharian kita?

Tentu saja, iya. Kecenderungan berperilaku seorang individu tergantung keyakinan terhadap suatu situasi dapat membawa dampak baik dan juga buruk. Apabila kita berprasangka baik akan sesuatu yang terjadi maka kita cenderung bertingkah seolah prasangka baik itu memang benar. Misalnya saja, saat diumumkan minggu depan diadakan ujian akhir, kita yang yakin bahwa di semester ini akan mendapat rapor bagus, secara refleks kita akan belajar lebih keras menjelang ujian tersebut. Alhasil nilai rapor yang didapatpun sesuai. Begitu juga sebaliknya, apabila kita berprasangka buruk akan sesuatu maka kita cenderung bertingkah seolah itu benar terjadi. Itulah mengapa pentingnya berpikir positif dalam menanggapi hal apapun karena apa yang kamu harapkan terjadi, perilaku dan pikiran kamu akan merealisasikannya.

Nah, sekarang jadi mengerti, kan? Mmm, kalau begitu kenapa tidak ramalkan dirimu sukses? Dengan begitu pikiran dan perilakumu akan mendukung kesuksesanmu 😉

 

Berikut saya lampirkan video penjelasan lebih lengkapnya

https://drive.google.com/drive/folders/1Dq8K7d_BIwFtTFbZx9yY11drL2OprN5Q?usp=sharing