• Sensasi Menggigit Daging Kambing yang Dibakar di Atas Batu

    Date: 2019.09.01 | Category: Uncategorized | Tags:

    LOKASI pemanggang itu mempunyai ukuran yang cukup besar, kira-kira 75 cm kali dua mtr.. Di bawahnya, bara api dari arang yang dibakar memunculkan rasa panas yang benar-benar menusuk sampai radius beberapa mtr. di sekelilingnya.

    Di atas bara, tersusun rapi batu-batu yang akan dipakai untuk memanggang daging kambing yang sudah dipotong-potong dengan ukuran sedang, semakin besar dikit dari daging-daging rendang yang biasa di jual di warung nasi padang di Indonesia.

    Cessssss…

    Baca Juga : Menghitung Dosis Obat

    Demikian kurang lebih suara dari daging yang di taruh di atas batu panggangan itu. Aroma ciri khas daging panggang langsung merebak. Selang sekian waktu, daging itu dipanggang, seterusnya dibalik-balik supaya matangnya rata.

    Step seterusnya, sesudah daging-daging itu mulai beralih warna jadi merah kehitam-hitaman, daging itu dipindahkan ke alumunium foil yang dibungkus dengan rapat.

    Daging yang sudah dibungkus itu selanjutnya kembali di panggang. Nampaknya, proses pemanggangan yang awal barusan untuk memperoleh aroma bakarnya langsung, sesaat proses panggang yang ke-2, yang di dalam aluminium foil mempunyai tujuan supaya daging itu masak prima sampai ke sisi dalamnya.

    Artikel Terkait : Dosis Obat

    “Dipanggang di alumunium foil, supaya tidak keras,” kata satu diantara pegawai di dalam rumah makan Mathbakh Jarief al Madinah, yang memiliki jarak kira-kira 10 menit dari Masjid Nabawi, Madinah.

    Semua proses masak atau pemanggang itu memang berkesan singkat. Tetapi realitanya, itu memerlukan waktu lebih dari satu jam.

    Jadi, beberapa customer di dalam rumah makan itu nampaknya harus lebih sabar. Demikianlah kurang lebih yang dirasa Okezone bersama dengan Team Media Center Haji yang bekerja di Madinah saat bertandang ke restoran itu.

    Baca Juga : Menghitung Dosis Obat

    Rasa lapar saat masuk ke tempat makan itu tentunya makin membara sebab menanti cukup lama. Maklum, pergi bada Maghrib serta sampai Adzan Isya bergema tetapi makanan belum siap juga.

    Selang 15-30 menit sesudah adzan Isya, makanan itu pada akhirnya disajikan. Daging kambing yang masih ada di aluminium foil dibawa ke ruangan makan. Diluar itu, disajikan nasi ciri khas Arab Saudi atau nasi mandi yang ada di atas nampan.

    Langsung daging itu disergap oleh rombongan. Masalah rasa, jangan diberi pertanyaan. Daging yang memiliki serat itu sangat terasa nikmat saat digigit. Struktur ciri khas daging kambing itu benar-benar terasa di mulut.

    Rasa dagingnya tidaklah terlalu prengus. Aroma kambingnya cukup kuat serta meningkatkan hasrat. Benar-benar pas digabungkan dengan nasi mandi.

    Baca Juga : Cara Menghitung

    Menu nasi mandi dengan daging kambing bakar itu nyatanya tidak sendiri. Ada pula kambing lewat cara penyajian biasa, yaitu daging tidak dibakar komplet dengan kepalanya.

    Bila barusan menanti sepanjang berjam-jam, karena itu proses makannya cuma kira-kira 30 menit. “Tetapi terbayar kan ya, kita nunggu lama. Makannya senang,” kata salah seseorang rekanan.