• Kelompok Lintas Iman Akan Sambangi Wiranto

    Date: 2019.09.01 | Category: Uncategorized | Tags:

    Koordinator Eksponen Muda Lintas Iman Indonesia (EMLI-Indonesia), Adhyaksa Dault, menjelaskan akan sowan ke pemerintah untuk menyodorkan ide gugus pekerjaan (task force) dalam penyelesaian perselisihan di Papua.

    Perwakilan pemerintah yang akan dikunjungi EMLI-Indonesia, diantaranya Menko Polhukam Wiranto, Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu, serta Stafsus Presiden Barisan Kerja Papua, Lenis Kogoya.

    Baca Juga : Menghitung BPHTB

    “Kami telah meminta waktu untuk menghadap Menko Polhukam, Menhan, serta Penasihat Presiden Lenis Kogoya. Kita bagaimana yang akan datang,” kata Adhyaksa waktu temu wartawan di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (1/9/2019).

    Bekas Menteri Pemuda serta Olahraga (Menpora) itu berujar, pimpinan serta keanggotaan task force nanti diisi pemimpin komune di Papua dan orang yang mengerti masalah Papua dengan utuh.

    “Task force bukan diisi beberapa orang pusat, tetapi diisi beberapa anak wilayah Papua serta beberapa anak yang telah tinggal beberapa puluh tahun di Papua hingga mereka jadi mata telinga,” katanya.

    Artikel Terkait : Cara Menghitung BPHTB

    Adhyaksa lihat ada suatu yang tidak beres adanya keonaran di Papua. Masalahnya wilayah itu terima dana otonomi spesial (otsus) besar sekali dan mendapatkan perhatian yang baik dari Presiden Jokowi.

    “Selanjutnya pembangunan yang Bapak Presiden kerjakan mengagumkan sampai tiga bulan sekali beliau disana, kok masih ada insiden semacam ini? Bermakna ada suatu yang tidak beres. Ada miskomunikasi,” katanya.

    Task force, lanjut ia, akan mengamati beberapa persoalan yang tampil di Papua. Diluar itu, mereka akan meningkatkan pembangunan komune di Bumi Cendrawasih dalam rencana membuat komunikasi.

    “Jadi demikian ada permasalahan kecil, mereka bisa mengantisipasi, tidak dibiarkan jadi besar. Hingga ada upaya-upaya di luar, ya kita tidak paham, bukan negara, tetapi komunitas-komunitas di luar kita sudah mengetahui asing masuk lewat LSM, memprovokasi, membuat video, ia taro di luar negeri, ia atas nama komune/LSM. Nah jika ada community leader (task force) kelak akan mengamati,” papar Adhyaksa.

    Baca Juga : Menghitung BPHTB

    Diberitakan awalnya, EMLI-Indonesia menekan pemerintah pusat serta pemda Papua membuat satu gugus pekerjaan (task force) untuk mengatasi kritis Papua dengan mendalam serta multidimensional.

    “Pimpinan serta keanggotaan dari gugus pekerjaan sebaiknya diutamakan buat putera-puteri Papua dari beberapa latar, yang benar-benar mengerti beberapa masalah fundamental di Papua,” kata Sekjen EMLI-Indonesia, Viktus Murin.

    Viktus menjelaskan, gugus pekerjaan ini harus membuat kemitraan intesif dengan beberapa pemimpin umat beragama di Papua lewat lembaga-lembaga keagamaan seperti Sinode Gereja, Keuskupan, MUI, dan beberapa tokoh tradisi, tokoh warga, serta tokoh pemuda di Papua.