• Polisi Ringkus 5 Pembobol 14 Bank, Kerugian Rp 14 Triliun

    Date: 2018.09.25 | Category: Uncategorized | Tags:

    Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi serta Spesial Bareskrim Polri tangkap lima terduga masalah pembobolan 14 bank dengan keseluruhan kerugian sampai Rp 14 triliun. Pembobolan bank dikerjakan oleh instansi pembiayaan credit PT Sunprima Nusantara Pembiayaan (PT SNP) yang adalah induk perusahaan PT Cipta Sempurna Mandiri (Columbia).

    Baca Juga : KM Tatamailau dan Harga Tiket KM Tatamailau

    Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi serta Spesial Bareskrim Polri, Kombes Pol Daniel Tahi Monang Silitonga menyampaikan mereka diamankan pada 14 September serta 20 September 2018 di sejumlah tempat di Jakarta.

    “Semenjak beberapa waktu yang lantas kita telah lakukan penangkapan serta penahanan pada beberapa orang yang bekerja serta bertanggungjawab pada operasionalisasi PT SNP,” kata Daniel di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (24/9). Menurut dia, terungkapnya masalah pembobolan bank ini bermula dari laporan Bank Panin ke polisi pada Agustus 2018.

    Baca Juga : Harga Tiket Kapal KM Tatamailau dan KM Umsini

    “Sesaat ini ada 5 orang ditahan serta dipandang sangat bertanggungjawab sebab ikut serta langsung dengan tindak pidana yang dikerjakan oleh PT SNP baik perseorangan ataupun kolektif,” tutur Daniel.

    Modus pembololan bank, PT SNP ajukan utang pada bank dengan agunan piutang fiktif dari beberapa customer Columbia. Beberapa terduga yang diamankan dalam masalah ini ialah beberapa pimpinan PT SNP, yaitu DS (direktur utama), AP (direktur operasional), RA (direktur keuangan), CDS (manajer akuntansi), serta AS (asisten manajer keuangan).

    Baca Juga : Jadwal KM Umsini dengan Jadwal Kapal KM Umsini

    Tidak cuma Bank Panin yang jadi korban, PT SNP juga ajukan credit sama pada 13 bank yang lain yang terbagi dalam beberapa Bank BUMN serta swasta dengan keseluruhan kerugian atas pengucuran sarana credit itu sampai Rp 14 triliun.

    Polisi juga sekarang masih tetap menguber beberapa buronan yang lain, LC, LD, serta SL yang bertindak menjadi pemegang saham, membuat serta berencana piutang fiktif yang jadi agunan di 14 bank.