• Pembangunan Kapal Akan Kembali Digalakkan

    Date: 2017.07.24 | Category: Kapal Laut | Tags:

    Ikatan Perusahaan Industri Kapal serta Terlepas Pantai Indonesia memohon kepastian program pembangunan kapal yang berkaitan manfaat membuat perkembangan industri galangan kapal dan mensupport program kemaritiman di Indonesia. Ketua Umum Iperindo Eddy Kurniawan Logam menyebutkan, sekarang ini pihaknya mengapresiasi langkah pemerintah berkaitan penghilangan bea masuk komponen kapal, tetapi jika hal tersebut tidak di dukung dengan program pembangunan kapal yang berkelanjutan, jadi akan tidak terwujud efisiensi.

    ” Kepastian pembangunan kapal pemerintah mesti ada, hingga galangan dapat menjangkau titik efisiensi serta bankable, ” tuturnya waktu didapati di Jakarta, Selasa (20/6/2017). Pasalnya, dia menerangkan, pembebasan bea masuk komponen kapal dapat berimplikasi pada harga pembangunan kapal atau reparasi di galangan lokal yang lebih efektif, hingga devisa ke luar negeri dapat menyusut.

    ” Bila bea dibebaskan namun tidak ada kerjaan, industri galangan kapal tidak tumbuh, kita nanti hanya mungkin saja market (pasar), menyimpan kapal-kapal sisa dari luar negeri, ” tuturnya. Eddy menyebutkan Tubuh Rencana Pembangunan Nasional (Bappenas) pada 2014 membuat program untuk pembangunan kapal perintis, kapal navigasi, tetapi dibatalkan.

    Baca : Jadwal Kapal Bukit Siguntang, Harga Tiket Kapal Pelni Bukit Siguntang, Jadwal Kapal, Harga Tiket Pelni

    Disamping itu, lanjut dia, hal yang sama saja berlangsung di Kementerian Perhubungan yang membuat tender pembangunan 150 kapal pada 2015, tetapi hal tersebut tidak berlanjut sampai 2017. ” Negara maritim ini perlu industri maritim yang kuat, ” tuturnya.

    Dibanding dengan negara-negara beda di Asia Pasifik seperti China, Jepang, serta Korea, Indonesia masih tetap disebutkan tambah baik karna keperluan kapal dalam negeri masih tetap tinggi.

    ” Keperluan kapal di semua dunia itu alami penurunan dengan mencolok, mereka struggling (berjuang), kita masih tetap miliki tempat dengan lokal serta Iperindo dapat penuhi keperluan dalam negeri, ” tuturnya.

    Sekarang ini, menurutnya, pembangunan kapal diserahkan pada swasta yg tidak menanggung membuat serta memercayakan industri dalam negeri. Karenanya, Ia menginginkan pemerintah untuk buat peta jalan atau road map yang berkelanjutan untuk galangan dapat bertumbuh dengan sehat.

    Menurut Eddy, jika galangan bertumbuh dengan baik, jadi dapat di pastikan industri komponen akan bertumbuh. ” Hingga kita dapat menambah ‘local content’ serta membuat lapangan pekerjaan, ” tuturnya. Diluar itu, Ia yakini terkecuali memenuhi keperluan dalam negeri, pada lima tahun ke depan, Indonesia bahkan juga dapat jadi basis produksi kapal untuk daerah Asia Pasifik.

    ” Satu hari kelak mungkin saja lima atau 10 tahun dari saat ini kita dapat jadi basis produksi Asia Pasifik, ” tuturnya.