• Kapal Laut Pembangkit Listrik Di Sumatera

    Date: 2017.07.24 | Category: Kapal Laut | Tags:

    Kapal pembangkit listrik Marrine Vessel Power Plant (MVPP) paling besar didunia yang pergi dari Turki telah ada di perairan Belawan. Kemunculannya juga akan menolong menangani krisis listrik di Sumatera Utara. Kapal ini adalah program pemerintah pusat serta daerah untuk tingkatkan elektrifikasi kelistrikan di semuanya daerah di Indonesia.

    Kehadiran kapal ini sekalian tetap dalam program pengadaan listrik 35. 000 mw yang dicanangkan pemerintah. General Manager Pembangkitan Listrik PLN Lokasi Sumatera sisi utara (Sumbagut) Sugianto menyebutkan, kapal ini disewa PLN sepanjang lima tahun serta telah tiba di perairan Belawan.

    Tetapi dia belum juga dapat meyakinkan kapan kapal bisa bertumpu di Pelabuhan Belawan. Kapal ini adalah kapal super besar serta berlainan dengan MVPP yang terlebih dulu telah tiba di Nusa Tenggara Timur (NTT). Dimensi kapal sekitaran 300 mtr. dengan lebar 50 mtr. serta memiliki 480 megawatt (mw). Tetapi PLN menyewa kapal ini sepanjang lima tahun dengan pemakaian 240 mw.

    “Kalau diprediksikan, penambahan cadangan listrik dari kapal ini dapat dioperasikan penuh sesudah lulus uji, sekitaran 3 Juni yang akan datang, ” katanya. Dia meneruskan, sampai kini Sumbagut alami defisit kelistrikan waktu beban puncak, yaitu jam 18. 30-21. 30 WIB. Terlebih saat ini di Sumbagut yang mencakup Aceh serta Sumut, listrik telah jadi satu kesatuan.

    Baca : Jadwal Kapal Binaiya, Harga Tiket Kapal Pelni Binaiya, Jadwal Kapal, Harga Tiket Pelni

    Berdasar pada hitungan, cadangan listrik yang dipunyai PLN sekarang ini cuma sebesar 6%. Dengan adanya banyak masalah serta defisit, keadaan cadangan listrik di Sumbagut jadi tidak baik. Angka baiknya sekitaran 30%. “Kalau saat ini keperluan listrik di Sumut sekitaran 2. 000 mw, kami miliki cadangan listrik sekitaran 600 mw. Dengan kehadiran Kapal MPVV, ada penambahan supply 240 mw, ” tuturnya.

    Disamping itu bila ditotal cadangan listrik yang datang ini masih tetap sekitaran 12, 5% serta sesungguhnya belum juga penuhi cadangan baik. “Saat beroperasi kelak, jadi sekitaran 18% cadangan listrik PLN, ” sebut dia. Supply listrik di Sumbagut akan jadi bertambah sekali lagi pada Oktober atau November yang akan datang sekitaran 100 mw. Ini didapat dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Sarulla 2, Tapanuli Utara.

    Pada 2018 direncanakan juga akan masuk sekali lagi penambahan cadangan listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Pangkalan Susu, Langkat sejumlah 200 mw. “Jadi diprediksikan semuanya cadangan listrik ini masuk pada 2018 telah baik cadangan listrik di Sumbagut. Tetapi dengan catatan perkembangan keperluan listrik orang-orang tidak naik dengan berlebihan, ” ucapnya.

    Kepala Tubuh Rencana serta Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumut mengharapkan dengan terdapatnya kapal ini bisa penuhi keperluan listrik warga Sumut. Sayangnya Irman tidak ketahui kapan kapal pembangkit listrik ini dioperasionalkan oleh PLN. Pihaknya mengharapkan PLN selekasnya mengoperasionalkannya sebelumnya masuk bln. suci

    Ramadan hingga orang-orang Sumut yang juga akan menggerakkan beribadah puasa tidak terganggu ada pemadaman listrik. “Untuk tentunya kapan dioperasionalkan kami memanglah belum juga tahu, demikian halnya apakah kapal ini kelak juga akan segera diterima serta di terima oleh pak gubernur, kami juga masih tetap menanti info dari PLN, ” tuturnya.

    Terlebih dulu Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi ada di Turki untuk melepas Kapal MVPP pada Sabtu (22/4) kemarin. Disebutkan Erry, hadirnya kapal pembangkit listrik ini adalah bentuk keseriusan pemerintah dalam usaha menangani masalah kelistrikan, terutama di Sumut.