• Kapal Laut KMP Antar Alas III Menelan Korban

    Date: 2017.07.24 | Category: Kapal Laut | Tags:

    Seseorang penumpang kapal di Selat Bali, terjatuh ke laut waktu kapal akan sandar ke Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana serta hingga sekarang ini belum juga diketemukan. Info yang dikumpulkan pada Rabu mengatakan, Mahbud (18), penumpang KMP Mutiara Alas III menyeberang ke Bali dengan maksud lakukan ziarah religi dengan rombongan satu bus.

    Waktu kapal menanti giliran sandar di Pelabuhan Gilimanuk serta mengapung dengan jarak sekitaran 100 mtr. dari dermaga, ia berdiri di tepi serta pernah lakukan selfie. ” Dari info saksi-saksi, ia berdiri sangat ke tepi, hingga waktu kapal didera ombak ia terjatuh. Ini bukanlah kecelakaan transportasi, ” kata Kepala Otoritas Pelabuhan Penyeberangan/Syahbandar Pelabuhan Gilimanuk I Made Astika, Rabu (28/6/2017).

    Ia menyebutkan, dalam tiap-tiap penyeberangan, karna cuaca yg tidak menentu, pihaknya ataupun awak kapal mengimbau penumpang untuk tidaklah terlalu dekat dengan tepi kapal, karna ombak besar dapat datang setiap waktu yang buat kapal oleng.

    Menurut dia, KMP Mutiara Alas III yang ditumpangi Mahbud dengan rombongan dari Kabupaten Pasururan, Propinsi Jawa Timur layak berlayar sesuai sama Surat Kesepakatan Berlayar yang di keluarkan syahbandar.

    Koordinator Pos SAR Jembrana Ida Bagus Suray Wirawan menyebutkan, pihaknya masih tetap lakukan pencarian korban dengan tim paduan dari Polisi Perairan, TNI AL dan petugas pelabuhan.

    ” Sesuai sama arus laut, pencarian kami menghadap ke bagian selatan dengan radius dua mil dari tempat peristiwa. Namun hingga saat ini korban belum juga kami dapatkan, ” tuturnya. Terkecuali petugas resmi, ia menyebutkan, orang-orang nelayan sekitaran Kelurahan Gilimanuk juga telah diberitahu peristiwa ini dengan maksud sembari melaut mereka turut menolong mencari korban.

    Baca : Jadwal Kapal Awu, Harga Tiket Kapal Pelni Awu, Jadwal Kapal, Harga Tiket Pelni

    Menurut dia, pencarian juga akan dikerjakan maksimum sepanjang tujuh hari, serta mengharapkan cuaca di Selat Bali mensupport hingga korban dapat diketemukan. ” Keadaan sekarang ini, arus di Selat Bali cukup kencang dengan arah yang selalu berubah-ubah. Umumnya badan korban ikuti arah arus air, ” tuturnya.