• Kapal KRI Banda Aceh Dikirim Untuk Cari AirAsia

    Date: 2017.09.21 | Category: Kapal Laut | Tags:

    TNI Angkatan Laut turut menerjunkan delapan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) untuk mencari Pesawat AirAsia QZ8501 yang hilang kontak mulai sejak Minggu (28/12/2014). Satu diantara kapal sebagai andalan yaitu KRI Banda Aceh 593, yang diberangkatkan dari Pelabuhan Tanjung Priok, Senin (29/12/2014) malam.

    Reporter Kompas. com, Ihsanuddin, memiliki kesempatan untuk turut lakukan pencarian dengan prajurit TNI AL dengan menumpang kapal ini. KRI Banda Aceh yaitu kapal buatan dalam negeri, di produksi oleh PT PAL (persero) pada 2011 kemarin. Karna baru, kapal yang nyaris semua bagiannya berwarna abu-abu gelap ini tampak masih tetap bersih serta tertangani.

    ” Ini jadi kebanggaan kita juga karna produksi negeri sendiri. Meskipun dengan kwalitas masih tetap kalah (dari produksi luar negeri), namun telah cukup lumayan, ” kata Komandan KRI Banda Aceh 593, Letnan Kolonel Laut (P) Arief Budiman.

    KRI Banda Aceh adalah kapal perang berjenis Landing Basis Dock dengan ukuran panjang 22. 004 mtr. serta lebar 125 mtr.. Berat kapal ini menjangkau 7. 286 ton. Kapal perang ini mempunyai kecepatan maximum 15 knot serta mempunyai daya angkut sejumlah 344 personel.

    Kapal ini dapat menyimpan 5 unit helikopter type MI-2 atau Bell 412, 2 unit LCVP, 3 unit meriam Howitzer, serta 20 Tank. Untuk persenjataan perang, kapal ini diperlengkapi meriam kaliber 20 mm serta 40 mm.

    KRI Banda Aceh ini pergi dengan 150 penumpang di dalamnya, yang umumnya yaitu prajurit TNI AL. Diluar itu, ada juga awak kapal, awak penerbang helikopter untuk mencari dari ketinggian, pasukan katak untuk menyelam, dan media serta staf dinas penerangan TNI.

    Walau baru di produksi, KRI Banda Aceh ini telah memperoleh satu penghargaan dari Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Marsetio, jadi KRI Berpredikat Operasional Teratas Th. 2014. Penghargaan itu didapat karna KRI Banda Aceh ini jadi kapal yang berlayar kurun waktu paling panjang dibanding KRI punya TNI angkatan laut yang lain.

    ” Saat itu nyaris sepanjang tiga bulan non-stop berlayar selalu, tidak pulang-pulang, ” kata Arief.

    Diluar itu, kapal ini sudah ikuti latihan dengan kapal-kapal perang dari beragam negara dalam arena Multilateral Rim of the Pacific (Rimpac) 2014. Arena itu adalah latihan teratur tiap-tiap dua th. yang di gelar oleh armada ke-3 US Navy dengan negara-negara di lokasi Asia Pasifik serta meluas cakupannya dengan melibatkan negara-negara di Asia Tengara.

    Walau sejatinya dipakai untuk perang, kapal ini memiliki banyak fasilitas hiburan untuk menghibur beberapa prajurit serta awak kapal yang tengah bertugas. Perjalanan di dalam lautan terlepas yang panjang sampai berbulan-bulan dapat buat penumpangnya jemu, bahkan juga dapat stress.

    ” Agar tidaklah sampai stress, kita ada hiburan. Diatas kapal, kesehatan itu yang paling utama, ” kata Arief.

    Hiburan di kapal ini diantaranya lantai kapal yang dicat jadi lapangan basket, lengkap dengan ringnya. Ada juga panggung kecil yang bisa jadi tempat organ tunggal bermain musik serta menghibur beberapa prajurit. Hiburan yang paling jadi andalan yaitu satu layar-lebar yang dapat disulap untuk melihat film.

    ” Sediakan film yang banyak ya, yang baru-baru, ” perintah Arief pada prajuritnya.

    KRI Banda Aceh ini juga akan lakukan pencarian cukup panjang di lautan terlepas, yaitu sepanjang 20 hari tanpa ada berkunjung ke daratan. Di pelabuhan Tanjung Priok, dari mulai bahan bakar sampai logistik telah disediakan dengan masak. Karna semua persiapannya ini, KRI Banda Aceh yang semestinya pergi pada siang hari, baru tancap gas saat malam harinya.

    Harga Tiket Surabaya – Pontianak, Harga Tiket Surabaya – Balikpapan, Harga Tiket ASDP Surabaya – Lombok

    Sebelumnya kapal terlepas landas, diselenggarakan apel terlebih dulu untuk mengecek kesiapan semua prajurit serta awak kapal. Apel juga mempunyai tujuan untuk mengkalkulasi jumlah semua penumpang kapal, hingga akan tidak ada awak yang hilang.

    ” Kita pergi dengan orang demikian, kembali dengan orang demikian, ” tegas Arief.

    Arief yang memimpin segera apel mengingatkan semua awak kapal untuk melindungi solidaritas sepanjang pencarian. ” Saya berharap sepanjang aktivitas berjalan, bisa berlangsung hubungan yang serasi dari ABK (anak Buah Kapal) maupun non-ABK, ” katanya.

    Terkecuali usaha yang keras dalam mencari pesawat yang hilang, Arief juga mengingatkan supaya semua petugas yang ada ikut berdoa untuk kelancaran pencarian. ” Keinginannya pesawat AirAsia yang hilang kontak diketemukan, ” ucap Arief.