Analisis iklan yang dinilai kurang etis

Hal yang menjadi sorotan masalah iklan adalah sejauh mana komitmen moral atau etika bisnis yang dimiliki perusahaan dalam mempertanggungjawabkan materi atau isi pesan yang disampaikan kepada masyarakat. Hal ini sangat penting mengingat produk dipasaran sangat banyak jumlahnya, dan pengetahuan konsumen tentang produk lebih banyak didapat dari informasi produsen.Dalam hal berbagai produk yang sejenis tidak mustahil produsen tertentu tergoda untuk memanipulasi informasi sehingga produknya mempunyai daya tarik yang lebih besar bagi para konsumen. Etika bisnis dalam mengkampanyekan produk kepada khalayak sasaran memang penting dipahami oleh pihak produsen. Hal ini agar masyarakat tidak merasa tertipu oleh sajian – sajian iklan yang “bombastis” yaitu khalayak mendapat informasi yang sebanarnya dari produk yang diiklankan. Secara umum tradisi beriklan yang sehat yang dapat mendorong terwujudnya citra produk dicirikan oleh tiga aspek penting yaitu:

Etis

Berkaitan dengan kepantasan, Apakah iklan itu pantas untuk ditayangkan? secara etika memang iklan harus ah memuat sesuatu yang jujur tapi bukan berarti lalai dengan ke-etis-an iklan tersebut.

Estetis

Estetis berkaitan dengan kelayakan, kepada siapa iklan itu ditujukan siapa target marketnya, siapa target audiennya, kapan iklan terebut harus ditayangkan. Produsen rokok selalu menayangkan iklannya pada waktu-waktu dimana anak kecil sudah tidur. Ya.. Memang harus demikian, karena iklan itu hanya ditujukan untuk orang dewasa.

Estetika

Berkaitan dengan keindahan, seni. Selain etis, estetis iklan juga harus mengandung daya tarik seni, estetika. Agar iklan itu mach, dan tidak membosankan selain itu iklan dengan estetika yang baik, juga akan mengundang daya tarik khalayak (desire) untuk memperhatikan iklan tersebut dan kemudian melakukan action membeli dan menggunakan produk tersebut

Seringkali Pelanggaran yang terjadi adalah berupa penampilan iklan yang superlative, yaitu memunculkan produk sebagai yang terbaik atau termurah. Iklan superlative ini acapkali dibumbui kecenderungan menjatuhkan pesaing di pasaran. “Jika semua bilang baik, termurah, ini akan membingungkan masyarakat dan pelanggan,”. Oleh karena itu dibawah ini terdapat salah satu iklan yang dinilai kurang etis yaitu “Iklan XL versi gorila tidak etis. Pada iklan tersebut disebutkan bahwa “nggak usah mikir”. Dari situ kan sudah sangat kontradiktif dengan bagaimana seharusnya konsumen menjadi cerdas, yaitu memilih terlebih dahulu produk mana yang layak dan tepat dikonsumsi,”. Serta iklan XL versi gorila yang memiliki tagline “Pasti Termurah” juga tidak wajar. Alasannya iklan itu tidak memberikan keterangan seberapa murah atau bukti dari sebuah lembaga independen “Kata-kata Termurah itu sebenarnya sudah melanggar Undang-Undang (UU) No 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Kalau mereka punya bukti termurah, seharusnya diberitakan secara matematis atau menggunakan badan independen. Pelanggaran UU No 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen bisa dikenakan sanksi maksimal penjara selama dua tahun atau denda sebesar Rp 2 miliar. “Kalau terbukti bersalah maka hal ini merupakan kejahatan korporat atau corporate crime. Sebaiknya BRTI (Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia) menanggapi serius iklan-iklan seperti ini agar tidak membingungkan konsumen dan masyarakat,”

Target Pasar produk XL

Strategi pemasaran XL ditujukan untuk mengubah citra Perseroan yang selama ini memiliki citra ‘mahal’ menjadi terjangkau, muda, dinamis, trendi dan sangat memahami kebutuhan pelanggan. XLXL siap dan mampu untuk memenuhi semua kebutuhan pelanggan. mampu menyediakan berbagai kebutuhan pelanggan, baik layanan dasar yang berbiaya rendah ataupun layanan dengan berbagai nilai tambah. Didukung dengan jalur distribusi serta cakupan jaringan yang luas, Distribusi XL adalah suatu produk penyedia layanan telekomunikasi yang berada di Indonesia. Produk produk dari XL in sendiri lebih banyak difokuskan kepada seluruh kalangan atau seluruh segmentasi pasar. Dari mulai kalangan menengah keatas dengan produk dari XL yang bernama XL. Bebas. Dan XL juga mencoba merambah kalangan tingakt menengah kebawah dengan produknya yang bernama XL JEMPOL.

Bila dilihat secara menyeluruh. XL melakukan pemasaran dengan cara mengambil strategi pengembangan solusi korporat di bawah bendera Business Solutions. XL juga mengambil segmentasi pasar secara menyeluruh dari pasar tingkat bawah hingga para pengguna layanan 3G.

Strategi pemasaran lainna dari XL dilakukan dengan memaikkan dan juga menambah gerai-gerai XL hingga keplosok2 kota yang terpencil sekalipun. Hal ini dimaksudkan agar semakin banyak para pengguna mengenal produk-produk yang ditawarkan oleh XL itu sendiri. Dengan cara ini maka dapat dipastikan bahwa XL dapat meraup lebih banyak pelanggan bahkan sampai kepada pelanggan kelas bawah.

Dan selain itu pula produk-produk XL lebih banyak menawarkan produknya dengan tariff yang sangat murah, sehingga dapat dipastikan bahwa hal ini dapat membuat banyak orang tertarik untuk mengginaka produk 2 dari xl tersebut.

Promosi yang dilakukan oleh XL yang lain adalah promosi Business Solutions yang dilakukan melalui berbagai media nasional dan juga melalui sejumlah pameran atau seminar.

Jadi bila dilihat kembali strategi pemasaran yang diambil oleh XL tersebut sangan signifikan terlihat, dan bila dilihat dari kenyataan yang ada, seluruh kerja keras XL tampak terbayarkan karna tampak menduduki posisi teratas dalam perang tariff antara para penyedia layanan telekomunikasi dewasa ini

Menentukan Target dan Segmentasi

Dalam rangka memuaskan konsumen, perusahaan perlu mengetahui keinginan dan hal-hal yang dibutuhkan konsumen yang menjadi target pemasarannya terutama mengenai faktor-faktor yang paling dominan yang dapat mempengaruhi konsumen dalam memilih operator Global System Mobile (GSM) prabayar. Untuk dapat mengidentifikasi keinginan dan kebutuhan pelanggan tersebut maka diperlukan riset pasar. Dari kondisi diatas, diperlukan suatu studi atau penelitian mengenm tingkat kepentingan (harapan) dan tingkat performansi (kenyataan / persepsi) konsumen akan kualitas layanan yang diinginkannya. Kualitas layanan merupakan hal yang penting dan perlu untuk diperhatikan dan ditingkatkan layanannya dalam rangka memuaskan pelanggan dan untuk dapat bersaing secara kompetitif dengan operator GSM prabayar lainnya.

Dengan demikian perlu adanya evaluasi yang dapat menjadi masukan dari pelanggan operator GSM prabayar guna memperoleh segmentasi pasar yang tepat dan bisa menetapkan target pasar yang tepat. Dalam riset pasar, berbagai penelitian haruslah dilakukan agar memperoleh informasi apa saja untuk mengetahui kepuasan pelanggan, segmentasi pasar, positioning dan target pasar. Sedangkan untuk mengetahui atribut atribut

yang memenuhi tingkat kepuasan pelanggan digunakan metode Performance Importance Chart (IP Diagram). Diharapkan metode tersebut dapat digunakan untuk merumuskan suatu strategi pasar yang berdasar segmentasi dan target untuk meningkatkan kualitas layanan dari perusahaan.

 

Penulis : Tomas Setya Wahyu B

Dosen : Nanang Suryadi, S.E., M.M.

 

Daftar Pustaka

file://localhost/C:/Users/acer/Documents/KULIAH/SEMESTER%206/MARCOMM/cocomaje_%20Tugas%20Etika%20Bisnis%202%20(Contoh%20kasus%20Bisnis%20Yang%20Tdk%20Beretika).mht

http://blogs.unpad.ac.id/TettyHerawaty/?p=15

file://localhost/C:/Users/acer/Documents/KULIAH/SEMESTER%206/MARCOMM/YLKI_%20Iklan%20XL%20Tidak%20Etis%20-%20www.inilah.com.mht