RSS
 

BAB 3 ; BUDAYA DAN LINGKUNGAN ORGANISASI

04 Oct

Perbedaan  perbuatan dan tindakan manajemen dari sudut pandang mumpuni (omnipotent) serta simbolis.

1. Pandangan mumpuni : pandangan bahwa para manajer bertanggu jawab langsung atas keberhasilan atau kegagalan sebuah organisasi.

2. Pandangan simbolis : pandangan bahwa hal yang berperan paling besar dalam menentukan keberhasilan atau kegagalan sebuah organisasi adalah faktor-faktor di luar kekuasaan para manajer.

 

Budaya organisasi adalah sehimpunan nilai, prinsip, tradisi, dan cara bekerja yang dianut bersama oleh dan mempengaruhi perilaku serta tindakan para anggota organisasi. Tujuh dimensi budaya organisasi adalah perhatian psda detail, orientssi hasil, orientasi manusia, orientasi tim, agresivitas, stabilitas, serta inovasi dan pengambilan resiko. Budaya yang kuat adalah budaya organisasi yang nilai-nilai dasarnya tertanam secara kokoh dan diterima secara luas oleh para anggota organisasi. Semakin kuat budaya organisasi, semakin kuat mempengaruhi bagaimana para manajer merencanakan, menata, memimpin, dan nengendalikan. Sumber pertama sebuah buadaya organisasi umumnya adalah visi sang, atau para, pendiri organisasi.

 

5 isu budaya organisasi:

1. Menciptakan budaya beretika. Budaya organisasi yang paling mungkin menegakkan standar etika yang tinggi di kalangan para anggota organisasi adalah budaya yang memberikan toleransi tinggi terhadap resiko, memberi ruang psda agresivitas yang rendah atau sedang-sedang saja, dan memberi penekanan yang sama kuat pada hasil maupun proses.

2. Menciptakan budaya inovatif. Ciri-ciri budaya yang inovatif: (1) tantangan dan keterlibatan, (2) kebebasan, (3) kepercayaan dan keterbukaan, (4) waktu bagi gagasan, (5) keceriaan/humor, (6) penyelesaian konflik, (7) silang-pendapat, (8) pengambilan resiko.

3. Menciptakan budaya berorientasi pelanggan.

4. Menciptakan budaya yang mendukung kebhinekaan. Dicirikan oleh kebhinekaan tenaga kerja, yaitu mempekerjakan orang-orang dengan latar belakang yang heterogen.

5. Spiritualitas dan budaya organisasi.

 

Lingkungan eksternal merujuk pada faktor-faktor dan kekuatan yang berbeda di luar organisasi namun mempengaruhi kinerja organisasi. Lingkungan eksternal memiliki dua komponen: (1) lingkungan spesifik, dan (2) lingkungan umum.

1. Lingkungan spesifik. Kekuatan utama yang membentuk lingkungan spesifik adalah pelanggan, pemasok, pesaing, dan kelompok kepentingab dalam masyarakat.

2. Lingkungan umum. Meliputi kondisi-kondisi ekonomi, politik/hukum, sosial-budaya, demografis, teknologi, dan global secara luas.

 

Dua dimensi ketidakpastian lingkunfan adalah laju perubahan dan tingkat kompleksitas. Empat langkah untuk mengelola hubungan dengan para pemangku kepentingan adalah mengenali pemangku kepentingan organisasi, mengetahui apa kepentingan dan kemauan para pihak tersebut di dalam organisasi, menentukan seberapa penting atau seberapa besar pengaruh setiap pihak bagi keputusan dan tindakan organisasi, serta menentukan cara mengelola hubungan dengan para pemangku kepentingan itu.

 

Sumber :

Robbins, Stephen P., dan Mary Coutler.2010. Manajemen. Jilid 1. Edisi kesepuluh. Jakata: Penerbit Erlangga.

 

Leave a Reply

 
*