Cara Budidaya Tanaman Cabe di Media Tanah dan Polybag

Naiknya harga cabe selalu menjadi topik pembahasan bersama. Entah kenapa, setiap ada bahasan mengenai naiknya harga bahan pokok, pasti tanaman yang satu ini selalu ikut dalam daftar pembahasan. Namun, senaik apapun harga cabe, tanaman itu masih saja laku keras di pasaran. Bagaimana tidak, berbagai macam tempat kuliner yang sedang populer saat ini biasanya mengandalkan kepedasan sebagai bumbu utamanya, maka bukan hal yang aneh jika cabe masih tetap laku di pasaran, mengingat banyaknya peminat terhadap tanaman itu. Bahkan ada istilah jika makan tanpa sambal rasanya belum afdol.

Demi menyiasati mahalnya harga cabe, beberapa penduduk memilih untuk menanam cabe sendiri di pekarangan rumah mereka, baik langsung di tanahnya maupun di pot atau polybag. Apapun cara yang kita pilih, budidaya cabe terbilang mudah dan tidak terlalu rumit dalam perawatannya. Apalagi jika masuk musim hujan, kita tidak perlu lagi menyiraminya, tinggal mengandalkan air hujan yang turun.

Varietas cabe cukup beragam, mulai dari cabe rawit, cabe keriting sampai cabe merah besar. Sebenarnya ada dua jenis cabe yang beredar di pasaran, yaitu cabe lokal dan cabe hibrida. Setiap jenis punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Cabe lokal lebih mudah dalam hal perawatan karena lebih mampu beradaptasi dengan kondisi lingkungan, sedangkan cabe hibrida lebih unggul dalam hal produktifitas buahnya. Namun cabe lokal pun jika dirawat dengan baik tetap bisa menghasilkan produksi yang banyak.

Pada budidaya di tanah, yang perlu disiapkan awalnya tentu saja lahan yang akan dipakai. Pilihlah tanah yang subur dan gembur, serta mengandung banyak organik. Untuk tingkat keasaman yang dibutuhkan antara 5,5 sampai 7 pH. Yang terpenting tanah jangan sampai kebanyakan air sampai menggenang, karena cabe tidak terlalu membutuhkan air. Untuk curah hujan yang diperlukan biasanya sekitar 1500-2500 mm pertahun, dengan suhu 16-32 derajat celsius. Tanaman cabe sebaiknya mendapatkan cahaya matahari yang cukup sekitar 10-12 jam.

Sedangkan pada budidaya cabe dalam polybag tentu sedikit berbeda. Yang terlebih dahulu disiapkan adalah bibit atau benih yang akan digunakan. Apakah akan memakai bibit lokal ataukah hibrida, apakah akan menanam cabe rawit atau cabe keriting. Yang terpenting adalah memilih bibit yang berkualitas baik dan dari tempat yang terpercaya. Bibit yang dipilih juga disesuaikan dengan tujuan dan kebutuhan dari para petani cabe.

Baik budidaya di tanah maupun di polybag, langkah berikutnya adalah menyemaikan bibit. Jemur terlebih dahulu biji cabe sampau kering, baru kemudian disemaikan. Penyemaian bisa dilakukan di polybag maupun bedengan tanah, meski yang sering digunakan adalah media bedengan tanah. Bedengan diberi pupuk dahulu agar bibit tumbuh dengan baik, kemudian bibit cabe ditaburkan pada bedengan yang telah disiapkan. Setelah itu bagian atasnya ditutup dengan alang-alang atau gulma kering. Pada polybag juga hampir sama, bedanya adalah lahan tanah diganti dengan polybag dan penutupnya diganti dengan karung goni. Selain polybag, bisa juga memakai wadah lain seperti baki atau daun pisang. Jangan lupa untuk menjaga tanahnya tetap lembab dengan menyiraminya secara teratur. Beberapa minggu kemudian bibit bisa dipindahkan ke lahan tanam ataupun polybag yang lebih besar.

Sembari menunggu bibit siap dipindahkan, kita bisa menyiapkan lahan tanam atau polybag yang akan dipakai. Untuk lahan tanah, bersihkan dulu berbagai tanaman yang mengganggu dan gemburkan tanah dengan memakai cangkul atau bajak serta melakukan pemupukan awal. Buat bedengan dengan ukuran sesuai dengan lahan yang dimiliki, setidaknya tiap lubang tanam memiliki jarak antara 40-60 cm. Untuk polybag, pilih yang berukuran besar, setidaknya lebih dari 30 cm. Selain itu bisa juga memakai pot dari semen, tanah liat, keramik atau plastik. Yang terpenting adalah media tersebut memiliki lubang untuk drainase. Pada polybag, menggunakan media tanam berupa campuran tanah, pupuk kandang, kompos dan arang sekam atau arang padi. Sebelum campuran itu dimasukkan, polybag dilapisi dengan sabut kelapa, pecahan gabus atau pecahan genteng dahulu untuk mencegah genangan air di dalamnya.

Berikutnya adalah memindahkan bibit ke lahan tanam yang disiapkan. Masukkan bibit ke lubang tanam yang telah dibuat, kemudian tutup kembali dengan tanah atau pupuk kandang. Pada polybag, sebaiknya pemindahan dilakukan pada saat tidak terlalu banyak cahaya matahari. Lakukan pemindahan secara hati-hati agar akarnya tidak rusak. Kedalaman lubang tanam untuk polybag sekitar 5-7 cm.

Perawatan yang diberikan pada tanaman cabe, baik di lahan tanah ataupun polybag memiliki hal yang sama. Mulai dari pemupukan dan penyiraman yang dilakukan secara teratur. Meski rutin, penyiraman diberikan secukupnya saja, jangan sampai kebanyakan air sampai menimbulkan genangan. Tambahkan batang kayu atau bambu untuk menopang tanaman cabe agar tumbuh dengan tegak, hal ini disebut pengajiran, dilakukan saat tanaman mencapai ukuran 20 cm. Penyiangan juga tetap dilakukan selama masih ada tanaman liar yang mengganggu. Untuk memaksimalkan pertumbuhan cabe, sebaiknya daun yang layu atau menguning dicabut saja. Selain itu, dilakukan perompesan agar tunas yang tumbuh tidak menyebar dan tanaman tidak tumbuh menyamping. Perawatan terakhir adalah melindungi dari berbagai hama dan penyakit, bila perlu bisa menggunakan pestisida.

Tahap terakhir yaitu pemanenan, waktu panen bergantung pada varietas cabe yang ditanam dan kondisi lingkungannya. Cabe yang dipanen bisa disesuaikan dengan kebutuhan, tetapi biasanya cabe dipanen saat belum berwarna merah seluruhnya, melainkan masih ada garis hijaunya. Hal ini dilakukan agar cabe bisa tahan lebih lama saat sedang dijual di pasar, jika panen dilakukan saat benar-benar matang maka ditakutkan saat dijual malah akan kematangan. Sementara itu, waktu yang baik untuk panen adalah saat pagi hari. Lakukan pemanenan dengan hati-hati agar tidak terjadi kerusakan pada cabe, karena sekarang cabe semakin mahal lho.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

CAPTCHA Image

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>